
“kemana?” katanya mulai penasaran
“ kamu juga bakalan tau nantik.” Kataku Aku berjalan di depan dan syasa di belakangkusetelah sampai dia melihatku dengan tatapan tak percaya
“kandang kuda?” kata syasa heran sambil mengangkat sebelah alisnya
“iya, ayo ikut.” Kataku terus berjalan
“jauh banget.” Kata syasa
“sabar nanti kamu juga tau.” Kataku kepada syasa
“jangan bilang kalau kamu mau kenalin akusama kuda.” Kata syasa dengan tepat
“iya.” Kataku sambil tersenyum
“siapa namanya?” kata syasa
“kita sudah sampai.” Kataku kepada syasa
Syasa melihat ke arah jaco lalu aku
menyebutkan namanya dia tampak kebingungan tapi aku langsung menjelaskan
kepadanya tentang jaco yang sudah gak ada orang tua aku mengajaknya untuk
menaiki jaco tapi dia tak mau katanya takut di gigit itu membuatku tersenyum
dengan perkataannya yang polos lalu aku menjelaskan tentang kelakuan jaco jika
dia menyukai atau pun tidak menyukai seseorang lalu aku menyarankan untuk
member jaco makan awalnya di tak mau tapi aku paksa aku juga ingin tau apa jaco
suka atau tidak dengan syasa.
Saat syasa mengulurkan tangannya yang di
atasnya ada makanan jaco dia memejamkan kedua matanya dan itu membuatku geli
melihatnya sesaat jaco hanya mengendus lalu langsung memakannya jaco menjilat
tangan syasa, lalu dia membuka kedua matanya yang indah sedikit demi sedikit
dan akhirnya aku tau kalau jaco menyukai syasa jarang-jarang jaco menyukai
orang lain bahkan kepada mama dan papa saja dia tak mau.
“ayo naik.” Kataku kepada syasa
“tapi aku takut.” Kata syasa
“sudah gak papa kok, percaya sama aku kalaujaco gak bakalan jatuhin kamu.” Kataku kepadanya agar dia mau menaiki jaco
“kalau akhirnya jatuh gimana.” Kata syasa masih takut
“tenang nanti aku yang tangkap kamu.” Kataku mengoda syasa
Dan akhirnya dia mau menaiki jaco, aku
menyuruh pengurus kandang untuk menyiapkan peralatannya setelah selesai syasa naik
sedangkan aku tidak aku hanya memegang tali yang di kaitkan dengan jaco.aku
membawa syasa keliling daerah perkebunan sekitar 1 jam syasa mengatakan kalau
dia punggungnya sakit , lalu aku menaiki jaco dan membawanya dengan kecepatan
tinggi tak lama kemudian kita sampai di kandang jaco aku menurunkan syasa lalu
petugas kandang memasukkan jaco ke dalam
“ayo kembali ke vila.” Kataku
Syasa hanya menjawab dengan anggukan kami
berjalan keluar menuju vila saat akan sampai pembantuku menemuiku dan syasa
mengatakan kalau makanan sudah siap, aku mengajaknya untuk makan siang dia
mengiyakan permintaanku setelah sampai kami langsung makan saat makan syasa
melihat ke sekelilingnya aku tersenyum melihatnya seperti itu setelah selesai
makan dia tampak kelihatan lelah dari wajahnya.
“sudah sana kamu istirahat dulu.aku sudah siapin kamar buat kamu” Kata ku kepada syasa
“gak makasih aku gak capek kok.” Kata syasa menolak
“sudah sana kamu bisa mandi dan tidur dulu.” Kataku kepadanya
“mmm tapi aku gak bawa baju ganti.” Kata syasa cemberut
“disana sudah aku siapin bajunya kok.” Kataku karena sempat beberapa waktu yang lalu membelinya ketika syasa di rawat disini tapi tak sempat dia pakai.
“mmmm oke.” Kata syasa
“nanti sore kita kembali ke kota.” Kataku
“iya.” Kata syasa
Sebelum itu aku menyuruh pelayan yang bersama
dengan tasnya, sebenarnya tasnya adalah adik kandungku dia lebih muda 10 tahun
dari ku aku menjelaskan bagaimana dia bercerita tentang diriku dan syasa saat
sudah aku menyuruhnya pergi lagi ke kamar syasa saat syasa sedang mandi
“alike,
antar nyonya ke kamar yang sudah di sediakan dan penuhi semua yang di butuhkan
terutama air hangat untuk nyonya mandi.” Kataku kepada alike pembantu rumah
tangga
“baik tuan.” Kata alike
Setelah melihat syasa kembali ke atas aku
memasuki ruang kerjaku untuk menyelesaikan beberapa perkerjaan yang sempat aku
tunda hari ini, setelah selesai aku pergi mandi lalu pergi untuk tidur tapi
saat akan tidur aku tak bisa jadi aku bangun dan membuka sebuah document yang
isinya tentang austyn
“anton?” kataku memanggil anton
__ADS_1
“iya tuan?” kata anton saat sampai
“kamu selidiki sedetail mungkin tentang laki-laki ini dari 1 tahun yang lalu.” Kataku kepada anton
“baik tuan.” Kata anton
Setelah itu aku pergi ke balkon untuk
menikmati secangkir the saat aku lihat jam ternyata sudah jam 3.30 sore aku
berjalan menuju ke arah kamar syasa saat aku masuk syasa berbicara tentang
dirinya yang masih tak dapat bahagia karena keegoisanya. Aku menyuruh pelayan
untuk keluar, lalu menjawab pertanyaan syasa saat dia berbalik aku melihatnya
menangis aku tak dapat menahannya lagi aku menariknya lalu memeluknya dia tak
menolak aku dia masih menangis dalam diam aku berbicara kepadanya untuk
melepaskan semua bebannya. Lalu dia menangis sejadi-jadinya dengan suara yang
sangat keras aku mendengarnya hatiku terasa sangat hancur melihat wanita yang
aku cintai di sakiti seperti ini tapi aku tak dapat berbuat apa-apa karena aku
masih bukan siapa-siap aku memeluknya makin erat. Tiba-tiba saja dia menangis seketika dan badannya menjadi sangat lemas saat aku lihat dia sudah pingsan aku sangat ketakutan
“PELAYAN.” Kataku berteriak
“iya tuan.” Kata pelayan termaksud anton
“cepat panggil ambulan.” Kataku kepada mereka
Setelah itu aku mengendong syasa ke atas
tempat tidur menunggu ambulan datang aku memegang tangannya yang sudah mulai
dingin aku bingung harus bagaimana tak lama kemudian ambulan datang aku
menyuruh petugas untuk membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi saat sampai di
rumah sakit dia di bawa ke ruang ICU sesaat kemudian handphone syasa berbunyi
aku melihat nama rini aku langsung mengangkatnya
“sya kamu pulang jam berapa sekarang.” Kata orang di telfon
“halo.” Kataku
“siapa kamu.” Kata orang yang bernama ratna itu
“saya alzelfin bos syasa dia pingsan dan saya sudah bawa dia ke rumah sakit alamtanya saya kirim chat.” Kataku kepadanya
“apa baik saya segera kesana.” Kata orang itu
Aku mengirimkan chat kepadanya lalu menunggu
dokter untuk keluar tapi lama sekali dokter tak keluar 1 jam sudah berlalu tapi
dokter masih tak keluar juga tak lama kemudian ada 1 orang wanita dan 1 orang
laki-laki.
“dimana syasa.” Katanya kepadaku
“dia di dalam dokter masih belum keluar.” kataku kkepadanya
“tadi dia sempat menyalahkan dirinya sendiri, dari yang aku dengar dia ingin kekasihnya ada waktu untuknya. Setelah itu dia menangis dan tiba-tiba pingsan.” Kataku kepada mereka
“menyalahkan dirinya gimana?” kata ratna
“dia berkata hanya ingin kalau perhatian dari kekasihnya yang bernama autyn .” kataku kepada mereka
Sesudah itu dokter keluar daru ruangan dan mencari dari keluarga syasa kami bertiga langsung erdiri dan menghampiri dokter itu
“gimana keadaan syasa dok.” Kata ratna
“dia sudah sadar dia hanya terlalu banyak pikiran dan kurang istirahat jika keadaannya sudah membaik dia boleh pulang.” Kata dokter
“maksih dok.” Kata ratna
Tak lama kemudian syasa di bawa keluar untuk
di pindahkan ke ruang rawat pasien. Ratna menangis sejak tadi kami
mengiringinnya dari belakang setelah sampai para suster keluar kami langsung
menghampiri syasa.
Dia melihat ke arah ratna lalu ke arahku aku
tersenyum saat dia melihatku tak lama kemudian suster datang memberikan resep
obat untuk syasa. Aku mengatakan kepada mereka kalau aku yang akan menebus
obatnya tapi mereka melarangku tapi aku memaksa dan akhirnya mereka
membiarkanku membelinya lalu aku berjalan keluar saat keluar aku mendengar
kalau syasa ingin putus dengan kekasihnya aku senang mendengarnya karena
laki-laki itu tak pantas untuk syasa. Aku berjalan membeli obat lalu membeli
makanan untuk syasa dan temannya setelah
selesai aku kembali ke kamar syasa di rawat saat sampai aku memberikan makanan
itu kepada ratna dan meletakkan obat yang tadi di beli.
Aku memebawa bubur ayam kesukaan syasa untuk
di makan tapi dia malah tak mau makan padahal dia harus meminum obat. Aku
memaksanya untuk makan dan akhirnya dia mau makan tak terasa hari sudah malam aku
pamit pulang dulu kepada mereka. Setelah sampai di vila aku menelfon bela
“halo bela.” Kataku kepada bela
“iya pak, ada yang bisa saya bantu?” kata bela
“kamu urus semua perkerjaan saya besok. Karena besok aku masih ada kepentingan mungkin beberapa hari aku gak ke kantor.” Kata ku kepada bela
“baik pak.” Kata bela
Setelah itu aku mematikan telfon yang terhubung dengan bela lalu pergi mandi, dan tidur
Saat aku bangun aku melihta jam sudah jam 6
pagi aku pergi mandi untuk bersiap-siap pergi ke rumah sakit setelah selesai
__ADS_1
aku langsung jalan ke rumah sakit, saat sampai aku melihat syasa duduk di atas
ranjanganya sendirian aku melihat di sekitar kamar lalu bertanya tentang Jason
dan ratna kata syasa mereka pulang sebentar dia bertanya tentang perkerjaanku
aku bilang kalau sekarang aku gak ada jadwal sebenarnya ada hanya saja aku
ingin bersama dengannya syasa
“nih bubur di makan dulu.” Kata alzelfin kepadaku
“iya.” Katanya sambil mengambilnya
Lalu saat syasa akan memakannya pintu rumah
sakit terbuka dengan sangat keras aku seketika melihat ke arah pintu. Aku
sangat kesal saat melihat laki-laki yang membuat syasa menjadi sakit. Aku
melihat dia berlari dan mengambil tangan syasa sehingga bubur yang di pegangnya
menjadi berserakan di selimut yang di pakai oleh syasa aku mengambil bubur yang
ada di kasurnya lalu mengelap bubur-bubur yang jatuh di selimutnya setelah
berbicara sembentaraku berbicara kepada laki-laki itu untuk membiarkan syasa
makan dan minum obat karena sudah waktunya lalu aku memberikan bubur yang tadi
aku ambil dari syasa lalu syasa menyuruh laki-laki itu untuk duduk setelah itu
syasa memakan bubur yang aku berikan.setelah selesai makan aku memberikan obat
kepada syasa setelag selesaai minum obat aku berniat meninggalkan syasa dan
austyn untuk berbicara tapi sebelum itu austyn sudah mengatakan akan pergi tanpa
mengatakan apa apa lagi dia langsung pergi begitu saja. Tak lama kemudian ratna
dan Jason datang setelah itu mereka berbincang-bincang tentang austyn sekitar
setengah jam syasa mengatakan kalau dia ingin tidur aku membantu membetulkan
letak bantanya agar dia nyaman saat tidur.
Setelah itu saat austyn datang kami bertiga
keluar dari ruangan. Saat mereka di dalam aku tak dapat mendengar apa pun
pembicaraan mereka ratna mencoba mendengarkan dari pintu
“mereka bicara pelan sekali aku kan penasaran.” Kata ratna sambil duduk di kursi tunggu dengan cemberut
Tak lama kemudian austyn datang. Saat itu dia
hendak menghampiri Jason tapi Jason menghindari austyn
“kamu pantas mendapatkan semua itu.” Kata Jason kepada austyn
“dia selamanya akan jadi milikku.” Kata austyn
“aku gak akan biarin kamu nyakitin syasa terus, dan aku janji dia akan bahagia tanpa kamu.” Kataku kepada austyn
“heh siapa kamu, bahkan kamu sekali pun gak bakaln bisa membuat dia bahagia. Karena dia hanya bahagia sama aku?” kata austyn
“kita lihat saja nanti.” Kataku kepadanya menantangnya
Setelah itu austyn pergi, kami bertiga masuk saat aku
masuk aku melihat syasa menangis aku tak tahan melihatnya seperti ini, melihat
wanita yang aku cintai di sakiti oleh pria yang bahkan tak berguna. Aku
menghampirinya dan memeluknya dia tak melawan aku memcoba menyabarinnya
begitupun dengan ratna dan Jason setelah selesai dia bilang kalau dia ingin
tidur setelah itu aku duduk di sofa saat aku melihatnya dia hanya berbalik
balik ke kanan dan ke kiri aku tau kalau dia sangat gelisah. Setelah itu dia
menceritakan semuanya kalau austyn sebenarnya sudah mempunyai seorang istri aku
sangat kesal begitu pun dengan Jason bahkan dia. Yang aku fikirkan saat ini
hanya ingin menghancurkan laki-laki itu apa pun yang terjadi aku mengirim pesan
kepada anton dan bela.
Setelah itu kami mencoba menenangkan syasa
yang masih saya menangis. Tak lama setelahnya kami merencanakan untuk liburan
ke korea untuk menghilangkan pikiran yang sedang mengangguk syasa aku berkata
ingin ikut dan akan menyiapkan tempat tinggal itu mudah karena aku memiliki
beberapa hotel yang terkenal di korea. Dan kami akan berangkat bulan depan
setelah itu kami berbincang-bincang sebentar lalu syasa mengatakan akan tidur ,
setelah lama melihatnya tertidur pulas aku pun hendak tidur karena ratna dan
Jason sudah tidur sejak tadi. Saat aku mendengar suara aku membuka mataku aku
melihat syasa berdiri di jendela sesekali dia melihat ke belakang dan saat dia
melihat ke belakang daku beropura-pura tidur. Setelah cukup lama dia berdiri
dia mengucapkan permintaanya saat ada bintang jauh
“amin.” Kataku pelan
Setelah itu dia berbalik aku pira-pura tidur
lagi saat aku mengintipnya dia naik ke atas ranjang dan tidur sekitar 2 jam
berlalu aku menghampirinya
“aku janji akan buat kamu bahagia dan gak ada lagi air mata. Aku janji sayang?” kataku keadanya
Dia hanyatersenyum. Setelah itu aku
membetulan selimut yang di pakainya saat aku melihat jam ternyata sudah jam 4
subuh aku mencium kening syasa lalu berjalan keluar dari kamar syasa di rawat
aku akan pulang dulu sekarang dan besok
aku akan kembali lagi karena hari ini aku masih ada meeting dengan para
__ADS_1
pemegang saham.