
"Gak usah yank lebih baik kamu simpen yang mu yank jangan boros boros yank" kata ku kepada kak sanusi.
"Cuman nasi goreng doang yank udah ayo" kata kak sanusi kepada ku.
Setelah itu aku dan kak Sanusi pun membayar baju baju yang sudah aku pilih barusan termaksud gamis yang aku pilih tadi. Setelah selesai membayar aku dan kak Sanusi pun pergi ke tempat nasi goreng ke sukaan ku ya tempat itu ahbyalah di pinggir jalan tapi menurut ku rasqnya sangat enak sekali jadi setiap aku ingin nasi goreng aku selalu membeli nya ke sana. Dan karena terlalu seringnya aku membeli nasi goreng di sana sampai sampai kami sangat kenal akrab sekali dengan yang menjual nasi gorengnya bahkan kak Sanusi mempunyai nomer WhatsApp nya dan jika aku ingin nasi goreng dan tak tau buka atau tidak kak Sanusi selaku mengirim chat terlebih dahulu sehingga aku bisa tau penjual nasi goreng itu buka atau tidak. Ya karena dulu tak emmpunyai nomernya aku sering sekali datang ke tempat ini dan hasilnya nihil terkadang penjual nasi goreng ini tak menjual aku juga tak tau apa alsannya. Tapi sejak mempunyai joemrnya kami bisa tau penjual itu buka atau tidak. Setelah selesai makan nasi goreng itu aku dan kak Sanusi pun kembali ke rumah saat sampai di rumah karena hari juga sudah malam kak Sanusi pun pamit kepada ayah dan juga ibu ku untuk pulang. Setelah kak snausi pulang aku pun masuk ke kamar tak lupa dengan barang barang belanjaan ku. Setelah itu aku pun langsung mandi setelah selesai mandi aku pun masuk ke kamar lalu memakai baju.
Tak lama kemudian ibu ku pun masuk ke dalam kamar ku lalu berjalan ke arah ku yang sedang mengeluarkan baju baju yang tadi di belikan oelh kak Sanusi. Aku menaruh baju baju itu di atas ranjang ku.
"Kamu beli baju sebanyak ini buat apa syah?" Kata ibu ku kepada ku.
"Gak kok buk bukan aku buk yang beli, aku di belikan sama kak sanusi buk, katanya buat baju ganti di Jakarta nantik buk" kata ku kepada ibu ku.
"Oh gitu, ini gamisnya bagus banget ya Syah" kata ibu ku melihat baju gamis itu.
"Iya buk, aku suka modelnya dan warnannya juga gak norak" kata ku kepada ibu ku.
"Syah ini mahal banget Syah Sampek enam ratus ribu lebih loh Syah bajunya kok di ambils ih Syah sama kamu kan kasian sama nak Sanusi Syah" kata ibu ku kepada ku.
"Tadi Aisyah udah gak mau ambil baju itu kok buk tapi kak Sanusi maksa buat ambil baju itu, padahal aku udah bilang kalau bajunya mahal buk tapi kata kak Sanusi gak papa buk, jadi di beli deh bajunya buk" kata ku kepada ibu ku.
"Oh gitu ya udah ayo makan" kata ibu ku kepada ku
"Gak usah buk, Aisyah udah makan kok barusan buk" kata ku kepada ibu ku.
"Makan di mana kamu Syah?" Kata ibu ku kepada ku.
"Tadi waktu mau pulang aku di belikan nasi goreng sama kak Sanusi buk, jadi sekarang masih kenyang buk" kata ku kepada ibu ku.
"Sudah di belikan baju kamu masih di belikn anaih goreng syah"?" Kata ibu ku kepada ku
"Hmmm iya buk" kata ku kepada ibu ku.
"Kasian nak Sanusi Syah udah keluar uang banyak banget buat kamu Syah seiarang itu kan hasil kerjanya Syah. Siapa tau aja dia punya keperluan gitu Syah" kata ibu ku kepada ku
__ADS_1
"Aku juga udah bilang tadi buk sama kak Sanusi tapi kak Sanusi tetep ngotot beliin aku nasi goreng kesukaan ku buk. Ya udah karena aku juga udah lepr ya udah aku mau aja buk" kata ku kepada ibu ku.
"Kamu ini gak mau makan di rumah aja Syah" kata ibu ku kepada ku
"Hemmmm Aisyah kan udah laper buk" kata ku kepada ibu ku
"Iya udah terserah kamu bajunya beresin ya setelah itu kamu istirahat Syah ibu tau kamu pasti capek" kata ibu ku kepada ku, ya meskipun ibu ku suka sekali marah marah kepada ku bahkan sering sekali tapi aku tau kalau ibu ku syabag dan perhatian sekali kepada ku maka dari karena itu aku tak menjawab saat ibu ku memarahi ku.
"Iya buk" kata ku kepada ibu ku. Setelah itu ibu ku pun keluar.
Tak terasa hari hari sudah belaku dengan sangat cepat besok aku akan berangkat ke Jakarta sekarang aku akan ke rumah kak sanusi dulu untuk pamit ke mertua ku. Sekarang aku sedang bersiap siap sedangkan kak Sanusi sudah datang sejak jam tujuh pagi tadi ya katanya dia ingin waktu yang lebih lama bersama dengan ku jadi dia menjumput ku pagi sekali. Setelah selesai berdandan dan bersiap siap aku pun keluar lalu pamit kepada ayah dan juga ibu ku.
Saat sampai di rumah kak Sanusi aku masih tak bertemu dengan ibu atau pun saudara kak Sanusi ya ini masih pagi kak sanusi. Katanya sih ibu kak Sanusi masih bekerja di sawah sedangkan saudaranya kak Sanusi masih mengantarkan Aurel sekolah ya hari ini aku tak masuk sekolah karena sekarang hari Sabtu jadi ayah ku pun sudah mengirimi ku surat agar aku tak masuk dana kan masuk hari Senin Minggu depannya lagi saat aku sudah kembali dari Jakarta. Sambil menunggu ibunya kak Sanusi pulang aku ke rumahnya kak Sanusi yang ada di belakang setelah itu aku pun menonton TV kesukaan ku apa lagi kalau bukan film kartun yaitu Upin dan Ipin ya memang aku seprti anak kecil tapi jujur saja aku sangat sangat menyukainya ya walaupun banyak orang yang mengatakan kalau aku seperti anak kecil tapi ya biarkan saja toh aku hanya menonton Film kartun saja apa salahnya. Toh banyak yang lebih tua dari ku menonton film yang sama dengan ku jadi aku tak memikirkan omongan orang yang menganggap ku apa yang oenting aku senang dan tak melakukan kesalahan apa pun. Tak lama kemudian ibu kak Sanusi pun datang dia langsung menghampiri ku yang ada di rumah kak Sanusi.
"Sudah lama nak?" Kata ibu kak Sanusi kepada ku.
"Gak kok buk baru aja" kata kunkepada ibunya kak Sanusi sambil bersalaman dengan ibu kak sanusi.
"Oh ya udah ibu siapain makan dulu ya nak" kata ibu kak Sanusi kepada ku.
"Udah tunggu ya nak gak repot kok nak, lagian kamu kan bakalan ke Jakarta dan satu Minggu ke depan ibu gak bakaln ketemu sama kamu jadi udah tunggu di sini ibu siapin saraapn buat kamu ya nak meskipun kenyang di makan ya nak walau pun dikit " kata ibu kak snausi kepada ku.
"Ya udha kalau gitu Aisyah bantu ibu masak ya buk" kata ku kepada ibunya kak Sanusi sambil berdiri hendak membantu ibunya kak Sanusi memasak.
"Udah gak usha kamu tunggu di sini aja ya gak usah kemana mana, nantik aklau udah selesai makanannya ibu bawa ke sini" kata ibu kak sanudi kepada ku.
"Maaf ya buk kalau Aisyah ngerepotin ibu" kata kunkepada ibu kak Sanusi ya aku merasa tak enak hati karena aku merasa kalau aku sudah membuat susah ibu mertua ku. Aku harap dia akan selalu seperti itu selamanya sampai kami menikah nanti.
"Ya udah kamu di sini ya, kalau gitu ibu tinggal dulu" kata ibu kak Sanusi kepada ku.
"Iya buk" kata ku kepada ibu kak Sanusi.
Setelah itu ibu kak Sanusi pun pergi meninggalkanku dan kak Sanusi. Aku pun hanya diam saja sambil menonton TV. Tak terasa sudah dua jam berlalu ibu kak Sanusi datang ke kamar sambil membawa makanan makanan yang di tempati dengan nampan. Aku yang sedang tiduran di kasur aku pun langsung bangun dari baringan ku dan langsung membantu ibu mertua ku itu.
__ADS_1
"Maaf ya nak hanya makanan ini aja yang bisa ibu masak buat kamu, gak sama dengan makanan yang ada di rumah kamu. Pasti rasanya juga gak bakalan se enak masakan ibu kamu nak" kata ibu kak Sanusi kepada ku sambil menaruh nasi dan juga lauk pauk di depan ku.
"Gak kok buk sama aja buk, biasa aja kok buk semua masakan sama enaknya kok buk ini juga lauknya udah banyak banget buk, Aisyah ke sini malah ngerepotin ibu nih" kata ku kepada ibu kak Sanusi sambil membantunya menurunkan lauk lauk yang masih ada di atas nampan.
"Ya udah kalau gitu kamu makan ya, kamu juga makan barengin sekalian tunangannya makan" kata ibu kak Sanusi kepada ku dan juga kepada kak Sanusi agar kak Sanusi ikut makan bersama dengan ku.
"Iya buk" kata kak Sanusi kepada ibunya.
"Ya udah makaan aja dulu ya nak, ibu tinggal dulu masih ada kerjaan di belakang" kata ibu kak Sanusi kepada ku.
"Iya buk, makasih buk" kata ku kepada ibu mertua ku yang sangat baik itu.
Setelah itu ibu kak Sanusi pun keluar dengan membawa nampan yang tadi dia bawa tapi tak lama kemudian ibu kak Sanusi kembali dan memberikan air untuk ku dan juga kak Sanusi. Setelah itu ibu kak Sanusi pun pergi. Setelah ibu kak Sanusi pergi aku dan kak Sanusi pun mulai memakan makanan yang ada di depan dengan lahap entah lah tapi rasanya sangat enak sekali sampai membuat ku yang awalnya tak merasakan kalau sedang lapar tapi sekarang aku malah sangat lapar sekali bahkan tak sampai setengah jam aku sudah menambah nasi sebanyak dua kali sedangkan kak Sanusi dia sudah menambah nasi sebanyak empat kali entah lah tapi aku rasa dia benar benar lapar.
Dan satu jam kemudian semua lauk pauk dan juga nasinya sudha habis tak bersisa ya begitu rakusnya diri ku dan hal ini akan sangat memalukan bagi ku ya bagaimana tidak aku hanya memakan tiga puluh persennya saja sedangkan tujuh puluh persen dari lauk pauk dan juga nasinya kak Sanusi lah yang sudah menghabiskannya. Tapi ya sudah lah ibu mertua ku juga tak akan komplain karena menantunya lumayan banyak makan. Apa lagi satu Minggu ke depan kita tak akan bertemu. Setelah selesai makan aku pun langsung membereskan piring piring dan juga gelas gelas kotor dan menbwanya ke dapur ibu kak Sanusi.
"Mau di taruh di mana ini buk" kata ku kepada ibu kak Sanusi yang masih sibuk memasak. Sedangkan aku baru saja masuk sambil membawa piring piring kotor sebagian ku tinggal di rumah belakang dan berniat untuk mengambilnya kembali
"Taruh aja di situ nak" kata ibu kak Sanusi sambil menunjuk ke arah tempat cuci piring.
"Iya buk" kata ku kepada ibu kak Sanusi. Setelah itu aku pun kembali untuk mengambil sisa piring kotor tak lama aku kembali dan hendak membantu ibu kak Sanusi mencuci piring piring kotor itu
"Eh mau ngapain kamu nak" kata ibu kak Sanusi menghampiri diri ku.
"Mau bantuin cuci piring ya buk, ini babyak banget buk jadi mau Aisyah cuci" kata ku kepada ibu mertua ku itu.
"Udah gak usah ayo sana kamu kembali udah gak usah bantuin gak papa kok nak" kata ibu kak Sanusi kepada ku
"Gak papa kok buk Aisyah bantuin ya kasian ibu udah dari sawah capek terus masak buat Aisyah sama kak snauai masa masih mau cuci piring kan kasian ibunya capek. Jadi biar Aisyah ya buk yang bantuin ibu buat cuci piring piring kotornya" kata ku kepada ibu kak Sanusi.
"Usaha gak usah, ayo kamu ke sana udah sana" kata ibu kak Sanusi kepada ku smabil menarik ku keluar agar aku tak membantunya mencuci piring piring kotor itu.
"Ya udah kalau gitu buk" kata ku kepada ibu kak Sanusi.
__ADS_1
Setelah itu aku pun kembali ke rumah kak Sanusi karena gak ada kerjaan jadi aku hanya berdiam diri sambil menonton TV tak terasa hari sudah mulai sore dan waktunya untuk ku harus pulang aku pun juga sudah emngatakan kepada kak Sanusi kalau aku ingin pulang ya karena besok aku harus bangun jam tiga pagi agar aku kebagian bus pertama yang akan menuju ke arah Surabaya. Setelah selesai bersiap siap aku pun berpamitan kepada ke dua orang tua kak Sanusi dan juga kepada kak ipar dan juga kakaknya. Setelah itu akk Sanusi pun mengantarkan ku pulang ya lebih tepatnya kak Sanusi ikut ke rumah ku dan katanya kak Sanusi juga akan m nginap di rumah agar dia bisa mengantarkan ku saat aku akan naik ke bus besok pagi.