
Hari hari ku kembali sepeti semula ya kembali seperti dulu lagi lagi hari aku bangun tidur setelah itu aku pergi mandi dan siap siap untuk sarapan setelah itu berangkat sekolah. Saat di sekolah pun orang orang tak ada yang peduli dengan ku. Setelah pulang sekolah aku berangkat kerja ke restoran Amelia. Dan sampai aku pulang ya begitu lah hari hari ku.
Dan akhir akhir ini criaan sangat sibuk dengan pekerjaannya aku dan dirinya sudah jarang bertemu tapi jika bertemu dia tak akan pernah membiarkan diri ku berjalan seorang diri entah itu hanya ke kamar kecil bahkan pernah kami berjalan jalan ke suatu taman dia menyewa seorang perempuan untuk ku hanya untuk mengikuti ku dan menjaga ku ketika aku ada di dalam toilet dan ya itu memang berlebihan untuk ku tapi aku tau apa yang dia pikirkan itu karena dia hanya tidak ingin kejadian yang sama terulang hingga dua kali. Jadi saat dia melakukan itu aku hanya diam.
Hari ini setelah selesai sekolah aku langsung berangkat ke restoran sesampainya di sana aku langsung Menganti baju ku dengan pakaian karyawan khusus restoran setelah selesai aku langsung menghampiri Amelia yang sedang duduk duduk di kursi kasir ya kebetulan sedang tidak ada pelanggan yang datang. Aku pun langsung duduk di samping
"Gimana sekolah kamu?" Kata Amelia kepada ku sambil menghitung pemasukan hari ini.
"Ya gitu gitu aja" kata ku kepada Amelia.
"Maksudnya?" Kata Amelia sambil melihat ku dengan terus menghitung pemasukannya.
"Ya gitu gitu aja, gak ada yang spesial. Rasanya aku pengen banget pindah ke sekolah yang dulu Mel. Enakkan di sana" kata ku kepada amelia
"Tapi kan sayang sama beasiswa kamu Al apa lagi kamu di sekolah itu hanya tinggal satu hatun setengah kan Al. Ya sudah lah sabar sabar aja" kata amelia kepada ku.
"Terus kamu gimana sama sekolah kamu?" Kata ku kepada Amelia.
"Oh di sekolah ada murit baru dia nakal banget dan ya biasalah sok cantik gitu. Padahal juga cantikan aku kemana mana" kata Amelia dengan percaya tingginya yang sangat melambung
"Ya ya ya terserah dah kamu mau bilang apa, aku mau ngelayanin pembeli dulu" kata ku kepada Amelia sambil pergi meninggalkannya untungnya ada pelanggan yang datang sehingga aku tak perlu mendengarkan khayalannya yang sangat tinggi itu.
"Eh tapi bener kan Al, kalok aku ini cantik malah pakek banget" kata Amelia kepada ku yang sudah ada di depan pelanggan.
"Maaf pak buk dia memang sedikit miring otaknya. Jadi mau pesan apa" kata ku kepada pelanggan itu.
Setelah menyebutkan pesanannya aku pun langsung ke dapur untuk menyiapkannya tak butuh waktu lama pesanan pun selesai. Aku langsung mengantarkan pesanan itu kepada pelanggan setelah selesai aku kembali duduk di samping Amelia ya tentunya aku tak mau mendengarkannya mengocehkan hal yang tidak pasti jadi aku menutup telinga ku dengab haedset.
Tak terasa hari sudah sangat larut restoran pun akan segera tutup jadi aku membantu Amelia dan juga ibunya bersih bersih restoran. Setelah selesai aku pun pamit pulang. Aku tidak di jumput oleh crisan ya memang tidak sudah hampir satu bulan aku jarang sekali bertemu dengannya ya aku mengerti kalau dia sangat sibuk dengan urusannya tapi jika ada waktu meskipun hanya sebentar crisan selalu menyempatkan waktu untuk menelfon ku.
Tak lama kemudian aku pun sampai di rumah aku pun langsung memasukkan sepeda ku ke dalam garasi setelah itu aku masuk saat sampai di dalam belum juga aku membuka sepatu ku ibu sudah menyuruh ku untuk membeli minuman di super market dekat rumah ya mau tidak mau aku pun keluar membelinya. Meskipun sangat lelah tapi aku harus membelikannya untuk ibu ku ya karena setiap pagi ibu dan ayah ku harus meminum kopi botol entah lah tapi rasanya wajib sekali bagi mereka meminum kopi yang di belinya di super market dekat rumah. Setelah selesai membeli aku pun bergegas untuk pulang tapi belum sampai di rumah aku di cegat oleh seorang laki laki berbadan besar dan berpakaian serba hitam bahkan dia memakai kaca mata hitam membuat ku takut.
"Maaf Paman saya mau lewat" kata ku kepada Paman itu yang menghalangi jalan ku.
"Tuan ku ingin bertemu dengan diri mu jadi mari ikuti saya" kata laki laki itu kepada ku entah lah tapi aku tak punya perasaan takut lagi atau pun was was dan dengan senang hati aku mengikuti laki laki berpakaian serba hitam itu ke sebuah mobil di depan kami saat sampai kaca oun terbuka ada seorang laki laki paruh baya melihat ke arah ku.
__ADS_1
"Apa kamu yang bernama alecia?" Kata laki laki paruh baya yang ada di dalam mobil itu
"Iya benar ada apa ya tuan?" Kata ku kepada laki laki paruh baya itu.
"Bisa kita bicara sebentar?" Kata laki laki itu kepada ku.
"Maaf tuan tapi saya tidak bisa" kata ku kepada laki laki paruh baya itu ya aku menolak karena aku tak mengenalinya.
"Aku tau kamu takut tapi aku ayah crisan, ada hal yang harus aku bicarakan penting kepada mu. Jadi bisa kita bicara sebentar?" Kata laki laki paruh baya yang baru saya aku tau kalau dia adalah ayah criaan.
"Oh baik" kata ku kepada ayah crisan
"Ya sudah ayo masuk ke dalam mobil kita bicara sambil ngopi" kata ayah crisan kepada ku sambil membukakan pintunya untuk ku.
"Terima kasih tuan" kata ku kepada ayah crisan sambil masuk ke dalam mobilnya.
"Setelah itu mobil pun jalan di sepanjang perjalanan aku mau pun ayah crisan tak berbicara sepatah kata pun ya entah lah karena aku sibuk dengan pikiran ku sendiri. Tak lama kemudian mobil yang aku dan ayah crisan tumpangi berhenti tepat di sebuah restoran kopi. Aku dan ayah crisna masuk setelah itu memesan sebuah kopi untuk kami berdua. Cukup lama kami dia hingga kopi yang kami pesan pun datang.
"Ayo di minum" kata ayah crisan kepada ku.
"Baik tuan" kata ku sambil meminum kopi yang masih panas dan itu membuat badan ku yang dingin menjadi hangat ya karena di luar udara sangat dingin.
"Iya Paman" kata ku kepada ayah crisan
Setelah itu kami pun kembali diam tanpa kata entah kenapa tapi aku bingung harus berbicara apa jadi aku hanya bisa diam menunggu ayah crisan berbicara duluan.
"Criaan dia anak yang manja dan nakal" kata ayah crisan secara tiba tiba kepada ku. Aku pun langsung memperhatikannya tanpa menyela ucapannya sepatah kata pun.
"Dia adalah anak ke dua dari keluarga ku. Dari kecil hingga besar aap pun keinginannya selalu terpenuhi tapi itu yang membuat dia menjadi nakal bahkan sangat nakal. Kamu tau reputasi crisan sangat jelek di luar sana bahkan sangat jarang sekali ada teman kerja ku yang mau anaknya di jodohkan dengan crisan mereka memberikan berbagai macam alasan tapi aku dan ibu crisan tau kalau itu hanya lah alasan saja untuk menolak lamaran anak kami. Sampai kami tau kalau dia suka sekali berganti ganti pacar bahkan dalam satu bulan dia bisa Menganti pacarnya sebanyak 20 sampai 30 kali. Itu membuat kami berfikir kalau crisan memang masih main main. Sampai dia berpacaran dengan kamu sampai satu bulan lamanya entah kenapa tapi hal itu membuat kami khawatir. Bahkan kalian berdua bisa bertahan sampai detik ini dan titik ini. Tapi satu hal yang harus kmu tau saat kamu di culik oleh Mama crisan dan di sembunyikan aku benar benar tidak tau bahkan aku tau saya crisna dan teman temannya datang menghampiri kita berdua dan saat tau kalau ulah istri ku membuat mu dalam keadaan bahaya aku menjadi malu dan merasa bersalah aku ingin menemui mu dan meminta maaf tapi crisan tak membiarkan ku untuk bertemu dengan mu sampai akhirnya hari ini aku bisa bertemu dengan mu. Aku ebbar benar minta maaf atas kecerobohan yang sudah di perbuat oleh istri ku" kata ayah crisan sambil menatap ku dari wajahnya dia terlihat sangat serius dengan ucapannya.
"Gak papa kok Paman, aku bisa mengerti mungkin ibu crisan hanya ingin anaknya aman dan juga bahagia sehingga dia melakukan hal itu" kata ku kepada ayah crisan tapi ayh crisan menggelengkan kepalanya sambil melihat diri ku.
"Ibu crisan dia dulu sangat baik bahkan dia adalah wanita yang snagat ramah tapi sesuatu terjadi. Waktu itu Chelsea anak pertama kami memiliki seorang kekasih namanya Bram aku tidak setuju hubungan Bram dengan Chelsea karena aku tau kalau dia bukan lah laki laki yang baik. Sampai suatu hari Chelsea membawanya ke rumah ibu crisan menyetujui hubungan mereka tapi aku tidak setelah laki laki itu pulang aku memberitahukan kepada ibu crisan kalau laki laki itu bukan lah laki laki yang baik tapi ibu crisan tak mempercayai ku hingga suatu hari dia ikut dengan ku ke luar negeri untuk rapat saat itu aku rapat dengan klien di sebuah restoran terkenal dan di sana kami bertemu dengan Bram dia bersama seorang wanita. Ya dan saat itu ibu crisan tau kalau laki laki itu tidak tulus mencintai Chelsea anak kesayangan ibu crisan bahkan laki laki itu berbicara di depan kami dengan sangat jelas lalu dia akan merebut semua harta kami dan meninggalkan. Chelsea dia melakukan itu karena dia dendam dengan ku karena sudah memecat ayahnya yang ternyata korupsi di perusahaan ku. Mulai saat itu ibu crisan sangat sangat berubah wanita yang dulunya ramah, baik hati dan juga sopan dia berubah seratus delapan puluh derajat menjadi wanita yang super super kejam sepeti sekarang. Tapi aku tau kalau kamu adalah ank baik baik jadi aku mohon pertahan kan hubungan mu dengan crisan tapi jika kamu gak kuat kamu bisa tinggalak dia. Karena aku bisa melihat dari tingakh laku crisan dia berubah drastis saat dia berpacaran dengan mu" kata ayah crisan kepada ku sambil tersenyum kepada ku.
Apa Paman yakin?" Kata ku kepada ayah crisan.
__ADS_1
"Yakin bahkan aku sangat yakin dan percaya sama kamu" kata ayah crisan sambil mengelus elus rambut ku.
Setelah itu kami pun membicarakan hal lain. Cukup lama kami berbincang bincang akhirnya aku pun di antarkan pulang oleh ayah crisan. Saat di perjalanan pulang aku hanya diam saja sambil melihat ke arah luar jendela ya aku tau kenapa ibu crisan bisa kejam Seperti itu karena dia tidak ingin anak anaknya terluka dan salah dalam memilih pasangan meskipun begitu aku tau kalau dia masih sama dengan yang dulu hanya saja cara melindungi anak anaknya saja yang salah. Tak lama kemudian mobil pun berhenti tepat di depan rumah ku aku pun pamit untuk pulang.
"Alecia?" Kata ayah crisan memanggil ku saat aku sudah turun dari mobilnya.
"Iya Paman?" Kata ku kepada ayah crisan sambil emnbalikkan badan menghadap dirinya.
"Ini buat kamu" katabya sambil memberikan sebuah kotak kecil kepada ku.
"Apa ini Paman?" Kata ku sambil mengambilnya dari tangan ayah crisan
"Itu adalah cincin turun temurun dari keluarga kami. Aku ingin kamu menyimpannya dan memberikan ini kepada crisan saat dia akan melamar kamu suatu saat nanti" kata ayah crisan kepada ku dan hal itu membuat ku kaget ya karena aku merasa aku tak pantas menerima cincin ini.
"Maaf Paman tapi ini bukan hak saya" kata ku kepada ayah crisan sambil mengulurkan kotak itu kembali ke arah ayah crisan
"Gak papa sudah kamu pegang aja dulu oke " kata ayah crisan kepada ku
"Ya sudah Paman kalau gitu aku bakalan jaga baik baik cincin ini" kata ku kepada ayh criaan.
"Ya sudah aku percaya seratus persen sama kamu" kata ayah crisan kepada ku dengan senyumnya dan aku tau dari mana crisan mendapatkan senyumnya yang membuatnya tampan ternyata dari ayahnya.
"Baik Paman kalau begitu saya permisi selamat malam Paman" kat ku kepada ayah crisan
"Iya selama malam" kata ayah crisan kepada ku aku pun berbalik dan berjalan ke arah rumah ku.
"Alecia" kata ayah crisan lagi lagi dia memanggil ku.
"Iya Paman?" Kata ku berbalik embghadap dirinya.
"Aku merestui hubungan kamu dengan crisan jadi kamu jaga anak nakal itu baik baik ya. Buat dia jadi lebih baik oke?" Kata ayah crisan kepada ku itu membuat ku terkejut bahkan aku sangat sangat kaget.
"Paman serius?" Kata ku kepada ayah crisan masih tak percaya dengan ucapannya.
"Tentu saja aku serius Al" kata ayah crisan dengan mimik wajah yang sangat serius.
__ADS_1
"Baik Paman aku akna membuat dia menjadi lebih baik dan aku janji gak bakalan ngecewain Paman dan juga kak Chelsea" kata ku kepada ayah crisan
"Bagus. Ya sudah sana masuk di luar dingin" kata ayah crisan