Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 05


__ADS_3

Udah lama de?" Kata ku kepada dea sambil duduk di sofa yang tak jauh dari dea duduk saat ini.


"Ngak kok baru aja" kata dea kepada ku.


"Oh" kata ku kepada dea sambil menganggukkan kepala ku


"Syah keluar yuk" kata dea kepada ku.


"Emangnya pacar kamu kemana? Biasanya kalok malam Minggu kamu gak bisa di ganggu kan biasanya kamu selalu keluar sama pacar mu itu. Sekarang kok malah ke rumah dan ngajak aku keluar?" Kata ku kepada dea ya aku mengatakan begitu karena setiap malam Minggu di saat aku dan sahabt sahabat ku yang lainnya berkumpul untuk melewati malam Minggu bersama tapi dea selalu tak bisa karena dia sibuk keluar dan berkencan dengan pacarnya.


"Aku tukaran sama dia" kata dea kepada ku bahkan dia mengatakannya kepada ku dengan nada marah dan wajah masam membuat ku ingin tertawa.


"Tukaran kenapa?" Kata ku kepada dea ya tak bisa ku pungkiri kalau aku mulai penasaran karena jarang sekali mereka berdua bertengkar.


"Aku curiga dia selingkuhi aku soalnya dia mulai berubah sama aku belakangan ini bahkan biasanya hpnya gak pernah di kunci atau di kata sandi eh sekarang pakek kata sandi segala kalok aku tanyak apa kata sandinya dia malah ngebahas topik lain" kata dea kepada ku


"Kamu jangan curiga dulu siapa tau dia gitu karena ada sesuatu ya atau ada masalah kamu jangan curiga dulu lah de, setau ku dia orangnya baik dan setia banget sama kamu de, dan dari matanya aku juga bisa liat kok kalau dia itu sayang dan cinta mati sama kamu de" kata ku kepada dea mencoba menenangkan dea dan memberinya nasehat agar tak perlu curiga.


"Tapi kenapa setiap aku mau tabyak kata sandi dia selalu ngevhas hal lain atau langsung ngajak aku keluar?" Kata dea kepada ku dan oertanyaanbya membuat ku bingung ya bagaimana tidak bingung aku bahkan tidak tau apa jawabannya dan masalah ya emngapa pacra dea mulai berubah kepada dea.


"Ya mungkin dia hanya butuh privasi de, sudah lah de kamu harus percaya sama dia karena dalam hubungan itu keprcayaan itu penting de" kata ku kepada dea


"Iya iya" kata dea kepada ku dengan wajah yang masih di tekuk


"Ya sudah biar kamu gak cemberut terus kita keluar yuk" kata ku kepada dea


"Iya ayo, aku ke sini kan emang mau ngajak kamu keluar Syah" kata dea kepada ku.


"Iya aku tau, ya sudah aku ganti baju dulu ya kamu tunggu di sini apa ikut aku ke kamar ganti baju?" Kata ku kepada dea.


"Hmmm.... Mmmm mmmm aku tunggu di sini aja deh, tapi jangan lama lama ya" kata dea kepada ku.


"Iya iya" kata ku kepada dea.


Setelah itu aku pun berdiri dan berjalan ke arah kamar baju yang sudah ku pilih tadi untuk keluar dengan Roy aku pakai lagi untuk keluar dengan dea. Setelah selsai aku pun keluar tak lupa aku memakai sedikit tiada dan juga menata sedikit rambut ku agar aku tak terlihat Kumal atau pun kucel.


"Udah selesai" kata dea kepada ku sambil melihat ke arah ku.


"Iya udah" kata ku kepada dea.


"Ya udah jalan yuk biar gak terlalu malam" kata dea kepada ku


"Ayo tapi pamit ke ayah sama ibu ku dulu ya de" kata ku kepada dea


"Pasti doank tapi di mana mereka?" Kata dea kepada ku


"Bentar tak panggil sama aku AYAHHHH IBUKKKK" kata ku kepada dea sambil memanggil ayah dan ibu dengan suara yang sangat keras tak lama kemudian ibu dan ayah ku pun datang.

__ADS_1


"Ada apa syah kamu kok teriak teriak" kata ibu ku kepada ku.


"Maaf buk tapi Aisyah sama dea mau keluar dulu" kata ku kepada ibu dan ayah ku.


"Oh ya sudah sana hati hati di jalan" kata ibu ku kepada ku


"Iya buk" kata ku kepada ibu ku


"Siap te kita pasti hati hati kok" kata dea kepada ibu ku sambil memperagakan gaya hormat ke arah ibu ku sepi tan membuat aku, ibu, dan ayah ku tertawa ya sahabt sahabt ku sudah sangat akrab kepada ibu dan ayah ku sejak dulu.


"Ya sudah sana biar gak malam, terus jangan pulang malam malam ya de, Syah terus jangan ngebut ngebut di jalan" kata ayah ku kepada ku.


"Siap" kata ku dan dea secara bersamaan kepada ayah ku.


"Ya sudah kalok gitu" kata ayah ku kepada ku dan juga dea.


"Ya udah kita jalan dulu ya yah" kata ku kepada ayah ku sambil bersalaman kepada ayah dan ibu ku begitu pun dengan dea.


Setelah itu aku dan dea pun keluar rumah dengan menggunakan sepeda milik dea ya karena aku sudah mengatakannya kepada dea barusan kalau kita keluar menggunakan motor milik dea dan dia pun tak keberatan dengan hal itu. Setelah itu kami pun menuju ke arah alun alun kota ya kami ke sini sambil cuci mata toh aku dan dea tak bersama dengan pasangan kami jadi ya mata kami bebas untuk melihat ke arah laki laki tapi itu tak memperlemah niat ku untuk tetap setia kepada Roy ya karena dia adalah tunangan ku dan jujur saja aku sangat menyayangi dirinya. Cukup lama kami mengelilingi alun alun kota dengan berjalan kaki akhirnya kami menghentikan langkah kami kepada penjual kaki lima ya bisa di bilang ke arah penjual pentol atau cilok setelah selesai membeli kami pun menuju ke arah lapangan dan membawa makanan dan juga minuman yang baru saja kami beli untuk di makan di sana setelah sampai kamu mencari tempat duduk.


Di sini banyak sekali pasangan muda mudi yang bersama dengan kekasihnya ya di lapangan saat diri ku berdiri saat ini delapan puluh sembilan persen semuanya adalah pasangan kekasih ya aku tak mempermasalahkannya toh aku sudah mempunyai tunangan dan aku tau kalau dia di sana juga pasti merindukan diri ku. Setelah menemukan tempat duduk yang nyaman aku dan dea pun duduk dan mulai makan.


"Syah" kata dea kepada ku sambil melihat ke arah lain.


"Apa" kata ku kepada dea sambil terus memakan makanan yang baru saja aku beli.


"Ngak" kata ku kepada dea sambil meminum minuman ku.


"Kenapa?" Kata dea kepada ku ya aku rasa dia mulai penasaran.


"Tadi Roy nelfon terus bilang kalau dia gak enak badan ya sudah deh jadinya kita gak jadi yang mau jalan jalan keluar" kata ku kepada dea.


"Kamu gak telfonan atau mengirim pesan gitu sama Roy?" Kata dea kepada ku.


"Ngak dia bilang dia butuh istirahat jadi dia matiin hpnya gitu" kata ku kepada dea lagi lagi dea menanyakan banyak hal kepada ku dia sudah seperti reporter saja.


"Oh gitu, oiya kalau dia seumpamanya bohong sama kamu kalau dia itu gak sakit tapi lagi keluar apa yang bakal kamu lakuin?" Kata dea kepada ku pertanyaannya membuat ku melihat ke arah dea sambil mengerutkan dahi.


"Maksudnya gimana?" Kata ku kepada dea ya jujur saja aku tak begitu mengerti dengan kata katanya.


"Gini Syah seumpamanya ya cuman seumpamanya aja loh ya Syah, kan Roy bilang ke kamu kalau dia sakit terus gak bisa keluar sama kamu tapi dia itu gak sakit tapi malah keluar sama cewek lain ya lebih tepatnya selingkuhannya terus apa yang kamu lakuin?" Kata dea kepada ku.


"Ya gak ngapa ngapain dia bisa selingkuh kenapa aku gak bisa selingkuhi dia. Gini de aku gak masalah dia mau selingkuh toh aku juga bisa selingkuhi dia apa pun yang dia lakukan di belakang ku ya pokoknya ngehianatin aku di belaknag ku aku juga bisa ngelakuin hal yang sama dia belakangnya" kata ku kepada dea.


"Coba deh kamu lihat ke belakang kamu" kata dea kepada ku sambil menunjuk ke arah ku.


"Emangnya ada apa?" Kata dea kepada ku

__ADS_1


"Udah deh liat aja" kata dea kepada ku.


Setelah itu aku pun melihat ke arah belakang ku dan seketika mata ku terbuka lebar hati ku mulai sakit dan rasanya aku tak percaya dengan apa yang baru saja aku lihat dan hal ini sudah terjadi untuk yang ke dua kalinya oleh laki laki yang aku sayangi dan aku cintai. Aku pun mengambil hp ku dan mulai mengambil foto dan juga tak lupa aku mengabadikan nya dengan Vidio ya ini untuk membuktikan kalau dia bukan lah laki laki yang baik dia hanyalah bajin***n bagi ku.


"Syah kamu gak papa kan?" Kata dea kepada ku dia terlihat tampak khawatir.


"Iya gak papa kok de sabtai aja de aku sudah biasa dan ini bukan yang pertama kalinya jadi udah lah gak usah khawatir de. Dia bisa gitu aku juga bisa gitu" kata ku kepada dea sambil tersenyum ke arah dea ya mengapa tidak jika dia bisa menyelingkuhi diri ku maka aku juga bisa menyelingkuhi dirinya.


"Terus gimana sama hubungan kamu, dia dan kamu kan sudah tunangan Syah?" Kata dea kepada ku.


"Gampang aku tinggal kasih bukti yang baru aja aku ambil ke ayah sama ibu dan juga ke dua orang tua ya Roy" kata ku kepada Dea


"Iya sih betul juga kata mu, ya sudah sekarang kita mau kemana atau kamu pengen pulang?" Kata dea kepada ku.


"Masih jam delapan kita jalan jalan aja yuk siapa tau nantik di jalan aku ketemu cowok" kata ku kepada dea.


"Iya iya ya sudah ayo" kata dea kepada ku.


Aku dan dea pun berjalan menuju ke arah parkiran untuk mengambil motor dea yang tak jauh dari kami memarkirnya. Setelah selesai mengambilnya kami pun melanjutkan untuk berjalan jalan mengelilingi kota Bondowoso ya aku menikmati perjalanan ini toh buat apa memikirkan hal yang tak perlu ku pikirkan biarkan saja dia menikmati malam ini dengan selingkuhannya. Dia bisa melakukan hal tersebut maka aku juga bisa berselingkuh di belakangnya dia belum mengetahui siapa diri ku yang dulu jadi dia bisa melakukan hal itu di belakang ku. Ya sudah lah aku tak perlu memikirkan hal ini lagi yang sekarang harus aku fikirkan adalah kebahagian ku ya itu lah yang terpenting saat ini.


****


Setelah mengetahui hal tersebut aku pun mulai berubah ya sifat dan sikap ku kepada Roy mulai berubah yang awalnya aku perhatian, penuh kasih sayang aku pun mulai berubah menjadi sering diam dan cuek kepada Roy ya aku melakukan hal itu karena aku sudah tak mempunyai perasaan apa apa lagi terhadap Roy. Sampai detik ini aku masih berstatus menjadi tunangannya ya aku tak mengatakan apa pun kepada ke dua orang tua ku karena aku ingin tau siapa dia sebenarnya. Sebagian**n dan sebej*t apa dirinya. Dan ibu ku barusan memberitahukan kepada ku kalau Roy ada di depan dan sedang menunggu ku dengan sangat sangat malas aku bangun dari tempat tidur ku dan berjalan ke arah ruang tamu dan betul saja dia ada di sana. Aku pun menghampirinya tapi duduk bersebrangan dengannya dulu biasanya aku selalu duduk di dekatnya tapi tidak untuk sekarang aku duduk dan sambil memainkan hp ku ya aku duduk sambil mengirim pesan dengan pacar pacar ku yang lainnya tanpa mempedulikan dirinya.


"Yank kamu kenapa kok kayaknya berubah banget belakangan ini?" Kata Roy kepada ku.


"Gak papa kok" kata ku kepada Roy dengan mata yang masih menatap hp dengan serius tanpa mempedulikan dirinya.


"Dan kenapa kamu duduk di sana biasanya kalok aku datang kamu selalu duduk di samping ku. Tapi bebberapa Minggu belakangan ini kamu selalu ngejauh dari aku terus kamu lagi sibuk apa sih dari tadi main hp terus emangnya kamu ngirim pesan sama siapa sih?" Kata Roy kepada ku tapi aku terus mengirim pesan dengan teman teman ku dan juga pacar pacar ku yang lainnya.


"Gak papa" kata ku kepada Roy tanpa mempedulikan dirinya.


"Kamu kenapa sih kok berubah gini kalau ada masalah coba bicarain baik baik doank yank jangan seperti ini. Kalau ada masalah bicarain cobak kamu gak pengen apa hubungan kita langgeng Sampek kakek nenek?" Kata Roy kepada ku.


"Aku mau tanya sama kamu" kata ku kepada Roy sambil melihat ke arahnya.


"Iya tanyak aja yank gak usah bilang dulu" kata Roy kepada ku.


"Pernah ngak sebelumnya kamu bohongin aku?" Kata ku kepada Roy


"Ya gak pernah lah yank" kata Roy kepada ku.


"Oke terus pernah ngak kamu selingkuhi aku?" Kata ku kepada Roy


"Aku gak pernah bohongin kamu yank apa lagi selingkuhi kamu itu gak mungkin yank" kata Roy kepada ku.


"Oh gitu" kata ku kepada roy sambil mengangguk anggukan kepala ku

__ADS_1


"Iya emangnya kenapa sih yank" kata Roy kepada ku


__ADS_2