Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
113. Sakit


__ADS_3

' Rasanya begitu sakit ketika melihat seseorang yang kita cintai kita sayangi dimiliki orang lain namun apalah dayaku aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi , mengharapkan nya pun aku tak boleh '.


Rama menghampiri Diva dan yang lainnya dengan hati penuh rasa sakit .


Rama hanya tersenyum saat sudah berada tepat disamping Diva .


Diva menatap kearah mata Rama, entah kenapa yang dia lihat itu mata kesedihan dari Rama .


" Ada apa dengan mu Rama ". Batin Diva menatap Rama .


" Terimalah kakakku ini, dia baik loh ". Ucap Rama sambil tersenyum .


Alfi yang mendengar hal itu hanya terbelalak tak menyangka bahwa Rama akan mengatakan hal itu pada Diva , karena setahu dia Rama gak mungkin rela melihat Diva menjadi laki-laki lain bahkan kakak sepupunya sendiri .


Diva pun yang mendengar akan hal itu sempat tak percaya kalau Rama mengatakan hal itu .


" Kenapa kamu bilang seperti itu Ram, apakah cintamu itu bukan untukku , padahal aku pikir bahwa kamu mencintaiku tapi nyatanya apa?... kamu malah menyuruh aku untuk menerima cintanya kak Reyza ". Batin Diva sedih .


" Iya Diva , tuh Rama saja mendukung ayo terima saja ". Ucap Risda tersenyum .


" Iya bener tuh, dapat restu dari adek ipar terima saja ". Timpal Amel cekikikan .


" Iya Diva terima ". Sambung teman-temannya yang lain .


" Iya terima ".


" Terima ".


" Terima ". Sorak para siswa-siswi yang ada dikelas itu .


Diva terus-menerus menatap Rama,


Rama yang ditatap seperti itu hanya tersenyum ,


" Sudah terima saja bukan kah kamu menyukainya ". Ucap Rama berbisik tetap ditelinga Diva membuat Diva terkejut .


" Terimalah ". Ucapnya sambil tersenyum .


Reyza yang dari tadi menunggu jawaban dari Diva kini langsung memegang tangan Diva membuat Diva sontak kaget .


" Gimana Diva maukah kamu menerima aku ". Ucap Reyza tersenyum .


Diva terus-menerus menatap kearah Rama ,


" Apakah cintamu itu untuk kak Dania Rama, sehingga kamu merelakan aku bersamanya , aku benar-benar berpikir tadi bahwa kamu benar-benar tidak menyukainya namun faktanya sekarang kamu benar-benar menyukainya ". Batin Diva merasa kecewa atas dugaannya itu yang nyata nya tidak sesuai harapannya .


" IYA , aku menerima kakak ". Ucap Diva membuat semua orang bersorak heboh atas apa yang Diva ucapakan .


Mereka bertepuk tangan dan juga bersorak gembira atas kegembiraan yang mereka saksikan .


" Benarkah ". Ucap Reyza yang seakan-akan tak percaya apa yang ia dengar dari Diva barusan .


" Iya kak aku menerimamu ". Ucap Diva tersenyum .


Seisi kelas menjadi heboh , namun untungnya para guru tidak mendengarnya dikarenakan kelasnya Rama itu lumayan jauh dari ruang kantor guru .


Sedangkan para guru kini tengah rapat .

__ADS_1


Rama pun ikutan bertepuk tangan dan tersenyum yang dipaksakan , diluar ia berpura-pura bahagia atas kebahagian yang menimpa Reyza dan juga Diva , namun dalam hatinya ia merasakan amat rasa perih didada .


' Nyesek banget '.


mungkin itu yang Rama rasakan sekarang .


Alfi yang melihat kearah Rama yang seperti itu hanya ,ikutan tersenyum namun dirinya tahu bahwa kalau sahabatnya itu sedang mengalami namanya patah hati .


" Kenapa lo mengorbankan perasaan Lo sih Ram ?". Batin Alfi bertanya-tanya .


" Gua tahu lo suka banget sama Diva , tapi kenapa lo melakukan hal ini ". Batin Alfi melihat kearah Rama .


Diva hanya tersenyum terpaksa ia tidak tahu apa keputusan yang diambil dia itu tepat atau tidak .


" Jika itu pilihanmu Va, semoga kamu bahagia dengannya ". Batin Rama bersedih .


Waktu terus berputar sampai tibanya untuk pulang sekolah, saat Rama hendak pulang Dania mencegatnya namun Rama mengabaikannya karena sudah muak berurusan dengannya .


Namun saat Rama hendak pulang kerumahnya menaiki kendaraan umum yaitu taksi , mobil hitam milik Adam melintas didepannya dan itu membuat Rama kaget .


" Rama ". Ucap Adam setelah menurunkan kaca mobil miliknya .


" Om Adam ". Ucap Rama .


" Iya , yuk ikut om, sepeda kamu sudah selesai diperbaiki kita ambil dibengkel nya ". Ujar Adam tersenyum .


" Oh ya , iya om ". Ucap Rama tersenyum .


" Ayo masuk ". Ajak Adam sambil senyum .


Adam membawa Rama ketempat yang dijanjikannya yaitu bengkel khusus sepeda .


" Aku harus mencoba untuk mendekati nya , supaya aku bisa gampang menguasainya , setelah anaknya aku kuasai lalu baru ibunya yang aku kuasai ". Batinnya tersenyum .


. . . . . .


" Mas ?". Panggil Mia pada suaminya itu .


" Iya sayang apa ?". Sahut Angga yang kini tengah makan siang bersama Mia direstoran yang tidak jauh dari butiknya Mia berada .


" Aku telpon Rama kok gak aktif-aktif ya, apa ponselnya itu mati ya ? kok perasaanku tiba-tiba gak enak gini sih ". Ucap Mia .


Mia merasa khawatir dengan anaknya, entah mengapa sejak Mia mulai makan makanan nya perasaan nya mulai gak tenang .


" Iya mungkin ponselnya itu mati sayang, makannya gak bisa dihubungi ". Ucap Angga .


" Tapi kan mas , aku merasa gelisah memikirnya , aku khawatir padanya , aku takut kalau terjadi apa-apa padanya mas ". Ucap Mia yang mulai gelisah .


Angga lalu memegang tangan Mia yang ada diatas meja makan itu .


" Kamu yang tenang sayang, kita berdoa saja semoga Rama baik-baik saja ya , kita yakin saja bahwa Rama akan baik-baik saja , coba tenangkan pikiran mu itu , jangan berpikir buruk tentang anak kita ". Ucap Angga tersenyum .


" Iya mas ". Sahut Mia .


Namun dalam hati sebenarnya Mia masih khawatir akan Rama , ia takut terjadi sesuatu padanya .


" Semoga kamu baik-baik saja ya nak ". Batin Mia berharap .

__ADS_1


. . . . . . . .


Sampai malam pun tiba Mia dan Angga sudah pulang ke rumah mereka namun mereka tidak menemukan Rama dimana-mana ?


" Ya Allah mas ,tuh kan benar perasaanku memang benar kalau terjadi apa-apa pada Rama , buktinya sampai malam begini Rama belum pulang ". Ucap Mia mulai panik akan anaknya yang belum pulang kerumahnya itu .


" Iya..iya ... kita jangan panik dulu ya , kita hubungi beberapa temannya siapa tahu dia ada dirumah salah satu teman-temannya itu ". Ucap Angga lalu berusaha menghubungi beberapa temannya Rama yang ia ketahui .


Namun teman-temannya Rama berkata hal yang sama , yaitu tidak ada Rama dirumah mereka .


Angga yang mendapat jawaban yang sama pun mulai ikutan gelisah akan anaknya itu .


" Ya Allah , dimana kau nak ?". Ucap Rama bertanya-tanya .


" Gimana mas? apa kata teman-temannya ?". Ucap Mia bertanya .


" Rama tidak ada dirumah mereka , aku sudah menghubungi semua teman-temannya namun jawabannya tetap sama Rama tidak ada disana ". Ucap Angga menahan tangannya itu pada tembok rumah .


" Ya Allah , mas ayo mas kita cari saja dia , aku benar-benar khawatir padanya sekarang ". Ucap Mia panik .


Sementara itu, terlihat Rama tengah duduk bersandar dipepohonan yang disampingnya itu sudah ada sepedanya .


" Arghhhhhh...". Teriaknya Rama .


" Kenapa !!!!.... kenapa !!!! ". Ucapnya sambil memukul pepohonan yang berada didekatnya .


Ya kini Rama tengah berada di hutan dekat danau yang sering ia datangi bersama keluarganya itu .


" Kenapa ...!!!.. ". Ucapnya meneteskan air matanya .


" Kenapa kamu menerimanya ". Ucap Rama tersungkur di tanah .


" Kupikir kamu merasakan apa yang aku rasakan, nyatanya tidak ... argghhhh...". Teriaknya .


" Gua benci Lo ... gua benci Lo Diva ". Ucapnya .


" Gua benci Lo Divaaaaa...". Teriaknya .


Dan Diva yang tengah tidur pun entah mengapa merasa mendengar teriakan untuknya .


" Hah...". Ucapnya sambil membuka matanya lalu bangun dari tidurnya ,lalu menyandarkan tubuhnya ke sisi ranjang .


" Kenapa aku tiba-tiba mendengar teriakan seseorang yang menyebut namaku ". Ucapnya kebingungan .


" Ada apa ini ?". Batinnya bertanya-tanya .


" Kenapa perasaanku tidak enak begini ". Ucapnya .


" Gua benci... gua benci ". Ucapnya sambil meneteskan air matanya sambil memukul pepohonan yang ada didekatnya .


" Rama ". Ucap Diva sambil memeluk boneka Teddy bear nya .


" Diva " Ucap Rama meneteskan air matanya .


. . . . . .


Jangan lupa like , vote dan komentarnya ya guys 😉😊

__ADS_1


__ADS_2