Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 28


__ADS_3

"Gak papa kok yank, ya udah kamu cari cari dulu kerjaan sambil kelola sawah itu yank. Emangnya kamu mau tanam apa yank?" Kata ku kepada kak Sanusi.


"Aku udah bicara yank sama kakak dan juga kakak ipar ku yank mereka tanya aku punya uang berapa untuk awalnya yank. Ya aku bilang kalau aku punya uang satu juta lima ratus ribu yank terus kata kakak dan juga kakak ipar ku untuk modal awal aku di suruh tanam jagung bibit dulu yank setelah itu aku bisa tanam jagung lagi yank tapi jagung kecil yank yang biasanya di gunakan buat makannya burung dara itu yank. Nah setelah panen jagung kecilnya aku bisa Namen tembakau yank gitu karena dari jagung bibit dan jangung kecil aku bisa ngumpulin uang buat naman tembakau karena pengeluarannya cukup banyak untuk tembakau yank tapi hasilnya juga besar banget katanya yank" kata kak Sanusi kepada ku sambil menulis di sebuah kertas entah apa yang dia tulis di kertas itu.


"Oh gitu ya udah kalau gitu kamu coba dulu yank tapi ingat jangan Sampek boros ya yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya yank pasti aku gak bakalan boros kok yank" kata kak Sanusi kepada ku


"Ya udah bagus lah kalau gitu" kata ku kepada kak Sanusi.


Tak terasa hari sudah siang ibu memanggil ku ke dapur tenyata ibu menyuruh ku untuk menyiapkan makanan untuk kak sanusi. Makanannya sudah selesai di masak oleh ibu ku jadi aku ahbya tinggal merapikannya di meja makan saja. Setelah selesai aku pun memanggil Kaka Sanusi dan juga ayah ku yang sedang ada di kebun belakang ya kalau di rumah ayah selalu saja ada di kebun belakang ya mau di mana lagi kecuali saat ada tamu baru ayah ku akan sering di ruang tamu. Setelah selesai memanggil ayah ku kami pun langsung berkumpul di meja makan kami makan bersama sama. Setelah selesai aku membantu ibu ku mencuci piring terlebih dahulu setelah itu aku pun menemui kak Sanusi yang sudah menunggu ku di ruang tamu.


***

__ADS_1


Sekarang adalah hari pertama aku masuk sekolah saat ini aku sednag membereskan barang barang yang akan aku bawa ke sekolah. Oiya kak Sanusi sudah datang untuk mengantarkan diri ku ke sekolah. Sekarang aku memakai baju hitam dan putih ya karena seragam yang aku suruh jahit masih belum selesai dan akubjuga harus menunggu hingga jahitannya selesai jadi mau tak mau aku harus memakai baju hitam putih padahal aku sudah tak sabar untuk memakai baju sekolah ku yang baru yang menandakan kalau aku sudah masuk sekolah SMK yang artinya aku bukan anak kecil lagi. Setelah selesai aku tak lupa menyirlsir rambut ku lagi ya aku juga tak lupa membawa sisir dan juga ikat rambut ke sekolah bukan karena apa tapi karena di sekolah berangin dan rambut ku mudah seklai berantakan jadi aku emmilih untuk membawa sisir kecil dan juga sebuah kaca. Aku mengecek semua barang barang ku yang aku bawa dan semuanya sudha masuk ke dalam tas ku. Tak lupa aku memasukkan hp ku ke dalam saku rok ku. Aku pun keluar menghampiri kak Sanusi uang sudah menunggu ku.


"Udah yank?" Kata kak Sanusi kepada ku."iya yank udah" kata ku kepada kak Sanusi.


"Ya udah ayo bernagkat yank biar akmu gak telat tapi pamit dulu sana sama ibu dan ayah mu yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Iya ya k" kata ku kepada kak snausi aku pun menghampy ayah dan juga ibu ku.


"Buk yah Aisyah berangkat dulu ya?" Kata ku kepada ayah dan juga ibu ku


Setelah itua ku dan akk Sanusi pun jalan saat sampai di sekolah aku berhenti tepat di depan pagar. Saat aku turun aku tak sengaja melihat kak Umam sednag berdiri di depan pagar bersama dengan teman temannya yang lain. Aku melihat ke arah kak Sanusi dia tersenyum kepada ku aku pun menyalami kak Sanusi setelah itu akk Sanusi pergi aku pun masuk ke sekolah saat aku lewat depan kak Umam aku ahbya diam saja tanpa mengatakan apa pun. Oiya soal hp yang di tukar keesokannya aku menghubungi kak Umam dengan nomer kak Sanusi ya mau bagaiman lagi aku tak punya hp lain untuk membeli karti baru. Aku terus berjalan melewati lobi.


"Itu siapa?" Kata seseorang di sebelah ku aku sangat kaget dengan suaranya ya bagaimana tidak tiba tiba datang dan embgatakan itu siapa. Saat aku melihatnya ternyata kak Umam yang bertanya bahkan dia sudha ada di sebelah kiri ku dan teman temannya ada di belakangnya mengikutinya bak seorang bodyguard saja.

__ADS_1


"Apanya yang siapa kak? Buat kaget aja kak" kata ku kepada kak Umam sambil mengelus Elus dada ku ya karena aku sangat kaget bahkan sampai saat ini jating ku masih berdegup sangat kecang.


"Maaf kalau aku ngagetin kamu Syah" kata kak Umam kepada ku.


"Iya gak papa kok kak" kata ku kepada kak Umam aku pun meneruskan jalan ku.


"Tadi itu siapa yang anterin kamu Syah?" Kata kak Umam lagi kepada ku ya dia bertanya soal kak Sanusi kepada ku.


"Oh dia kakak ku kok kak" kata ku kepada kak Sanusi.


"Tapi di laporan sekolah itu kamu gak punya saudara kamu anak tunggal" kata kak Umam kepada ku.


"Iya ibu ku itu nikah dua kali kak. Sama yang pertama cerai dan dapat anak yang tadi itu kakak ku nah dia sudah punya anak dua dan punya istri satu. Nah karena ibu ku cerai sama suaminya yang pertama beberapa tahun kemudian ibu ku nikah lagi sama ayah ku jadi punya anak aku deh kak. Ya jadinya aku anak tunggal kak tapi aku punya kak tiri ya tadi itu dah kakak ku kak" kata ku kepada kak Umam berbohong ya mau bagaimana lagi masa aku mau mengatakan kepada kak Umam kalau tadi itu adalah kak Sanusi dan dia adalah tunangan ku sednagkan di sekolah ada peraturan bahwa siswa siswi ya tak bileh bertunangan. Jadi mau tak mau aku pun berbohong

__ADS_1


"Oh gitu aku pikir siapa Syah" kata kak Umam kepada ku.


__ADS_2