Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
101. Perasaan yang Terpendam


__ADS_3

Aaaaargh...


Teriak seorang remaja laki-laki didalam kamarnya .


" Sakit ... sakit hati gua Va, harus memendam rasa cinta yang ada buat Lo ". Ucapnya sambil tiduran dikasurnya dengan tangan kanan menutupi sebagian wajahnya .


" Kenapa ... kenapa gua gak bisa memilikinya ya Allah kenapa???...Why ???...". sambungnya .


" Kenapa juga dia bisa suka sama Mas Reyza bukannya gua, emangnya apa sih yang ia lihat dari mas Reyza ". Gerutunya .


" Apa kelebihan nya dari gua , dan apa kurangnya gua ". gumamnya .


Disisi lain , Diva kini tengah keheranan melihat sikap teman laki-laki nya tadi sekolah siapa lagi kalau bukan Rama .


#Sebelumnya disekolah .


" Ram , kita pulang sekolah nongkrong dulu yuk aku mau nanya sesuatu nih ?". Ucap Diva sambil merangkul pundak Rama yang lebih tinggi darinya .


Rama yang diperlakukan seperti itu hanya, langsung menengok ke arah Diva .


" Nanya apa? ". Tanya Rama menatap kearah Diva .


" Ada dehh... pokoknya ini soal kak Reyza ". Ucap Diva tersenyum .


" Kampret lah ". Batin Rama .


" Sorry kayanya gak bisa Va , gua ada urusan biasalah bantuin mama gitu order baju pelanggan ". Ucap Rama tersenyum lalu langsung melangkahkan kakinya menuju parkiran sepeda yang ada disekolahan itu .


" Ram ...ram..Rama ". Panggil Diva .


Diva berteriak namun Rama mengabaikannya .


" Tumben kenapa tuh anak , biasanya juga kalau gua ngajak nongkrong mau-mau aja ". Gumamnya .


. . . . . .


" Arghhh... pusing banget ini pala , pengen keluar tapi gak diijinin sama mama , katanya jaga rumah aja , ya dikira gua satpam kali ah...". Gerutunya sambil berbaring dikasurnya itu dengan tangan menutupi bagian matanya .


" Mmmm... kalau dipikir-pikir Kak Reyza cool banget sih keren uhh...jadi kepengen deh dekat dengan dia , tapi gimana caranya ? ". Gumamnya .

__ADS_1


" Ya cara satu-satunya sih gua minta bantuan dari si Rama , tapi apa ini berlebihan ya ? ". Gumamnya .


" Tapi gak ada cara lain, selain minta bantuan dari si Rama ...". Ucapnya .


" Tapi apa mau dia bantuin gua ya ". Ucapnya .


. . . . . . .


" Assalamualaikum Rama sayang , ini mama , sudah pulang ". Ucap Mia yang hendak masuk kedalam kamar anaknya itu , namun yang Mia lihat hanya Rama tengah tertidur pulas .


" Hmmm... tumben tidur jam segini , apa tadi sekolah cape ya ". Ucap Mia tersenyum lalu mendekat kearah ke ranjang Rama .


Mia lalu mengusap anak rambut milik Rama yang sedikit berantakan .


" Hmm...anak mama pasti cape ya nak seharian disekolah sampai-sampai tertidur begini ". Ucap Mia tersenyum .


" Hmm... gak kusangka anakku sudah sebesar ini , padahal dulu ia sering sekali aku gendong kemanapun aku ingin melangkahkan kakiku pasti ia selalu nangis pengen terus-menerus dekat denganku ". Ujar Mia .


" Tapi sekarang lihat, dia sudah bisa apa-apa sendiri , hmm... semoga kamu menjadi kebanggaan mama dan papa ya nak ". Ucap Mia tersenyum lalu mengecup kening anaknya itu ,dan kemudian menyelimuti tubuh anaknya kesayangannya itu .


Ditempat lain, tepatnya di rumah sakit kini , Reva yang masuk rumah sakit karena mabuk semalaman , kini sudah sadar dan ditemani Aldo mantan suaminya itu .


" Lepas, jangan sentuh aku, lebih baik kamu pergi dari sini aku tak mau melihat kamu ". Bentak Reva .


" Tapi, aku khawatir dengan kondisi kamu, apalagi kamu kenapa juga sih gak kasih tahu Diva kalau kamu masuk rumah sakit hah...". Ujar Aldo .


" Aku gak mau dia khawatir dengan kondisi aku, jadi kuperingatkan jangan pernah kamu kasih tahu dia kalau aku ada disini ". Ancam Reva menunjukan kearah Aldo .


" Iya , tapi dia berhak tahu dong , bagaimana pun di anakmu , kau ibunya dan aku ayahnya ". Ujar Aldo .


" Aldo... ". Teriak Reva .


" Pergi kamu dari sini, keluar Aldo ". Ucap Reva menahan emosinya .


" Keluar ". Bentak Reva .


Aldo yang diteriaki seperti itu hanya menuruti perintah dari Reva , dia gak mau membuat Reva stres kalau lama kelamaan terus-terusan terlalu emosi karenanya .


" Oke aku keluar sekarang jaga dirimu baik-baik ya ". Ujar Aldo sambil memegang pegangan tuas pintu lalu keluar dari ruangan itu .

__ADS_1


" Hah... Sabar ya Allah mungkin ini sulit baginya untuk menerima diriku kembali, tapi aku gak boleh menyerah, bagaimana pun caranya aku harus tetap bisa mendapatkan nya ". Ujar Aldo .


Lalu melangkahkan kakinya menuju parkiran rumah sakit itu .


Namun seketika dirinya melihat kedatangan tamu tak diduga yaitu Angga .


" Assalamualaikum , Do ". Ucap Angga tersenyum .


" Waalaikumsalam , eh Lo Ga ". Ucap Aldo .


" Iya nih, oh ya gimana keadaannya , baik-baik saja kan ". Ucapnya .


" Baik Ga , kata dokter dia hanya butuh istirahat saja yang cukup ". Ujar Aldo .


" Oh, gitu ". Ucap Angga .


" Iya". Sahutnya Aldo .


" Kalau dia dipikir-pikir gua heran kenapa dia sampai bisa masuk Galeri gua ". Ujarnya Angga .


" Itu juga yang jadi pertanyaan gua saat ini ". Ucapnya .


" Gimana bisa Reva masuk Galeri Lo, sedangkan Gua sendiri loh yang sudah kunci Galeri Lo Ga ". Ucapnya .


" Nah...itu yang bikin gua bingung ". Ucapnya .


Memang kemarin Aldo dan Angga ada di galeri itu untuk membahas kerja sama mereka ,kita Aldo dan Angga sedang melakukan kerjasama untuk mengelola Galeri tersebut .


Kini mereka berdua duduk dikantin rumah sakit itu, mereka ngobrol dengan seriusnya .


Sedangkan Mia kini tengah berada di dapur untuk menyiapkan makan malam untuk keluarganya .


" Kenapa aku masih kepikiran lamunan mas Angga yang tadi ya , sebenarnya dia punya masalah apa sih? kelihatan banget gitu dari raut wajahnya kalau dia punya masalah tapi kali ini dia gak mau menceritakannya padaku " . Batinnya bertanya-tanya sambil ia mengiris bawang .


" Apa aku cari tahu sendiri ya apa yang sebenarnya terjadi padanya ". Gumamnya .


" Sepertinya aku memang harus mencari tahu sendiri kalau memang mas Angga menutupi sesuatu dariku ". Gumamnya .


. . . . . . . .

__ADS_1


Maaf ya guys baru bisa Up authornya sibuk direal 😉😁😄


__ADS_2