Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 09


__ADS_3

Bahkan kata pelayan beberapa hari belakangan ini saat aku tidur panas tubuh ku tak stabil kadang panas badan ku bisa mencapai empat puluh derajat Celsius dan Tristan denga sigap emnhopres diri ku sampai panasnya turun bahkan jika masih tak Turin dia akan terus mengompres diri ku dan tak tidur. Awlanya aku tak percaya tapi aku pernah sekali melihatnya samar samar dia terlihat tampak khawatir sekali dengan diri ku. Tapi sekarang aku sudah sembuh. Aku berjalan ke luar ya lebih tepatnya ke balkon rumaha ku menghirup udara segar yang sudah aku annti nangikan sejak beberapa hari yang lalu ya karena udara di dalam kamar sangat pegap dan juga membuat ku jegah.


"Ngapain kamu di luar?" Kata Tristan kepada ku.


"Oh aku lagi hirup udara habis bosen banget aku di kamar ya udah deh aku keluar, rasanya tu lega banget" kata ku kepada tristan sambil.melihat ke arahnya dan tersenyum ke arah tristan


"Ayo masuk kamu belom sembuh total loh" kata triatan kepada ku


"Tapi aku bosen di kamar terus aku di sini dulu deh bentar, sumpah aku bosen banget di kamar apa lagi yang di lihat hanya itu itu aja kan jadinya aku bosen, dan juga jegah kapan aku yang mau sembuh kalok aku kebosanan di dalam kamar " kata ku kepada tristan sambil.memasang wajah cemberut ke arahnya ya agar dia tak memaksa ku masuk ke kamar karena aku benar benar sangat bosan di kamar.


"Oke oke, tapi jangan lama lama ya, aku gak mau kamu sakit" kata Tristan kepada ku.


"Oke siap" kata ku kepada triatan sambil bersikap hormat ke arah Tristan, saat melihat ku begitu Tristan tersenyum.dan embgacak acak rambut ku.


"Jangan di berantain donk, sini duduk bareng aku, ya itu pun kalok kamu gak ada kerjaan sih" kata ku kepada tristan sambil menunjuk kursi kosong yang ada di samping ku.


"Oke, gak ada kok semua perkerjaan ku sudah selesai" kata Tristan kepada ku sambil duduk di kursi kosong sebelah ku.


"Oh gitu" kata ku sambil mengangguk kan kepala ku dan melihat ke arah depan lagi.


"Boleh aku tanya sesuatu?" Kata Tristan kepada ku, aku pun menoleh ke arahnya dan melihatnya.


"Iya boleh tanya aja" kata ku kepadanya.


"Kapan kamu mau jawab pertanyaan ku" kata Tristan kepada ku dan kata katanya tambah membuat ku bingung ya karena dia tak mengajukan pertanyaan tapi dia meminta jawaban kepada ku.


"Pertanyaan?" Kata ku kepadanya dengan melihatnya dengan tatapan bingung. Dia hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum ke arah ku.


"Memangnya pertanyaan apa? Kamu bahkan belum tanya apa apa ke aku" kata ku kepada tristan.


"Pertanyaan soal.perasaan ku ke kamu" kata triatan kepada ku dan ya aku langsung mengingatnya.


"Oh itu" kata ku kepadanya sambil.emnundukan kepala ku dan melihat ke arah lain.

__ADS_1


"Kenapa?" Kata Tristan kepada ku.


"Aku masih gak bisa jawab pertanyaan kamu, mungkin nanti kalok aku sudah siap baru aku jawab gak papa kan?" Kata ku kepada tristan ya aku mengatakannya sambil.emnatapnya dengan tatapan tak enak ya karena aku merasa bersalah kepadanya.


"Iya gak papa kok" kta Tristan kepada ku bahkan dia sambil tersenyum.kepada ku.


"Makasih, hmmm... boleh aku tanyak sesuatu?" Kata ku kepada tristan.


"Silahkan" kata triatan kepada ku sambil mengubah duduknya dengan menghadap diri ku.


"Apa yang buat kamu jatuh cinta sama aku?" Kata ku kepada tristan ya aku penasaran akan hal itu.


"Aku juga gak tau apa yang buat aku jatuh cinta sam akamj, tapi yang pasti saat pertama kali liat kamu aku sudah suka sama kamu, dan aku juga langsung menyadarinya kalau aku itu jatuh cinta ke kamu. Jujur di.mana pun kamu berada di situ pun aku berada, bukan niat ku buat ngikutin kamu Kana pun kamu berada tapi aku entah kenapa selalu pengen liat kamu dimana pun kamu berada. Aku tau kamu mungkin gak percaya sama ucapan ku tapi jujur aku tulus cinta dan sayang Sam akamu. Bahkan kamu adalah wanita pertama yang aju bawa ke makam Mama dan papa ku dan aku kenalin ke mereka" kata triatan kepada ku saat dia berbicara dia menatap ku seakan akan dia emngatakan semuanya dengan sungguh sungguh.


"Kenapa kamu hanya bawa aku ke makam Mama dan papa kamu, memangnya sebelumnya kamu gak punya pacar? Tapi mustahil bagi seorang triatan yang tampan, gagah, dan juga kaya raya gak punya pacar, di luar sana pasti ada beribu ribu wanita yang nunggu kamu buat ngajak mereka nikah. Bahkan tanpa pikir panjang mungkin mereka akan langsung setuju saat kamu ngajak wnaita wnaita itu menikah" kata ku kepada tristan.


"Karena hanya kamu yang tulus dan aku juga cinta sama kamu. Terus kenapa kamu gak mau aku ajak kamu menikah kalau wanita di luar sana antri buat aku ajak nikah mereka?" Kata Tristan kepada ku


"Tulus? Memangnya yang lainnya ngak gitu? Karena aku masih butuh waktu untuk memikirkan semua itu. Menurut ku pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan gak bisa di buat main maindan kamu tau aku hanya pengen menikah satu kali buakn berkali kali maka dari karena itu aku butuh waktu buatenjawab pertanyaan kamu. Karena aku gak akan langsung jawab ya saat akmu ngajak aku menikah karena yang jalanin ini semua kita berdua saat menikah bukan harta kamu atau pun orang lain" kata ku kepada tristan


"Walau pun itu sangat lama?" Kata ku kepada triatan


"Ya walau pun itu satu tahun, dua tahun atau pun lima tahun sekali pun aku bakalan pasti nunggu kamu sampai kamu siap" kata Tristan kepada ku dari tatapannya dia terlihat sungguh sungguh aku tersenyum.ke arahnya entah apa yang benar benar mbuatnya jatuh cinta kepada ku aku tak tau perasaanya itu asli atau tidak kepada ku tapi aku bisa melihat dari matanya kalau semuanya tulus dia ucapkan kepada ku


"Kalok aku pas mau jawab sepuluh atau dua puluh tahun lagi gimana? Atau lima puluh tahun lagi gimana? Apa kamu masih mau nunggu aku?" Kata ku kepada triatan


"Sampai kapan pun aku bakalan nunggu kamu mau pun itu seratus tahun lagi atau di kehidupan berikutnya" kata triatan kepada ku.


Aku tak menjawab pertanyaannya aku hanya tersenyum dan melihat ke arah lain. Entah lah tapi aku hanya bingung saja ya aku bingung dengan perasaan ku. Aku tak tau bagaimana perasaan ku kepadanya sedangkan dia tak mau menyerah dengan perasaannya sudah lah lebih baik aku tak. memikirkan itu dulu aku harus fokus emnyembuh kan badan ku ini dulu ya itu harus.


****


Tak terasa sudah satu bulan berlaku dan ya aku audah baik baik saja bahkan sangat baik. Mulai aku sembuh dan sampai detik ini triatan selaku menemani ku kemana pun aku ingin pergi dan ya sekarang kami ada di pulau Jeju kami sedang menikmati suasana pantai di sini. Bahkan di sini dia mempunyai vila ya meskipun begitu banyak wanita wanita di sini yang melihatnya dengan tatapan lapar. Ya bahkan saat aku dan Tristan melewati mereka seakan akan wanita wanita itu ingin menerkam Tristan sampai habis entah lah aku tak tau tapi saat melihat ku rasanya ku ingin sekali menghajar wanita wanita itu satu persatu tapi aku sadar aku bukan lah kekasih triatan kalau wanita wanita itu menanyakan kepada ku siapa dirii ku aku hanya bisa diam dan itu pasti akan membuat ku di permalukan.

__ADS_1


Sebulan ini Tristan selaku ada di samping ku apa oun yang aju mau dia selaku berikan kepada ku bahkan dia sangat romantis kepada ku entah lah tapi selama satu bulan ini hl hal indah selalu terjadi kepada ku dan sekarang aku sedang mandi dan bedispa siap ya katanya triatan ingin mengajak ku dinner makan malam berdua saja di pinggir pantai. Setelah selsai bersiap siap aku duduk di pinggir ranjang. Setelah satu bulan belakangan ini jujur saja aku sudah mempunya perasaan kepada tristan ya karena sikap dna ketulusannya aku menjadi luluh dan juga menjadi suka kepadanya. Entah kapan aku menyadarinya tapi saat ada wanita lain di sampingnya atau melihatnya aku rasanya ingin marah dan juga menjauhkan wanita wanita itu dari Tristan. Bahkan di saat dia tak ada aku pasti akan mencarinya entah lah aku seprti audah terbiasa dengan perhatian dan juga kehadirannya di samping ku. Sehingga saat ini aku tak bisa jauh jauh dari triatan. Dan ya mulai itu aku sadar kalau aku audah jatuh cinta pada laki laki yang selalu ada untuk ku itu. Selalu ada di saat aku susah mau pun senang.


Tiba tiba pintu di ketuk dengan anggun aku berjalan ke arah pintu dna ya itu adalah triatan dia bertanya kepada ku apa kah aku audah siap aku oun menganggukan kepala dia memberikan tangannya ke arah ku. Aku oun menerima uluran tangannya.


Setelah itu kita pun berjalan ke arah mobil yang sudah di siap kan oleh Tristan. Tak lama kemudian kami pun sampai di tempat yang akan kita pakai untuk dinner berdua. Tristan membuka kan pintu mobil untuk ku setelah itu kami berdua pun masuk ada seorang pelayan yang mendekati kami Tristan langsung mengatakan soal reservasi yang sudah dia lakukan sejak bebebrapa hari yang lalu. Setelah itu kami pun duduk dan hidangan pembuka pun mulai di hidangkan Tristan menyuruh ku untuk memakan nya aku pun memakannya. Setelah itu hidangan utama pun di sajikan setelah hidangan pembuka selesai kami makan sampai habis ya makanan utama yang di sajikan kali ini cukup banyak, seperti steck dan juga bebebrapa menu lainnya aku pun memakannya ya karena sudah sangat lapar tak sampai setengah jam semua makanan pun ludes tanpa tersisa sedikit pun. Tristan tampak tak keberatan ya karena sejak tadi makanan makanan itu Tristan yang menyodorkannya ke piring ku ya dengan senang hati aku pun langsung memakannya tanpa berfikir panjang karena rasanya pun juga enak. Dan juga snagat lezat.


Setelah selsai memakan makanan utama makanan bidang penutup pun di antar kan ya hidangan kali ini hanya lah es krim dan ini adalah es krim kesukaan ku ya es krim rasa vanila.


"Dev?" Kata Tristan kepada ku


"Iya apa?" Kata ku kepada tristan sambil melihat ke arah Tristan dan menyuapi es krim ke mulut ku sendiri.


"Makasih sudah mau makan malam bareng sama aku" kata Tristan kepada ku sambil memegang sebelah tangan ku yang ada di meja.


"Iya, lagi pula kebetulan aku juga gak ada kerjaan kok di rumah" kata ku kepada tristan sambil tersenyum ke arah Tristan


"Makasih ya aku cinta banget sama kamu Dev" kata Tristan kepada ku aku pun tersenyum ke arah Tristan.


"Aku juga cinta sama kamu" kata ku kepada tristan dengan nada malu malu. Ya aku memang sedikit malu karena dengan berani mengungkapkan perasaan ku kepada tristan


"Apa kata mu?" Kata Tristan kepada ku dia terlihat kaget dan juga tak percaya dengan ucapan ku.


"Aku juga cinta sama kamu" kata ku kepada tristan sambil melihatnya.


"Kamu serius kan sama ucapan kamu, dan kamu juga gak main main kan sama perasaan kamu?" Kata Tristan kepada ku tampaknya dia masih tak percaya aku pun menaruh sendok yang aku pegang sejak tadi dan melihat ke arah Tristan dengan serius.


"Gak Tan aku serius dengan perkataan ku dan juga apa yang aku ucapakan itu gak marn maen. Karena aku sudah sadar kalau aku juga sayang dan juga cinta sama kamu" kata ku kepada tristan. Aku rasa wajah ku sekarang sudah cukup merah karena triatan terus menanyakan tentang perasaan ku kepada tristan


"Ahhhhhh aku seneng banget" kata Tristan kepada ku bahkan dia langsung berlari ke arah ku dan mengendong ku dan membuat putaran dengan tubuhnya dan juga tubuh ku entah lah tapi dia terlihat snagat senang dan juga bahagia. Tapi ini juga membuat ku sangat pusing.


"Tristan aku pusing udah berhenti jangan berputar putar donk" kata ku kepada triatan.


"Oh iya iya maaf ya habis aku bahagia banget" kata triatan kepada ku sambil menurunkan diri ku

__ADS_1


"Hah kamu ini mau buat aku mabuk ya" kata ku kepada atriatan sambil emmegang kepala ku ya akibat putaran yang dilakukan Tristan membuat ku sedikit merasa pusing dan juga mulai.


__ADS_2