
Saat aku melihat jam ternyata sudah jam 5 S ore aku pun mengemas semua barang barang ku setelah selesai dan tak ada yang tertinggal aku pun langsung berjalan menuju ke parkiran ya aku pun berpamitan terlebih dahulu ke Aiko dan teman teman ku yang lain ya mereka harus lembur karena beberapa pekerjaan mereka terbengkalai karena mereka asik ngerumpi dengan ku tadi bahkan di saat makan siang tadi. Tak lama kemudian aku pun sampai di parkiran aku melihat ke arah sekitar ku ya aku mencari bryan. Dan aku menemukannya sedang bersender di mobilnya sambil melambaikan tangannya ke arah ku. Aku pun tersenyum ke arahnya dan berjalan ke arah bryan yang sedang bersender santai di mobilnya.
"Hai" kata ku setelah sampai di depannya.
"Hai ayo masuk" kata bryan kepada ku aku pun menganggukan kepala.
Saat di dalam aku langsung memasang sabun pengaman agar di jalan tetap aman. Setelah itu bryan pun menghidupkan mesinnya tapi dia hanya diam dan melihat ke arah ku sambil tersenyum. Aku bingung kenapa dia tidak menjalankannya mobilnya kenapa malah diam dan tersenyum ke arah ku.
"Apa ayo jalan?" Kata ku kepada bryan yang hanya diam saja.
"Gak aku gak mau jalan sebelum kamu jawab dulu pertanyaan ku yang tadi malam" kata bryan kepada ku sambil mengingatkan ku tentang pertanyaannya yang tadi malam dia tanyakan ya apa lagi kalau bukan tentang hubungan kita.
"Kamu yakin mau dengar jawaban ku sekarang?" Kata ku kepada bryan
"Iya aku yakin, meskipun jawaban kamu sekarang masih sama dengan yang dulu gak papa kok aku bakalan nunggu kamu sampai kapan pun kamu siap buat jadi kekasih aku al. Tapi satu hal yang harus kamu tau kalau aku itu beber bener sayang sama kamu aku cinta banget sama kamu. Dan aku gak marn maen sama kamu jadi aku bisa jamin kalau aku gak akan ke lain hati apa lagi ninggalin kamu buat wanita lain yang belum jelas cintanya ke aku. Jadi semua keputusan ada di tangan kamu Al." Kata bryan kepada ku sambil memegang ke dua tangan ku aku pun tersenyum ke arahnya dan kembali memegang tangannya.
"Aku mau Nerima kamu, dan aku juga mau jadi kekasih kamu" kata ku kepada bryan
"Ka ka ka kamu serius Al?" Kata bryan kepada ku di wajahnya tampak kaget dan tak percaya.
"Serius donk, tapi kalau kamu gak percaya dan gak mau ya udah gak papa kok" kata ku kepada bryan
"Makasih Al makasih aku akan jaga kamu dan buat kamu bahagia" kata bryan langsung memeluk ku Dengan sangat erat.
"Iya sama sama aku harap kamu bisa jaga kepercayaan ku Yan" kata ku kepada bryan.
"Pasti aku bakalan jaga kepercayaan kamu" kata bryan sambil melepaskan pelukannya dan memegang ke dua pundak ku.
"Iya aku percaya sama kamu, ya sudah ayo kita jalan" kata ku kepada bryan.
"Iya" kata bryan kepada ku dia tampak snagat gembira.
"Kita mau kemana?" Kata ku kepada bryan setelah bryan menjalan kan mobilnya.
"Ke rumah ku donk sayang, aku mau kasih tau kabar gembira ini ke mama dan papa" kata bryan kepada ku dengan wajah yang snagat sumringah.
"Kamu bilang ke Tante dan Om kalau kita belum punya hubungan kemaren waktu ke sana?" Kata ku kepada bryan.
"Aku gak bilang ke mama dan papa tapi papa dan Mama ku itu punya insting yang tajam banget jadi mereka tadi malam tanyak ke aku waktu kamu sudah tidur ya aku jawab jujur kalau kita memang belum punya hubungan dan kata Mama dan papa aku harus berjuang buat dapetin kamu soalnya mereka berdua hanya mau kamu yang jadi menantu mereka nantik" kata bryan kepada ku.
"Serius mereka bilang gitu?" Kata ku tak percaya.
"Iya donk sayang" kata bryan kepada ku smabil mengacak acak rambut ku.
"Aku seneng dengernya dan aku juga seneng mereka gak masalah dengan status ku yang orang gak punya atau orang rendahan" kata ku kepada bryan.
"Kamu ngomong apa sih sayang waktu pertama kali liat kamu aku juga tau kalau Mama dan papa aku bakalan suka sama kamu sayang. Jadi kamu gak usah ngomong gitu soalnya aku juga di ajarin oleh Mama dan papa kalau memilih pasangan jangan di lihat dari harta, jabatan, dan juga martabat. Soalnya belum tentu orang kayak punya hari yang baik. Iya kan?" Kata bryan kepada ku
"iya" kata ku kepada bryan sambil tersenyum ke arahnya.
Setelah itu aku dan bryan pun langsung berangkat menuju ke rumah bryan. Sepanjang jalan bryan tak melepaskan tangan ku katanya sih dia terlalu bahagia sampai sampai gak bisa lepasin aku takut aku kabur dan alasan lainnya membuat ku lelah jadi ya aku biarkan saja. Sekitar dua jam kemudian kami pun sampai di rumah bryan ya lebih tepatnya rumah ke dua orang tua bryan aku dan bryan pun langsung turun tak lupa bryan mengandeng tangan ku dengab senyum nya yabg tampan aku pun tak keberatan lalu membalas senyumannya.
__ADS_1
Setelah itu kami pun langsung menuju taman belakang ya karena kata pelayan mama dan papa bryan ada di sana. Saat sampai kami pun langsung menghampiri mereka tak lupa aku memberikan salam kepada mereka.
"Halo Tante om? " kata ku kepada tante ratna dan om edward yang sudah ada di depan ku.
"Halo sayang" kata tante ratna kepada ku sambil menghampiri ku.
"Halo juga al" kata om edward dengan nada yang sangat berwibawa.
"Kalian baru nyampek udah makan belum? " kata tante ratna kepada ku dan juga bryan
"Iya ma, gak kok kita belum makan sih biar nantik aja sekalian makan malam" kata bryan kepada tante ratna ya kebetulan aku juga masih kenyang.
"Oh oke ya sudah ayo duduk di sana sayang" kata tante ratna kepada ku.
"Iya tante" kata ku kepada tante ratna sambil mengikutinya dari belakang.
Setelah itu bryan dan om edward berbicara beberapa hal tentang perusahaan ya sambil menunggu pelayan untuk menghidangkan teh dan juga makanan ringan yang baru saja di minta oleh tante ratna kepada pelayan.
"Terus ada apa kalian ke sini? " kata tante ratna kepada ku dan juga bryan.
"Ma pa kalian sudah punya menantu loh" kata bryan kepada om edward dan juga tante ratna.
"Mama hanya mau alecia yang jadi menantu mama" kata tante ratna kepada bryan.
"Iya tau lagian pacar aku sekarang nih orangnya" kata bryan sambil menunjuk ke arah ku.
"Oh ya sselamat ya sayang" kata tante ratna kepada ku sambil memeluk dan memegang ke dua tangan ku.
"Eh kok masih tante sih udah panggil aja mama" kata tante ratna kepada ku.
"Iya ma" kata ku dengan malu malu.
"Dan panggil om dengan papa juga" kata om edward kepada ku
"Iya pa" kata ku sambil menganggukan kepala
"Yan kamu jaga menantu mama ini dengan baik ya mama gak mau sampek dia kenapa kenapa dan mama hanya mau alecia yang jadi menantu mama bukan wanita lain jadi prrtahankan hubungan kalian sampai nanti kakek nenek" kata tante ratna kepada ku dan juga bryan.
"Siap ma pasti, aku bakalan jaga dia dengan baik karena aku cinta babget sama dia " kata bryan sambil melihat ku dan memegang debelah tangan ku.
"Bagus kalow gitu" kata ta te ratna dambil tersenyum bahagia.
"Yan kamu harus jaga alecia dengan baik, jangan buat dia menangis tapi buat dia bahagia. Kalaw kamu benar benar cinta sama dia buktikan dengan selalu ada di saat dia susah mau pun senang. Dan pergi ke korea minta restu ke oranng tua alecia" kata om edward kepada bryan.
"Iya pa pasti" kata bryan dengan nada yang sangat mantap.
Setelah itu aku, bryan dan ke dua orang tua berbincang bincang mengenai beberapa hal. Entah lah tapi hari ini aku bahagia ya sangat sangat bahagia. Aku bahgia bahwa bryan dan ke dua orang tuanya menerima ku dengan baik bahkan mau menerima semua kekurangan ku.
"Terus kapan kamu mau ke rumah alecia yan? " kata om edward kepada bryan.
"Gak tau juga pa, kalok aku sih terserah alecia" kata bryan kepada om edward.
__ADS_1
"Hmmmm entar pa kalok sudah ada waktu senggang kita ke korea ketemu ke dua orang tua ku ya" kata ku kepada om edward dan juga bryan.
"Oke sayang" kata bryan kepada ku sambil memegang sebelah tangan ku.
"Jangan lama lama biar kedua orang tua kamu tau tentang hubungan kalian berdua" kata om edward dengan nada yang sangat berwibawa
"Iya pa" kata ku kepada om edward.
Setelah itu kami pun membahas hal lain, entah apa yang aku fikirkan tapi saat om edward menyuruh bryan ke rumah ku yang di korea untuk bertemu dengan kedua orang tua ku. Aku masih merasa takut ya aku takut bahkan sangat taku. Yang aku takutkan aku hanya tak ingin bertemu dengan crisan atau pun yang lainnya bukannya aku tak bisa melupakannya tapi aku sudah mempunyai kekasih dan aku tak ingin membuatnya kecewa. Karena daro berita yang aku lihat crisan sekarang masih ada di korea ya jadi aku masih takut yang mau pulabg ke korea. Sudah lah lagian aku juga masih tidak tau kapan akan pulang tapi hari itu pasti akan terjadi dimana aku harus pulang ke rumah ku yang asli.
"Oiya gimana kalau alecia tinggal di sini aja, lagian di sini sepi banget papa kalau sudah keluar kota mama pasti sendiri tapi kalau ada alecia kan pasti ada yang nemenin dan bantu mama ngerawat bunga bunga mama" kata tante ratna kepada om edward dan bryan.
"Kalok aku sih terserah mama aja" kata bryan.
"Kita tanyak ke alecianya aja kalau dia setuju papa pasti setuju juga" kata om edward kepada tante ratna.
"Jadi gimana sayang? " kata tante ratna kepada ku sambil melihat ke arah ku begitu pun dengan om edward dan bryan.
"Hmmm maaf tante tapi saya gak mau sampek ngerepotin kalian dengan tinggal di sini. Lebih baik saya tetap di apartement aja tante" kata ku kepada tante ratna
"Mama sayang" kata tante ratna mengingatkan ku untuk memanggilnya mama.
"Iya ma maaf" kata ku kepada tante ratna.
"Kamu gak bakalan ngerepotin koo sayang malah kamu bakalan ngebantu mama" kata tante ratna kepada ku.
"Hmmm... Mmmm maaf ma tapi hubungan saya dengan bryan kan masih di tahap pacaran gak baik kalau kita tinggal satu rumah. Lebih baik saya tinggal di apartement aja ma. Tapi kalau papa lagi keluar kota alecia bakalan nemenin mama di sini sampek papa kembali gimana ma? " kata ku kepada tante ratna.
"Betul juga kata alecia ma" kata om edward kepada tante ratna.
"Iya sudah kalau gitu tapi nantik kalok mama telfon kamu langsung ke sini ya" kata tante ratna kepada ku.
"Iya ma pasti" kata ku kepada tante ratna.
Setelah itu kami pun masuk ke dalam untuk makan malam ya karena pelayan barusan memberitahukan bahwa makan malam sudah siap setelah selesai makan malam bryan pun langsung mengantarkan ku pulang. Di sepanjang jalan bryan terus memegang sebelah tangan ku tanpa kata ya aku biarkan toh kita sudah mempunyai hubungan tak lama kemudian kami pun sampai di depan apartement ku saat hendak turun bryan menahan tangan ku agar tidak turun.
"Ada apa? " kata ku kepada bryan.
"Kapan kita ke korea sayabg? " kata bryan kepada ku membuat ku tertegun.
"Itu anu aku hmmm" kata ku terbata bata ya karena aku bingung harus menjawab apa.
"Kenapa apa kamu masih gak siap buat kenalin aku ke orang tua kamu? " kata bryan kepada ku
"Ngak bukan gitu" kata ku kepada bryan sambil menundukan kepala.
"Terus kenapa? " kata bryan kepada ku.
"Kamu tau kan soal crisan. Aku hanya takut kalau aku pulang bakalan ketemu sama dia jadi aku masih gak siap aja buat pulang terus ketemu dia atau teman temannya yang lain. Kamu tau kalau aku berani sudah dari dulu aku pulang bahkan aku sudah kangen banget sama ibu, ayah, dan adik ku apa lagi dengan sahabat ku amelia. Jadi kasik aku waktu ya nantik cepat atau lambat pasti aku bakalan ajak kamu ke sana kok" kata ku kepada bryan sambil menundukkan kepala.
"Iya sudah gak papa kok sayang. Aku bakalan nunggu kamu sampek kamu siap. Tapi sayang kamu harus hadapin itu semua kamu gak bisa seterusnya menghindar. Sampai saat itu tiba aku akan selalu ada di samping kamu sayang. Karena aku cinta babget sama kamu" kata bryan kepada ku.
__ADS_1
"Makasih ya sudah percaya dan mau nunggu aku. Dan makasih sudah ngasik waktu aku ya sayang" kata ku kepada bryan