
Saat di dalam kamar aku langsung menutup pintu dan berjalan ke arah ranjang. Pikiran ku kacau balau saat ini entah lah suatu hal yang tak ku tau akhirnya aku tau dan hal yang aku sangka salah ternyata selama ini benar karena hanya ingin melindungi ku. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan aku benar benar bingung bahkan air mata ku sudah tak bisa di bendung lagi hati ku ingin memberikan kesempatan ke dua kepada crisan tapi otak ku mengatakan tidak karena dia oasti akan membuat luka yang sama untuk yang ke dua kalinya. Aku bingung aku harus bagaimana. Aku saja tak tau bagaimana perasaan ku saat ini kepada crisan aku bingung apa yang harus aku lakukan. Pintu kamar ku terbuka saat aku melihatnya ternyata ibu dan Amelia datang dan melihat ku mereka menghampiri ku lalu duduk di samping kiri dan kanan ku.
"Aku harus gimana aku bingung, aku aja gak tau Gimana perasaan ku sekarang ke crisan. Tapi di sisi lain aku sudah mempunyai kekasih yaitu bryan. Bahkan Mama dan papanya sudah merestui hubungan kami dan mereka juga sudah memberikan cincin ini kepada ku karena mereka ingin aku menjadi menantunya" kata ku kepada amelia dan Mama sambil terisak ya karena aku bingung bahkan rasanya pikiran ku saat ini penuh dengan berbagai macam pertanyaan yang aku sendiri tak tau jawabannya.
"Sayang kamu harus memilih salah satu di antara mereka berdua. Tapi pilihan itu bukan Mama, papa atau Amelia yang memilihnya apa lagi ke dua orang tua bryan bukan. Tapi kamu sayang, kamu yang harus milih sendiri. Tapi kamu juga harus egois dan memilih orang yang benar benar kamu cintai dan bisa buat kamu bahagia" kata Mama ku kepada ku sambil mengelus elus rambut ku mencoba menenangkan diri ku.
"Benar kata Mama mu al, kamu harus memilih salah satu di antara mereka yang bisa buat kamu bahagia bukan orang yang buat kamu sedih. Cukup selama enam tahun ini kamu buat tubuh dan hati kamu menderita Al. Aku sebagai sahabat kamu ngeliat kamu menderita aku gak tenang aku juga sakit liat kamu sakit" kata Amelia kepada ku.
"Tapi aku harus milih siapa? Siapa yang baik buat aku? Siapa yang bisa buat aku bahagia?" Kata ku kepada Mama dan Amelia.
"Itu hanya kamu yang tau jawabannya sayang. Tanyak ke hati kamu yang paling dalam" kata Mama ku kepada ku.
"Tapi aku gak tau ma aku aja bingung gimana aku bisa jawab semua pertanyaan ku. Bahkan aku sendiri gak tau Gimana perasaan ku ke crisan dan juga bryan" kata ku kepada Mama ku.
"Mungkin sekarang kamu belum Nemu jawabannya tapi suatu saat nantik kamu akan menemukan jawabannya sayang. Dan jika waktu itu datang pilihlah salah satu laki laki yang tepat buat kamu yang bisa jaga kamu, yang mau mengerti kamu, yang mau bareng sama kamu di saat susah mau pun senang, dan yang paling penting laki laki itu bisa buat kamu bahagia" kata Mama ku kepada ku sambil.mengusap air mata ku.
"Iya ma aku ngerti" kata ku kepada Mama.
Setelah itu Mama ku menyuruh ku untuk tidur. Tapi mata ku tak bisa terpejam ya pikiran ku melayang kepada crisan yang berlutut di depan ku yang meminta ku kembali kepada dirinya. Aku tak tau apa aku masih sanggup kembali kepadanya tapi kalau aku kembali kepada crisan apa aku masih bisa bahagia dan apa dia bisa menjaga ku seperti bryan menjaga ku selama lima tahun ini entah lah aku tak tau banyak sekali pertanyaan pertanyaan di benak ku mungkin betul kata Mama kalau aku akan menemukan jawabannya nanti.
Keesokannya crisan datang ke rumah ku pagi pagi sekali dia memaksa meminta agar dia bisa di pertemukan dengan diri ku. Dia datang tidak sendiri tapi bersama dengan teman temannya mau tidak mau akhirnya aku, bryan, mama, papa, dan Amelia menemuinya dan juga teman temannya dia di persilahkan masuk begitu pun dengan teman temannya yang lain.
"Ada urusan apa lagi kamu ke rumah ini? Apa gak cukup kamu nyakitin anak saya enam tahun yang lalu?" Kata papa ku kepada crisan yang sejak tadi hanya diam saja tanpa kata begitu pun dengan teman temannya.
"Maaf pa tapi saya dulu gak bermaksud ninggalin alecia atau pun nyakitin alecia. Saya ngelakuin itu demi kebaikannya" kata crisan kepada papa ku.
"Apa demi kebaikannya sehingga membuat anak ku menderita sehingga dia harus menjauh dari keluarganya demi melupakan laki laki yang tidak tau diri. Bahkan di saat anak ku sudah bersama dengan laki laki lain kamu malah kembali dan mengusik kebahagiannya" kata papa ku kepada crisan.
"Tapi saya mencintai alecia pa" kata crisan kepada papa sambil memandang papa dengan wajah yang sangat serius.
"Cinta mu itu hanya cinta sesaat karena jika kamu benar benar mencintai alecia kamu gak akan ninggalin dia dan nyakitin dia" kata papa ku lagi kepada crisan tapi sekarang dia tak membalas perkataan papa ku dia hanya diam tanpa kata.
"Cris aku sudah bahagia sama bryan jadi lupain semuanya" kata ku kepada crisan.
"Tapi aku yakin kalau kamu masih cinta sama aku" kata crisan kepada ku dan itu membuat ku tertegun mendengar kata katanya.
"A... a..... a.... aku .............. aku gak cinta sama kamu" kata ku kepada crisan sambil.emmalingkan wajah ku dari wajahnya.
"Kamu bohong, aku tau kamu masih cinta sama aku. Jadi aku mohon kasih aku kesempatan buat nunjukin cinta ku ke kamu Al" kata crisan kepada ku. Aku hendak menjawab perkataannya tapi Amelia memegang tangan ku aku pun melihat ke arah Amelia
__ADS_1
"Ada apa Mel?" Kata ku kepada amelia
"Al bisa aku bicara berdua sama kamu?" Kata Amelia kepada ku
"Harus sekarang memangnya?" Kata ku kepada Amelia
"Iya harus" kata Amelia kepada ku dengan wjaha yang snagat serius.
"Oh oke ayo kita bicara dia kamar" kata ku kepada Amelia
Setelah itu aku dan Amelia pun berjalan ke arah kamar ku saat sampai di dalam Amelia menutup pintu kamar ku dengan rapat bahkan dia sampai mengunci kamar ku katanya biar gak ada yang dengar pembicaraan ku dengan Amelia. Amelia membawa ku ke tepi ranjang dna menyuruh ku untuk duduk di sampingnya.
"Jadi kamu mau bicara apa?" Kata ku kepada Amelia
"Sttttttt pelanin suara kamu, aku punya caranya biar kamu gak bingung mau milih siapa di antara bryan atau crisan" kata Amelia berbicara kepada ku secara bisik bisik.
"Apa?" Kata ku kepada Amelia ya tentunya dengan mengecilkan suara ku juga agar orang orang di luar gak ada mendengar pembicaraan ku dengan Amelia.
"Kamu kasik crisan kesempatan" kata Amelia kepada ku dan itu membuat ku kaget setengah mati
"Apa ngak itu gak mungkin terjadi Mel" kata ku kepada Amelia sambil berdiri dan nada bicara ku cukup keras ya aku yakin kalau orang orang di luar mendengar kata kata ku barusan
"Aku gak mau kasih crisan kesempatan itu sama aja masuk ke lubang buaya untuk yang ke dua kalinya mel. Apa kamu ingin sahabat kamu ini di sakiti untuk yang ke dua kalinya?" Kata ku kepada Amelia tapi kali ini aku mengecilkan suara ku agar orang orang di luar tak mendengar pembicaraan ku dengan Amelia.
"Kamu dengerin dulu penhelasan ku baru kamu ngomong oke gimana?" Kata Amelia kepada ku
"Oke" kata ku kepada Amelia.
"Oke gini kamu kasih crisan kesempatan dulu. Kamu jalani dulu selama beberapa Minggu ya setidaknya kamu harus tinggal di sini kurang lebih bebebrapa bulan. Selama itu kamu lihat siapa di antara mereka yang perhatian, dan menomer satukan kamu apa itu bryan atau crisan. Nah kamu bilang ke mereka kalau kamu akan kasih crisan kesempatan tapi dengan syarat dia harus buktiin cintanya ke kamu" kata Amelia kepada ku.
"Tapi gimana sama bryan, aku sudah jadi pacarnya dia pasti salah sangka sama ucapan ku nantik" kata ku kepada Amelia.
"Iya ya betul juga kata mu Al" kata Amelia kepada ku
"Iya mangkanya itu" kata ku kepada Amelia.
"Gini biar aku aja yang bilang ke mereka. Aku bakalan bilang gini ke mereka kita maksudnya aku, kamu, bryan, crisan, dan teman temannya kita liburan ke suatu tempat dalam waktu 1 bulan full. Nah setelah di sana kamu liat siapa yang paling perhatian sama kamu, siapa yang paling ngertiin mau kamu, dan siapa di sana yang bisa jaga kamu dengan baik. Kalok soal lainnya itu urusan ku gimana?" Kata Amelia lagi kepada ku.
"Oke tapi aku gak mau Sampek sesuatu hal yang buruk terjadi" kata ku kepada Amelia
__ADS_1
"Oke sayang siap" kata Amelia kepada ku bahkan dia melayangkan tangannya ke udara seperti hormat ke bendera.
"Oke ya sudah ayo kita keluar" kata ku kepada Amelia. Dia pun mengangguk.
Setelah itu aku dan Amelia pun keluar saat aku dan Amelia keluar semua mata yang ada di ruang tamu melihat ke arah kami ya lebih tepatnya melihat ke arah ku aku dan amrlia terus berjalan ke arah mereka setelah sampai kami pun duduk.
"Apa yang kalian bicarakan?" Kata mama ku kepada ku dan Amelia
"Gini Tante Om aku dan alecia sudah diskusi dan kita butuh persetujuan kalian" kata Amelia kepada Mama dan papa ku.
"Apa itu?" Kata mama ku dan papa ku secara serentak sambil melihat ke arah Amelia.
"Aku dan alecia bakalan liburan ke suatu tempat ya kurang lebih satu bulan Giman boleh ngak Tante Om?" Kata Amelia kepada mama dan papa ku.
"Kalian mau kemana kenapa lama banget hanya liburan, dan kenapa juga Sampek satu bulan?" Kata papa ku kepada Amelia.
"Karena ini semua demi kebaikan alecia dan juga masa depannya" kata Amelia kepada papa ku sambil melihat ke arah ku.
"Oke gak papa asalkan kalian bisa jaga keselamatan kalian" kata papa ku kepada ku dan Amelia
"Pasti Om lagian kita perginya gak hanya berdua kok. Kita berdua pergi rame rame" kata Amelia kepada papa ku
"Maksudnya?" Kata papa ku bingung.
"Maksudnya aku mau bryan, crisan dan teman teman mu ikut kami liburan di sana kalian harus berusaha ngerebutin hati alrcia secara adil tanpa adanya campur tangan orang lain. Atau pun bermain kotor. Ya kalian berdua pasti mengerti maksud ku. Karena aku gak mau alrcia salah pilih di Antara kalian berdua jadi kalian berdua harus berusaha buat merebut hati alecia. Dan hasilnya alrcia sendiri yang akan milih di antara kalian berdua. Jika salah satu di antara kalian berdua tidak terpilih kalian harus berlapang dada dan Nerima semuanya dengan adil. Gimana?" Kata Amelia kepada bryan, crisan dan juga teman temannya
"Aku setuju" kata bryan kepada Amelia bahkan dia menjawab dengan cepat aku pun alngsung melihat ke arah bryan.
"Aku setuju, dan aku pasti bisa menangin hatinya" kata bryan kepada Amelia smabil melihat ku
"Bagus jadi kalian gimana?" Kata amelia kepada crisan dan juga teman temannya yang lain
"Kami semua setuju" kata acrisan dan di jawab dengan anggukan juga oleh yang lainnya.
"Oke bagus kalau gitu kita berangkat satu Minggu lagi dan kalian tentukan sendiri kita mau kemana itu sudah bukan urusan ku dana alecia tapi tempat itu bukan tempat kekuasaan kalian ya aku tau karena kalian sama sama dari orang kaya raya maka bukan dari tempat yang kalian bisa lakukan seenaknya sendiri" kata Amelia kepada bryan dan juga crisan.
"Oke" kata bryan dan crisan secara bersamaan.
"Oke silahkan pikirkan sendiri" kata Amelia kepada bryan dan juga crisan
__ADS_1
Setelah itu bryan dan crisan pun mulai berdebat kita akan kemana ya karena kekuasaan mereka di dunia ini lumayan luas jadi mereka sedikit kebingungan setelah berdebat cukup lama akhirnya kamu setuju ke suatu negara yaitu Kanada. Di sana bryan, crisan mau pun teman temannya yang lain tidak memiliki kekuasaan mau pun kerja sama. Setelah di putuskan akhirnya crisan dan tema temannya pun pulang sebelum pulang kami sudah membuat janji kalau satu Minggu lagi kita akan bertemu di bandara jam 10 pagi. Setelah selesai dan mereka semua pergi aku masuk ke kamar ya rasnaya lelah bahkan sangat pesat memikirkan semua ini sendiri tapi aku harus melakukannya karena aku tak ingin di habtui dengan pertanyaan pertanyaan yang tak aku tau jawabannya. Mungkin dengan ide Amelia ini aku bisa menemukan jawabannya siapa yang harus aku pilih dan juga pertahankan tapi siapa yang harus aku lepas. Aku harus bertahan selama satu bulan ke depan ya aku pasti bisa.