Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 66


__ADS_3

( Alzelfin )


Hari ini aku mengantarkan syasa ke kampusnya


karena hari ini adalah kelulusannya dan nanti setelah selesai aku akn


menjumpunta dan aku juga sudah membuat sebuah kejutan untuknya dan aku akan


melamarnya nanti di depan orang tua ku dan orang tuanya syasa. Karena sudah


dari tiga hari yang lalu aku menelfon mami papi dan juga mama dan papa untuk


datang menyambut kelulusan syasa. Serta mengatakan kalau aku akan melamarnya


nanti malam. Dan sekarang aku sedang dalam perjalanan ke kampunya syasa untuk


menjumput syasa setelah sampai di dalam kampusnya dia masih tak kunjung keluar


aku menocoba untuk menelfonnya tapi tak ada jawaban dari syasa aku mencoba


berkeliling kampus untuk mencari syasa tapi syasa tak ada dimana mana aku masuk


ke dalam mobil siapa tau dia menunggu di pinggir aku mencoba berjalan sambil


menelfon syasa saat aku akan keluar aku melihat sebuah buku yang berantakan di


depan mobil ku aku turun dan mengambilnya dan ternyata ada hp syasa tergeletak


di pinggir jalan. Dan ini membuat ku panik  aku mencoba mencari ke sekeliling kampus tapi hasilnya nihil ini membuat ku makin panic aku terus mencarinya sambil memanggil manggil namanya tapi


hasilnya nihil. Aku masuk ke dalam mobil mengemudikan mobil ku dengan keceptan


tinggi menuju ke apartement saat sampai aku berlari dengan kencang ke


apartement saat sampai aku langsung membuka pintu dengan sangat keras membuat


semua orang yang di dalam kaget dan langsung melihat ku seketika


“mana syasa sayang?” kata mami kepada ku


“iya dimana syasa?” kata mama kepada ku


“syasa dia….. hilang.” Kata ku kepada mereka


“APA?” kata mereka semua secara bersamaan


“kok bisa, gimana kejadianya coba kamu cerita?” kata mami kepada ku


“aku jumput syasa ke kampunya tapi dia ngak ada di sana pas waktu aku mau jalan keluar aku nemuin ini di pinggir jalan tergeletan gitu aja.” Kata ku sambil menunjukan beberapa buku syasa,hp, dan juga dompet yang sering di pakai oleh syasa


“gak mungkin syasa ngebiarin buku tergeletan gitu aja, dia paling anti sama yang namanya buku di tarok sembarangan kamu kan tau kalau dia setiap bukunya di taruh dengan rapi.” Kata ratna kepada ku


“iya bener kata kamu rat.” Kata mama kepada ratna


“apa kita lapor polisi aja?” kata ku kepada mereka


“ini masih belum 24 jam kalau lapor polisi gak akan di proses.” Kata Jason kepada ku dan apa yang dia ketakan kepada ku itu benar


“terus kita harus gimana?” kata ku sangat panic dan khawatir kepada syasa


“kita cari barengan tapi kita semua mencar?” kata Jason


“oke, ayo.” Kata ku kepda mereka


Setelah itu aku kembali masuk ke dalam mobil untuk mencari syasa, begitu pun dengan yang lainnya kami mencari aku mencari di setiap pelosok kota, tapi tetap saja aku tak menemukan syasa. Aku mencoba


menelfon Jason karena dia dan ratna mencari di sekitar kampus tapi katanya


masih tak ada tanda tanda keberadaan syasa setelah itu aku mencoba memelfon


mama dan papa tapi hasilnya nihil juga dan aku mencoba menelfon mami dan papi


tapi mereka juga tak menemukan keberadaan syasa aku terus mencari sampai aku


berjalan masuk ke sebuah gang gang yang sempit tapi hasilnya tetap saja nihil.


Sudah 6 jam aku mencari syasa tapi semuanya nihil aku kembali ke apartement


saat aku sampai ternyata yang lainnya juga sudah sampai di apartement. Jason


langsung menyeret ku untuk duduk bersama dengannya


“ini coba kamu lihat.” Kata Jason sambil menyerahkan hpnya kepada ku dan aku mengambilnya dari Jason. Di sana aku melihat kalau syasa sedang berdiri di pinggir jalan dan tak lama kemudian ada pria berpakaian serba hitam dan memakai penutup wajah menyekap syasa. Syasa mencoba meronta ronta tapi dia tak berhasil setelah pingsan dia diseret ke sebuah mobil yang baru saja datang.


“kenapa kamu gak telfon aku dari tadi?” kata ku marah kepada Jason


“aku sudah nelfon kamu dari tadi tapi gak ada jawaban dari kamu.” Kata Jason kepada ku


“HAAAAAAHHHHHH kita harus gimana?” kata ku sambil menjambak rambut ku karena aku takut kalau syasa kenapa kenapa


“tenang dulu kita tunggu sampai besok jam 8 pagi kita ke kantor polisi.” Kata Jason kepada ku dan yang lainnya juga menyetujui pendapat Jason

__ADS_1


“tapi syasa dia di luar sana kita gak tau dimana dia masa kita hanya mau menunggu saja?” kata ku kepada yang lainnya


“apa yang bisa kita lakukan.” Kata Jason dengan tegas kepada ku


“papi hubungin detektif andalan papi sekarang biar mereka bantu nyarik.” Kata papi kepada ku setelah itu di langsung menelfon detektif andalannya


“iya aku juga harus nyuruh orang buat nyarik syasa.” Kata ku kepada mereka aku mengambil hp ku


“halo?” kata ku kepada orang yang akan aku suruh


“iya ada apa?” katanya kepada ku


Tolong kamu cari orang bernama syasa dia di culik aku kirim foto nya ke kamu.” Kata ku kepadanya


“bayaran?” katanya kepada ku


“berapa pun kamu minta aku bakal penuhi.” Kata ku kepda nya


“baik kirim fotonya.” Katanya kepada ku


“oke, oiya suruh semua bawahan kamu untuk mencari sampai ketemu. Kalau ketemu bawa ke aku dalam keadaan sehat karena dia calon istri ku.” Kata ku kepada nya


“oke.” Katanya kepada ku


Setelah itu aku memutuskan sambungan yang terhubung dengannya


“gimana pi sudah?” kata ku kepada papi setelah dia duduk di dekat mami


“iya papi sudah nyuruh mereka untuk mencari keberadaan syasa.” Kata papi kepada ku


Setelah itu kami semua menunggu kabar aku sangat tidak tenang dengan semua ini. Aku sangat sangat khawatir dengan keadaan syasa aku tak bisa diam saja menunggu yang tak pasti aku harus mencari syasa aku bangun dan mengambil jakte ku lalu berjalan keluar tapi Jason mencegah ku


“kamu mau kemana al?” kata Jason kepda ku


“cari syasa.” Kata ku kepdanya sambil meneruskan jalan ku


“mau cari kemana al, aku tau kamu khawatir tapi kami disini semua juga khawatir sama keadaan syasa al.” kata Jason kepada ku


“TAPI DIA DI LUAR SANA GAK TAU SEDANG APA AKU TAKUT DIA KENAPA KENAPA.” Kata ku sangat marah kepada Jason


“KITA TAU KAMU KHAWATIR TAPI KAMU JUGA HARUS BERFIKIR DENGAN JERNIH AL…. syasa pasti di temukan oke? Sekarang kamu duduk sebentar lagi kita ke kantor polisi.” Kata Jason kepada ku sambil membawa ku duduk kembali ke sofa


“apa syasa ada masalah dengan laki laki belakangan ini?” kata papanya syasa kepada ku aku berfikir sejenak dan aku teringat dengan satu nama


“AUSTYN?” kata ku,Jason, dan ratna secara bersamaan


“siapa itu?” kata papanya syasa kepada ku


“dia mantannya syasa dan dia gak bisa ngelupain syasa. Jas kayaknya austyn yang nyulik syasa?” kata ku kepada Jason


“sebaiknya kita ke rumah austyn sekarang.” Kata ku kepada Jason


“iya ayo, sayang kamu tunggu disini oke? Aku jalan dulu.” Kata Jason kepada ratna


“iya hati hati sayang.” Kata ratna di dalam


Aku dan Jason langsung berlari ke arah mobil ku. Saat sampai aku langsung mengemudikan mobil ku dengan kecepatan tinggi kenapa aku tak terfikirkan austyn dari tadi kurang ajar apa maunya sampek nyulik syasa segala. Saat sampai aku langsung berlari menuju pintu dan aku langsung mengedor gedor pintunya dengan sangat kuat aku tak pedulia dia sudah tidur atau tidak karena ini sudah jam 4 pagi.


Aku terus mengedor gedor pintu dengan sangat keras Jason mencoba menenangkan ku tapi emosi ku sudah tak bisa di bending lagi aku sangat mengkhawatirkan keadaan syasa saat ini. Tak lama kemudian pintu terbuka dan seorang wanita keluar dari dalam rumah


“siapa sih yang gedor gedor pintu gak tau aturan banget?” kata wanita itu setelah keluar


“mana autyn?” kata ku kepada wanita itu


“buat apa kamu cari suami ku?” katanya kepada ku


“DIMANA AUSTYN AKU MAU KETEMU DIA SEKARANG?” kata ku kepadanya sambil membentaknya


“aku disini? Ada apa ini?” kata nya kepada ku


“dimana syasa?” kata ku sambil menarik kerah bajunya


“apa masud mu aku gak ngerti.” Kata austyn kepada ku tapi aku tak percaya


“DIMANA SYASA KAMU PASTI NYULIK SYASA SEKARANG SERAHKAN SYASA ATAU KAMU AKAN MENYESAL.” kata ku kepadanya sambil terus memegang kerah bajunya dengan sangat sangat kuat


“a… ku beneran ga…k tau dimana sya….sa?” kata austyn sambil terengah engah


“bohong kata kan cepat dimana dia.? Kata ku sambil memukul wajahnya BRUK BRUK BRUK BRUK


“al kamu tenang dulu.” Kata Jason menarik ku dari austyn


“ada apa ini jas, aku gak ngerti?” kata austyn kepada Jason


“syasa di culik.” Kata Jason kepada autyn dan itu membuat austyn kaget


“APA?” kata austyn kaget


“alah gak usah purah pura kaget deh, dimana syasa?” kata ku kepada nya


“aku bener bener gak tau dimana dia sumpah.” Kata austyn kepada ku dan Jason

__ADS_1


“BOHONG SEKARANG JAWAB DIMANA SYASA….. aku hanya mau di kembali.” Kata ku kepada austyn


“tenang al, aku janji aku bakaln bantu kamu buat cari syasa oke?” kata austyn kepada ku


“APA KAMU MAU CARI WANITA ITU AKU MELARANG MU UNTUK KELUAR.” kata wanita di samping autyn yaitu istrinya austyn


“terserah kamu ijinin aku apa gak karena aku tak peduli.” Kata ustyn kepada wanita itu


“tapi aku ini istri kamu?” kata wanita itu


“iya kamu memang istri ku tapi kamu juga tau kalau aku gak pernah cinta sama kamu, dan aku gak peduli yang penting sekarang aku mau cari syasa.” Kata autyn


“ya sudah ayo kita jalan cari syasa al.” kata austyn kepada ku


“iya.” Kata ku kepada austyn


Setelah itu aku dan Jason mencari ke arah barat dan utara sedangkan autyn dia mencari ke arah timur dan selatan aku mencari disetiap sudaut kota ini tapi hasilnya nihil sekitar 4 jam aku dan Jason mencari aku mencoba menghubungi autyn siapa tau dia tau keberadaan syasa


“halo?” kata ku kepada autyn di telfon


“iya?” kata austyn


“gimana kamu sudah tau keberadaan syasa sekarang?” kata ku kepada auty


“masih belom, kamu?” kata austyn balik bertanya


“belum juga, kita ke kantor polisi dulu mau lapor kehilangan syasa.” Kata ku kepada autyn


“oke aku juga kesana.” Kata austyn kepada ku


Setelah itu aku dan Jason melanjukan mobil ku


ke kantor polisi sekitar 30 menit aku sudah sampai di kantor polisi saat aku


sampai aku sudah melihata austyn berdiri di depan pintu masuk kantor polisi aku


berjalan menghampirinya saat sampai di depannya aku, Jason, dan autyn


langsungbmasuk dan melaporkan tentang kehilangan syasa setelah selesai kami


kembali ke apartement di apartement mama papa dan mami papi menunggu kita


bgeitu pun dengan ratna saat duduk kami menceritakan semua yang terjadi dan


yang kami lakukan hari ini austyn juga ikut ke apartement untuk menunggu kabar


tentang syasa.


Tanpa terasa sudah 7 hari berlalu dan syasa


masih tak di temukan bahkan dari detektif yang papa suruh, dan polisi masih tak


ada kabar tentang syasa. Hari demi hari aku makin takut kalau terjadi sesuatu


kepada syasa bahkan setiap hari aku mencari di seluruh amerika tapi hasilnya


tetap saja nihil. Hari ini aku masih menunggu kabar tentang syasa dan aku harap


dia akan baik baik saja.


Aku sangat tak tenang dan ini membuat kepala


ku sangat sakit. Sampai rasanya akan meledak


“makan dulu al ini?” kata mama kepada ku


“gak ma makasih al masih kenyang.” Kata ku kepada mama


“kamu sudah 2 hari gak makan dan gak tidur al, lebih baik kamu makan dulu.” Kata mama kepada ku


“al cuman lagi mikirin syasa ma, ini sudah 7 hari syasa hilang ma dan sampai saat ini syasa masih gak ada kabar apa pun.” Kata ku kepada mama sambil menutup wajah ku


“mami tau kamu khawatir sama keadaan syasa tapi kamu harus makan al, biar kamu sehat dan ada tenaga buat cari syasa.” Kata mami kepada ku dan apa yang di katakannya mami benar aku harus makan agar aku bisa mencari syasa


“iya ma aku mau makan.” Kata ku kepada mama


“oke kalau gitu tunggu di sini sebentar  mama ambilin dulu makanannya?” kata mama sambil pergi meninggalkan ku


“ini al.” kata mama memberikan piring dengan nasi di dalamnya


“iya ma makasih?” kata ku sambil mengambil piring yang di berikan oleh mama


“iya sama sama.” Kata mama kepada ku


Setelah itu aku memakan nasi yang di berikan


oleh mama, saat selesai aku mencoba untuk tidur tapi saat aku akan memejam kan


mata bell apartement ku berbunyi mama berjalan mendekati pintu saat di buka


ternyata detektif yang papa aku duduk dan membiarkan detektif itu duduk di

__ADS_1


dekat ku


“gimana sudah ada kabar tentang syasa?” kata ku sambil memegang kepala ku karena aku sedikit pusing


__ADS_2