
Diva yang hendak masuk kedalam kantornya, tiba-tiba tangannya ada yang menariknya , dan ia begitu terkejut melihat siapa orang yang menarik tangannya itu .
Dan itu adalah Rama ,
" Rama , kamu mau ngapain ?". Ucap Diva yang kaget .
Rama langsung menarik tangannya Diva tanpa menjawab pertanyaan dari Diva, Rama membawanya ke taman dekat kantornya Diva .
" Rama...". Ucap Diva yang agak kesal .
" Lepas ...Rama ". Sambungnya .
Rama pun melepaskan pegangan tangannya itu, Rama pun langsung melihat kearah Diva yang terlihat kesal karenanya .
" Mau mu itu apa sih, untuk apa kamu bawa aku kesini ?". Tanyanya dengan nada kesal .
" Mau ku hanya satu ". Ucapnya .
" Yaitu kamu ". Sambungnya .
Diva yang mendengarnya terkejut dengan apa yang diucapkan Rama barusan .
" Apa ?... maksud kamu apa Rama ". Ucap Diva .
Rama langsung memegang kedua tangan milik Diva,
" Aku suka kamu Diva , dari dulu waktu saat pertama kali kita bertemu aku sudah suka padamu ". Ujarnya .
" Hah... ". Ucap Diva yang tidak percaya kalau Rama mengungkapkan perasaan nya padanya untuk yang kedua kalinya .
Diva langsung melepaskan pegangan tangannya Rama .
" Sudah terlambat Rama ". Ujarnya sambil melangkahkan kakinya menjauh dari Rama .
" Belum... Diva ". Ucapnya .
" Belum , masih ada peluang untuk kita bisa bersama ". Sambungnya .
" Gak ada Rama , gak mungkin ada peluang untuk kita terlebih ibumu yang sangat benci sekali pada ibuku, jadi gak mungkin ada kesempatan untuk kita bersama , sudahlah Ram , lupakan saja perasaanmu itu , aku sudah mengikhlaskan semua yang terjadi pada kita ". Ucapnya sambil hendak pergi dari sana .
" Tapi Diva , kenapa setelah aku mengutarakan kejujuran perasaanku selama ini padamu , kenapa kamu malah begini, jelas-jelas kamu juga mempunyai perasaan yang sama kan denganku ". Ucap Rama yang menghentikan langkahnya lalu berbalik kearah Rama .
" Maaf Rama, sungguh aku gak bisa , aku tidak ingin ada huru hara lagi diantara keluarga kita berdua , aku harap kamu mengerti ". Ucapnya setelah itu ia pun pergi ke arah kantornya .
__ADS_1
Rama hanya terpaku disana, entah mengapa rasanya sakit , lebih sakit ketika ia memendam perasaan nya selama ini , tapi apa yang ia dapat sekarang setelah ia mengutarakan semuanya pada Diva yang ia dapatkan hanya penolakan, ditolak karena hanya masalah pihak dari orang tua masing-masing .
" Begini kah yang aku dapatkan sekarang, mendapatkan penolakan secara langsung ,halus namun menyakitkan ". Ucap Rama .
" DIVA....aaaaaa ". Teriaknya sambil tersungkur ketanah .
Disisi jalan terlihat disebuah mobil wanita berkecamata hitam melihat kearah Rama , yang tak lain adalah Dania,
" Rama, segitunya cintamu untuknya andai saja aku yang menjadi Diva mungkin aku wanita yang paling bahagia yang mendapatkan cinta darimu, dan gak mungkin juga aku menolakmu seperti yang Diva lakukan sekarang padamu, kasihan sekali kamu Rama , namun entah mengapa juga ada rasa senang juga dihati ". Ucapnya tersenyum lalu ia pun menjalankan mobilnya menuju lokasi syuting nya .
Sedangkan Reyza kini berada diruang Diva sedang menunggu kedatangan Diva .
Diva masuk dengan keadaan menangis,
Hiks...hiks...hiks...
ia menangis sampai tidak sadar kalau ada seseorang berada didalam ruangannya .
" Kamu kenapa ". Ucap Reyza mendekati Diva membuat Diva kaget melihatnya .
" Kamu ngapain disini ". Ucapnya sambil mengusap air matanya .
" Ah... aku disini ". Ucap Reyza gugup .
" Apa ?". Tanyanya sambil duduk dikursi meja kerjanya .
" Ini soal kita ". Ucapnya membuat Diva langsung melihat kearah Reyza .
" Apa maksudnya itu, soal kita apanya ". Ucap Diva .
Reyza langsung mendekati Diva membuat Diva terkejut,
" Div, kamu mau kan balikan lagi sama aku, aku gak bisa lupain kamu Div , sungguh dari dulu hatiku ini hanya untuk kamu Diva ". Ujar Reyza yang kini memegang kedua tangan milik Diva .
Diva benar-benar tidak menyangka kalau hari ini kenapa ia harus menghadapi kedua lelaki yang suka kepadanya, ini jelas-jelas membuat nya pusing karena memikirkan nya .
" Ya Allah kenapa sih kedua bersaudara ini, hari ini sama-sama mengutarakan keinginannya yang sama persis ". Batinnya merasa lelah menghadapi sikap keduanya .
" Maaf kak, aku gak bisa , lagipula kakak tahu kan apa alasannya ". Ucap Diva menolak sambil melepaskan pegangan tangannya Reyza .
" Kalau alasannya hanya karena masalah keluarga , itu tidak akan menjadi masalah bagiku Diva, lagipula orang tua mu punya masalah nya itu kan dengan orang tuanya Rama bukan orang tua ku, jadi otomatis gak ada sangkut pautnya .. denganku ". Ujarnya .
" Tapi kamu itu dari keluarga Pratama ,kak... kamu gak bisa mengelak kalau soal itu, kamu pasti sudah tahu bukan hanya itu saja alasannya , memang dari dulu keluarga ku Brawijaya dan kamu keluarga Pratama gak pernah bisa akur , karena memang dari dulunya juga diantara keluarga kita ini banyak sekali permasalahannya bukan hanya karena masalah antara orang tua ku dan orang tua Rama ". Ujarnya menjelaskan .
__ADS_1
" Aku tidak peduli , aku gak peduli kalau harus menentang aturan yang ada di keluargaku asal kita bisa bersama Diva , karena aku benar-benar gak bisa kalau gak bersamamu, karena hanya kamu satu-satunya wanita yang aku suka Diva , hanya kamu ". Ucapnya yang masih tetap pada pendiriannya .
" Sudahlah cukup, kak lebih baik sekarang kamu keluar dari ruangan ku , atau aku panggilkan security kesini ..". ancamnya karena Diva benar-benar sudah muak menghadapi sikap Reyza dan Rama yang sama-sama gak bisa bikin dia tenang .
" Tapi , Div... aku belum selesai bicara sama kamu ". Ucap Reyza yang masih tekad dengan keinginannya itu .
" Keluar !!!...". Bentak Diva .
Membuat semua karyawan yang ada diluar menjadi penasaran apa yang terjadi didalam .
" Oke-oke... aku pergi, tapi ingat Diva aku tidak akan pernah menyerah padamu ". Ujarnya lalu pergi meninggalkan Diva diruangan itu .
" Hah... ". Keluh Diva yang kini duduk lagi kursi meja kerjanya .
" Maaf kak, aku gak bisa menjalin hubungan dengan pasangan yang sama sekali gak aku cinta, ditambah kini perselisihan diantara keluarga kita membuatku harus menjauhi kamu maupun Rama , meski sampai sekarang pun aku masih mencintai Rama , tapi takdir sudah berkehendak untuk tidak menyatukan diriku dan dirinya ". Ucapnya .
Rama kini berada ditepian tebing, tempat dimana dulu ia sering kesana untuk menenangkan pikirannya .
" DIVA !!!!...". Teriaknya .
" Kenapa ?... kenapa kamu menolak ku setelah aku sudah mengutarakan kejujuran hatiku ini , kenapa ? ". Kesalnya sambil menendang batu kerikil yang ada disana sampai berjatuhan kearah jurang yang ada dibawah tebing itu .
" Argghhh... ". Teriaknya .
" Percayalah Diva aku suka kamu , kamu yang hanya aku suka Diva , gak ada yang lain ". Ucapnya jatuh berlutut di tanah sambil menitikkan air matanya .
Di perusahaan Pratama kini sedang kebingungan mencari kedua orang penting yang menjabat penting di perusahaan siapa lagi kalau bukan Reyza dan Rama .
" Apa ". Ucap Nisa sambil bangkit dari duduknya .
" Jadi mereka berdua tidak ada disana ". ucapnya lagi .
" Baiklah , saya akan mencarinya ". sambung Nisa sambil mematikan ponselnya itu .
" Kemana mereka pergi kenapa mereka tidak menjalankan tugasnya sih... ". Ucap Nisa yang agak kesal mendengar berita ini .
" Apapun yang terjadi aku akan berusaha untuk bisa, mendapatkan kamu Diva apapun alasannya , karena hanya kamu yang aku inginkan bukan yang lain ". Ucap Rama dan Reyza yang bersama namun berlainan tempat .
Dengan tatapan niatan ambisinya .
. . . . . .
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎
__ADS_1