Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 25


__ADS_3

( Alecia )


Saat aku bangun semua teman teman ku ada di samping ku termaksud crisan kekasih yang sangat aku cintai. Saat dia berbicara kepada ku sepeti ada rasa penyesalan yang sangat mendalam ya mungkin dia merasa bersalah karena sudah datang terlambat tapi aku tetap bahagia meskipun dia datang terlambat tapi aku masih bisa bertahan hidup demi dirinya. Sedangkan Amelia sejak aku membuka mata dia tak henti hentinya menangis bahkan dia terus menyuruh ku untuk sehat tapi untungnya orang tua dan juga adik ku tidak tau kalau aku sedang di rawat di rumah sakit. Tapi aku masih bingung sepertinya ini bukan di kota ku ya aku akan tanyakan nanti karena kata crisan aku masih harus menjalani beberapa pemeriksaan. Dan setelah pemeriksaan aku tau kalau aku mengidap maag dan juga liver akibat hanya meminum air putih saja selama satu Minggu crisan terus ada di samping ku bahkan dia menginap, mandi dan juga makan di rumah sakit aku sudah menyuruhnya untuk pulang tapi dia tak mau katanya dia merasa bersalah karena sudah membiarkan ibunya melakukan ini kepada ku. Sekarang waktunya makan siang ya seperti biasa crisan tak memperbolehkan ku untuk makan sendiri dengan alasan kalau aku masih lemah ya menurut ku aku tak terlalu lemah dan aku juga masih kuat mengangkat sendok ke mulut ku. Tapi ya tetap saja crisan tak memperbolehkan ku. Satu hal yang membuat ku kesal dia bahkan sepeti dokter dan susuter yang selalu ada di samping ku. Dia selalu melakukan semua perintah dokter. Makan tepat waktu bahkan saat aku sudah kenyang dia masih menyuruh ku menghabiskan bubur yang rasanya sangat sangat tak nyaman apa lagi aku di suruh minum susu yang rasanya aneh hah rasanya aku ingin muntah tapi crisan dia terus memaksa ku agar aku menghabiskan susu itu. Dan saat minum obat dia yang meletakan obatnya di mulut ku kata crisan agar aku meminumnya dengan benar dan hal ini membuat ku kesal ya bahkan aku snagat sangat kesal.


"Kenapa kamu cemberut aja dari tadi" kata Amelia yang sejak tadi diam hanya melihat tingkah crisan.


"Kesel aku liat dia bahkan dia sudah Septi suster di rumah sakit ini" kata ku kepada Amelia ya tentunya dengan raut wajah ku yang cemberut ya aku begitu karena aku sangat snagat kesal dengan tingkah crisan yang seperti itu.


"Ha ha ha kamu kesal karena dia sepeti itu?" Kata Amelia sambil tertawa aku menjawab hanya dengan anggukan saja.


"Apa salahnya aku berbuat begitu kepada pacar ku toh aku melakukan semua ini agar kamu ceoat sembuh" kata crisan menyela di antara pembicaraan ku dengan Amelia.


"Ya tapi kan aku sudah kenyang masih aja di suruh makan sama kamu terus susu itu hah rasanya aneh masih aja di suruh habiskan* kata ku sambil.melihat ke arah lain ya rasanya malas melihat ke arah crisan.


"Tapi kata suster kamu kan harus menghabiskan bubur itu" kata crisan kepada aku lagi lagi dia mengajak ku untuk berdebat.


"Terarah" kata ku tak mempedulikannya lalu mengambil buah yang sejak tadi Amelia kupas.


"Sudah lah ak dia beber susuter kan nyuruh kamu buat habiskan." Kata Amelia membela crisna.


"Sahabt kamu itu sapa?" Kata ku kepada Amelia sambil melihatnya


"Hemmmm iya iya ya sudah kamu memang capek aku yang mau debat sama kamu pasti ujung ujungnya kalah" kata Amelia menghempaskan nafasnya dengan berat aku pun tak menjawab.


"Liat sahabt kamu aja capek debat sama kamu apa lagi aku" kata crisan sambil terus bermain kartu dengan teman temannya yang lain.


"Sudah lah lebih baik kamu diam" kata ku kepada crisan ya karena ku sudah sangat sangat kesla kepada crisan.


"Kapan kalian akan berhenti berdebat" kata kak marvan kepada ku dan juga crisan.


"Dia duluan yang mulai" kata ku dan crisan secara bersamaan.


"Eh kamu dulu" kata ku kepada crisan.


"Kan kamu duku yang nyindir nyindir" kata crisan kepada ku.


"tapi kamu dulu kan yang gak mau dengerin aku kalau aku sudah kenyang" kata ku kepada criaan


""STOP" kata Amelia marah kepada ku dan crisan sambil berdiri.


"Tapi kan dia dulu" kata ku kepada Amelia dengab suara yang sangat pelan ya karena aku takut saat Amelia sedang marah karena dia sudah sepeti kerasukan setan


"Sudah kamu duluan atau kamu duluan kalian sama sama salah jadi lebih baik kalian diam dari pada kalian berdebat itu hanya membuat otak ku penuh" kata Amelia dengan nada marah marah sambil menunjuk ke arah ku dan juga crisan.


"Iya" kata ku dan crisna secara bersamaan.

__ADS_1


"Ha ha ha ha ha ha ha kalian berdua takut setelah dia marah" kata kak Kevin kepada ku dan juga crisan setelah Amelia memarahi ku ya dia tidak tau saja aura Amelia saat marah awas saja jika dia kena marah maka dia akan merasakannya


"Kamu juga diam, dari tadi makan sama ngoceh aja" kata Amelia kepada kak Kevin dan hal itu seketika membuat kak Kevin diam dan menutup mulutnya aku tersenyum dan menjulurkan lidah ke arah kak Kevin.


"Awas ada yang debat lagi waktu aku datang" kata Amelia kepada kami semua setelah itu dia pun keluar dari kamar rawat inap ku entah lah dia akan kemana aku tak berani menanyakannya kepadanya ya karena jika dia marah satu satu hal yang harus di lakukan adalah diam tapi dia adalah tipe orang yang jarang marah tapi jika dia marah ya seperti itulah dia.


"Wah sahabat kamu itu kenapa bisa marah marah gitu wow" kata kak Kevin masih tak percaya dengan apa yang baru saja di alaminya


"Dia memang gitu kalau marah kak aku aja takut" kata ku kepada kak Kevin


"Ihhh serem" kata kak Kevin bergidik ngeri.


"Kalian gak ada kerja kok dari tadi hanya diam main kartu?" Kata ku kepada semua teman teman crisan ya tentunya termaksud crisan.


"Hah aku ada kerjaan tapi dia gak memperbolehkan kami untuk kerja takut Mama kamu ke sini" kata kak marvan kepada ku dengan eluhan nafas yang ringan. Sambil menunjuk ke arah crisna.


"Gak boleh kerja?" Kata ku tak percaya dengan apa yang aku dengar. Dan semua teman teman crisan termkasud kak galih mengangguk anggukan kepalanya.


"Ya sudah mulai besok kalian kerja aja gak papa kok lagian kan ada Amelia yang bakalan jaga aku di sini" kata ku kepada teman teman crisan.


"Gak bisa mereka harus ikut aku jaga kamu" kata crisan menentang pemintaan ku.


"Tapi cris mereka harus kerja dan kamu juga harus kerja lagian sore kalian audah di sini tenang aja di sini ada susuter dan dokter kok yang bakalan sering ke sini apa lagi ada Amelia yang nemenin aku jadi gak papa kok kalian kerja aja ya" kata ku kepada criaan.


"Tapi Al" kata crisan dia tampak menimang nimang permintaan ku.


"Ya sudah kalau gitu besok semuanya harus di sini jam 4 sore" kata crisan kepada semua teman temannya. Dan semua teman teman crisna pun menganggukan kepalanya.


Tak lama kemudian Amelia pun datang.


"Mel" kata crisan kepada Amelia


"Apa" kata Amelia sambil berjalan ke arah ku.


"Besok kamu jaga alecia ya di sini jangan kemana kemana" kata criaan kepada Amelia.


"Kalian mau kemana?" Kata Amelia tampak bingung


"Mereka harus kerja Mel" kata ku kepada Amelia.


"Oh oke siap" kata Amelia kepada crisan.


"Oke kalau ada apa apa atau ada sesuatu yang terjadi kamu harus langsung hubungin aku ya, dan yang paling penting kalau Mama ku Dateng kamu langsung hubungin aku secepat mungkin" kata criaan kepada Amelia lagi


"Oke oke siap" kata Amelia kepada criaan.

__ADS_1


"Oh jangan lupa sarapan untuk alecia harus habis dan juga makan siang untuk alecia juga harus habis jangan lupa susunya juga harus di habiskan oleh alecia. Oh satu lagi obatnya jangan sampai telat" kata crisna kepada Amelia


"Ya aku tau" kata Amelia sambil kembali duduk di kursi ya ya tampaknya Amelia sudah muak dengan perintah crisan terlihat jelas di wajahnya.


Setelah itu kami membicarakan beberapa hal entah kenapa tapi rasanya hari ini berlaku dengan snagat ceoat ya Amelia dan teman teman crisan yang lain harus kembali ke hotel karena jam besuk pasien sudah habis. Ya sedangkan crisan di sini menjaga ku. Untungnya amelia dan teman teman crisna yang lainnya menginap di hotel yang tak terlalu jauh dari rumah sakit tempat ku di rawat sehingga hanya butuh waktu 10 menita saja jalan kaki sudah sampai. Hari makin larut dan aku juga sudah sangat mengantuk ya aku sangat lelah karena tenaga ku di kuras habis hanya untuk berdebat dengan crisan. Crisna menyuruh ku untuk tidur sepeti malam malam sebelumnya sebelum aku tidur crisan mencium kening ku terlebih dahulu ya dia melajukan itu sejak aku di rawat di rumah sakit dan tanpa terasa sudah 4 hari aku di rawat inap di sini aku harap keluarga ku tak terlalu mengkhawatirkan diri ku apa lagi aku tak memberikan mereka kabar sama sekali.


Keesokannya crisna dan teman temannya berkerja ya sedangkan Amelia katanya sudah dalam perjalanan ke rumah sakit. Saat sedang menunggu Amelia susuter dan dokter yang biasa mengontrol keadaan ku masuk dan mereka pun mulai menanyakan beberapa hal kepada ku ya misalnya apa ada keluhan dan yang lainnya setelah selesai memeriksa mereka pun keluar tak lama kemudian pintu terbuka ternyata Amelia dia membawakan buah kesukaan ku apa lagi kalau bukan pisang hah entah lah tapi aku sangat suka sekali dengan pisang ini. Aku mulai memakannya ya karena aku sudah lapar Karen sarapan untuk ku akan datang sekitar jam 8 pagi sedangkan sekarang masih jam 7 pagi dan perut ku sudah memberontak minta di isi.


"Jangan makan banyak banyak kamu harus makan bubur sama susunya Al" kata Amelia kepada ku sambil emnyingkirkan pisang yang ada di pangkuan ku lalu dia menaruhnya di meja yang cukup jauh dari jangkauan ku.


"Kamu kok gitu sih aku kan lagi laper" kata ku kepada Amelia dengab wajah cemberut.


"Kamu harus makan bubur tar lagi" kata Amelia lagi kepada ku.


"Tapi sekarang masih jam tujuh lewat dan sarapan ku di antar jam delapan bisa bisa aku mati kelaparan" kata ku kepada Amelia.


"Gak usha lebay" kata Amelia sambil mengeluarkan hpnya


Aku hanya bisa diam dan melihat ke arah kantong plastik yang berisi pisang andai saja aku bisa turun dan mengambil pisang itu pasti saat ini sudah aku habiskan semuanya. Tapi sayangnya aku tak bisa berbuat apa apa selain hanya membayangkan memakan pisang itu sampai habis hah.


"Kenapa?" Kata Amelia kepada ku


"Hah kenapa apanya?" Kata ku bingung dengan pertanyaan amelia


"Kamu menghela nafas kenapa?" Kata Amelia kepada ku sambil menaruh HPnya di dalam tasnya.


"Gak papa kok" kata ku kepada Amelia


"Eh Al" kata Amelia sambil melihat ke arah ku


"Hem apa?" Kata ku kepada Amelia smabil tetap melihat ke arah plastik yang berisikan pisang.


"Coba cerita kenapa ini semua bisa terjadi? Gimana kejadiannya?" Kata Amelia kepada ku seketika membuat ku melihat ke arah Amelia.


"Memangnya gak ada yang cerita sama kamu?" Kata ku kepada Amelia


"Gak ada" kata Amelia sambil menggelengkan kepalanya.


"Waktu itu aku ke taman bermain setelah asik main aku kebelet ya sudah dia ntar smaa crisan pas di dalam waktu cuci tangan di samping aku ada ibu ibu yang berpakaian serba hitam dan rapi banget tapi dia pakai topi sama masker. Aku gak peduli pas aku mau keluar eh semuanya tiba tiba hitam. Pas aku bangun ibu crisan nyuruh aku buat tanda tangan surat perjanjian kalau aku harus ninggalin crisan dengan imbalan aku di kasih uang bahkan dia ngasih aku cek kosong ya aku gak mau ya sudah dia tiap hari burung aku dan hanya ngasih baju sama air putih satu botol aja" kata ku kepada Amelia menceritakan apa yang tejadi kepada ku.


"Apa kamu gak papa Al? Aku rasa ini sudah kelewat batas loh Al" kata Amelia kepada ku ya aku tau dia berkata begitu karena dia khawatir kepada ku.


"Gak papa kok lagian ada crisan dan yang lainnya yang bakalan melindunginya aku" kata ku kepada Amelia


"Tapi kalau kejadian sepeti itu terjadi lagi gimana pas waktu kita semua gak ada di samping kamu " kata Amelia kepada ku.

__ADS_1


"Ya aku bakalan hadapin sendiri Mel" kata ku kepada Amelia.


"Al aku dukung hubungan kalian berdua bahkan aku sangat sangat mendukung hubungan kalian berdua tapi menurut ku ini sudah keterlaluan dan jika ibu sama papa kamu tau mereka pasti juga gak bakalan reatuin hubungan kamu sama crisan" kata Amelia kepada ku dan benar saja apa yang di katakan oleh Amelia jika Mama dan papa tau aku sampai seperti ini mereka pasti tidak akan merestui hubungan ku dengan crisan juga.


__ADS_2