Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 51


__ADS_3

“kemana?” katanya mulai penasaran


“ kamu juga bakalan tau nantik.” Kataku  Aku berjalan di depan dan syasa di belakangkusetelah sampai dia melihatku dengan tatapan tak percaya


“kandang kuda?” kata syasa heran sambil mengangkat sebelah alisnya


“iya, ayo ikut.” Kataku terus berjalan


“jauh banget.” Kata syasa


“sabar nanti kamu juga tau.” Kataku kepada syasa


“jangan bilang kalau kamu mau kenalin akusama kuda.” Kata syasa dengan tepat


“iya.” Kataku sambil tersenyum


“siapa namanya?” kata syasa


“kita sudah sampai.” Kataku kepada syasa


Syasa melihat ke arah jaco lalu aku


menyebutkan namanya dia tampak kebingungan tapi aku langsung menjelaskan


kepadanya tentang jaco yang sudah gak ada orang tua aku mengajaknya untuk


menaiki jaco tapi dia tak mau katanya takut di gigit itu membuatku tersenyum


dengan perkataannya yang polos lalu aku menjelaskan tentang kelakuan jaco jika


dia menyukai atau pun tidak menyukai seseorang lalu aku menyarankan untuk


member jaco makan awalnya di tak mau tapi aku paksa aku juga ingin tau apa jaco


suka atau tidak dengan syasa.


Saat syasa mengulurkan tangannya yang di


atasnya ada makanan jaco dia memejamkan kedua matanya dan itu membuatku geli


melihatnya sesaat jaco hanya mengendus lalu langsung memakannya jaco menjilat


tangan syasa, lalu dia membuka kedua matanya yang indah sedikit demi sedikit


dan akhirnya aku tau kalau jaco menyukai syasa jarang-jarang jaco menyukai


orang lain bahkan kepada mama dan papa saja dia tak mau.


“ayo naik.” Kataku kepada syasa


“tapi aku takut.” Kata syasa


“sudah gak papa kok, percaya sama aku kalaujaco gak bakalan jatuhin kamu.” Kataku kepadanya agar dia mau menaiki jaco


“kalau akhirnya jatuh gimana.” Kata syasa masih takut


“tenang nanti aku yang tangkap kamu.” Kataku mengoda syasa


Dan akhirnya dia mau menaiki jaco, aku


menyuruh pengurus kandang untuk menyiapkan peralatannya setelah selesai syasa naik


sedangkan aku tidak aku hanya memegang tali yang di kaitkan dengan jaco.aku


membawa syasa keliling daerah perkebunan sekitar 1 jam syasa mengatakan kalau


dia punggungnya sakit , lalu aku menaiki jaco dan membawanya dengan kecepatan


tinggi tak lama kemudian kita sampai di kandang jaco aku menurunkan syasa lalu


petugas kandang memasukkan jaco ke dalam


“ayo kembali ke vila.” Kataku


Syasa hanya menjawab dengan anggukan kami


berjalan keluar menuju vila saat akan sampai pembantuku menemuiku dan syasa


mengatakan kalau makanan sudah siap, aku mengajaknya untuk makan siang dia


mengiyakan permintaanku setelah sampai kami langsung makan saat makan syasa


melihat ke sekelilingnya aku tersenyum melihatnya seperti itu setelah selesai


makan dia tampak kelihatan lelah dari wajahnya.


“sudah sana kamu istirahat dulu.aku sudah siapin kamar buat kamu” Kata ku kepada syasa


“gak makasih aku gak capek kok.” Kata syasa menolak


“sudah sana kamu bisa mandi dan tidur dulu.” Kataku kepadanya


“mmm tapi aku gak bawa baju ganti.” Kata syasa cemberut


“disana sudah aku siapin bajunya kok.” Kataku karena sempat beberapa waktu yang lalu membelinya ketika syasa di rawat disini tapi tak sempat dia pakai.


“mmmm oke.” Kata syasa


“nanti sore kita kembali ke kota.” Kataku


“iya.” Kata syasa


Sebelum itu aku menyuruh pelayan yang bersama


dengan tasnya, sebenarnya tasnya adalah adik kandungku dia lebih muda 10 tahun


dari ku aku menjelaskan bagaimana dia bercerita tentang diriku dan syasa saat


sudah aku menyuruhnya pergi lagi ke kamar syasa saat syasa sedang mandi


 “alike,


antar nyonya ke kamar yang sudah di sediakan dan penuhi semua yang di butuhkan


terutama air hangat untuk nyonya mandi.” Kataku kepada alike pembantu rumah


tangga


“baik tuan.” Kata alike


Setelah melihat syasa kembali ke atas aku


memasuki ruang kerjaku untuk menyelesaikan beberapa perkerjaan yang sempat aku


tunda hari ini, setelah selesai aku pergi mandi lalu pergi untuk tidur tapi


saat akan tidur aku tak bisa jadi aku bangun dan membuka sebuah document yang


isinya tentang austyn


“anton?” kataku memanggil anton

__ADS_1


“iya tuan?” kata anton saat sampai


“kamu selidiki sedetail mungkin tentang laki-laki ini dari 1 tahun yang lalu.” Kataku kepada anton


“baik tuan.” Kata anton


Setelah itu aku pergi ke balkon untuk


menikmati secangkir the saat aku lihat jam ternyata sudah jam 3.30 sore aku


berjalan menuju ke arah kamar syasa saat aku masuk syasa berbicara tentang


dirinya yang masih tak dapat bahagia karena keegoisanya. Aku menyuruh pelayan


untuk keluar, lalu menjawab pertanyaan syasa saat dia berbalik aku melihatnya


menangis aku tak dapat menahannya lagi aku menariknya lalu memeluknya dia tak


menolak aku dia masih menangis dalam diam aku berbicara kepadanya untuk


melepaskan semua bebannya. Lalu dia menangis sejadi-jadinya dengan suara yang


sangat keras aku mendengarnya hatiku terasa sangat hancur melihat wanita yang


aku cintai di sakiti seperti ini tapi aku tak dapat berbuat apa-apa karena aku


masih bukan siapa-siap aku memeluknya makin erat. Tiba-tiba saja dia menangis seketika dan badannya menjadi sangat lemas saat aku lihat dia sudah pingsan aku sangat ketakutan


“PELAYAN.” Kataku berteriak


“iya tuan.” Kata pelayan termaksud anton


“cepat panggil ambulan.” Kataku kepada mereka


Setelah itu aku mengendong syasa ke atas


tempat tidur menunggu ambulan datang aku memegang tangannya yang sudah mulai


dingin aku bingung harus bagaimana tak lama kemudian ambulan datang aku


menyuruh petugas untuk membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi saat sampai di


rumah sakit dia di bawa ke ruang ICU sesaat kemudian handphone syasa berbunyi


aku melihat nama rini aku langsung mengangkatnya


“sya kamu pulang jam berapa sekarang.” Kata orang di telfon


“halo.” Kataku


“siapa kamu.” Kata orang yang bernama ratna itu


“saya alzelfin bos syasa dia pingsan dan saya sudah bawa dia ke rumah sakit alamtanya saya kirim chat.” Kataku kepadanya


“apa baik saya segera kesana.” Kata orang itu


Aku mengirimkan chat kepadanya lalu menunggu


dokter untuk keluar tapi lama sekali dokter tak keluar 1 jam sudah berlalu tapi


dokter masih tak keluar juga tak lama kemudian ada 1 orang wanita dan 1 orang


laki-laki.


“dimana syasa.” Katanya kepadaku


“dia di dalam dokter masih belum keluar.” kataku kkepadanya


“tadi dia sempat menyalahkan dirinya sendiri, dari yang aku dengar dia ingin kekasihnya ada waktu untuknya. Setelah itu dia menangis dan tiba-tiba pingsan.” Kataku kepada mereka


“menyalahkan dirinya gimana?” kata ratna


“dia berkata hanya ingin kalau perhatian dari kekasihnya yang bernama autyn .” kataku kepada mereka


Sesudah itu dokter keluar daru ruangan dan mencari dari keluarga syasa kami bertiga langsung erdiri dan menghampiri dokter itu


“gimana keadaan syasa dok.” Kata ratna


“dia sudah sadar dia hanya terlalu banyak pikiran dan kurang istirahat jika keadaannya sudah membaik dia boleh pulang.” Kata dokter


“maksih dok.” Kata ratna


Tak lama kemudian syasa di bawa keluar untuk


di pindahkan ke ruang rawat pasien. Ratna menangis sejak tadi kami


mengiringinnya dari belakang setelah sampai para suster keluar kami langsung


menghampiri syasa.


Dia melihat ke arah ratna lalu ke arahku aku


tersenyum saat dia melihatku tak lama kemudian suster datang memberikan resep


obat untuk syasa. Aku mengatakan kepada mereka kalau aku yang akan menebus


obatnya tapi mereka melarangku tapi aku memaksa dan akhirnya mereka


membiarkanku membelinya lalu aku berjalan keluar saat keluar aku mendengar


kalau syasa ingin putus dengan kekasihnya aku senang mendengarnya karena


laki-laki itu tak pantas untuk syasa. Aku berjalan membeli obat lalu membeli


makanan untuk syasa dan temannya  setelah


selesai aku kembali ke kamar syasa di rawat saat sampai aku memberikan makanan


itu kepada ratna dan meletakkan obat yang tadi di beli.


Aku memebawa bubur ayam kesukaan syasa untuk


di makan tapi dia malah tak mau makan padahal dia harus meminum obat. Aku


memaksanya untuk makan dan akhirnya dia mau makan tak terasa hari sudah malam aku


pamit pulang dulu kepada mereka. Setelah sampai di vila aku menelfon bela


“halo bela.” Kataku kepada bela


“iya pak, ada yang bisa saya bantu?” kata bela


“kamu urus semua perkerjaan saya besok. Karena besok aku masih ada kepentingan mungkin beberapa hari aku gak ke kantor.” Kata ku kepada bela


“baik pak.” Kata bela


Setelah itu aku mematikan telfon yang terhubung dengan bela lalu pergi mandi, dan tidur


Saat aku bangun aku melihta jam sudah jam 6


pagi aku pergi mandi untuk bersiap-siap pergi ke rumah sakit setelah selesai

__ADS_1


aku langsung jalan ke rumah sakit, saat sampai aku melihat syasa duduk di atas


ranjanganya sendirian aku melihat di sekitar kamar lalu bertanya tentang Jason


dan ratna kata syasa mereka pulang sebentar dia bertanya tentang perkerjaanku


aku bilang kalau sekarang aku gak ada jadwal sebenarnya ada hanya saja aku


ingin bersama dengannya  syasa


“nih bubur di makan dulu.” Kata alzelfin kepadaku


“iya.” Katanya sambil mengambilnya


Lalu saat syasa akan memakannya pintu rumah


sakit terbuka dengan sangat keras aku seketika melihat ke arah pintu. Aku


sangat kesal saat melihat laki-laki yang membuat syasa menjadi sakit. Aku


melihat dia berlari dan mengambil tangan syasa sehingga bubur yang di pegangnya


menjadi berserakan di selimut yang di pakai oleh syasa aku mengambil bubur yang


ada di kasurnya lalu mengelap bubur-bubur yang jatuh di selimutnya setelah


berbicara sembentaraku berbicara kepada laki-laki itu untuk membiarkan syasa


makan dan minum obat karena sudah waktunya lalu aku memberikan bubur yang tadi


aku ambil dari syasa lalu syasa menyuruh laki-laki itu untuk duduk setelah itu


syasa memakan bubur yang aku berikan.setelah selesai makan aku memberikan obat


kepada syasa setelag selesaai minum obat aku berniat meninggalkan syasa dan


austyn untuk berbicara tapi sebelum itu austyn sudah mengatakan akan pergi tanpa


mengatakan apa apa lagi dia langsung pergi begitu saja. Tak lama kemudian ratna


dan Jason datang setelah itu mereka berbincang-bincang tentang austyn sekitar


setengah jam syasa mengatakan kalau dia ingin tidur aku membantu membetulkan


letak bantanya agar dia nyaman saat tidur.


Setelah itu saat austyn datang kami bertiga


keluar dari ruangan. Saat mereka di dalam aku tak dapat mendengar apa pun


pembicaraan mereka ratna mencoba mendengarkan dari pintu


“mereka bicara pelan sekali aku kan penasaran.” Kata ratna sambil duduk di kursi tunggu dengan cemberut


Tak lama kemudian austyn datang. Saat itu dia


hendak menghampiri Jason tapi Jason menghindari austyn


“kamu pantas mendapatkan semua itu.” Kata Jason kepada austyn


“dia selamanya akan jadi milikku.” Kata austyn


“aku gak akan biarin kamu nyakitin syasa terus, dan aku janji dia akan bahagia tanpa kamu.” Kataku kepada austyn


“heh siapa kamu, bahkan kamu sekali pun gak bakaln bisa membuat dia bahagia. Karena dia hanya bahagia sama aku?” kata austyn


“kita lihat saja nanti.” Kataku kepadanya menantangnya


Setelah itu austyn pergi, kami bertiga masuk saat aku


masuk aku melihat syasa menangis aku tak tahan melihatnya seperti ini, melihat


wanita yang aku cintai di sakiti oleh pria yang bahkan tak berguna. Aku


menghampirinya dan memeluknya dia tak melawan aku memcoba menyabarinnya


begitupun dengan ratna dan Jason setelah selesai dia bilang kalau dia ingin


tidur setelah itu aku duduk di sofa saat aku melihatnya dia hanya berbalik


balik ke kanan dan ke kiri aku tau kalau dia sangat gelisah. Setelah itu dia


menceritakan semuanya kalau austyn sebenarnya sudah mempunyai seorang istri aku


sangat kesal begitu pun dengan Jason bahkan dia. Yang aku fikirkan saat ini


hanya ingin menghancurkan laki-laki itu apa pun yang terjadi aku mengirim pesan


kepada anton dan bela.


Setelah itu kami mencoba menenangkan syasa


yang masih saya menangis. Tak lama setelahnya kami merencanakan untuk liburan


ke korea untuk menghilangkan pikiran yang sedang mengangguk syasa aku berkata


ingin ikut dan akan menyiapkan tempat tinggal itu mudah karena aku memiliki


beberapa hotel yang terkenal di korea. Dan kami akan berangkat bulan depan


setelah itu kami berbincang-bincang sebentar lalu syasa mengatakan akan tidur ,


setelah lama melihatnya tertidur pulas aku pun hendak tidur karena ratna dan


Jason sudah tidur sejak tadi. Saat aku mendengar suara aku membuka mataku aku


melihat syasa berdiri di jendela sesekali dia melihat ke belakang dan saat dia


melihat ke belakang daku beropura-pura tidur. Setelah cukup lama dia berdiri


dia mengucapkan permintaanya saat ada bintang jauh


“amin.” Kataku pelan


Setelah itu dia berbalik aku pira-pura tidur


lagi saat aku mengintipnya dia naik ke atas ranjang dan tidur sekitar 2 jam


berlalu aku menghampirinya


“aku janji akan buat kamu bahagia dan gak ada lagi air mata. Aku janji sayang?” kataku keadanya


Dia hanyatersenyum. Setelah itu aku


membetulan selimut yang di pakainya saat aku melihat jam ternyata sudah jam 4


subuh aku mencium kening syasa lalu berjalan  keluar dari  kamar syasa di rawat


aku akan pulang dulu sekarang  dan besok


aku akan kembali lagi karena hari ini aku masih ada meeting dengan para

__ADS_1


pemegang saham.


__ADS_2