
Aaaaargh...
Teriak seorang remaja laki-laki didalam kamarnya .
" Sakit ... sakit hati gua Va, harus memendam rasa cinta yang ada buat Lo ". Ucapnya sambil tiduran dikasurnya dengan tangan kanan menutupi sebagian wajahnya .
" Kenapa ... kenapa gua gak bisa memilikinya ya Allah kenapa???...Why ???...". sambungnya .
" Kenapa juga dia bisa suka sama Mas Reyza bukannya gua, emangnya apa sih yang ia lihat dari mas Reyza ". Gerutunya .
" Apa kelebihan nya dari gua , dan apa kurangnya gua ". gumamnya .
Disisi lain , Diva kini tengah keheranan melihat sikap teman laki-laki nya tadi sekolah siapa lagi kalau bukan Rama .
#Sebelumnya disekolah .
" Ram , kita pulang sekolah nongkrong dulu yuk aku mau nanya sesuatu nih ?". Ucap Diva sambil merangkul pundak Rama yang lebih tinggi darinya .
Rama yang diperlakukan seperti itu hanya, langsung menengok ke arah Diva .
" Nanya apa? ". Tanya Rama menatap kearah Diva .
" Ada dehh... pokoknya ini soal kak Reyza ". Ucap Diva tersenyum .
" Kampret lah ". Batin Rama .
" Sorry kayanya gak bisa Va , gua ada urusan biasalah bantuin mama gitu order baju pelanggan ". Ucap Rama tersenyum lalu langsung melangkahkan kakinya menuju parkiran sepeda yang ada disekolahan itu .
" Ram ...ram..Rama ". Panggil Diva .
Diva berteriak namun Rama mengabaikannya .
" Tumben kenapa tuh anak , biasanya juga kalau gua ngajak nongkrong mau-mau aja ". Gumamnya .
. . . . . .
" Arghhh... pusing banget ini pala , pengen keluar tapi gak diijinin sama mama , katanya jaga rumah aja , ya dikira gua satpam kali ah...". Gerutunya sambil berbaring dikasurnya itu dengan tangan menutupi bagian matanya .
" Mmmm... kalau dipikir-pikir Kak Reyza cool banget sih keren uhh...jadi kepengen deh dekat dengan dia , tapi gimana caranya ? ". Gumamnya .
__ADS_1
" Ya cara satu-satunya sih gua minta bantuan dari si Rama , tapi apa ini berlebihan ya ? ". Gumamnya .
" Tapi gak ada cara lain, selain minta bantuan dari si Rama ...". Ucapnya .
" Tapi apa mau dia bantuin gua ya ". Ucapnya .
. . . . . . .
" Assalamualaikum Rama sayang , ini mama , sudah pulang ". Ucap Mia yang hendak masuk kedalam kamar anaknya itu , namun yang Mia lihat hanya Rama tengah tertidur pulas .
" Hmmm... tumben tidur jam segini , apa tadi sekolah cape ya ". Ucap Mia tersenyum lalu mendekat kearah ke ranjang Rama .
Mia lalu mengusap anak rambut milik Rama yang sedikit berantakan .
" Hmm...anak mama pasti cape ya nak seharian disekolah sampai-sampai tertidur begini ". Ucap Mia tersenyum .
" Hmm... gak kusangka anakku sudah sebesar ini , padahal dulu ia sering sekali aku gendong kemanapun aku ingin melangkahkan kakiku pasti ia selalu nangis pengen terus-menerus dekat denganku ". Ujar Mia .
" Tapi sekarang lihat, dia sudah bisa apa-apa sendiri , hmm... semoga kamu menjadi kebanggaan mama dan papa ya nak ". Ucap Mia tersenyum lalu mengecup kening anaknya itu ,dan kemudian menyelimuti tubuh anaknya kesayangannya itu .
Ditempat lain, tepatnya di rumah sakit kini , Reva yang masuk rumah sakit karena mabuk semalaman , kini sudah sadar dan ditemani Aldo mantan suaminya itu .
" Lepas, jangan sentuh aku, lebih baik kamu pergi dari sini aku tak mau melihat kamu ". Bentak Reva .
" Tapi, aku khawatir dengan kondisi kamu, apalagi kamu kenapa juga sih gak kasih tahu Diva kalau kamu masuk rumah sakit hah...". Ujar Aldo .
" Aku gak mau dia khawatir dengan kondisi aku, jadi kuperingatkan jangan pernah kamu kasih tahu dia kalau aku ada disini ". Ancam Reva menunjukan kearah Aldo .
" Iya , tapi dia berhak tahu dong , bagaimana pun di anakmu , kau ibunya dan aku ayahnya ". Ujar Aldo .
" Aldo... ". Teriak Reva .
" Pergi kamu dari sini, keluar Aldo ". Ucap Reva menahan emosinya .
" Keluar ". Bentak Reva .
Aldo yang diteriaki seperti itu hanya menuruti perintah dari Reva , dia gak mau membuat Reva stres kalau lama kelamaan terus-terusan terlalu emosi karenanya .
" Oke aku keluar sekarang jaga dirimu baik-baik ya ". Ujar Aldo sambil memegang pegangan tuas pintu lalu keluar dari ruangan itu .
__ADS_1
" Hah... Sabar ya Allah mungkin ini sulit baginya untuk menerima diriku kembali, tapi aku gak boleh menyerah, bagaimana pun caranya aku harus tetap bisa mendapatkan nya ". Ujar Aldo .
Lalu melangkahkan kakinya menuju parkiran rumah sakit itu .
Namun seketika dirinya melihat kedatangan tamu tak diduga yaitu Angga .
" Assalamualaikum , Do ". Ucap Angga tersenyum .
" Waalaikumsalam , eh Lo Ga ". Ucap Aldo .
" Iya nih, oh ya gimana keadaannya , baik-baik saja kan ". Ucapnya .
" Baik Ga , kata dokter dia hanya butuh istirahat saja yang cukup ". Ujar Aldo .
" Oh, gitu ". Ucap Angga .
" Iya". Sahutnya Aldo .
" Kalau dia dipikir-pikir gua heran kenapa dia sampai bisa masuk Galeri gua ". Ujarnya Angga .
" Itu juga yang jadi pertanyaan gua saat ini ". Ucapnya .
" Gimana bisa Reva masuk Galeri Lo, sedangkan Gua sendiri loh yang sudah kunci Galeri Lo Ga ". Ucapnya .
" Nah...itu yang bikin gua bingung ". Ucapnya .
Memang kemarin Aldo dan Angga ada di galeri itu untuk membahas kerja sama mereka ,kita Aldo dan Angga sedang melakukan kerjasama untuk mengelola Galeri tersebut .
Kini mereka berdua duduk dikantin rumah sakit itu, mereka ngobrol dengan seriusnya .
Sedangkan Mia kini tengah berada di dapur untuk menyiapkan makan malam untuk keluarganya .
" Kenapa aku masih kepikiran lamunan mas Angga yang tadi ya , sebenarnya dia punya masalah apa sih? kelihatan banget gitu dari raut wajahnya kalau dia punya masalah tapi kali ini dia gak mau menceritakannya padaku " . Batinnya bertanya-tanya sambil ia mengiris bawang .
" Apa aku cari tahu sendiri ya apa yang sebenarnya terjadi padanya ". Gumamnya .
" Sepertinya aku memang harus mencari tahu sendiri kalau memang mas Angga menutupi sesuatu dariku ". Gumamnya .
. . . . . . . .
__ADS_1
Maaf ya guys baru bisa Up authornya sibuk direal 😉😁😄