
Aku berjalan ke arah ratna yang sudah menunggu ku setelah sampai aku langsung duduk
disampingnya dengan kesal karena aku sangat sangat kesal dengan apa yang di
kata kan oleh joni barusan membuatku ingin sekali memuntahkan isi perut ku di
mukanya yang kotor itu.
“kenapa kamu sya?” kata ratna kepadaku
“kesel aku.” Kata ku kepada ratna
“iya kesel kenapa?” kata ratna bingung begitu pun dengan Jason
“barusan aku satu lift sama joni dan dia bilang kalau dia gak bakalan biarin aku nikah
sama alzelfin.” Kata ku kepada ratna sambil menutup muka ku dengan kedua tanganku
“sudah lah itu hanya ancaman yang gak bakal terjadi kok sya, percaya sama aku kamu
pasti nikah sama alzelfin kok sya.” Kata ratna menenangkanku
“tapi gimana kalau apa yang di kata kan joni itu benar?” kata ku kepadanya karena aku
mulai khawatir
“sudah gak usah di pikirin.” Kata ratna sambil mengelus rambut ku
“iya sya sudah gak usah di pikirin anggap aja orang gila.” Kata Jason kepada ku
“kenapa?” kata alzefin tiba-tiba datang
“ini syasa.” Kata ratna tapi aku menyela
“ngak papa kok cuman sedikit pusing aja, ayo jalan nanti telat lagi.” Kata ku kepada alzelfin
“oh oke ayo.” Kata alzefin sambil membawa dua koper
Setelah itu kami masuk ke dalam mobil saat di jalan aku hanya diam saja sambil
mendengarkan lagu yang ada di hp ku dengan menggunakan headset begitu pun saat
di dalam pesawat aku tak banyak bicara yang aku fikirkan hanya perkataan joni
aku takt kalau apa yang di katakannya akan menjadi kenyataan. Aku hanya ingin
bahagia itu saja tapi rasanya sangat sulit untuk bahagia, saat sampai di
apartement aku hanya menaruh koper ku dan langsung berbaring di tempat tidur.
Alzelfin berjalan kepadaku dan memeluk diriku dari belakang
"sayang?” kata alzelfin kepada ku dengan nada yang sangat amat lembut
“iya apa al?” kata ku kepada alzelfin
“sudah jangan di pikirin oke?” kata alzelfin kepadaku tapi aku tak mengerti dengan perkataannya
“apanya al.” kata ku kepadanya
“soal perkataan joni sudah jangan di pikirin ya sayang kita pasti akan menikah dan bahagia.” Kata alzelfin kepada ku sambil mencium kepalaku
“aku hanya takut al.” kata ku kepadanya
“serahin semuanya sama aku oke?” kata alzelfin
“emangnya kamu mau ngapain al?” kata kupenasaran dengan perkataannya
“kamu juga nanti akan tau kok.” Kata alzelfin kepada ku dan itu membuatku sangat penasaran
“yang penting kamu harus bahagia sama aku oke?” kata alzelfin menambahi
“oke.” Kata ku kepadanya sambil tersenyum ya mungkin dia benar kalau aku tak harus percaya
kalau aku dengan alzelfin akan menikah dan hidup bahagia Setelah itu alzelfin
menyuruhku untuk tidur ya tentu saja aku tidur di pelukannya.
Hari ini kita akan pergi ke eropa dimana orang tua alzelfin tinggal sekarang aku sudah
di bandara dengan alzelfin dan ini membuatku tak bisa tidur nyenyak dalam dua
hari ini karena aku terlalu tegang untuk bertemu dengan orang tua alzelfin apa
lagi dia dulu di jodohkan jadi aku takut kalau dia tak akan menyukai ku dan tak
menyetujui hubunganku dengan alzelfin. Saat di pesawat alzelfin mencoba
menenangkan diri ku dan mengatakan kalau orang tuanya akan menyetujui hubungan
kita ya mungkin dia benar tapi aku masih tetap saja khawatir. Penerbandan yang
kita naiki menempuh perjalanan 3 jam aku mencoba mendengarkan lagu dengan hp ku
agar aku bisa sedikit tenang lalu aku mencoba untuk memejamkan mata dan alhasil
aku sedikit lebih tenang dari yang tadi.
Tak lama kemudian kami sampai di eropa, kami sudah di tunggu oleh sopir pribadi alzelfin
saat di jalan aku melihat kea rah luar karena aku sekarang lebih tegang dari
pada yang tadi. Sampai sampai tangan ku begetar karena ketakutan dan tegang.
Tiba-tiba alzelfin memegang tanganku yang gemetaran
“sudah tenang oke?” kata alzelfin kepada ku
“aku hanya takut aja.” Kata ku kepadanya
“sudah tenang mama pasti setuju kok, oke sayang.” Kata alzelfin sambil mencium
keningku
Aku menganggukan kepala tak lama kemudian mobil yang aku naiki memasuki sebuah
gerbang yang sangat besar dengan huruf AA di bagian gerbang setelah itu kami
masih terus berjalan melewati taman yang sangat indah tak lama kemudian kami
pun sampai di sebuah rumah bukan ini bukan rumah tapi mansion aku keluar dari mobil
__ADS_1
saat turun aku melihat subuah orang yang sudah lumayan tua tapi tetap cantik
dan sangat tampan. Aku berjalan ke arah mereka berdua alzelfin memeluk mereka
secara bergantian dan aku tau kalau itu adalah mama dan papa alzelfin
“selamat datang, sayang?” kata laki laki yang sedikit tua dari alzelfin yaitu papanya
alzelfin dia memeluk papanya begitu pun
dengan mamanya alzelfin
“dan ini pasti syasa yak an sayang?” kata mama alzelfin kepadaku sambil berjalan
menghampiriku
“iya tante saya syasa.” Kata ku kepada mamanya alzelfin sambil menyalami tangannya
“cantik banget sih sayang, selamat datang ya sayang?” kata mama alzelfin sambil memeluk
diriku
“iya makasih tante.” Kata ku kepada mamanya alzelfin
“eh jangan manggil tante donk, panggil mami oke sayang?” kata mama alzelfin kepada
ku sambil memegang kedua pipiku
“iya tante eh maksudnya mami.” Kata ku malu malu kepadanya
“ya sudah ayo masuk sayang mami sudah masakin kesukaan kalian terutama kamu
sayang.” Kata mama alzelfin kepadaku
Setelah itu kami masuk mama alzelfin mengantar ku ke kamarnya sedangkan alzelfin masih
berbincang bincang dengan papanya. Kami menaiki tangga sambil berbincang
bincang saat sampai di depan pintu mamanya alzelfin bilang kepada ku kalau ini
kamar ku aku membuka pintu semuanya serba pink seperti warna kesukaan ku dan di
tempat tidur ada boneka kesukaan ku yaitu hello kitty aku sangat suka sama
kamar ini membuat ku merasa nyaman dan betah
“gimana kamu suka sayang?” kata mama alzelfin kepada ku
“iya suka banget mi? mami kok tau kalau aku suka sama warna pink dan suka sama hello
kitty?” kata ku kepada mamanya alzelfin
“tau donk, kan mami tanya sama al kemarin apa makanan yang kamu suka ya pokoknya
semua yang kamu suka itu mami tau donk sayang.” Kata mama alzelfin kepadaku
“makasih ya mi, aku suka banget semua ini.” Kata ku kepada mamanya alzelfin aku sangat
terharu dengan semua ini membuat ku ingin menangis
“iya sayang sama-sama.” Kata mama alzelfin
memasukkan baju baju yang aku bawa ke dalam lemari setelah selesai pintu kamar
terbuka ternyata alzelfin masuk ke dalam kamar dia mengaganya sambil melihat
kamar yang aku tempati
“kenapa?” kata ku kepada alzelfin karena dia menganga melihat kamar ini
“kenapa jadi seperti ini?” katanya kepadaku
“kenapa emangnya?” kataku kepada nya karena aku bingung
“ini kamar ku, ini dulu warnanya coklat kenapa sekarang pink.” Kata alzelfin sambil
memegang kepalanya
“oh kata mami soalnya aku suka sama warna pink itu waktu dia tanyak ke kamu mami
langsung ngecat jadi warna pink.” Kata ku kepada alzelfin
“sayang ayo makan dulu.” Kata mami sambil membuka pintu kamar
“iya mami.” Kata ku kepada mamanya alzelfin
Setelah itu aku menarik alzelfin turun ke bawah untuk makan siang, dan betul saja kalau
menu makanan disini sebagian besar adalah makanan yang aku suka. Setelah
selesai makan kami duduk di ruang kaca yang ada di tengah tengah taman sambil
minum the mamanya alzelfin mengupas buah untuk di makan aku membantu mamanya
mengupas beberapa buah
“mi?” kata alzlefin kepada mamanya
“iya apa sayang?” kata mamanya alzelfin
“kenapa kamar ku jadi berubah wana pink.” Kata alzelfin kepada mamanya dengan kesal
“oh iya kan syasa suka sama warna pink jadi mama ubah jadi warna pink biar syasa betah
disini sayang.” Kata mama alzelfin kepadanya
“iya kan gak warna pink juga mi, ada hello kitty lagi.” Kata alzelfin dengan cembertunya
“sudah lah al gak papa yang penting calon istri kamu itu bahagia.” Kata papa alzelfin
“iya sudah lah aku ngalah.” Kata alzelfin sambil memakan buah yang aku kupas
“kamu tau betapa hebohnya mama kamu waktu kamu bilang kalau kamu mau bawa calon istri
kamu kesini. Hari tiu juga kita belanja kebutuhan yang di butuhin buat nyambut
kalian bahkan papa jadi supir seharian soalnya kan pak alex lagi libur hari
itu.” Kata papa alzelfin kepada kami
“iya kan aku gak mau ngecewain calon mantu sayang.” Kata mamanya alzelfin
__ADS_1
“iya makasih papi sama mami suduah nyediyain semua itu buat aku” kata ku kepada mama
dan papi alzelfin
“sama sama sayang mami juga seneng kok.” Kata mami kepada ku
“terus kamu kapan mau ngelamar syasa al?” kata papi kepada alzelfin
“secepatnya donk pi.” Kata alzelfin
“iya jangan lama lama mami sudah gak sabar mau gendong cucu.” Kata mami kepadaku
“tuh mama setuju sama hubungan kita jadi gak khawatir lagi kan?” kata alzelfin
kepada ku dan itu membuat ku menjadi malu
“loh emangnya kenapa sayang?” kata mami kepada ku aku hanya diam karena malu
“ini loh syasa takut kalau mami sama papi gak bakaln setuju sama hubungan kita soalnya
mami dulu sudah ngejodohin aku.” Kata alzelfin dan itu membuat ku sangat sangat malu
“iya mami dulu mau jodohin dia habis dia gak mau yang mau nikah kan mama sudah
ngebet banget pengen nimang cucu, terus waktu dia bilang mau bawa kamu mama tu
senang banget sampek bingung mau nyiapin apa aja buat kamu,” kata mami kepada ku
“aku seneng kalau mami suka sama aku, aku hanya takut ajah mami sam papi gak suka sama aku,” kata ku kepada mami
“suka donk sayang malah suka banget.” Kata mami kepadaku
Kami pun berbincang bincang beberapa hal yang membuat kami tertawa terutama saat
alzelfin masih kecil kata mami dia paling takut sama kecoa jadi dulu itu dia
pernah liat kecoa dah itu ngebuat dia lari lari dan nangis gak jelas seharian
gara gara kecoa kata mama, setelah cukup lama kami berbincang bincang ada
seorang wanita datang mengahmpiri kita dia sangat imut dan juga cantik dengan
wajahnya bunda dan tembem itu. Dia sekitar umur 20an gitu lah
“halo mami papi.” Kata wanita itu sambil mencium mami dan papi alzelfin
“halo kakak.” Katanya sambil memeluk alzelfin
“eh ini siapa cantik banget sih.” Kata wanita itu sambil berjalan ke arah ku
“di calon istri kakak kamu.” Kata mami kepadanya
“oh iya sudah mau nikah nih bagus deh.” Katanya sambiil memakan buah yang di depannuya
“hei kenalan dulu donk jangan langsung makan aja.” Kata mami memarahi wanita itu
“halo aku tasya adiknya kak al yang super duper cantik dan imut.” Katanya kepada ku
“oh hai aku syasa.” Kata ku sambil menjabat tangannya
“kak kamu kok bisa mau sama dia, dia itu kan nyebelin.” Katanya sambil berbisik
kepadaku
“iya sudah terlanjur suka.” Kata ku kepadanya dan membuat kami tertawa semua
Setelah itu mami menyuruh ku untuk istirahat. Awalnya aku gak mau karena masih ingin
berbincang bincang sama mami tapi mami memaksa ku untuk beristirahat karena
besok biar ada tenang katanya karena mami akan mengajakku untuk berkeliling
eropa. Setelah itu aku dan alzelfin berjalan ke kamar saat sampai aku langsung
amndi setelah selesai aku langsung tiduran sambil memainkan hp ku. Ternyata sudah
ada telfon dan SMS dari rattan aku mengirimkan chat kepadanya tak lama kemudian
ratna membalasnya setelah selesai aku menaruh hp ku dan membaca buku yang tadi
di bawa alzelfin. Sedangkan alzelfin sekarang dia sedang mandi. Saat sedang
membaca buka kau merasa sangat mengantuk jadi aku memutuskan untuk tidur tapi
saat akan memejamkan mata alzelfin membasahi hidung ku dengan air yanga da di
tangannya jadi mau tak mau aku harus membuka kedua mata ku yang sudah minta
untuk di tutup
“iya apa al?” kata ku kepada alzelfin
“kamu sudah mau tidur?” kata alzelfin kepada ku
“iya aku ngantuk banget al, kenapa emnagnya?” kata ku kepadanya
“gak papa kok ya sudah kamu tidur yang nyenyak ya.” Kata alzelfin sambil mencium keningku
“ayo bilang kenapa?” kata ku kepadanya karena ida cemberut sejak tadi
“kamu gak mau nunggu aku buat tidur?” katanya kepadaku
“ya sudah aku tunggu kamu oke, sana pakek baju dan keringinrambut kamu ya.” Kata ku kepada alzelfin
“kamu gak bakalan ninggalin aku tidur kan sayang?” kata alzelfin lagi kepadaku
“ngak bakalan kok sudah sana , keburu aku tidur nih.” Katanya kepada ku
“iya iya sayang ku yang bawel.” Katanya sambil meninggalkanku
Mau tak mau aku harus menunggu alzelfin untuk tidur padahal mata ku sudah sangat berat
minta di tutup. Tak lama kemudian alzelfin pun sudah selesai berganti pakaian
dan mengeringkan rambutnya lalu dia naik ke atas ranjang lalu memeluk diriku
dari belakang
“ayo tidur.” Kata alzelfin kepadaku
“iya ayo.” Kata ku sambil memejamkan mata begitu pun dengan alzelfin
__ADS_1