
”dulu mama jodohin aku sama cewek yang gak aku kenal, tapi aku nolak perjodohan itu. Pas waktu kemarin aku nelfon mama kalau aku mau bawa kamu kesana. Mama tu seneng banget tau?” kata alzelfin kepadaku tapi aku tak mengerti dengan ucapannya
“hah hmmm gimana gimana maksudnya satu satu aku gak ngerti.” Kataku kepada alzelfin
“dulu aku di jodohin sama cewek yang gak aku kenal.” kata alzelfin aku menutup mulut alzelfin
“mmm terus?” kataku kepadanya
“ya aku nolak lah. Kan aku ada kamu.” Kata alzelfin kepadaku
“terus kata mama kamu apa tentang kamu yang nolak perjodohan itu?” kata ku penasaran
“ya awalnya mama gak setuju sama penolakanku waktu itu. Pas kemarin aku nelfon mama masik maksa untuk perjodohan itu tapi waktu aku bilang kalau aku mau bawak calon istri aku kesana yaitu kamu mama semangat banget tanyak kapan aku bawa kamu.” Kata alzelfin kepadaku dan itu membuatku dag dig dug
“terus?” kataku masih penasaran
“ya aku bilang kalau habis liburan kita mau kesana.” Kata alzelfin kepada ku
“terus?” kataku lagi karena aku masih penasaran
“ya awalnya mama bilang kalau nyuruh aku cepetan bawa kamu kesana ya aku bilang kalau aku sama kamu masih liburan gitu udah.” Kata alzelfin kepada ku
“oh gitu, tapi aku takut.” Kata ku kepada alzelfin
“takut kenapa?” kata alzelfin
“ya takut mama sam papa kamu gak suka sama aku.” Kata ku kepadanya
“udh mereka pasti suka sama kamu.” Kata alzelfin kepadaku
“iya.” Kataku kepdanya
Setelah itu alzelfin memelukku dan mengatakan kalau dia mencintai aku ya tentu saja aku tak menjawab aku hanya tersenyum kepadanya. Alzelfin mendekat kepadaku dan mencium bibirku
Dia terus mencium bibirku tanpa henti bahkan sampai aku susah untuk bernafas alzelfin melihat kepada ku aku mengerti apa yang maksud aku menganggukan kepala ku lalu dia kembali menyiumku dan leherku tanpa henti, dan tanpa sadar aku sudah tak memakai baju begitu pun dengannya dia terus menciumku tanpa henti bahkan udara yang awalnya dingin mejadi panas bahkan badanku pun berkeringat.
Setelah selesai aku melihat alzelfin dia tertidur karena kelelahan dia memelukku aku melepaskan pelukannya dan bangun lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi karena badan ku sangat lengket karena berkeringat. Aku berendam air hangat saat aku berendam aku melihat keluar jendela karena jendela kamar mandi yang aku tempati langsung mengarah pada kota korea dan juga bintang bintang yang bertebaran menjadi sangat indah.
Saat aku berendam yang aku fikirkan saat ini tentang orang tua alzelfin dan orang tua ku. Aku takut bagaimana kalau orang tua alzelfin tak setuju dengan hubungan ku dan alzelfin lalu menyuruh ku berpisahan dengan alzefin lalu orang tua ku aku masih belum mengatakan pada mereka kalau aku mempunyai kekasih dan ingin melamarku untuk menjadi istrinya memikirkan semua ini membuat kepalaku menjadi pusing.
Setelah selesai aku keluar dari bak mandi dan membilas badanku dengan air dingin. Setelah selesai aku aku berpakaian dan keluar dari kamar mandi saat aku keluar aku melihat alzelfin masih tertidur di atas ranjang setelah itu aku mengeringkan rambut setelah selesai aku memakai sedikit cream wajah lalu mencepol asal rambutku. Setelah selesai aku ingin tidur tapi aku tak bisa memejamkan mata entah mengapa aku menganti baju dan
memakai jaket lalu keluar dari kamar. Saat sampai di lobi aku keluar berjalan jalan di sekeliling hotel udara di luar cukup dingin lumayan jauh aku berjalan dari hotel aku terus berjalan entah aku akan kemana tapi pikiranku saat ini
sangat jenuh dengan berbagai pikiran. Entah mengapa ini semua membuatku lapar aku pergi ke sebuah kedai yang menjual sushi karena tadi aku sempat membawa uang dan juga hape saat pergi. Saat pesanan ku datang aku langsung memakannya tapi entah mengapa tapi aku tak berselera untuk makan pikiranku terlalu jenuh aku tak tau juga kenapa tapi aku sangat jenuh dan bosan aku memesan sambal yang super duper pedas aku memakannya dengan sambal itu. Setelah selesai makan aku pun kembali berjalan entah berapa lama aku berjalan tapi aku sudah sampai di pasar Myeongdong saat aku melihat jam di tangan ternyata sudah jam 12 malam tapi disini masih sangat ramai aku masuk ke beberapa toko kosmetik dan beberapa toko baju entah mengapa saat selesai membeli beberapa barang pikiranku mulai sedikit enakkan aku tadi memebeli parfum, kosmetik, obat diet, dan juga beberapa baju fasion bahkan disini juga bisa di tawar dan semua barang yang aku dapatkan jauh lebih murah dari pada waktu itu yang aku beli di toko.
Setelah selesai berbelanja aku memberhentikan taxi karena sekarang sudah jam 3 pagi aku harus kembali ke hotel aku takut kalau alzelfin bangun dan membuat kegaduhan dengan membangunkan ratna dan Jason untuk mencariku sekitar setengah jam taxi yang aku tumpangi pun sampai di hotel saat aku turun dari taxi alzelfin,ratna,dan Jason sudah menyerbuku
__ADS_1
“sya kamu dari mana ajah, kamu tau aku khawatir tau?” kata ratna saat sampai di depanku
“aku tadi.” Kata ku tapi terhenti karena alzelfin sudah menyambar dulu
“kamu dari mana kamu tau aku nelfon kamu tapi gak di angkat sama kamu.” Kata alzelfin aku pun mengeluarkan hand phone di saku ku ternyata benar ada panggilan dari alzelfin 100 dari ratna dan Jason 50 panggilan
“maaf tadi aku belanja nih.” Kataku kepada merek
“belanja kemana kan bisa besok?” kata alzelfin
“ke pasar Myeongdong.” Kataku kepada alzelfin, Jason dan ratna
“itu kan jauh.” Kata mereka bertiga berbarengan
“iya tadu pikiran ku jenuh jadi aku jalan jalan deh eh gak taunya nyampek kesana, oiya nih rat tadi aku beliin ini buat
kamu ada baju sama kosmetik.” Kataku kepada ratna karena tadi aku sempat membelikan beberapa baju dan kosmetik untuk ratna
“sya aku ini gak butuh seperti ini sya, aku khawatir banget sama kamu tau, bisa bisa aku lahhiran belum waktunya gara gara kamu buat aku khawatir terus.” Kata ratna marah kepada ku
“iya maaf deh, aku gak bakalan ulangin lagi.” Kata ku kepada ratna karena aku merasa bersalah kepadanya membuat ratna khawatir.
“ya sudah masuk ayo besok masih mau jalan ngak nih.” Kata ratna
“iya donk, ya sudah ayo.” Kata ku kepada mereka
Setelah itu alzelfin mengandeng tanganku saat sampai di kamar hotel aku langsung menaruh barang barang yang aku beli di sofa dan akan membereskannya besok saja. Setelah itu alzelfin memeluk diriku dari belakang dan menaruh kepalanya di bahuku
“iya maaf aku gak bakalan ngulangin lagi.” Kata ku kepada alzelfin
“iya sudah ayo tidur?” kata alzefin
“iya ayo.” Kataku kepada alzelfin
Setelah itu aku menganti baju lalu tidur alzelfin memeluk diriku dengan sangat erat katanya biar aku tidak lari lagi. Setelah itu aku pun tertidur
Sekitar jam 10 aku baru bangun karena kemarin malam kelelahan begitu pun dengan ratna akhirnya kami pergi ke tempat yang kami rencanakan sedikit siang. saat sampai di Bomun Pavilion Gyeongju di sepanjang jalan banyak sekali gazebo kecil yang mengelilingi danau di tengan tengah dan di danau itu banyak sekali anak bebek yang sangat lucu lucu dan lebih beruntungnya aku sekarang bunga sakura sedang bermekaran beberapa bunganya
rontoh sesekali ketika angin berhembus aku dan alzelfin duduk di sebuah gazebo di tengah tengah danau sedangkan ratna dan Jason mereka sedang berkeliling sekitar 3 jam kami dsana kami menuju ke tempat selanjunya yaitu Seomjin river train village Karena tak begitu jauh dari wisata kami yang pertama jadi kami baik taxi sekitar 30 menit saja saat sampai kami di suguhi dengan berbagai macam bunga dan di tengah tengah ada rel kereta apa yang sesekali lewat kata penduduk di sekitar sini kereta api bertenaga uap dalam satu hari akan beroperasi 5 kali jadi kami memutuskan untuk menaiki lokomotif tersebut tapi sebelum itu kami membeli karcis terlebih dahulu saat di dalam kami di sambut dengan pemandu dan inspektur pemeriksa karcis . pemandu itu menjelaskan kepada kami tentang sejarah di sekitar tempat ini setelah melewati hamparan bunga bunga kami menyusuri sungai seomjingang dengan air yang menghijau membuat kawasan ini menjadi asri dan sangat indah membuatku sangat betah disini. Tak terasa hari sudah mulai malam kami pun kembali ke hotel karena lelah untuk berhenti di restoran kami memesan makanan yang di antar ke kamar saat sampai di kamar aku langsung mandi setelah selesai aku pun menganti pakaian saat keluar di meja sudah ada beberapa makanan
“kamu makan aja dulu sayang, aku mau mandi dulu. Gak usah nunggu aku masih mau berendam pinggang ku sedikit pegal.” Kata alzelfin kepadaku
“iya.” Kata ku kepadanya
Setelah berdandan dan mencepol rambut ku aku memakan makanan yang sudah di sediakan karena perutku sejak tadi sudah demo minta di beri makanan. Setelah selesai makan aku membeca majalan menunggu alzelfin selesai mandi tak lama kemudian alzelfin keluar dari kamar mandi sambil merentangkan tangannya
“sudah?” kataku kepada alzelfin
__ADS_1
“iya sudah sayang.” Kata alzelfin sambil berjalan ke arahku
“ya sudah sini makan.” Kata ku kepada alzelfin dia pun duduk di sampingku
“iya, kamu sudah makan?” kata alzelfin
“iya sudah kok, oiya aku tidur dulu ya sayang aku capek banget badan ku juga pegel pegel.” Kata ku kepada alzelfin karena sudah sejak tadi aku menguap
“iya sudah sana sayang besok biar fit waktu jalan-jalan.” Kata alzelfin sambil mencium keningku Aku pun berjalan ke tempat tidur dan mulai tidur.
Tak terasa hari ini kami akan kembali ke amerika karena sudah dua minggu kami disini. Aku membereskan barang barang yang akan aku bawa begitu pun dengan alzefin setelah selesai aku keluar terlebih duluan karena alzelfin masih ingin berbicara kepada kepala direktur yang mengurus hotel ini yak arena hotel ini milik alzelfin setelah itu aku berjalan menuju lift dengan sebuah koper di tangan kananku dan tangan ku yang satunya memegang hp karena sejak tadi aku mengirim chat dengan ratna dia sudah ada di lobi hotel saat masuk ke lift sambil tetap memainkan hp ku karena ratna tak berhenti mengitimku pesan
“hai sayang?” kata laki laki di sebelah ku aku pun menoleh ke asal suara itu
“apa, gak usah manggil sayang deh.” Kata ku kepada joni ya laki laki yang berbicara kepadaku itu joni dan aku baru sadar kalau di dalam lift ini hanya aku dan joni
“kenapa apa aku salah?” kata joni dan ini membuatku sangat kesal kepadanya
“salah lah, aku sudah punya pacar dan sebentar lagi aku mau nikah terus kamu sudah punya istri.” Kata ku kepada joni sambil menunjuk nunjuknya karena aku sudah sangat kesal kepadanya
“kamu mau nikah sama siapa?” kata joni sambil memegang kedua pundakku dengan erat
“lepas sakit?” kata ku kepada joni sambil menghempaskan kedua tangannya
“maaf, kamu mau nikah sama siapa?” kata joni
“sama alzelfin.” Kata ku sambil memalingkan wajahku darinya
“sama si brengsek itu, aku mohon sya sama kamu jangan nikah sama dia. Dia itu ngak baik buat kamu dan dia itu play boy sya.” Kata joni kepadaku
“oh sama donk sama kamu.” Kata ku menyindir dirinya
“sya aku tau aku salah aku mohon maafin aku ya sya? Kita kembali kayak dulu gimana?” kata joni kepadaku
“terus istri kami gimana?” kata ku kepadanya aku ingin menguji kesetiannya
“aku bakalan ninggalin dia demi kamu sya.” Kata joni kepada ku
“kamu sama aja kayak dulu masih nyampakin cewek yang tulus sayang sama kamu, kapan kamu mau berubah kamu sudah jadi kepala keluarga jon.” Kata ku kepadanya karena aku kesal kepadanya karena dia bilang akan meninggalkan istrinya demi diri ku
“aku gak peduli sama perasaan dia yang penting aku bisa kembali sama kamu kayak dulu lagi sya.” Kata joni kepada ku sambil memegang kedua tanganku
“gampang banget mulut mu bilang seperti itu, kamu suatu saat nanti akan tau gimana rasanya di tinggal sama orang yang bener bener kamu harapin untuk bersama kamu?” kata ku kepadanya
“aku tau dan sekarang aku nyesel dulu sudah selingkuhin kamu sya, ayo lah itu hanya sebuah kesalahan kecil ajah kok, maafin aku ya kita seperti dulu lagi.” Kata joni dan itu membuat ku membelalakkan mata karena dulu yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan
“gila kamu, dan satu hal yang harus kamu tau kalau aku gak akan pernah bisa maafin kamu dan balek sama kamu sekali pun di dunia ini hanya ada laki laki kamu saja.” Kata ku kepada joni sambil meninggalkannya pergi karena lift sudah terbuka tapi dia memegang tanganku
__ADS_1
“aku jamin pernikahanmu sama laki-laki berengsek itu gak akan pernah terjadi.” Kata joni mengancamku
“aku gak takut sama ancaman kamu.” Kata ku sambil melepaskan tangaku dari dengan kasar