
Setelah itu aku pun hanya diam saja. Beberapa jam kemudian akhirnya aku pun sampai di tempat tujuan ku yaitu kota Paris kota dengan seribu keromantisan. Saat sampai Tristan sudah menyuruh anak buahnya untuk menjemputnya ya aku tau karena tadi Tristan mengatakannya kepada ku saat pesawat akan lepas landas. Setelah itu pelayan Tristan mengambil koper ku dan kopernya untuk di taruh di bagasi mobilnya. Setelah selesai aku dan Tristan pun masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu mobil pun di jalankan selama perjalanan aku hanya diam saja melihat ke arah luar jendela. Entah mengapa tapi aku seprti pernah melihat Tristan tapi aku tak tau dimana ya mungkin saja dulu aku pernah melihat Tristan di TV ya mungkin saja. Tak lama kemudian mobil yang aku tumpangi berhenti tepat di depan sebuah vila yang sangat megah aku pun keluar begitu pun dengan Tristan. Koper ku di bawa oleh pelayannya entah mereka akan membawa koper ku kemana ya mungkin akan membawa ke kamar yang aku tempati. Setelah itu Tristan mengajak ku masuk kami masuk tapi aku kaget ya bahkan sangat kaget dari luar rumah ini terlihat kuno dan juga sudah ketinggalan jaman tapi saat masuk semua yang ada di dalam berbalik terbalik seprti saat baru sampai. Di dalam semua perabotan terlihat mewah dan juga menawan ya tentu saja semua barang barang di vila ini sangat modern. Ya aku tau kalau ini adalah vila dari orang terkaya di beberapa negara jadi tk salah jika di dalam rumahnya seprti ini.
"Ayo aku tunjukan kamar kamu" kata Tristan kepada ku
"Iya" kata ku keoada Tristan.
Aku oun mengikuti Tristan hingga akhirnya kami berhenti tepat di depan sebuah kamar. Tristan membuka pintu dia menyuruh ku masuk Saat aku masuk aku di buat terpesona dengan desain kamar ini. Ya kamar ini sangat indah semuanya serba berwarna pink. Aku suka ya tentunya aku snagat suka sekali dengan warna pink. Meskipun aku sering dan suka sekali berkelahi tapi tetap saja aku masih menyukai warna pink. Bahkan ranjang di depan ku sangat besar dan juga berwarna pink. Pasti ini adalah tempat wanita wanita nya menginap saat di bawa ke sini.
"Ini kamar pacar pacar kamu ya" kata ku kepada tristan sambil berjalan ke arah jendela.
"Gak kok bukan" kata Tristan kepada ku bahkan dia tertawa kecil.
"Bohong kalau bukan kenapa di sini semua warna pink. Ini kan warna kesukaan cewek jadi pasti kamau buat khusus kamar ini buat pacar pacar kamu ya. Tapi kalok aku tinggal di kamar ini apa pacar kamu gak marah. Aku gak mau ya Sampek nantik tengah malam di labrak di suruh pindah sama pacar kamu. Karena aku paling gak suka di ganggu kalok lagi tidur" kata ku kepada tristan sambil melihat ke arahnya tapi lagi lagi Tristan tertawa sambil.emlihat ke arah ku.
"Kok malah ketawa sih aku serius" kata ku kepada tristan.
"Gak ini bukan kamar buat pacar pacar aku kok lagi pula kamu cewek pertama yang aku bawa ke sini. Dan kenapa kamar ini serba warna pink jadi setiap kamar di vila ku ini ada kamar dengan warna senada ya misalnya biru ya jadi semua dekorasinya berwarna biru. Mau pun itu hijau, coklat, ungu, atau apa pun dekorasinya juga sama jadi ya gak ada alasan kan kalau kamar ini semuanya serba pink" kata Tristan kepada ku aku hanya mengangguk kepala ku saja tanda mengerti.
"Ya sudah kamu istirahat aja dulu kamu pasti capek" kata Tristan kepada ku.
"Iya makasih" kata ku kepada Tristan dia pun mengangguk dan berbalik hendak meninggalkan kamar ini.
"Eh tunggu" kata ku kepada tristan saat di audah ada di depan pintu.
"Iya ada apa? Apa ada yang kamu butuhkan?" Kata tristan kepada ku.
"Gak kok. Aku hanya mau bilang makasih sudah nhasih tumpangan ke aku terus aku di sini hanya tiga hari aja kok dan setelah itu aku juga harus nerusin perjalanan ku" kata ku kepada tristan.
"Kenaoa hanya tiga hari di sini kamu bisa tinggal di sini sesuai kemauan kamu" kata Tristan keoada ku.
"Aku di sini aku hanya mau ngunjungin beberapa tempat aja dan aku rasa tiga hari udah cukup banget dan aku masih ahrus ke temoat lain. Waktu ku juga gak banyak soalnya aku harus kembali ke Kakek aku lagi" kata ku kepada tristan
"Oh gitu ya sudah kalau gitu" kata Tristan kepada ku.
Setelah itu Tristan oun pergi. Aku mengambil koper dan mengeluarkan barang barang ku setelah selsai aku langsung embgambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Karena terlalu lelah rasanya bdan ku snagat enak sekali saat air hangat itu menyentuh tubuh ku rasnya badan badan ku terasa seprti di pijat pijat. Setelah merasa cukup aku oun keluar dan berpakaian. Saat di depan pintu aku kaget karena ada empat pelayan perempuan yang berdiri.
__ADS_1
"Ada apa?" Kata ku kepada pelayan pelayan itu.
"Maaf nona menganggu tapi tuan muda menyuruh kami untuk menemani Anda dan jika Anda butuh sesuatu Anda bisa memintanya kepada kami" kata salah satu pelayan itu kepada ku.
"Oh iya nantik aku kakau butuh apa apa aku bakalan bilang. Tapi sekarang sudah malam dan aku juga mau tidur kalian kembali aja ke kamar kalian besok baru ke sini lagi. Dan kalau seumpamanya besok aku butuh apa apa aku bakalan bilang ke kalian" kata ku kepada para pelayan itu tapi para pelayan itu hanya diam dan saling pandangan.
"Ada apa lagi?" Kata ku kepada para pelayan itu.
"Maaf tapi tuan emnyuruh saya melayani anda. Dan sebelum Anda merasa puas kami tidak boleh kembali ke kamar dan beristirahat" kata pelayan itu kepada ku.
"Audah besok aja ya aku puas kok. Jadi kakaina bisa pergi jadi kalau Tristan tanya apa kalian sudah melayani ku atau tidak kalian bilang aja kalau Adeva menyuruh kalian untuk pergi karena dia mau istirahat karena lelah setelah menemouh perjlanana yang cukup panjang" kata ku kepada pelayan itu.
"Baik nona. Kalau begitu saya permisi" kata pelayan itu kepada ku aju oun mengangguk.
Setelah para pelayan itu pergi aku mengunci kamar ku. Ya agar tak ada yang bisa masuk jangan jangan nanti Tristan menyuruh para pelayan itu masuk lagi dan tidur ku pasti akan terganggu. Setelah memastikan pintu terkunci aju naik ke atas ranjang dan langsung mematikan lampu. Ya setelah itu aku pun langsung tidur.
Keesokannya saat aku bangun aku sudah di kelilingi oleh banyak pelayan aku jadi bingung apa yang mereka lakukan bahkan aku bertanya mereka mendapatkan dari mana kunci kamar ya karena aku ingat dengan jelas kalau aku sudah mengunci pintu kamar ku rapat rapat. Dan katanya mereka memiliki kunci cadangan Mereka membawakan ku baju dan juga sarapan. Aku melihat ke arah mereka tapi mereka hanya diam dan menunduk saja.
"Buat apa baju ini? Aku punya banyak baju kok" kata ku kepada para pelayan itu.
"Maaf nona tapi tuan muda menyuruh kami untuk memberikan baju ini kepada nona dan harap nona memakainya setelah sarapan nona silahkan mandi dan kami akan membantu nona bersiap siap karena tuan muda akan menunggu Anda di bawah" kata salah satu pelayan itu kepada ku. Aku jadi makin bingung dengan yang di katakan oleh pelayan itu.
"Kami kurang tau nona" kata pelayan itu kepada ku dia sejak tadi berbicara kepada ku tapi dia terus menunduk membuat ku tak nyaman.
"Oh ya sudah kalau gitu aku sarapan setelah itu aju bakalan mandi" kata ku kepada para pelayan itu.
"Baik nona" kata pelayan itu kepada ku.
Para pelayan yang lain punenaruh meja kecil di hadapan ku dan bebebrapa makanan pun di taruhnya di depan ku tak lupa dengan segelas air dan juga susu. Dari mana dia tau kalau aku suka sekali dengan susu vanila. Tapi ya sudah lah mungkin ini hanya kebetulan saja. Aku oun memakan makanan ku. Setelah selsai aku meminum susu itu sampai habis setelah selsai para pelayan itu pun mengamnil meja dan yang lainnya dari hadapan ku. Setelah itu aku bangun dan merenggangkan tangan ku.
Setelah selsai mandi aku di bantu oleh empat pelayan ya bukan tak biasa saat di rumah Kakek pun aku juga sudah sering di bantu oleh para pelayan untuk berispa siap tapi hanya saja saat ini aku ingin memakai baju sendiri.
Sekitar satu jam kemudian akhirnya selsai. Ya aku oun juga sudah selsai dengan dandanan ku. Baju yang aku kenakan sekarang ya cukup baju aku suka. Setelah selsai aku oun turun aku melihat trisada di ruang tamu sedang membaca koran aku menghampirinya.
"Oke aku sudah selsai terus?" Kata ku kepada tristan saat sudah ada di depannya.
__ADS_1
"Ayo kita jalan" kata Tristan kepada ku.
"Jalan kemana?" Kata kunkepada Tristan.
"Ya tentunya keliling Paris lah. Bukan kah kamu bilang kalau kamu mau pergi keliling Paris ya sekarang aku ajak kamu keliling Paris" kata Tristan kepada ku sambil berdiri dari duduknya.
"Tapi aku bisa sendiri kok. Dan buat apa kamu nyiapin baju. Aku punya banyak baju kok" kata kunkepada Tristan
"Kamu tamu ku dan sudah menjadi kewajiban ku untuk nyiapin semuanya apa lagi yang kamu suka. Ya sudah ayo jalan nantik kesiangan lih" kata Tristan keoada ku
"Memangnya semua tamu yang Dateng ke sini di layanin seprti aku?" Kata ku kepada tristan.
"Gak hanya khusus buat kamu, sudah ayo jalan" kata Tristan kepada ku sambil menarik ku keluar dari rumah.
"Tapi aku belum selesai tanyak ke kamu" kata ku kepada tristan ya tentunya smabil berjalan mengikutinya.
"Audah tanyak nantik aja Lok sudah di mobil" kata Tristan kepada ku
Setelah itu Tristan pun memasukan ku ke dalam mobil ya setelah itu Tristan menyetir mobilnya sendiri sepanjang perjalanan ku hanya diam ya karena aku lupa apa saja yang ingin aku tanyakan kepada tristan padahal tadi aku sudah memikirkannya dengan baik tapi ya begitu lah diri ku suka lupa dengan hal hal sepeti itu sudah lah lebih baik aku tanyakan saja nanti. Tak lama kemudian kami berhenti di depan sebuah taman bermain. Aku dan Tristan pun turun.
***
Hari ini aku snagat lelah ya bagaimana tidak Tristan mengajak ku keliling Paris bahkan dia menjelaskan setiap detail kota ini bahkan dia sudah seprti pemandu wisata saja. Tapi hari ini ada satu hal yang tak bisa aku lupa kan ya tadi siang kami pergi ke sebuah gereja konu yang terkenal di Paris. Kata Tristan kalau aku berdoa dengan keras maka doanya akan terkabul maka saat itu aku pun berdoa
"Aku hanya minta ada seorang laki laki yang tulus mencintai ku dengan sepenuh hatinya. Dan aku juga minta kepada mu kalau semua orang yang terlibat dalam.pembunuhan ke dua orang tua ku bisa merasakan penderitaan yang aku rasakan selama ini" kata ku kepada Yesus.
"Kalau kamu minta apa?" Kata ku kepada tristan ya aku sambil melihat ke arah Tristan.
"Aku minta agar wanita di samping ku saat ini selalu ada di sisi ku dan mau menjalani hidup ini bersama dengan ku sampai mau memisahkan. Dan aku juga berdoa semoga dia mau menjadi kekasih ku. Hanya itu saja permintaan ku" kata Tristan keoada Yesus
Karena kaget aku melihat ke arah Tristan. Tristan melihat ku aku hanya diam ya karena aku kaget sekali. Tristan mendekat ke arah ku dan mencium bibir ku entah apa yang merasuki diri ku tapi aku tak bisa menolak ciuman itu. Saat tristan melepaskan bibirnya aku hanya diam menatap Tristan ya aku bingung. Tristan mencium kening ku.
"Kamu mau kan hidup bersama dengan ku selamanya?" Kata Tristan kepada ku. Tapi aku hanya diam saja ya aku kaget dengan apa yang abru saja dia katakan dan lakukan kepada ku. Itu adalah ciuman pertamanya ku dan di ambil oleh Tristan laki laki yang hanya dua hari ini aku kenal.
"Gak papa kamu bisa jawab kalok kamu sudah siap dengan jawaban kamu" kata Tristan kepada ku.
__ADS_1
Saat perjalanan pulang aku hanya diam ya aku sejak tadi tak berbicara sepatah kata pun aku masih kaget bahkan aku masih tak sadar kalau ciuman pertama ku sudah hilang. Aku bingung apa yang harus aku lakukan dan aku jawab. Sedangkan Tristan dia menyatakan perasaanya kepada ku tapi aku tak tau harus menjawab apa karena aku baru mengenalnya hanya dua hari ini.
Sekarang aku ada di kamar ya bahkan aku masih kaget aku hanya duduk di pinggir ranjang dengan pikiran yang masih tak menentu. Semua ini terlalu awal di saat aku masih tak siap dan semua yang di nyatakan masih terlalu kaku untuk ku.