
Kami bertiga berjalan keluar dari pemandian air panas sambil menceritakan beberapa hal yang membuat kita semua tertawa saat sampai di pintu kami melihat pasanagan kami masing masing begitu pun dengan alzelfin.
“kok lama.” Kata alzelfin kepada ku
“iya tadi enak banget mandinya, sakit sakit di badan aku juga udah ilang.” Kata ku kepada alzelfin
“iya liat kamu sampek emrah gini, udah kayak udang mandi air dingin bentar lagi ya. Biar badannya gak merah merah?” kata alzelfin kepada ku
“iya.” Kata ku kepada alzelfin
“mangkanya cepetan nikah biar bisa mandi bareng, iya kan sayang.” Kata austyn kepada tasya
“iya bener.” Kata tasya kepada austyn
“kalian gak lupa kan ada yang jomblo disini.” Kata dion kepada kami semua
“ha ha ha ha ha iya gue lupa sama lo bro. sory sory.” Kata Jason menghampiri dion yang duduk sendiri
“kalian enak mesra mesraan sedangkan gue cuman bisa liatin.” Kata dion sambil cemberut
“ya sudah sini gue cium sama peluk lo.” Kata austyn sambil berjalan ke arah dion
“iya gue juga sini.” Kata alzelfin berjalan kea rah dion sambil merentangkan tangannya
Sedangkan Jason dia sudah terlebih dulu memeluk dionbahkan hendak mencium dion tapi di tahan olehnya. Lalu alzelfin memegang kedua tangan dion dan yah kena cium pipi dion oleh Jason
“ih jijik gue di cium lo.” Kata dion sambil mengelap pipinya yang terkena ciuamn Jason
“gak papa kok biar kita yang cium.” Kata asutyn kepada dion
“ha ha ha ha ha ha sudah syaang liat tuh mukanya merah gara gara malu.” Kata tasya kepada austyn
“bisa malu juga lo bro?” kata alzelfin kepada dion
“ya bisa lah, udah jangan god ague lagi nanti kesucian gue ilang di ambil kalian.” Kata dion sambil bergidik ngeri kami yang melihatnya hanya bisa tetawa dengan tingkah laku Jason, alzelfin, dan juga austyn
“sudah jangan di goda lagi nanti dia bener bener naksir sama cowok lagi.” Kata ku kepada mereka
“ih gak deh kalau sama dia.” Kata Jason sambil menjauh begitu pun dengan austyn dan alzelfin
“ha ha ha sini sini gue cium sama gue peluk.” Kata dion mendekat
“oke sini.” Kata austy, alzelfin, dan ajsons erempak
“ha ha ha ha ha ha gak kok gue cuman bercanda, gue salin dulus etelah itu kita ngumpul di lobi oke.” Kata dion sambil melarikan diri dari kita
“sudah ayo ganti baju habis itu kita bahas kita akan kemana dulu hari ini.” Kata ratna kepada kita
“oke oke.” Kata austyn sambil menganggukan kepalanya
“kalau gitu satu jam lagi kumpul di lobi.” kata alzelfin kepada mereka
“iya,” kata Jason
Setelah itu dan alzelfin pergi ke akamr untuk membilas tubuh dengan air dingin setelah selesai semua aku dan alzelfin menuju ke lobi ternyata semua sudah ada disana dan kita yang paling belakang. Aku dan alzelfin berjalan ke arah mereka
“kalian masih perang?” kata Jason kepada ku dan alzelfin
“ngak kok kenapa?” kata ku kepada Jason
__ADS_1
“lama banget.” Kata ratna kepada ku
“oh tadi aku masih bilas badan pakai air dingin.” Kata ku kepada ratna
“oke kalau gitu kita mau kemana sekarang?” kata dion kepada kita
“gimana kalau hari ini kita ke romantic road sama ke heidelberg old city?” kata alzelfin kepada kita
“setuju kalau gitu pertama kita pergi ke romantic road gimana?” kata dion
“setuju, kalau gitu ayo kita jalan.” Kata tasya
“ayo.” Kata ku kepada mereka
Kami berjalan ke arah mobil yang sudah menunggu kita sejak tadi. Sekiatr 1 jam perjlanan kami pun sampai ke tempat wisata kami yang pertama saat sampai kami langsung menyusuri setiap jalan dan pemandangannya juga sangat indah apa lagi hari ini sangat cerah awan awan mengumpal menjadi satu membuat nya mejadi tampak sangat indah kami juga sekarang dalam perjalanan ke Wurzburg disini di kelilingi dengan kebun anggur jadi dan katanya sih disini ada restoran yang menjual wine anggur sekarang kami sudah di dalam restiran memesan beberapa makanan dan juga wine anggur yang terkenal disini. Saat makanan datang ternyata rasa kue disini semuanya 100% rasa anggur yak arena disini hanya menjual kue saja. Dan winenya terasa sangat khas dengan anggur terasa pahit pertama kali dan saat di telan akan terasa manis.
Tak terasa sudah jam 2 siang kmai melanjutkan ke tempat selanjutnya yaitu heidelberg old city saat sampai kami di suguhi dengan bangunan banguna yang sudah sangat tua bahkan dia kanan dan kiri gedung gedung tua yang masih di gunakan bahkan beberapanya menjual pakaian dan barang barang kami berjalan sampai di ujung ada sebuah benteng yang sangat besar dan di tas benteng terdapat tulisan benteng pertahanan ya jujur saja aku sangat suka dengan tempat tempat yang tua seperti tempat ini karena aroma disini seperti bau kayu yang sudah sangat lama membuat ku menjadi tentram dan pikiran ku pun tenang. Saat ini aku sedang memilih baju baju begitu pun dengan ratna dan juga tasya disini bajunya sangat bagus bagus memang disini semuanya tua ya termaksud penjualnya juga tua tapi baju baju yang di jual disini sangat modern tak terasa hari sudah mulai gelap setelah membayar kami pun kembali ke mobil untuk kembali ke hotel. Setelah perjalanan 2 jam akhirnya kami sampai di hotel kami berjalan ke lobi alzelfin membatu ku membawakan beberapa belanjaan yang sempat aku beli tadi
“alzelfin.” Kata wanita dari meja resepsionis dia sangat cantik dari ujung kakinya sampai ujung kakinya lalu dia berlari kea rah ku dan alzefin saat sampai di langsung memeluk alzelfin dengan erat
“hei lepasin.” Kata alzelfin mendorong wanita itu menjauh darinya
“kok gitu sih, kita kan sudah lama gak ketemu. Aku kangen banget loh sama kamu.” Kata wanita itu dengan nada bicara yang sangat manja tapi alzelfin tak menjawab pertanyaannya
“siapa dia?” kata ku kepada alzelfin
“dia.” Kata alzelfin hendak menjawab tapi terhenti karena wanita itu berjalan kea rah ku
“pernalkan nama ku ayumi, pacar alzelfin kalau kamu?” kata nya kepada ku oh ternyata dia yang namanya ayumi
“nama ku syasa dan aku adalah tunangan alzelfin.” Kata ku tak mau kalah darinya
“siapa yang bohong kalau kamu gak percaya silahkan tanya saja pada alzelfin, dan mereka semua adalah saksinya kalau aku dan alzelfin sudah tunanagan.” Kata ku kepada ayumi
“iya benar dia tunangan ku dan sebentar lagi kita akan menikah, jadi tolong jangan bilang kalau aku pacar mu karena sejak dulu kita tidak ada hubungan apa pun.” Kata alzelfin kepada wanita yang bernama ayumi itu
“ya kalau gak tau malu sih biasanya tetep bilang ke orang orang kalau dia pacarnya.” Kara ratna menyindir ucapan ayumi
“setau ku ya pacar dan tunangan itu jabatannya lebih tinggi dari pada tunangan loh apa lagi yang cuman ngaku ngaku aja itu bisa di sebut murahan.” Kata tasya kembali menyindir ucapan ayumi
“iya bener itu apa lagi bentar lagi sudah mau nikah.” Kata ratna lagi
“hah.” Kata yumi sambil meninggalkan kami pergi meninggalkan kami semua
“dasar wanita aneh.” Kata tasya kepada ayumi
“sudah yuk balek ke kamar aku capek banget.’ Kata ku kepada mereka semua kami pun berjalan kea rah lift.
“makasih ya sayang.” Kata alzelfin kepada ku
“iya gak papa, untung kamu sudah bilang ke aku sebelumnya.” Kata ku kepada alzelfin
“iya tapi yang penting kamu harus hati hati aku gak mau kamu kenapa kenapa.” Kata alzelfin kepada ku
“pasti.” Kata ku kepada alzelfin
Setelah itu kami langsung berjalan ke kamar masing masing. Saat sampai di kamar aku langsung mandi sedangkan alzelfin katanya sih mau nelfon sekertarisnya untuk mengurus perkerjaannya. Aku berendam agar badan ku besok kembali fit setelah selesai berendam aku membilas tubuh ku dan memakai baju lalu keluar.
“lama banget sayang?” kata alzelfin kepada ku
__ADS_1
“iya tadi masih berendam.” Kata ku kepada alzelfin
“oh sudah seger?” kata alzelfin kepada ku
“iya udah kok, sudah sana kamu mandi.” Kata ku kepada alzelfin
“ya udah aku mandi dulu ya?” kata alzelfin kepada ku
“iya.” Kata ku kepadanya
Setelah itu alzelfin masuk ke dalam kamar mandi setelah itu aku mengeringkan rambut ku setelah aku merasa cukup kering aku memakai cream malam lalu berjalan ke arah baju baju yang tadi aku beli aku melipatnya dan kembali memasukannya ke dalam tas kembali setelah selesai aku naik ke atas ranjang dan mengambil novel yang
belum sempat aku selesaikan membacanya. Cukup lama aku membaca alzelfin keluar dari kamar mandi dia tak memakai baju hanya memakai handuk setengah badan. Lalu dia berjalan ke arah ku
“apa?” kata ku kepada alzelfin saat dia di samping ku
“gak papa.” Kata alzelfin sambil tersenyum kepada ku
“terus ngapain kesini, pas kok sek gak pekek baju?” kata ku kepada alzelfin
“aku mau nagih janji sama kamu.” Kata alzelfin kepada ku
“janji? Janji apa?” kata ku kepada alzelfin bingung karena aku tak merasa menjanjikan apa pun kepada alzelfin
“janji ini.” Kata alzelfin
Sambil menarik ku dan menciumi bibir ku tanpa henti sampai sampai aku susah untuk bernafas. Aku mencoba mendorong tubuh alzelfin tapi dia tak melepaskan diri ku ya entah kapan dia melakukannya tapi dirinya sudah masuk ke dalam diri ku dan itu semua terjadi begitu saja. Setelah selesai aku merasa sangat lelah dan ngantuk awalnya alzelfin tak memperbolehkan ku untuk tidur tapi aku berkata kepadanya kalau aku sangat lelah dan juga ngatuk akhirnya dia memperbolehkan ku untuk tidur begitu pun dengan dirinya karena besok kita masih harus berkunjung ke beberapa tempat wisata setelah itu aku pun tidur.
Sekarang kita dalam perjalanan menuju ke museum island berlin ya saat berembuk tadi kami memilih ke 3 tempat saat ini. Sekitar 1 jam kemudian kami pun sampai museum ini di kelilingi dengan sungai membuatnya tampak sagat sejuk dan juga asri dan katanya sih ini adalah museum tertua di eropa dan yang paling dalam sejarah. Sekarang kami masuk ke dalam museum old disini banyak sekali benda benda peninggalan dan kekayaan dari beberapa kerajaan bahkan disini ada mahkota raja jerman zaman dahulu terlihat sangat using dan juga rapuh setelah mengelilingi museum old kami beralih ke museum bode ya semua barang barang antic disini di pamer kan secara besar besaran tapi saat kami masuk kami tak di pungut biaya sedikit pun aku melihat ke bagian baju baju wanita yang di pakai oleh orang jerman terdahulu ternyata tak jauh beda dengan pakaian orang jerman saat ini tak
terasa hari sudah menunjukan jam 12 siang kami mencari restoran untuk mengisi perut terlebih dahulu sekitar 1 jam kemudian kami pun selesai makan dan lanjut ke tempat kedua yaitu danau koningsee ya ini bisa di sebut dengan danau raja bavari saat di lihat dari kajauhan akan tampak sangat indah tapi kata orang sih kalau mau ke danau tersebut harus berhati hati dalam berkata dan juga dalam bertindak.
Karena disini sih katanya sangat sacral dan beberapa orang mengatakan kepada kami kalau kami tak boleh mengambil apa pun dari tempat tersebut, setelah mengedengar perkataan para penduduk kami pun menyewa sebuah perahu kecil untuk sampai di danau itu sekitar 10 menit lah kita sampai dan disini sangat indah apa lagi pemandangannya alamnya sangat memukau serta udara di danau ini sangat segar membuat paru paru ku menjadi
segar kami berjalan dari bagian tidur konigsee sampai ke bagian barat malerwinkel kami memilih jalur yang menuju ke Painter’s corner ya sesuai namanya disini banyak lukisan di sepanjang tembok tembok bahkan kami juga menikmati pemandangan alam yang masih hijau dan pegunungan yang masih berdiri dengan kokohnya tak lupa kami berperahu ke bagian selatan danau ya disini satu perahu hanya bisa di isi oleh satu sampai 2 orang saja jadi aku dan alzelfin naik perahu sambil mengambil beberapa foto
“sayang?” kata alzelfin kepada ku saat aku sedang menikmati pemandangan
“iya apa?” kata ku tetap melihat ke sekeliling pemandangan pohon pohon hijau dan pegunungan
“kapan kamu siap menikah?” kata alzelfin kepada ku membuat ku mengalihkan pengan ku ke pada alzelfin
“aku kasih tau kalau sudah kita pulang ke amerika.” Kata ku kepada alzelfin
“bener mau jawab kalau sudah pulang ke amerika?” kat alzelfin tak pervaya kepada ku
“iya beneran.” Kata ku kepada alzelfin
“ya udah kalau gitu kita pulang besok aja.” Kata alzelfin kepada ku
“hah ngak rah.” Kata ku kepada alzelfin
“tapi aku sudah gak sabar nunggu jawaban kamu.” Kata alzelfin kepada ku
“ya di tahan tahanin.” kata ku kepada alzelfin
“oke tapi kamu harus janji untuk beneran jawab setelah kita sampai di amrik?” kata alzelfin kepada ku
“iya janji sayang.” Kata ku kepada alzelfin
__ADS_1
“oke kalau gitu aku pegang janji kamu?’ kata alzelfin kepada ku