
“hah capek.” Kata ku kepada diri ku sendiri
“ya sudah istirahat aja dulu.” Kata ramon kepada ku
“iya ini kan juga lagi istirahat.” Kata ku kepada ramon
“iay iya aku kan hanya gak mau kamu sakit.” kata ramon kepada ku
“sudah deh gak usah ngegombal cepet cari calon istri terus menikah biar gak goda goda aku terus.” Kata ku kepada ramon
“gak nemu.” Kata ramon kepada ku membuat ku ingin tertawa
“ha ha ha ha ha ha ha kamu cari baju apa cewek. Gak nemu ha ha ha ha ha ha.” Kata ku kepada ramon kerena aku sudah tak tahan ingin tertawa
“ya cari cewek lah.” Kata ramon kepada ku
“tuh di pasar pagi kan banyak cewek kamu tinggal pilih aja.” Kata ku kepada ramon
“kamu nyuruh aku cari emak emak?” kata ramon ekpada ku
“iya ha ha ha ha ha ha ha ha.” Kata ku kepad aramon
“kalau kamu aja gimana?” kata ramon kepada ku
“aku hmm… mmm aku kan sudah bilang kamu gak cocok sama aku.” Kata ku kepada ramon
“kenapa?” kata ramon kepada ku
“karenaaaa….. aaaaaaaaaa kamu jelek ha ha ha ha ha.” Kata ku kepada ramon mencoba untuk meledeknya
“ganteng kayak gini kamu bilang aku jelk, kamu tau aku ini di cari banyak wanita di luar sana tau.” Kata ramon kepada ku
“oh gitu, kalau gitu ya udah tinggal pilih aja.” Kata ku kepada ramon
“tapi ke aku gak ada yang cocok.” Kata ku kepada ramon
“coba kamu cari dengan teliti terus kamu nikahin deh.” Kata ku kepada ramon
“iya iya.” Kata ramon kepada ku
Setelah itu kami pun kembali sibuk dengan laptop yanga da di depan kita masing maisng. Tak terasa sudah malam aku dan ramon kembali ke apartement saat sampai di depan apartement ku aku pamit kepadanya lalu membuka
pintu aku berjalan masuk tapi ada yang aneh di sini karena semua lampu sudah hidup sedang kan saat jalan tadi pagi aku gak menghidupkan lampu
“surprise.” Tiba tiba membuat ku sangat kaget
“hah siapa.” Kata ku sambil melihat ke belakang. Aku tak percaya dengan apa yang aku lihat ternyata ada ratna, Jason, austyn, tasya, mama, dan juga papa tanpa alzelfin oiya dia kan sudah menikah
“kalian.” Kata ku dengan sangat gembira
“iya donk kita, aahhh syasa aku kangen banget sama kamu.” Kata ratna berjalan kepada ku dan ememluk diri ku
“aku juga kangen sama kamu.” Kata ku kepada ratna
“sudah sini duduk dulu.” Kata mama mengajak kita semua duduk
“gimana kalian bisa tau kalau aku ada di sini?” kata ku kepada mereka
“dari mama kamu donk.” Kata tasya kepada ku
“oh mama.” Kata ku sambil melihat mama
“mama gak tahan dengan mereka kamu tau mereka gentian datang ke rumah dan tanya kamu.” Kata mama kesal kepada mereka semua
“kita kan khawatir sama syasa tante.” Kata ratna kepada mama
“iya iya.” Kata mama menganggukan kepala
“gimana kabar kamu?” kata tasya kepada ku aku melihatnya perutnya sudah makin membesar
“baik, kamu gimana? Sama isi di dalam perut kamu?” kata ku kepada tasya
“hah kamu tau aku tu stress nyarik kamu tau kamu bisa bisanya menghilang tanpa ngasik kabar ke aku atau pun ke austyn kita kan sahabat. Oh dan jangan menghilang lagi oke? Bisa bisa aku lahiran sebelum itu.” Kata tasya kepada ku
“iya iya.” Kata ku ekpada tasya
“ah kamu tau waktu aku hamil, dia juga gitu ilang ilangan baut aku kaget terus iya kan sayang untungnya anak ku kuat.” Kata ratna kepada tasya dan Jason
“hemmm bener itu.” Kata Jason menambahkan
“iya iya maaf deh gak akan lagi.” Kata ku kepada mereka semua
“sya ada yang mau ketemu sama kamu.” Kata Jason ekpada ku
“siapa?” kata ku penasaran
“itu.” Kata Jason sambil menunjuk kea rah belakang aku pun melihat ke belakang dan aku melihat laki laki yang sangat aku rindukan ya itu alzelfin
“aku capek aku tidur dulu.” Kata ku sambil berdiri tapi di tahan oleh ratna dan juga tasya
“kita jelasin semua ke kamau oke.” Kata ratna kepada ku
"aku gak butuh penjelasan.” Kata ku kepada mereka semua
“kamu butuh sya, jadi duduk dulu.” Kata ratna kepada ku
“sayang aku minta maaf.” Kata alzelfin ekpada ku
“aku sudah maafin. Oke slesai kan aku ke kamar dulu.” Kata ku kepada alzelfin tapi lagi lagi ratna dan tasya menahan ku utnuk pergi
“ada apa lagi.” Kata ku kepada mereka semua
__ADS_1
“kamu dengerin penjelasan mereka dulu sayang setelah itu terserah kamu oke.” Kata mama kepada ku
“oke jelasin.” Kata ku kepada merek
“ayo al jelasin.” Kata ratna kepada alzelfin
“yank maaf waktu aku ciuman itu ayumi narik aku sampai aku menciumnya terus waktu di pantai juga aku bohong yang bilang ke toilet padahal aku ke dekat parkiran untuk bertemu dengana ayumi tapi sebenarnya aku kesana
karena dia ngancam aku kalau aku gak adtang dia akan nyakitin kamu jadi aku pun datang. Terus waktu malam itu ayumi datang ke kamar karena dia mau minta maaf dan ngasik aku wine terus aku gak ingat apa apa. Waktu aku sadar dia bilang semuanya kalau itu semua jebakan untuk ngejauhin kamu sama aku. Aku ada saksinya mereka semua.” Kata alzelfin kepada ku aku hanya diam tak menjawab penjelasannya
“semua yang di katakan alzelfin ke kamu itu bener sya.” Kata ratna kepada ku
“iya ada aku juga yang denger waktu ayumi bilang kalau dia ngejebak kalian berdua agar berpisah.” Kata Jason kepada ku
“terus soal yang kamu menikah sama ayumi?” kata ku kepada alzelfin
“hah siapa yang menikah?” kata ratna kaget
“2 bulan yang lalau aku ketemu sama ayumi di mall terus dia bilang kalau di sudah menikah dengan alzelfin dan dia di paris sedang bulan madu.” Kata ku kepada ratna
“bener al?” kata ratna tak percaya
“gak aku berani sumpah aku gak menikah sama alzelfin, kalian kan tau kalau selama ini aku selalu bersama dengan kalian mencari syasa ini buktinya.” Kata alzelfin kepda kita semua sambil menyerahkan kartun tanda pengenalnya. Dan ya disana di tulis kalau alzelfin masih dalam status belum menikah.
“terus gimana sya?” kata ratna kepada ku
“aku.” Kata ku bingung karena aku tak tau harus menjawab apa kepada ratna dan juga yang lainnya terutama kepada alzelfin dan juga mama papa
“apa kamu sudah punya laki laki lain disini?” kata mama kepada ku
“gak kok ma.” Kata ku kepada mama
“terus gimana?” kata mama lagi kepada ku
“iya iya aku ngerti dan aku juga sudah maafin kesalahan alzelfin.” kata ku kepada mereka semua
“jadi kamu mau menikah sama aku?” kata alzelfin kepada ku
“ya boleh lah.” kata ku kepada alzelfin
“makasih makasih sayang, aku janji kalau aku akan bahagiain kamu.” Kata alzelfin sambil memeluk diri ku
“iya iya.” Kata ku kepada alzelfin
Setelah itu kami pun membahas tentang rencana pertunanagan dan juga pernikahan kami yang akan di adakan beberapa bulan lagi. Tiba tiba bell apartement ku berbunyi aku pun berdiri dan berjalan kea rah pintu saat aku
membukanya ternyata ramon aku mempersilahkannya untuk masuk di menatap ku dengan heran yak arena ramon tak kenal dengan mereka semua yang ada di sini
“siapa ini sayang?” kata mama kepada ku
“itu mama ku dan itu papa ku.” Kata ku kepada ramon sambil menunjuk ke arah mama dan papa
“hai ramon.” Kata mama kepada ramon
“terus ini?” kata ramon menunjuk kea rah ratna, Jason, tasya, austyn, dan juga alzelfin
“ini temen temen aku semua.” Kata ku kepada ramon
“kecuali aku.” Kata alzelfin
“iya iya. Itu alzelfin yang aku certain ke kamu.” Kata ku kepada ramon
“oh yang tidur sama cewek itu ya?” kata ramon kepada ku
“iya, dan ternyata itu cuman salah paham aja kok.” Kata ku kepada ramon
“oh gitu.” Kata ramon kepada ku sambil mengangguk anggukan kepalanya
“oh kamu ada apa kesini?” kata ramon kepada ku
“oh ini aku beli makanan ke sukaan kamu nih.” Kata ramon sambil memberikan kantong plastic yang ada di tangannya
“oiya makasih ya.” Kata ku kepada ramon
“oke sama sama kalau gitu aku balik dulu ya soalnya masih ada perkerjaan yang harus aku selesai kan besok.” Kata ramon kepada ku
“oke siap.” Kata ku kepada ramon
Setelah itu ramon pun keluar aku berjalan ke arah dapur untuk mengambil piring lalu meletakan camilan kesukaan ku di meja depan TV.
“ayo di makan.” Kata ku kepada mereka semua
“dia siapa?” kata alzelfin kepada ku
“oh dia ramon, dia atasana aku.” Kata ku kepada alzelfin sambil mengambil camilan yang ada di depan ku
“dia sering kesini?” kata alzelfin kepada ku
“gak kok paling dia kesini hanya nganterin makanan habis itu langsung pulang deh. Ya kayak tadi gak duduk dulu langsung pulang.” Kata ku kepada alzelfin
“kamu gak pacaran kan sama dia?” kata alzelfin kepada ku sampai sampai aku tersedak makanan yang aku makan
“ya ngak lah.” Kata ku kepada alzelfin
“hmm… mmmm syukur deh. Oiya ramon itu tinggal dimana?” kata ratna kepada ku
“tuh di sebelah.” Kata ku kepada ratna
“oh.” Kata ratna mengut mangut.
Setelah itu kami pun kembali membahas rencana untuk pernikahan ku dan juga alzelfin. Aku sangat bahagia saat ini karena laki laki yang aku cintai kembali ke pelukan ku dan sebentar lagi kami akan sah menjadi sepasang
__ADS_1
suami istri. Tak terasa hari sudah sangat malam kami pun tidur di kamar masing masing kecuali ratna, Jason, tasya, dan austyn mereka tidur di hotel ya karena di apartement ku hanya tersedia 2 ruang kamar saja. Aku pergi mandi sedangkan alzelfin dia barusan sudah mandi katanya.
Setelah selesai mandi aku pun mengeringkan rambut dan naik ke atas ranjang. Aku sangat lelah hari ini bahkan perkerjaan ku di kantor sangat banyak sekarang. Aku merenggang kan tubuh ku sampai otot otot ku berbunyi dan
itu membuat ku merasa sedikit lebih baik.
“makasih sudah mau percaya sama aku.” Kata azelfin kepada ku
“iya sama sama.” Kata ku kepada alzelfin
“ya udah tidur yuk aku udah ngantuk nih.” Kata ku kepada alzelfin
“iya ayo.” Kata alzelfin kepada ku Setelah itu kami pun tidur
Tak terasa 2 bulan berlalu sangat cepat sekarang adalah hari bahagia ya ini adalah hari pernikahan ku dan juga alzelfin sekarang aku sedang di dandani di samping ku ada tasya dan juga ratna mereka sejak tadi menangis padahal aku sudah mengatakan kepada mereka berdua kalau mereka tak perlu menangis tapi mereka tetap saja menangis katanya sih terharu dengan diri ku
“sudah donk.” Kata ku kesal
“aku gak nyangka hari ini terjadi juga sya.” Kata ratna
“iya aku juga, hidup kamu banyak banget cobaan tapi akhirnya kamu sampai di hari ini.” Kata tasya
“aku juga gak nyangka.” Kata ku
“kamu tau aku khawatir banget sama kamu sya.” Kata ratna kepada ku
“kenapa?” kata ku bingung
“iya soalnya kamu waktu itu tiba tiba hilang.” Kata ratna
“kan yang penting aku sudah disini.” Kata ku
“iya.” Kata tasya dan ratna bersamaan
Setelah itu mereka menghapus air mata mereka masing masing dan menambahkan bedak ke wajahnya ya karena bedaknya luntur karena mereka barusan menangis. Setelah itu mereka pun keluar aku kembali fokus dengan dandanan ku tak lama kemudian mama dan papa masuk ke dalam. Aku melihat mama rasanya aku ingin menangis karena sebentar lagi aku akan meninggalkan kedua orang tua ku.
“anak mama cantik banget.” Kata mama
“makasih ma.” Kata ku tak menatap mama Karena aku takut akan menangis
“padahal kayaknya baru kemarin deh mama ganti popok kamu kenapa kamu sekarang sudah mau nikah aja.” Kata mama kepada ku aku hanya diam tak tau harus menjawab apa
“semoga kamu bahagia nak.” Kata papa kepada ku
“makasih ma pa.” kata ku memeluk mereka berdua
Dan ya tangisan ku pecah saat memeluk mereka berdua begitu pun dengan mama setelah selesai menangis mereka keluar aku pun kembali di dandanni sekitar 2 jam kemudian aku selesai berdandan tinggal memakai baju.
Aku di iring ke sebuah ruangan yang sangat canti dan di penuhi dengan bunga mawar putih dan juga bunga mawar merah saat disana aku di pakaikan gaun pengantin ku setelah selelsai mereka menyuruh ku untuk duduk dan menunggu sampai di panggil oleh pastur. Aku mendengar kalau di luar sangat sangat ramai pasti itu tamu tamu yang di undang setelah itu aku hanya diam karena aku sangat gugup bahkan tangan ku sudah berkeringat dingin. Tak lama kemudian pintu terbuka seorang laki laki yang sangat gagah masuk dan tersenyum kepada ku aku
pun tersenyum juga kepadanya ya dia adalah ramon
“hai.” Kata ramon
“hai, aku pikir kamu gak dating.” Kata ku
“aku pasti datang karena aku juga ada yang mau aku ucapin ke kamu.” Kata ramon
“apa itu?” kata ku
“tapi janji kamu jangan marah?” kata ramon
“iya janji apa itu?” kata ku
“mulai waktu pertama ketemu sama kamu aku sudah suka sama kamu dan setiap hari kita selalu menghabiskan waktu bersama aku berharap kamu akan melupakan alzelfin tapi aku tau kalau aku gak boleh egois karena aku tau kalau kamu masih mencintai alzelfin. Kamu tau aku bahkan sempat berfikir untuk menikahi mu tapi aku tau kalau itu salah karena yang aku inginkan hanya kebahagiaan kamu. Jadi sekarang aku lihat kamu dengan gaun yang sangat cantik ini aku bahagia melihatnya.” Kata ramon
“mon aku.” Kata ku bingung harus jawab apa
“sudah gak papa, aku pasti nemu wanita yang seperti kamu kok. Dan kamu harus bahagia sama alzelfin oke?” kata ramon kepada ku
“iya aku pasti bahagia.” Kata ku
“ya sudah aku tunggu di kursi penonton oke.” Kata ramon
“iya.” Kata ku
“eh jangan sampai jatuh.” Kata ramon kepada ku
Dan itu membuat ku tertawa melihat tingkah laku ramon yang lucu itu. Sekitar 1 jam kemudian aku di jumput oleh papa untuk keluar setelah itu aku berjalan dengan di gandeng oleh papa menuju altar dan di sana sudah ada alzelfin yang sedang menunggu ku dia terlihat sangat gugup ya begitu pun dengan diri ku. Saat sampai papa menyerah kan ku ke alzelfin lalu dia membawa ku menghadap ke pastur.
“alzelfin Radmilo Adelard apa kah kamu bersedia hidup bersama dengan istri kamu yang bernama Syasa Andriani Sodartono Sherly dalam keadaan susah mau pun senang dan dalam keadaan sehat mau pun sakit?” kata pastur
“saya bersedia.” Kata alzelfin mengahadap diri ku
“Syasa Andriani Sodartono Sherly apa kah kamu bersedia hidup bersama dengan suami kamu yang bernama alzelfin Radmilo Adelard dalam keadaan susah mau pun senang dan dalam keadaan sakit mau pun sehat?kata pastu
“saya bersedia.” Kata ku
“baik saya menyatakan kalian sah menjadi suami istri sekarang sang suami bisa mencium sang istri.” Kata pastu
Setelah itu alzelfin mencium bibir ku dan berbisik kepada ku kalau di mencintai ku. Setelah itu malam harinya kami mengadakan resepsi di gedung hotel milik alzelfin setelah selesai kami pun kembali ke apartement.
Tak terasa sudah 2 tahun berlalu dan sekarang aku sedang hamil 8 bulan. Saat aku melihat alzelfin aku tak menyangka akan bisa hidup bersama dengan laki laki yang aku cintai dan hidup ku bahagia bahkan sangat sangat
bahagia bersama dengan alzelfin. Dia sudah menepati janji janjinya kepada ku dan aku bangga padanya
5 tahun berlalu dengan sangat cepat sekarang aku sedang mengantar anak ku ke sekolahnya ya kami memiliki anak kembar laki laki dan perempuan namanya alice dan smith mereka bedua sering bertengkar tapi smith selalu mengerti dengan alice sehingga smith mampu membuat alice tak marah lagi kepadanya di saat alice sedang marah.
Kehidupan ku sudah lengkap dengan sahabat sahabat yang sangat baik kepada ku, seorang suami yang sangat mencintai diri ku, dan kedua buah hati ku yang sangat aku cintai
TAMAT
__ADS_1