
Beberapa hari berlalu dengan snagat cepat tak terasa sudha lima hari aku di Jakarta. Jujur aku sudha mulai tak betah berada di Jakarta dmya karena di sini snagat panas dan aku bisa hidup dengan kemacetan. Aku ingin sekkai cepat cepat pulang sna cepat cepat bertemu dengan teman teman ku lagi. Besok adalah hari pernikahan kakak perempuan ku anak dari om hari namanya adaah kak Ajeng dia cantik dia seorang karyawati di salah satu perusahaan yang ternama di Jakarta ya dia juga lulusan akuntansi di universitas Indonesia bahkan dia masuk ke universitas Indonesia dengan cara mendapatkan beasiswa ya walau pun keluarga om hari orang kaya raya tapi dia sangat baik dan juga tak sombong. Bahkan aku ayah dan juga ibu ku di perkenalkan oleh om hari kepada teman teman kantornya tanpa ada rasa malu saat memperkenalkan ku dan juga ayah ibu ku.
Hari ini adalah hari di mana aku akan kembali ke Bondowoso. Aku di bangunkan oleh ibu ku sekitar jam enam pagi entah lah aku juga tak tau mengapa ibu ku membangunkan ku sepagi ini padahal jadwal keberangkatan kereta api yang akan kita naiki masih nanti sekitar jam tiga sore. Aku pun bangun dengan malas lalu kangsung mandi setelah selesai aku pun bersiap siap ibu dan ayah ku memasukkan barang barangnya ke dalam tas. Setelah selesai berdandan dan memakai baju aku pun membantu ayah dan ibu ku emmbereskan barang barangnya. Ya akujuga masih belum membereskan barang barang ku tapi barang barang ku hanya sedikit jadi hanya butuh waktu sebentar untuk membereskan barang barang ku.
Setelah selesai membantu ayah dan ibu ku membereskan barang barangnya aku pun langsung membereskan barang barang ku ya aku juga sudah melipat baju baju ku jadi aku hanya tinggal memasukannya saja ke dalam koper ku. Setelah selesai aku memasukkan barang barang keperluan lainnya ke dalam tas yang akan aku gendong. Setelah selesai ibu ku menyuruh ku ke bawah kata ibu ku aku di panggil oleh om hari om Edi dan juga ayah ku. Aku pun meraikan tas dan koper yang akan aku bawa. Setelah selesai aku langsung turun ke bawah menuju ke ruang tamu di mana om hari om Edi dan ayah sedang menunggu diri ku saat smapai aku pun langsung duduk di sebelah ayah ku.
"Aisyah udah selesai beres beres barangnya" kata om hari kepada ku
"Iya sudah om" kata ku kepada om hari sambil tersenyum.
"Aisyah gak mau tinggal di sini aja sama om hari dan om Edi?" Kata om Edi kepada ku. Bagaimana jika aku tinggal di sini dan sekolah di sini aku pasti akan kehilangan sahabat sahbat ku yang ada di sekolah dan tentunya aku juga pasti akan kehilangan kak Sanusi dan aku tak mau smapai itu terjadi
"Gak om Aisyah mau di Bondowoso aja om, lagian di sana Aisyah udah ada teman teman yang baik banget sama Aisyah om, dan aaisyah juga sudah enak dengan pelajaran di sana om" kata ku kepada om Edi.
"Kan kalau Aisyah di sini lebih banyak pengalaman dan juga mungkin nanti setelah kukus dari sekolah om hari om Edi atau pun Tante yuninya bisa bantu Aisyah langsung cari kerja. Jadi kenapa Aisyah gak mau. Toh di sini Aisyah di anggap anak sendiri kok sama on hari dan om Edi iya kan mas" kata om Edi kepada ku dan juga bertanya kepada om hari.
"Iya betul Syah, emangnya Aisyah gak mau ya di Jakarta" kata om hari kepada ku.
"Hmmm... Mmmm ngak dulu deh om Aisyah mau sama ayah dna juga ibu" kata ku kepada om hari dan juga om Edi.
"Ya udah kalau gitu oiya om hari hanya punya ini buat kamu Syah, ini buat kamu sekolah ya Syah. Gunakan dengan baik dan sekolah yang rajin biar jadi anak yabg berbakat dan membanggakan ke dua orang tua Aisyah dan kalau Aisyah sekolah dengan beber beber atau sungguh sungguh apa pun cita cita Aisyah pasti akan terwujud" kata aom hari kepada ku smabil emmberikan sebuah laptop keoada ku.
"Ini buat Aisyah om?" Kata ku kepada om gari tak percaya ya bagiaman aku bisa oercay om hari memberikan ku sebuah laptop secara cuma cuma" kata ku keoada om gari.
"Iya donk itu buat Aisyah" kata om hari kepada ku smabil tersenyum lebar dan mengelus rambut ku dengan lembut.
__ADS_1
"Makasih ya om Aisyah emang lagi butuh laptop tapi Aisyah gak mau nyusahin ayah jadi Aisyah gak mintak ke ayah, makasih banyak ya om" kata kunjeoada om hari ya aku sangat senang dengan pemberian itu ya walau pun bekas tapi aku sangat bahagia karena aku memang benar benar butuh laptop karena beberapa pelajaran ku yang ada di sekolah beberapa harus menggunakan laptop tapi sekang aku sudha punya jadi aku gak perlu pinjam ke teman teman ku yang punya laptop.
"Iya sama sama aiaysha sekolah yang bener ya" kata om hari keoada ku.
"Iii ya om pasti" kata ku kepada om hari.
"Dan ini dari om buat Aisyah" kata om edi kepada ku sambil memberikan sebuah tas entah apa aku tak tau isinya
"Apa ini om" kata kunjeoada om Edi sambil mengambil pemberian om Edi.
"Itu tablet buat kamu belajar kata ayah mu kamu suka gambar dan nulis novel bukan, jadi om mau kamu kembangin gambar kamu dan buat novelnya siapa tau aja nantik kamu bisa jadi penulis yang terkenal atau jadi ahli gambar, kan enak bisa buat penghasilan buat kamu Syah iya bukan" kata om Edi kepada ku.
"Iya om makasih banyak ya om Aisyah bakalan jadi apa yang mau om hari dan om Edi inginkan Aisyah bakalan kejar cita cita Aisyah dan dalamin bakar aisyaa" kata ku kepada om hari dna juga om Edi.
"Ya sudah bagus kalau gitu sekarang kamu taruh itu semua di koper kamu ya Syah" kata ayah ku kepada ku sambil tersenyum ke arah ku entah lah tapi mungkin ayah ku juga bahagia kalau aju ingin mengejar cita cita ku ya aku snagat berharao kakau suatu saat nanti aku bisa menjadi seorang pegawai bank ya tentunya dari jabatan yang paling kecil duku yaitu AO. Ya semoga saja aku busa mewujud kan cita cita ku
"Iya kata om Edi dan om hari secara bersamaan.
Setelah itu aku pun naik ke atas saat sampai di atas aku langsung meletakkan laptop dan tablet itu di dalam koper ku aku menaruhnya dengan snagat hati hati ya aku tak ingin barang itu rusak karena aku sudha punya banyak rencan untuk kedepannya.
Setelah selesai sekitar jam sembilan pagi om hari dna om Edi akan mengantarkan ku ke bandara ya kata om Edi dan om hari kita harus berangkat lebih awal karena mungkin kita akan terjebak macet di jalan. Dan saat sampai di jalan betul saja kami terjebak macet dan tepat pukul satu siang kami baru sampai di stasiun kereta api.
Setelah berpamitan kami pun langsung masuk ke dalam stasiun dan naik ke atas kereta ya tak butuh waktu lama kereta pun jalan. Sepanjang perjalanan aku hanya ingin cepat cepat sampai di rumah ya aku ingin menggunakan laptop dan tablet ku yang baru tapi tentunya kak Sanusi juga sudah menunggu ku. Dan aku harus sabar karena besok siang aku baru akan sampai di Bondowoso.
saat sampai di Bondowoso kami menaiki bisa dan saat turun dari busa kak sanusi sudah menunggu di depan gang setelha meyebrang jalan dia langsung mengambil koper ku yang berat itu. Tak lupa kak Sanusi bersalaman dengan ayah dan juga ibu ku kami pun langsung ke rumah ku. Saat sampai akh langsung merebahkan diri di kasur yabgs sudah satu Minggu lebih tak aku tempati dan tentunya kasur ku tapi dna bersih karena sudah di bersihkan oleh kak Sanusi tadi saat dia ke sini.
__ADS_1
"Capek yank" kata kak Sanusi kepada ku sambik meletakkan koper ku di dekat meja belajar ku
"Lumayan yank tapi gan begitu capek kok yank" kata ku kepada kak Sanusi..
"Tadi sudha makan apa belom kamu yank?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Udah kok yank tadi di jalan di belikan sama ayah" kata ku kepada kak Sanusi
"Oh ya udha bagus lah kalau kamu udah makan ya k" kata kak Sanusi keoada ku smabil tersenyum.
"Oiya yank aku punya oleh oleh loh buat kamu yank tunggu aku ambil ya yank" kata ku keoada kak Sanusi aku pun turun dari ranjang ku dna labgsubg mengambil koper ku bahkan aku menaikkan koper ku ke atas ranjang ku aku pun emburunkan satu per satu barang barang milik ku dna emnberikan baju yang samaan dengan milik ku. Ya saat di ajak jalan jalan oleh om hari ke mall aku menemukan baju coupel jadi aku langsung membelinya. Aku pun langsung memberikan baju itu kepada kak Sanusi..
"Kamu nih yank masih kepikiran buat beli baju" kata kak Sanusi kepada ku.
"Ya udha gak papa kok yank" kata ku kepada kak Sanusi smabil tersenyum.
"Itu apa yabk?" Kata kak Sanusi kepada ku smabil menunjuk ke arah laptop dan juga tablet yang di beri oleh om hari dan juga om Edi.
"Oh ini tablet sama laptop yank di kasih sama om hari dan juga om Edi" kata ku keoada kak Sanusi sambil menunjukkan laptop dan tablet itu kepada kak Sanusi.
"Ya sudha kamu harus simoen dan gunakan dengan baik pemberian om hari dan om Edi ya yank" kata kak Sanusi keoada ku.
"Iya donk yank pasti" kata ku kepada kak Sanusi.
Setelah itu kami pun membicarakan hal lainnya. Tak terasa harus udah sore dan aku harus mandi sekitar jam delapan malam aku sudha tidur terlebih dahulu karena aku snagat lelah. Dan kak Sanusi ya dia emnginap di rumah katanya kak Sanusi sangat merindukan diri ku ya aku juga sangat merindukan kak Sanusi. Dua hati kemudian aku pun sekolah ya ajubjuga snagat emrindukan teman teman ku bahkan teman teman ku jiwa wartawan nya labgsubg kekuar mereka menanyai ku dengan berbgaia pertanyaan dan ya aku selalu menjawabnya dengan sabar karena itu sifat asli dari sahabt sahabat ku.
__ADS_1
Sekarang ayah ku sednag sakit sakitan entah lah aku juga tak tau kata dokter sih katanya penyakit maagnya sedang kambuh. Maka dari karena itu semua jenis obat maag audha di coba oleh ayah ku tapi ya tak ada hasil yang signifikan sehingga ayah ku pun menyerah dan membiarkan penyakitnya sekarang sering sekali sakit sakitan dan di saat ayah ku sedang sakit pasti dia akan membungkukkan badannya bagikan orang yang sedang sujud di atas ranjangnya. Ayah ku tak mau di bawa ke rumah sakit aku juga tak tau mengapa ayah ku tak mau di bawa ke rumah sakit tapi yang aku tau setiap ibu ku menyuruh seseorang emmbawanya ke rumah sakit ayah ku selalu saja mengatakan kalau dia akan meninggal jika dia di bawa ke rumah sakit. Maka dari karena itu tak ada yang berani membawa ayah ku ke rumah sakit. Kak Sanusi pun sering datang ke rumah di saat ayah ku sedang sakit bahkan beberapa orang sudah membantunya dengan memnijatnya tapi tetap saja hasilnya nihil. Maka dari karena itu sejak aku tau ayah ku sering sakit sakittan aku tak pernah lagi keluar atau pun berjanjian dengan siapa pun teman teman ku atau pun tunanagan ku sekali pun dan teman teman ku atau pun tunangan ku mengerti akan hal itu. Setiap pagi aku selalu memberikan obat dulu kepada ayah ku sebelum aku berangkat sekolah dan setiap hari kak sanusi lah yang menjumput dan mengantar ku ke sekolah.
Tak terasa sudah satu Minggu berlalu keadaan ayah ku semakin hari semakin membaik ayah ku pun sudah bisa mengantarkan ku ke sekolah satu Minggu lagi aku akan ujian kenaikan kelas ke kelas 2 aku sudha tak sabar menunggu akan hal itu. Dan sepeti tahun tahun sebelumnya ayah ku lah yang selalu mengambilkan rapot ku ke sekolah dan karena ayah ku keadaannya sudah semakin membaik maka pasti ayah ku yang mengambilkan ku rapot ke sekolah ini pertama kali ayah ku menginjakan kakinya lagi ke sekolah ku setelah dulu saat pendaftaran. Sekarang aku sedang menemani ayah ku menonton TV ya ibu ku sedang emmasak dan kebeutulan tak ada tamu yang datang dan ayah ku pun tak ada kerjaan di belkanag jadi aku dan ayah menonton TV.