
( Alecia )
Hari ini adalah hari keberangkatan ku ke Kanada ya Amelia juga di sini. Amelia sekarang sering menginap di rumah jadi aku tak bosan saat tak ada di di rumah. Setelah selesai membereskan barang barang ku aku pun keluar dari kamar saat di luar Amelia dan bryan pun juga sudah siap dengan barang barang yang akan di bawanya.
"Oke sudah siap semua?" Kata Amelia kepada ku dan bryan kami berdua pun menjawab dengan anggukan.
"Oke kalau gitu ayo kita jalan" kata amelia berjalan keluar rumah ku.
"Ma pa Al jalan dulu ya" kata ku kepada Mama dan papa
"Iya hati hati di sana dan pilih yang bisa buat kamu bahagia" kata Mama kepada ku
"Pasti ma" kata ku kepada Mama.
Setelah itu bryan pun berpamitan dengan Mama dan papa ku. Kami pun jalan ke luar saya sampai di luar aku kaget karena crisan dan teman temannya ada di depan. Aku melihat ke arah bryan begitu pun Djuga dengan bryan. Crisan menghampiri ku sambil membuka kaca mata hitam yang bertengger manis di hidungnya.
"Ayo naik mobil ku" kata crisan kepada ku sambil ingin mencoba mengambil koper ku tapi aku mencegahnya.
"Gak usah aku naik mobil bryan aja. Ayo" kata ku kepada crisan sambil menarik tangan bryan menjauh dari crisan dan langsung masuk ke dalam mobilnya
Sepanjang perjalanan ke bandara aku hanya diam saja tanpa kata ya karena aku bingung harus mengatakan apa. Aku merasa tak nyaman dengan bryan ya aku merasa bersalah kepadanya dia sudha baik sekali kepada ku bahkan aku sudah menerima dirinya sebagai kekasih ku tapi akhirnya dia harus kembali berjuang untuk cinta ku ya ini semua salah ku. Karena aku tidak dapat konsisten dengan kata kata dan juga perasaan ku. Aku melajukan itu karena aku sendiri tidak tau bagaimana perasaan ku sekarang kepada crisan. Entah lah aku bingung apa yang harus aku lakukan aku tak ingin terus menyakiti bryan dia laki laki baik apa lagi keluarganya. Aku pun melihat cincin yang snagat indah masih bertengger manis di jari hari manis ku. Aku bingung apa aku harus mengembalikannya kepada bryan atu tidak ya karena aku juga tak tau bagaimana hubungan kami sekarang.
Tak lama kemudian kami pun sampai di bandara bryan membantu ku membawakan koper ke tempat pemeriksaan setelah dia menaruh koper ku di te.oat pemeriksaan kami pun langsung ke arah loket. Setelah menunggu cukup lama akhirnya ada pemberitahuannya kalau pesawat yang akan kami tumpangi akan berangkat lima menit lagi akhirnya kami semua pun langsung menuju orsawat. Saat di dalam pesawat aku duduk dengan Amelia ya karena aku tak mau bryan dan crisan berdebat lagi jika aku duduk dengan salah satu di antara mereka dan akhirnya aku aman bisa duduk dengan Amelia.
Perjalanan kali ini terasa sangat lama sekali bagi ku ya bagaimana tidak perjalanan ini di dasari dengan merebutkan cinta ku yang aku sendiri tidak tau untuk siapa cinta ku ini sebenarnya. Aku lelah bahkan saat di pesawat aku malas untuk makan ya meskipun sudah sejak pagi aku masih belum makan entah lah tapi selera makan ku hilang seketika.
Jika di tanya bagaimana perasaan ku kepada bryan aku pasti akan diam ya karena aku tak tau bagaimana perasaan ku kepadanya tapi di saat aku bersama dengan bryan aku merasa sangat aman dan juga nyaman. Dan jika di tanya bagaimana perasaan ku dengan crisan aku pasti menggelengkan kepala dan menjawab tidak tau ya karena aku memang tidak tau bagaimana perasaan ju setelah enam tahun berlalu di saat dia ada di dekat ku rasanya perasaan ku bercampur aduk. Rasanya aku ingin marah, menangis, dan juga bahagia entah lah mungkin benar kata Amelia aku akan menemukan jawabannya nanti jika aku sudah melihat siapa yang paling memperhatikan diri ku saat di Kanada nanti.
Akhirnya kami pun sampai di Kanada dan kami tinggal di sebuah vila yang sudah di sewa oleh bryan vila itu sangat nyaman dekat dengan pantai jadi di saat aku bosan aku bisa langsung ke pantai untuk menenangkan diri ku. Dan kebetulan bryan memberikan sebuah kamar yang snagat indah untuk ku ya kamar itu ada sebuah kaca yang snagat besar tepat di depan tempat tidur ku menghadap ke arah laut itu membuat ku tenang.
Karena memang merasa lelah akhirnya aku memutuskan untuk mandi setelah selesai aku pun langsung tidur siang ya karena badan ku sangat letih begitu pun dengan batin ku.
Saat aku bangun ternyata hari sudah pagi ya karena kemarin aku tidur sudah cukup malam. Aku pun bangun dan langsung berendam di kamar mandi. Setelah selesai aku pun langsung keluar dan bersiap siap setelah selesai dengan urusan diri ku aku pun keluar dari kamar saat sampai di depan pintu aku melihat dua buket bunga berbeda ya satu bunga dari crisan adalah bunga mawar merah sedangkan satunya adalah bunga kesukaan ku bunga lavender dan ya bunga lavender ini dari bryan. Aku langsung membawa masuk dan meletakkan bunga itu di meja yang tak jauh dari ranjang. Aku pun melanjutkan jalan ku saat sampai di dapur ternyata semua orang sudah berkumpul aku pun duduk di dekat Amelia.
Saat makan bryan memberikan ku burger aku pun mengambilnya dan langsung emmakannya ya dia masih ingat makanan ke sukaan ku sedangkan crisan dia memberikan ku roti yang sudah di isis dengan selai coklat di piring ku. Karena aku tak begitu suka dengan roti jadi aku memakan burger yang bryan berikan kepada ku. Bahkan saat aku tersedak pun bryan langsung memberikan minumannya kepada ku ya tentunya begitu oun dengan crisan.
Setelah selesai makan aku dan amrlia berjalan jalan ke pantai ya rencanannya hari ini aku ingin berenang. Saat sampai di pantai aku pun langsung berenang bersama dengan Amelia setelah merasa cukup aku pun langsung ke pinggir pantai di sana bryan memberikan ku rs kepala sedangkan crisan memberikan ku jus jeruk. Aku tak meminumnya ya karena yang aku inginkan sekarang aku hanya ingin rs krim coklat. Amrlia pun membelikannya untuk ku. Tak lama kemudian dia sudah memegang dua rs krim coklat di tangannya aku pun langsung memakannya. Cukup lama aku berbaring di pinggir pantai akhirnya aku pun memutuskan kembali ke vila ya karena matahari sudah tepat di atas kepala. Aku tak tau dimana crisan mungkin dia sedang tidur sedangkan bryan dia menghampiri ku dan memberikan ku payung katanya agar aku tak kepanasan aku pun menerimanya. Saat sampai di kamar aku langsung membilas badan ku dengana Ir dingin di kamar amndi setelah selesai aku pun Menganti baju dan berbaring di tempat tidur. Tak lama kemudian pintu kamar ku terbuka ternyata Amelia masuk aku pun menyuruhnya untuk berbaring bersama dengan ku.
"Mel" kata ku kepada Amelia
"Hmmm apa?" Kata Amelia kepada ku smabil membaca majalah yang baru saja di ambilnya di meja.
__ADS_1
"Menurut mu siapa yang harus aku pilih?" Kata ku kepada Amelia
"Itu semua terserah kamu Al" kata Amelia kepada ku.
"Tapi aju bingung" kata ku kepada Amelia.
"Gini aja liat bagaimana sifat dan sikap mereka ke kamar mulai dari bandara sampai pulang nantik. Kamu akan tau dan jika salah satu di antara mereka bisa buat kamu nyaman pilih orang itu. Jangan pilih berdasarkan siapa yang kenal lebih dulu atau cinta terlebih dahulu. Karena gak semua orang di masa lalu akan membuat kebahagiaan yang sama untuk ke dua kakinya dan orang baru belum tentu akan membuat penderitaan atau kebahagian yang sama juga.' kataa Amelia kepada ku
"Maksudnya?" Kata ku bingung drngan ucapan Amelia.
"Sudah lah nantik kamu juga bakalan ngerti ucapan ku tunggu satu bulan lagi" kata Amelia kepada ku.
"Oke, tapi Mel kalau dari sudut pandangan kamu siapa yang paling perhatian dan pengertian ke aku?" Kata ku lagi kepada Amelia.
"Bryan" kata Amelia kepada ku dengan mata yang masih tertuju kepada buku majalahnya.
"Kenapa bisa bryan?" Kata ku kepada Amelia.
"Banyak hal yang kamu anggap sepele tapi itu bermakna besar sekali untuk suatu hubungan" kata Amelia kepada ku
"Contohnya?" Kata ku kepada Amelia.
"Apa itu cukup buat kebagian ku" kata ku kepada Amelia
"Tentu aja ngak semua itu hanya 2% dari semua hal yang kamu butuhkan untuk kebahagian kamu Al" kata Amelia kepada ku smabil menutup buku majalahnya.
"Hanya dua persen kok dikit amat" kata ku kepada Amelia
"Ya karena yang paling besar belum di lakuakn" kata Amelia kepada ku
"Apa itu?" Kata ku kepada Amelia
"Pengorbanan" kata Amelia kepada ku dia pun langsung berdiri dan keluar dari kamar ku.
Saat Amelia keluar aku bingung dengan kata kata terakhirnya ya bagaimana tidak apa sebuah cinta harus melakukan pengorbanan . Apa iya entah lah aku bingung sebaiknya aku tidur mungkin aku harus menunggu sampai satu bulan ke depan siapa tau dari mereka bisa menaklukkan hati ku dengan cara mereka sendiri.
Saat aku bangun hari sudah sore aku pun membasuh muka ku dan langsung keluar saat di luar keadaan sangat sepi bahkan aku tak melihat seorang pun. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi jalan jalan ke pantai saat di pantai aku melihat crisan dan teman temannya srdnag beroesata entah lah apa yang mereka pestakan. Aku pun menjauh dari kerumunan itu setelah cukup jauh dan menemukan tempat duduk aku pun duduk sambil menikmati pemandangan dan juga angin di sore hari. Tiba tiba bryan datang dan duduk di samping ku.
"Sudah bangun?" Kata bryan kepada ku aku pun menjawab dengan anggukan saja.
"Kamu pengen apa biar aku belikan" kata bryan kepada ku
__ADS_1
"Gak aku gak pengen apa apa. Aku hanya ingin ngeliat pemandangan aja. Aku males yang mau ngelakuin apa apa" kata ku kepada bryan.
"Mau es krim coklat?" Kata bryan menawarkan sebuah es krim kepada ku
"Gak lah makasih, oh iya kamu liat Amelia ngak?" Kata ku kepada bryan.
"Tadi aku ketemu dia katanya dia masih mau belanja baju baju sebentar mumpung sudah Sampek di sini soalnya di gak bawa baju banyak" kata bryan kepada ku.
"Belanja dia kok gak bangunin aku malah belanja sendiri" kata ku kesal ya aku kesal amrlia tak mengajak ku belanja dia malah meninggalkan ku sendiri di sini dengan bosan.
"Kamu pengen belanja ayo kita ke mall dan belanja" kata bryan kepada ku
"Gak makasih biar deh lain waktu aja" kata ku kepada bryan.
"Oke," kata bryan kepada ku smabil mengangguk anggukan kepalanya.
"Kamu gak ikutan pesta sama crisan?" Kata ku kepada bryan
"Gak itu pesta dia buat khusu untuk teman temannya yang Dateng ke sini. Aku mau ikut pesta yang di buat sedangkan aku dan dia sepeti air dan juga mintak yang gak bisa bersatu jadi mustahil kalau aku ikut di dalam pesta yang dia buat" kata bryan kepada ku.
"Oh terus kamu ngapain aja dari tadi?" Kata ku kepada bryan
"Gak ngapain ngapain aku duduk duduk di balkon kamar vila ku karena bosana ku jalan jalan deh ke pantai pas nyampek aku kelihatan kamu duduk duduk sendirian jadi aku samperin kamu deh" kata bryan kepada ku.
"Maaf ya" kata ku kepada bryan.
"Kenapa harus minta maaf kamu kan gak punya salah apa apa ke aku" kata bryan kepada ku
"Aku punya salah yang besar banget sama kamu yan' kaya ku kepada bryan.
"Apa itu?" Kata bryan tampak bingung
"Maaf sudah buat kamu berjuang untuk yang ke dua kalinya. Padahal aku sudah Nerima kamu jadi kekasih aku dan kamu datang ke Korea buat kenalan dengan keluarga aku tapi. Kamu datang ke sini hanya untuk berjuang kembali buat dapetin cinta aku. Kamu baik banget Yan aku gak tega nyakitin kamu pasti Mama dan papa kamu kalau tau mereka pasti benci banget sama aku. Maaf ya aku sudah nyakitin perasaan kamu dan mempermainkan perasaan kamu" kata ku kepada bryan.
"Merak tau kok" kata bryan kepada ku
"Maksudnya?" Kata ku bingung dengan ucapan bryan
"Mama dan papa tau tentang hal ini beberapa hari yang lalu aku cerita ke mereka dna mereka nyuruh aku berjuang buat dapetin vibta kamu. Mereka gak benci sama kamu kok. Mama, papa dan aku ngerti perasaan kamu Al. Jadi kamu gak perlu merasa bersalah karena kesalahan yang gak kamu buat aku seneng bisa kenal sama kamu ya meskipun aku gak tau siapa yang bakalan kamu pilih nantinya" kata bryan kepada ku.
"Makasih sudah percaya dan baiarin aku buat milih kebahagiaan ku sendiri Yan" kata ku kepada bryan.
__ADS_1