
“kenapa?” kata ratna kepada ku
“kesel aku.” Kata ku sambil menyilangkan kedua tangan ku
“cobak cerita ada apa.” Kata ratna kepada ku
“kamu tau kan tadi malam alzelfin gak bicara apa pun dan saat di tanya hanya jawab iya terus, dan waktu aku bangun di pagi hari aku sudah gak liat dia dimana mana dan sampai sekarang dia masih belum pulang juga.” Kata ku kepada ratna
“iya aku juga ngebahas itu sama Jason waktu sudah di sini.” Kata ratna kepada ku
“apa dia punya wanita lain di jerman?” kata ku kepada ratna
“kayaknya gak mungkin deh sya.” Kata ratna kepada ku
“tapi kamu liat sendiri sikapnya sama aku waktu dia bilang gak mau ke jerman kan, terus ah pokoknya aku curiga banget sama dia.” Kata ku frutasi dengan apa yang terjadi
“sudah mungkin ini semua ada penjelasannya.” Kata ratna kepada ku
“iya.” Kata ku kepada ratna
“Jason mana?” kata ku kepada aratna
“lagi tidur di dalam.” Kata ratna kepada ku
“oh.” Kata ku kepada ratna
Setelah itu aku mengambil si imut dan bermain dengannya tanpa terasa hari sudah menunjukan jam 8 malam aku pamit pulang saat sampai aku melihat alzelfin berdiri di depan pintu
“kamu kemana aja?” kata alzelfin kepada ku
“habis dari apartement ratna.” Kata ku berjalan melewatinya
“kenapa gak angkat telfon aku, kamu tau aku khawatir sama kamu.” Kata alzelfin kepada ku
“oh jadi kamu masih peduli sama aku?” kata ku kepada alzelfin
“tentu saja aku ini calon suami kamu?” kata alzelfin kepada ku
“kalau aku gak bilang mau kemana apa bedanya sama kamu sejak [agi kamu sudah gak ada di rumah tanpa bilang apa pun sama aku.” Kata ku kepada alzelfin marah
“aku ada kerjaan di luar.” Kata alzelfin kepada ku
“oh gitu ya sudah gak usah marah, aku kan hanay ke rumah ratna.” Kata ku ekpada alzelfin sambil berjalan masuk ke dalam kamar
“tunggu aku belum selesai ngomong.” Kata alzelfin sambil mencengkram tangan ku dengan sangat erat
“lepas al sakit.” Kata ku sambil mendorongnya
“tapi aku belum selesai ngomong sama kamu.” Kata alzelfin kepada ku
“terserah gak peduli.” Kata ku kepada alzelfin sambil meninggalkannya ke kamar
“sya aku ini mau bicara sama kamu.” Kata alzelfin sambil mengerjar ku ke dalam kamar
“al aku gak mau debat sama kamu oke.” Kata ku samuk ke dalam kamar mandi dan menghidupkan syower agar tak mendengar suara alzelfin
Setelah itu aku berendam di bak mandi agar pikiran ku sedikit rileks. Aku tak mendengar suara alzelfin karena disini sangat bising dengan suara syower. Setelah setengah jam aku berendam aku membilas badan ku dengan syower yang sudah sejak tadi aku hidupkan. Setelah selesai aku langsung memakai baju dan mencepol asal rambut ku setelah selesai aku keluar dan melihat alzelfin duduk di pinggir ranjang entah apa yang di pikirkannya aku tak peduli aku naik ke atas ranjang dan lalu menarim selimut dan memejam kan mata ku. Lama kemudian aku tak bisa tidur pikiran ku kemana mana tiba tiba tanganalzelfin memeluk pinggang ku
__ADS_1
“sayang?” kata alzelfin kepada ku
“aku capek mau tidur al.” kata ku kepada alzelfin
“aku minta maaf sudah marah marah gak jelas sama kamu.” Kata alzelfin kepada ku
“terus kenapa kamu marah marah sama aku?” kata ku kepada alzelfin
“aku banyak pikiran sayang.” Kata alzelfin kepada ku
“mikirin apa? Pacar kamu di jerman?” kata ku kepada alzelfin
“dia bukan pacar sayang dia hanya mantan.” Kata alzelfin kepada ku
“terus kenapa kamu sampek marah sama aku? Kalau dia hanya mantan kamu aja?” kata ku kepada alzelfin
“karena aku punya alasan sendiri sayang.” Kata alzelfin kepada ku
“apa alasannya?” kata ku kepada alzelfin
“ceritanya panjang.” Kata alzelfin kepada ku
“aku punya banyak waktu untuk dengerin itu semua.” Kata ku kepada alzelfin
“oke kalau gitu aku certain semua.” Kata alzelfin kepada ku
“secara rinci dan detail tanpa ada yang tertinggal satu pun.” Kata ku kepada alzelfin
“pasti.” Kata alzelfin kepada ku
“ya sudah muali tunggu apa lagi.” Kata ku kepada alzelfin
“al aku ini tunangan kamu, kamu gak usah khawatir aku gak akan kenapa kenapa ka nada kamu yang bakalan jaga aku.” Kata ku kepada alzelfin
“iya aku tau aku hanya takut saja.” Kata alzelfin kepada ku
“tapi kamu beneran gak ada hubungan apa pun sama yumi itu kan?” kata ku kepada alzelfin memastika
“pastinya gak ada kok sayang?” kata alzelfin kepada ku
“ya sudah gak usah di bahas kita tidur aja ya aku capek.” Kata ku kepada alzelfin
“gak mau itu dulu.” Kata alzelfin mengoda ku
“aku capek al kalau sudah di jerman aja oke?” kata ku kepada alzelfin
“oke.” Kata alzelfin kepadaku setelah itu pun kami tidur.
Bebebrapa hari berlalu dengan cepat aku dan alzelfin sekarang sedang memberekan baju baju dan barang barang yang akan kita bawa ke jerman sekarang masih jam 7 pagi penerbangan ku masih jam 2 siang. sekitar jam 11 siang aku, alzelfin, Jason, dan ratna bereangkat ke bandara dion dan austyn sudah ada di bandara sejak tadi dan austyn membawa istrinya ke jerman ya aku yang menyuruhnya membawanya karena aku tak mau ada salah paham anatar aku dan austyn. Sekitar 2 jam kemudian kita sampai di bandara karena tadi kita terjebak macet yang sangat panjang setelah itu aku melihat ke sekeliling tapi tak menemukan austyn atau pun dion.
"cobak kamu telfon deh.” Kata ku kepada alzelfin
“iya bentar ya sayang.” Kata alzelfin sambil mengeluarkan hpnya dari dalam sakunya
__ADS_1
“kamu dimana, kita semua sudah di bandara.” Kata alzelfin kepada austyn
“oh iya iya aku kesana.” Kata alzelfin sambil menutup telfon yang terhubung dengan austyn dan kembali menaruhnya kembali di sakunya
“ada dimana mereka?” kata ku kepada alzelfin
“mereka sudah di dalam.” Kata alzelfin kepada ku
“ya udah ayo.” Kata ratna kepada kami
Setelah itu kami memeriksakan tiket dan paspor kami. Setelah selesai aku melihat dion sedang melambaikan tangan kea rah ku aku, alzelfin, Jason, dan ratna berjalan ke arah mereka. Saat sampai kami langsung duduk berdekatan. Cukup lama menunggu akhirnya pemberitahuan kalau pesawat akan berangkat kami semua berjalan ke arah pesawat dan mulai lepas landa. Yang aku fikirkan saat ini hanya satu hal semoga kedepannya tak ada halangan apa pun dan semoga kita tak akan pernah bertemu dengan gadis yang bernama ayumi itu dan saat pulang semuanya akan baik baik saja . rencana ku saat ini setelah pulang dari jerman aku akan memberitahukan
kepada orang tua ku dan orang tua alzelfin kalaua ku sudah siap menikah tanpa menunggu 6 bulan lagi. Aku melihat alzelfin di tersenyum kepada ku aku berharap kalau senyum itu hanya milik ku aku sudah tak sabar untuk mengatakan kalau aku ingin menikah dengannya tapi aku harus menahannya untuk membuatkan surprice di
hari ualang tahunnya. Aku di jerman hanya 3 minggu saja karena bulan depan sudah ulang tahun alzelfin ratna, Jason, dion, bahkan austyn sudah tau dengan rencana ku untuk mengatakan itu kepada alzelfin saat alzelfin ulang tahun nanti karena ini semua rencana ratna, Jason, dion, austyn, dan juga diri ku. Tak alam pesawat yang aku naiki sampai di jerman setelah sampai kami langsung menaiki mobil yang sudah kami sewa secara online untuk 3 minggu kedepan.
Kami menginap di hotel Titanic gendarmenmarrkt berlin saat sampai kami di seguhi dengan pemandangan yang kuno dan juga modern disini tersedia pemandian air panas dan juga SPA pijat. Kamarnya pun seperti di jepang dengan tempat tidur tanpa ranjang tapi disini dengan springbat yang cukup tebal. Setelah selesai memberekan barang barang ku kami pun langsung menuju pemandian air panas untuk menyegarkan tubuh dan disini tempat pemandian air panas laki laki dan wanita di lainkan. Aku bersama ratna dan juga istri austyn berjalan ke arah
ruang ganti baju. Saat sampai aku langsung memasukkan tubuh ku ke dalam air dan tubuh ku terasa sangat nyaman pegal pegal di tubuh ku sedikit demi sedikit hilang.
“haaahhhhh enak banget iya kan.” Kata ku kepada ratna
“iya enak banget, rasanya gak pengen keluar.” kata ratna sambil memejamkan matanya
“gimana badan kamu enakkan kata austyn tadi pinggang kamu sakit?” kata ku kepada tasya
“iya sudah enakkan kok.” Kata tasya kepada ku
“syukur deh.” Kata ku kepadanya sambil tersenyum
“sya?” kata tasnya kepada ku
“iya apa?” kata ku kepada tasya
“makasih ya?” kata tasnya membuat ku bingung
“makasih buat apa, kan aku gak ngelakuin apa apa.” Kata ku kepada tasya
“baut austyn.” Kata tasya kepada ku
“oh iya gak papa, lagian dia kan sudah jadi jodoh kamu.” Kata ku kepada ku kepada tasya
“iya kalau bukan berkat kamu mungkin aku sama dia sudah bubaran.” Kata tasya kepada ku
“aku gak ngelakuin apa ap kok.” Kata ku kepada tasya
“dulu aku gak suka banget sama kamu karena aku dan austyn sudah tunangan sebelum dia pacaran sama kamu tapi sehari sebelum pacaran sama kamu dia ngebatalin pertunangan kita aku sakit hati banget waktu itu. Aku nyobak nyelakain kamu tapi selalu gagal lalu aku sama mamanya austyn ngerencanain buat aku sama austyn tidur bareng dan dia mau nikahin aku tapi setaip tidur yang dia katakana hanya nama kamu mulai saat itu aku benci banget sama kamu aku pikir kamu ngerebut austyn dari aku tapi suatu hari aku denger dari orang kalau kamu gak tau kalau asutyn sudah tunangan waktu pacaran sama kamu, pertunangan ku juga gak rame rame yang tau hanya austyn dan kedua orang tuanya begitu pun dengan kedua orang tua ku. Aku ngerasa bersalah waktu austyn nyamperin kamus etiap hari aku gak ngelarang dia karena aku tau waktu itu aku yang salah sudah ngebuat kamu sama austyn pisah tapi suatu hari dia datang dan tiba tiba meluk aku dan bilang kalau dia mau berubah dan nerima aku. Kau tanya ke dia apa alasannya dia berubah dia bilang itu semua gara gara yang kamu bicarakan sama dia. Setelah itu kami mencoba hubungan ini mulai dari awal dan waktu tau kamu di culik dia ngebantu kamu buat nyarik kamu awalnya aku gak setuju tapi waktu ingat kamu sudah ngembalikan austyn ke aku aku ngebolehin dia bahkan kamu masih ngaka aku dan austyn liburan ke jerman makasih ya.” Kata tasya kepada ku
“iya gak papa kok, toh aku sudah punya alzelfin sekaranga ku sayang banget sama dia.” Kata ku kepada tasya
“terus rencana kamu waktu itu?” kata tasya kepada ku
“kita sudah rencanain kalau aku bakalan bilang kalau sudah pulang dari jerman tepat di hari ulang tahunnya, jangan lupa kamu sama austyn dating ya?” kata ku kepada tasya
“iya pasti.” Kata tasya kepada ku di pun memeluk diri ku
“aku kan juga mau pelukan.” Kata ratna kepada ku dan tasya
__ADS_1
“sini.” Kata tasya membuka tangannya
Setelah itu kami pun berpelukan. Ya mungkin ini awal dari persahabatan ku sama tasya dan juga austyn aku bahagia bisa berteman baik dengan istri dan mantan kekasih ku apa lagi mereka sangat mendukung hubungan ku dengan azelfin.