
“hmmm… mmm iya sayang iya.” Kata ku kepada alzelfin
“aku sayang sama kamu, dan gak mau kehilangan kamu mangkanya aku mau cepet cepet nikah sama kamu sya.” Kata alzelfin kepada ku
“iya aku tau, kan mangkanya aku mau jawab kalau kita sudah pulang ke amrik.” Kata ku kepada alzelfin
“oke aku tunggu.” Kata alzelfin kepada ku
“iya, udah yuk nepi tuh yang lain udah pada nepi.” Kata ku sambil menunjuk kea rah yang lainnya
“oke ayo.” Kata alzelfin mendayung ke pinggir
Tak terasa hari sudah malam. Saat sampai di kamar hotel ada sebuah kado yang lumayan besar dan itu dari ayumi kami emmbukanya isinya sebuah bunga biru sebanyak 99 buah. Aku membawanya dan meletakan bunga bunga itu di pintu kamar kami setelah itu aku pergi mandi. Aku tak berendam karena aku sangat lelah dan ingin cepat cepat tidur setelah selesai aku keluar tapi tak menemukan alzelfin di kamar aku mencarinya keluar tapi belum sempat aku membuka pintu dengan lebar aku melihat alzelfin dan ayumi berpelukan serta berciuman di depan mata ku.
“al.” kata ku kepada alzelfin membuatnya mendorong ayumi dengan keras
“aku bisa jelasin semuanya.” Kata alzelfin tampak panic
“gak pap aku ngerti, kalau gitu aku tidur dulu.” Kata ku kepada alzelfin lalu pergi masuk
Setelah itu aku masuk dan menutup pintu dan naik ke atas ranjang mencoba memejamkan mata agar aku bisa tidur tapi rasanya sangat susah hati dan mata ku tak mau untuk tidur tapi aku tak boleh curiga aku harus percaya sama alzelfin tak lama kemudian alzelfin pun masuk aku mendengarnya dari suara pintu yang terbuka dan
tertutup lalu aku merasa kalau dia naik ke atas ranjang
“sayang kamu sudah tidur?’ kata alzelfin kepada ku aku tak menjawabnya aku hanya ingin diam saja saat ini tanpa mengatakan apa pun
“sayang aku bisa jelasin semuanya sama kamu.” kata alzelfin lagi kepada ku
“tadi itu dia yang tiba tiba cium aku.” Kata alzelfin lagi
“sayang aku beneran gak nyium dia, tadi ada yang ngetok pintu waktu aku lihat ternyata ayumi aku berbicara sebentar tiba tiba dia menarik ku dan mencium ku sayang, aku gak bohong kamu harus percaya sama aku.” Kata alzelfin lagi kepada ku aku membuka mata karena tak bisa tidur
“sudah al, aku capek kita bahas besok aja ya. Dan aku juga udah ngantuk banget. Selamat malam.” Kata ku kepada alzelfin lalau kembali memjamkan mata
“ iya sudah kamu istirahat, selamat malam sayang.” Kata alzelfin kepada ku
Setelah itu aku tak mendengar suara alzelfin lagi. Aku tak bisa tidur pikiran ku kemana mana aku memikirkan ciuman itu barusan aku ingin percaya dengan apa yang aku dengar dari alzelfin tapi hati ku menuntuk untuk tak percaya kepada alzelfin. Aku pusing memikirkan semua ini
Entah kapan aku tertidur tapi saat bangun aku sudah melihat matahri terbit dengan terangnya tak seterang hati ku. Aku sangat lelah dan ingin berendam di pemandian air panas aku berjalan keluar aku melihat alzelfin masih tidur aku berjalan ke arah kamar tasya dan juga ratna untuk mengajak mereka berendam di pemandian air panas setelah mereka mau kami pun ke pemandian air panas saat sampai aku hanya diam saja mencoba untuk menikmati air panas yang sedang memijat mijat tubuh ku
“kenapa?” kata ratna kepada ku
“cerita sya, kamu kenapa.” Kata tasya kepada ku
“hmm…. Mmmm gak papa kok beneran.” Kata ku sambil melihat mereka berdua secara bergantian lalu kembali memejamkan mata ku
“aku tau kamu ada apa apa jadi coba cerita sama aku sekarang.” Kata ratna kepada ku
“gak ada apa apa kok rat.” Kata ku kepada ratna
“aku kenal kamu sya.” Kata ratna lagi kepada ku
“tapi aku beneran gak ada apa apa aku sama alzelfin baik baik aja kok.” Kata ku kepada ratna
“siapa yang bilang kalau kamu ada masalah sama alzelfin?” kata ratna kepada ku
“hah hmm… mmm aku kan cuman bilang aja kok, iya cuman bilang aja.” Kata ku kepada ratna
“oh gitu kamu gak mau cerita berarti kamu sudah gak anggap aku sebagai sahabat kamu gitu.” Kata ratna marah keoada ku
“sya coba kamu cerita ke aku sama ratna biar perasaan kamu jadi plong dan gak ada beban kita berdua kan bisa kasik solusi buat kamu.” Kata tasya kepada ku
“aku tadi malam liat alzelfin ciuman sama ayumi.” kata ku kepada mereka
“APA?’ kata mereka bersmaan
“aku kemarin malam liat alzelfin sama ayumi ciuman di depan kamar hotel kita.” Kata ku kepada mereka
“terus kamu diam aja gitu?” kata ratna kepada ku
__ADS_1
“iya, kau langsung masuk dan tidur tapi alzelfin jelasin kalau ayumi yang menariknya dan menciumnya.” Kata ku kepada ratna dan juga tasya
“terus kamu percaya?” kata tasya kepada ku
“aku ingin percaya tapi hati ku ngak.” Kata ku kepada tasya
“hah dasar laki laki berengsek aku harus beri dia pelajaran sya. Aku sudah gak tahan.” Kata ratna kepada ku sambil berdiri dan hendak pergi
“jangan gak usah.” Kata ku kepada ratna mencoba menahannya dengan memgang tangan kirinya
“kenapa sya, ini sudah keterlaluan?” kata ratna kepada ku
“aku harus nyobak percaya sama alzelfin.” Kata ku kepada ratna
“kita kasik kesempatan dulu.” Kata ku kepada tasya dan ratna
“ya udah tapi kalau ada apa ap kamu harus langsung cerita sama kita.” Kata ratna kepada ku
“iya sya, kita bakalan selalu ada buat kamu.” Kata tasya kepada ku
“iya makasih ya?” kata ku kepada tasya dan ratna
“iya sama sama.” Kata tasya dan ratna
“ya udah ayo kita kembali kita sekarang kan harus ke beberapa tempat.” Kata ku kepada tasya dan ratna
“iya udah kalau gitu ayo.” Kata ratna kepada ku
Setelah itu aku, tasya, dan ratna pun kembali ke kamar saat sampai aku melihat alzelfin berlari ke arah ku
“kamu kok gak bangunin aku kalau kamu mau ke pemandian air panas? Aku tadi khawatir sama kamu sayang aku tanya sama austyn sama Jason katanya kamu ngajak tasya sama ratna ke pemandian air panas.” Kata alzelfin kepada ku
“iya aku hanya pengen berendam soalnya badan ku sakit.” Kata ku kepada alzelfin
“tapi kamu sudah gak papa kan?” kata alzelfin sambil memegang tubuh ku
“iya gak papa kok.” Kata ku kepada alzelfin
“sayang kamu masih gak percaya ya sama aku?” kata alzelfin kepada ku
“aku percaya sama kamu, jadi kamu gak usah khawatir.” Kata ku kepada alzelfin
“beneran?” kata alzelfin kepada ku
“iya beneran kok.” Kata ku kepada alzelfin
“syukur lah kalau kamu percaya sama aku.” Kata alzelfin sambil tersenyum kepada ku
“ya udah aku mandi dulu ya.” Kata ku kepada alzelfin dia pun mengangguk
Aku masuk ke dalam kamar mandi dan menguyur tubuh ku dengan syower yang sangat dingin. Ya mungkin aku harus percaya dengan apa yang di kata kan oleh alzelfin aku tak boleh mencurigainya toh kata alzelfin waniat yang bernama ayumi itu licik. Setelah selesai mandi aku dan alzelfin turun ke lobi karena yang lainnya sudah menunggu kami. Setelah itu kami berwisata ke beberapa tempat dengan pemandangan yang sangat luar biasa indahnya sekarang kami sedang asik duduk bersantai di bawah pohon di sebuah taman disini sangat tenang dan sejuk tapi pikiran ku dan hati ku setenang ala mini. tak terasa hari sudah siang
“kita mau makan apa hari ini?” kata dion kepada kami
“aku pengen roti aja sih.” Kata ratna kepada dion
“aku juga sih.” Kata dion kepada ratna
“ya sudah, al kamu beli roti ya buat kita di super market?” kata ratna kepada alzelfin
“oke kalau gitu kalaian mau roti apa?” kata alzelfin berdiri
“aku mau roti isi keju sama bluberry.” Kata tasya kepada alzelfin
“hmm… mmmm kalau aku roti isi coklat 2.” Kata ratna kepada alzelfin
“kalau kamu?” kata alzelfin kepada dion
“terserah deh.” Kata dion kepada alzelfin
__ADS_1
“kalau kamu sayanag? Kamu mau roti apa?” kata alzelfin kepada ku
“aku coklat sama keju aja.” Kata ku kepada alzelfin
“oke kalau gitu tunggu.” Kata alzelfin sambil meninggalkan kami semua. Aku melihat punggung alzelfin yang sangat kekar aku harap semuanya hanya sebuah rencana licik ayumi saja.
“sya?” kata Jason kepada ku
“iya apa?” kata ku kepada Jason
“kamu gak papa?” kata Jason kepada ku
“gak papa kok.” Kata ku sambil tersenyum kepada Jason
“tadi tasya cerita sama aku tentang alzelfin, kamu beneran gak papa?” kata austyn kepada ku
“iya gak papa kok.” Kata ku kepada austyn
“emangnya kenapa syasa? Terus kenapa sama alzelfin?” kata dion mulai bingung
“kemaren malam syasa liat alzelfin ciuman di depan kamar hotel mereka.” Kata ratna kepada dion
“sama siapa?” kata dion penasaran
“sama ayumi.” Kata tasya menambahkan
“apa gak sebaiknya kita hajar aja dia?” kata dion sambil mengkeataskan lengan bajunya
“gak usah aku percaya sama dia, kalau alzelfin gak akan seperti itu di belakang ku.” Kata ku kepada dion
“tapi ini sudah keterlaluan sya.” Kata dion mulai tak sabar
“sudah gak papa kok beneran gak papa.” Kata ku kepada dion
“oke kalau gitu aku kasih dia kesempatan.” Kata dion mulai tenang
“terus rencana kamu buat beri tahu dia soal yang kalaian mau menikah gimana?” kata Jason kepada ku
“tetap sesuai rencana.” Kata ku kepada mereka semua
“oke kalau gitu.” Kata Jason menganggukan kepalanya
Setelah itu kami semua pun diam tak lama kemudian alzelfin pun datang dengan 2 kantung plastic yang lumayan besar di kedua tangannya.
“ini dia makanannya.” Kata alzelfin saat sampai
“kamu gak lupa kan sama pesanan kita?” kata dion kepada alzelfin
“gak kok coba aja liat terus ini minumannya.” Kata alzelfin sambil emnaruh kantung plastic satunya lagi di tengah tengah
Setelah itu kami pun sibuk dengan makanan kami masing masing begitu pun dengan ku. Aku sangat tak berselera untuk makan tapi aku tak mau membuat para sahabt ku khawatir dengan diri ku jadi aku harus makan. Setelah selelsai makan kami pun melanjutkan perjalanan ke pantai yang tak jauh dari sini sekitar 1 jam kami sampai di pantai yang kami tuju kami bermain air begitu pun dengan diri ku tapi aku tak melihat alzelfin entah dia akan kemana. Aku melihat kesekekliling dana ku menemukan alzelfin berjalan menjauhaku mencoba mengikutinya dan saat samapi ternyata dia bertemu dengan ayumi aku tak tau apa yang sedang dia bicarakan karena jarak ku dengan mereka lumayan jauh. Aku kembali ke teman teman ku ya karena aku harus berfikir positif saat aku sampai ternyata yang lain sedang bersantai di pinggir pantai
“dari mana sya?” kata ratna kepada ku
“habis dari toilet.” Kata ku kepada ratna
“oh.” Kata ratna
Setelah itu kami membicarakan hal yang lainnya. Aku melihat alzelfin dari jauh berjalan ke arah kami saat sampai di lansgung duduk tepat di samping ku
“habis dari mana al?” kata Jason kepada alzelfin
“dari toilet habis buang air besar.” Kata alzelfin kepada Jason
Hah dari toilet katanya padahal dia habis bertemu dengan ayumi secara diam diam kenapa dia gak mau juju raja sama kita kalau di habis ketemu sama ayumi kenapa harus bilang kalau dia dari toilet. Pikran ku mulai kacau lagi tapi aku harus berfikiran positif karena aku yakin kalau alzelfin tak akan berbuat yang tidak tidak di belakang ku.
Tak terasa hari sudah sore kami pun kembali ke hotel saat sampai di hotel aku langsung mandi karena tadi aku dan ratna akan janjian pergi ke pasar malam tanpa pasangan jadi setelah selesai dandan dan berpakaian aku keluar sebelum itu aku juga sudah ijin kepada alzelfin dan dia mengijikan diri ku. Aku pun mengetuk kamar tasya dan ratna setelah selelsai kami pun pergi ke pasar malam aku berbelanja beberapa baju yang akan kami bawa pulang nanti. Dan juga beberapa perhiasan disini sangat murah serta bagus bagus sekitar jam 9 malam kami pun kembali ke hotel tak sengaja aku menjatuhkan barang barang ku sehingag harus di bantu oleh tasya dan ratna untuk membawkan barang barang milik ku saat sampai di kamar aku tak percaya dengan apa yang aku lihat. Aku melihat alzelfin dan ayumi tidur bersama di ranjang itu.
“aku pulang ke amrik duluan, kalian senang senang aja dulu.” Kata ku kepada tasya dan ratna
__ADS_1
Setelah itu aku berlari sekencang mungkin saat sampai di lobi aku langsung menghentikan taxi dan menuju ke bandara. Saat sampaia ku langsung memesan tiket ke London ya aku hanya mau kembali ke rumah sekarang itu saja aku tak mau bertemu dengan alzelfin lagi.
Sekitar jam 1 malam sampai di London aku langsung menceritakan semuanya kepada mama dan papa mereka tak percaya dengan apa yang aku katakana tapi aku tak peduli aku berlari ke dalam kamar dan mengunci kamar kudengan rapat aku menangis sejadi jadinya mengingat semua hal buruk yang aku alami. Dan mengapa harus terjadi hal yang sama untuk ke 2 kalinya aku hanya bisa menangis saja saat ini.