Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
123. Kesepakatan


__ADS_3

Setelah kejadian itu Dania dan Rama semakin dekat saja , namun tetap saja sikap Rama pada Dania tidak berubah sama sekali tetap saja dia cuek padanya kalau tidak ada orang lain yang bersama mereka .


" Kita buat sebuah perjanjian , aku akan tetap berpura-pura menjadi pacarmu ketika ada orang lain saja bersama kita , namun ketika gak ada orang kita seperti biasa saja ,gimana deal ". Ucapnya Rama mengulurkan tangannya .


" Tapi kenapa harus pura-pura sih Ram, kan beneran juga gapapa ". Ucap Dania senyum-senyum .


" Mau gak, kalau gak mau ya udah kesempatan yang gua kasih ke Lo dulu gua batalin saja ". Ucapnya .


" Iya , iya aku mau, tapi perjanjian dulu tetap berlaku ya ". Ucapnya peluk-peluk lengan sebelah kanan Rama .


" Iya, ". Ucap Rama sambil melepaskan pelukan Dania kepadanya .


" Jadi sekarang apa ?". Tanya Dania .


" Ya jalanin aja dulu , sesuai dengan apa yang gua bilang tadi ".Ucap Rama .


" Oke,sayang ". Ucapnya sambil tersenyum .


Rama yang mendengar Dania memanggilnya dengan sebutan itu terasa aneh .


Rama dan Dania kini berada ditempat biasa ,tempat Rama kalau ingin sendiri dibawah pohon .


Diva yang benar-benar tidak menyangka apa yang ia dengar dan ia saksikan sendiri bahwa Rama mengakui bahwa dirinya dan Dania itu beneran saling menyukai, entah mengapa dilubuk hatinya paling dalam ia amat sakit mendengar ucapan kata sukanya Rama terhadap Dania .


" Kenapa Ram, kenapa kamu kaya gini, sikap mu benar-benar berubah sekarang ,kamu bukan seperti Rama yang dulu, kenapa setelah aku menerima cintanya kak Reyza sikapmu berubah padaku , sebenarnya apa yang terjadi ?". Batinnya bertanya-tanya .


" Kenapa kamu berubah ?". Batinnya sedih .


" Ck... gua gak yakin kalau Rama beneran suka sama tuh cewek karena gua yakin banget gitu, Dania itu bukan tipe nya ". Ujar Alfi yang agak kesal akan kejadian tadi .


" Iya bener tuh gak mungkin lah dia tiba-tiba suka sama tuh cewek kalau bukan ada apa-apanya ? kok gua curiga ya sama perubahan sikap Rama akhir-akhir ini ". Ucap Amel berkacak pinggang .


" Maksud Lo ?". Tanya Risda yang belum paham arah pembicaraan Amel .


" Kalian pernah mikir gak sih gini, sikap Rama itu berubah setelah Diva jadian sama kak Reyza ". Ujar Amel .

__ADS_1


Risda,Alfi dan Diva yang ada disana juga pun ikut berpikir ,


" Iya juga ya, aneh loh gini ya Div semenjak Lo jadian sama kak Reyza sikap Rama kok mendadak berubah ya, kaya ada yang dia sembunyiin gitu dari kita ". Ucap Risda .


Diva pun berpikiran sama seperti Amel , sikap Rama sangat berubah dratis setelah ia jadian dengan kakak sepupunya Rama itu,


Alfi sebenarnya tahu apa alasannya Rama bersikap begitu, ingin sekali ia bilang pada semuanya namun ia sudah berjanji pada Rama kalau soal Rama menyukai Diva akan ia simpan rapat-rapat dan gak akan ia kasih tahu sama yang lain .


Alfi disana hanya diam saja dan menyimak pembicaraan mereka .


" Iya aku juga merasa begitu , aku merasa Rama berubah karena aku jadian dengan kak Reyza ,tapi apa alasannya aku pun gak tahu ". Ujar Diva kebingungan .


" Lihat kita baru saja membicarakan dirinya , dia sudah datang saja , tanpa menyapa kita ". Ucap Amel melihat kearah Rama yang melewati mereka .


Rama benar-benar menghindari mereka, Rama benar-benar seakan-akan tidak perduli lagi soal keberadaan mereka .


Dikediaman keluarga Brawijaya ,kini Khanza tengah duduk disofa ruangan tamu yang tengah membaca majalah-majalah favoritnya .


Tiba-tiba suasana yang membuatnya nyaman menjadi tidak nyaman lagi karena ulah suaminya itu .


Lalu Khanza pun menghampiri putranya lalu memeluknya .


" Hiks..hiks...ibu ". Ucap Idham sambil menangis sesenggukan .


" Cup..cup..sayang ". Lalu menggendongnya dan mendekapnya .


" Kita ke kamar ya sayang ". Ucap Khanza yang penuh kasih sayang .


Khanza pergi ke kamarnya tanpa meladeni ucapan dari suaminya yang selalu membuatnya emosi setiap harinya .


" Hei... mau kemana kalian hah... Khanza !!!..". Teriaknya dilantai bawah karena Khanza kini tengah menaiki anak tangga menuju kamarnya yang ada dilantai atas .


Ibu dari Adam yang baru saja kembali dari supermarket pun hanya mampu menggelengkan kepalanya karena pusing melihat pertengkaran antara anak dan menantunya itu untuk setiap harinya .


" Bisa gak sih kamu tuh gak berantem terus Adam sama istrinya mu itu, mama tuh pusing tahu dengar nya , ada aja masalah antara kalian tuh ". Keluh Mita pada anaknya .

__ADS_1


" Gimana aku gak marah-marah padanya , mama tahu anaknya itu dan dia selalu membuat aku pusing ,stres memikirkannya , selalu saja mereka membuat masalah yang membuatku harus terlibat didalamnya ". Ujar Adam yang kesal .


" Mereka itu anak dan istri mu sendiri Adam , jadi wajar kamu harus terlibat didalamnya ketika mereka dalam masalah ". Ujar Mita .


" Wajar juga lah mah, kalau mas Adam gak mau terlibat dalam masalah kami, kan dari awal ia gak pernah menganggap kehadiran kami berdua , jadi ya sudahlah ". Ucap Khanza yang kini sudah turun lagi dari lantai atas setelah menenangkan suasana hati putranya itu .


" Kami sudah cukup terbiasa dengan perlakuan nya yang seperti itu terhadap kami, kan yang ia perdulikan hanya ambisinya untuk mendapatkan wanita jalang itu ". Ucap Khanza yang kembali membuat Adam emosi mendengar Mia dibilang wanita jalang oleh istrinya itu .


" Cukup..!!! Jangan lagi kamu menyebutnya seperti itu, jangan pernah menyebutkan sebagai wanita jalang dia bukan jalang ". Bentaknya .


" Hah..kalau dia bukan wanita jalang lalu apa hah.. masih saja ya kamu mengejar-ngejar dia , kamu kan tahu dia itu istri orang Adam ". Ucap Khanza dengan nada tak suka .


" Jadi kamu masih mengejar-ngejar wanita itu Adam, kamu itu sudah punya istri Adam , dia juga sudah punya suami kenapa kamu masih mengejar-ngejar wanita yang sudah bersuami sih ". Ucap Mita yang ikutan emosi karena anaknya itu masih saja mencoba untuk mendekati Mia yang sudah jelas-jelas ia adalah seorang istri dari pria lain .


" Mama... gak usah sama-sama melarang aku untuk mendekati dia, karena gak akan pernah berhenti dan menyerah untuk mendapatkan Mia dari tangan Angga , bagaimana pun secara tidak langsung Angga telah merebut Mia dariku ". Ujar Adam .


" Tapi dia itu istri orang Adam, dan kamu sendiri sekarang sudah punya istri sendiri dan anak , kamu seharusnya memikirkan mereka bukan wanita lain ". Ucap Mita memperingati Adam untuk tidak berbuat semena-mena lagi agar tidak terjadi apa-apa padanya .


" Ingat Adam karena Mia kamu dipenjara karena telah hampir membunuh suaminya , apakah hal itu gak membuat pikiranmu jera juga hah... seharusnya kamu juga pikir gak seharusnya kamu melakukan hal itu, karena hanya ambisi mu itu ". Ujar Mita kasih tahu kalau apa yang diperbuat Adam dulu dan sekarang itu tidak benar .


Namun yang namanya Adam tetap saja hanya mengikuti kata hatinya yang hanya diliputi dengan rasa dendam dan obsesi ingin memiliki sesuatu yang belum ia dapatkan sampai sekarang .


" Rama ". Panggil Diva .


Rama melihat kearah Diva yang kini tengah berdiri dibelakangnya dengan tatapan penuh pertanyaan .


" Ada apa lagi Diva ?". Ucap Rama dengan nada dingin .


" Apakah kamu pernah mencintaiku ?". Tanya Diva .


Dan pertanyaan Diva itu sontak membuat Rama terdiam . Lalu melihat kearah Diva dengan tatapan mata kebingungan harus menjawab apa .


. . . . . . .


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😁👍

__ADS_1


__ADS_2