
' Rasanya begitu sakit ketika melihat seseorang yang kita cintai kita sayangi dimiliki orang lain namun apalah dayaku aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi , mengharapkan nya pun aku tak boleh '.
Rama menghampiri Diva dan yang lainnya dengan hati penuh rasa sakit .
Rama hanya tersenyum saat sudah berada tepat disamping Diva .
Diva menatap kearah mata Rama, entah kenapa yang dia lihat itu mata kesedihan dari Rama .
" Ada apa dengan mu Rama ". Batin Diva menatap Rama .
" Terimalah kakakku ini, dia baik loh ". Ucap Rama sambil tersenyum .
Alfi yang mendengar hal itu hanya terbelalak tak menyangka bahwa Rama akan mengatakan hal itu pada Diva , karena setahu dia Rama gak mungkin rela melihat Diva menjadi laki-laki lain bahkan kakak sepupunya sendiri .
Diva pun yang mendengar akan hal itu sempat tak percaya kalau Rama mengatakan hal itu .
" Kenapa kamu bilang seperti itu Ram, apakah cintamu itu bukan untukku , padahal aku pikir bahwa kamu mencintaiku tapi nyatanya apa?... kamu malah menyuruh aku untuk menerima cintanya kak Reyza ". Batin Diva sedih .
" Iya Diva , tuh Rama saja mendukung ayo terima saja ". Ucap Risda tersenyum .
" Iya bener tuh, dapat restu dari adek ipar terima saja ". Timpal Amel cekikikan .
" Iya Diva terima ". Sambung teman-temannya yang lain .
" Iya terima ".
" Terima ".
" Terima ". Sorak para siswa-siswi yang ada dikelas itu .
Diva terus-menerus menatap Rama,
Rama yang ditatap seperti itu hanya tersenyum ,
" Sudah terima saja bukan kah kamu menyukainya ". Ucap Rama berbisik tetap ditelinga Diva membuat Diva terkejut .
" Terimalah ". Ucapnya sambil tersenyum .
Reyza yang dari tadi menunggu jawaban dari Diva kini langsung memegang tangan Diva membuat Diva sontak kaget .
" Gimana Diva maukah kamu menerima aku ". Ucap Reyza tersenyum .
Diva terus-menerus menatap kearah Rama ,
" Apakah cintamu itu untuk kak Dania Rama, sehingga kamu merelakan aku bersamanya , aku benar-benar berpikir tadi bahwa kamu benar-benar tidak menyukainya namun faktanya sekarang kamu benar-benar menyukainya ". Batin Diva merasa kecewa atas dugaannya itu yang nyata nya tidak sesuai harapannya .
" IYA , aku menerima kakak ". Ucap Diva membuat semua orang bersorak heboh atas apa yang Diva ucapakan .
Mereka bertepuk tangan dan juga bersorak gembira atas kegembiraan yang mereka saksikan .
" Benarkah ". Ucap Reyza yang seakan-akan tak percaya apa yang ia dengar dari Diva barusan .
" Iya kak aku menerimamu ". Ucap Diva tersenyum .
Seisi kelas menjadi heboh , namun untungnya para guru tidak mendengarnya dikarenakan kelasnya Rama itu lumayan jauh dari ruang kantor guru .
Sedangkan para guru kini tengah rapat .
__ADS_1
Rama pun ikutan bertepuk tangan dan tersenyum yang dipaksakan , diluar ia berpura-pura bahagia atas kebahagian yang menimpa Reyza dan juga Diva , namun dalam hatinya ia merasakan amat rasa perih didada .
' Nyesek banget '.
mungkin itu yang Rama rasakan sekarang .
Alfi yang melihat kearah Rama yang seperti itu hanya ,ikutan tersenyum namun dirinya tahu bahwa kalau sahabatnya itu sedang mengalami namanya patah hati .
" Kenapa lo mengorbankan perasaan Lo sih Ram ?". Batin Alfi bertanya-tanya .
" Gua tahu lo suka banget sama Diva , tapi kenapa lo melakukan hal ini ". Batin Alfi melihat kearah Rama .
Diva hanya tersenyum terpaksa ia tidak tahu apa keputusan yang diambil dia itu tepat atau tidak .
" Jika itu pilihanmu Va, semoga kamu bahagia dengannya ". Batin Rama bersedih .
Waktu terus berputar sampai tibanya untuk pulang sekolah, saat Rama hendak pulang Dania mencegatnya namun Rama mengabaikannya karena sudah muak berurusan dengannya .
Namun saat Rama hendak pulang kerumahnya menaiki kendaraan umum yaitu taksi , mobil hitam milik Adam melintas didepannya dan itu membuat Rama kaget .
" Rama ". Ucap Adam setelah menurunkan kaca mobil miliknya .
" Om Adam ". Ucap Rama .
" Iya , yuk ikut om, sepeda kamu sudah selesai diperbaiki kita ambil dibengkel nya ". Ujar Adam tersenyum .
" Oh ya , iya om ". Ucap Rama tersenyum .
" Ayo masuk ". Ajak Adam sambil senyum .
Adam membawa Rama ketempat yang dijanjikannya yaitu bengkel khusus sepeda .
" Aku harus mencoba untuk mendekati nya , supaya aku bisa gampang menguasainya , setelah anaknya aku kuasai lalu baru ibunya yang aku kuasai ". Batinnya tersenyum .
. . . . . .
" Mas ?". Panggil Mia pada suaminya itu .
" Iya sayang apa ?". Sahut Angga yang kini tengah makan siang bersama Mia direstoran yang tidak jauh dari butiknya Mia berada .
" Aku telpon Rama kok gak aktif-aktif ya, apa ponselnya itu mati ya ? kok perasaanku tiba-tiba gak enak gini sih ". Ucap Mia .
Mia merasa khawatir dengan anaknya, entah mengapa sejak Mia mulai makan makanan nya perasaan nya mulai gak tenang .
" Iya mungkin ponselnya itu mati sayang, makannya gak bisa dihubungi ". Ucap Angga .
" Tapi kan mas , aku merasa gelisah memikirnya , aku khawatir padanya , aku takut kalau terjadi apa-apa padanya mas ". Ucap Mia yang mulai gelisah .
Angga lalu memegang tangan Mia yang ada diatas meja makan itu .
" Kamu yang tenang sayang, kita berdoa saja semoga Rama baik-baik saja ya , kita yakin saja bahwa Rama akan baik-baik saja , coba tenangkan pikiran mu itu , jangan berpikir buruk tentang anak kita ". Ucap Angga tersenyum .
" Iya mas ". Sahut Mia .
Namun dalam hati sebenarnya Mia masih khawatir akan Rama , ia takut terjadi sesuatu padanya .
" Semoga kamu baik-baik saja ya nak ". Batin Mia berharap .
__ADS_1
. . . . . . . .
Sampai malam pun tiba Mia dan Angga sudah pulang ke rumah mereka namun mereka tidak menemukan Rama dimana-mana ?
" Ya Allah mas ,tuh kan benar perasaanku memang benar kalau terjadi apa-apa pada Rama , buktinya sampai malam begini Rama belum pulang ". Ucap Mia mulai panik akan anaknya yang belum pulang kerumahnya itu .
" Iya..iya ... kita jangan panik dulu ya , kita hubungi beberapa temannya siapa tahu dia ada dirumah salah satu teman-temannya itu ". Ucap Angga lalu berusaha menghubungi beberapa temannya Rama yang ia ketahui .
Namun teman-temannya Rama berkata hal yang sama , yaitu tidak ada Rama dirumah mereka .
Angga yang mendapat jawaban yang sama pun mulai ikutan gelisah akan anaknya itu .
" Ya Allah , dimana kau nak ?". Ucap Rama bertanya-tanya .
" Gimana mas? apa kata teman-temannya ?". Ucap Mia bertanya .
" Rama tidak ada dirumah mereka , aku sudah menghubungi semua teman-temannya namun jawabannya tetap sama Rama tidak ada disana ". Ucap Angga menahan tangannya itu pada tembok rumah .
" Ya Allah , mas ayo mas kita cari saja dia , aku benar-benar khawatir padanya sekarang ". Ucap Mia panik .
Sementara itu, terlihat Rama tengah duduk bersandar dipepohonan yang disampingnya itu sudah ada sepedanya .
" Arghhhhhh...". Teriaknya Rama .
" Kenapa !!!!.... kenapa !!!! ". Ucapnya sambil memukul pepohonan yang berada didekatnya .
Ya kini Rama tengah berada di hutan dekat danau yang sering ia datangi bersama keluarganya itu .
" Kenapa ...!!!.. ". Ucapnya meneteskan air matanya .
" Kenapa kamu menerimanya ". Ucap Rama tersungkur di tanah .
" Kupikir kamu merasakan apa yang aku rasakan, nyatanya tidak ... argghhhh...". Teriaknya .
" Gua benci Lo ... gua benci Lo Diva ". Ucapnya .
" Gua benci Lo Divaaaaa...". Teriaknya .
Dan Diva yang tengah tidur pun entah mengapa merasa mendengar teriakan untuknya .
" Hah...". Ucapnya sambil membuka matanya lalu bangun dari tidurnya ,lalu menyandarkan tubuhnya ke sisi ranjang .
" Kenapa aku tiba-tiba mendengar teriakan seseorang yang menyebut namaku ". Ucapnya kebingungan .
" Ada apa ini ?". Batinnya bertanya-tanya .
" Kenapa perasaanku tidak enak begini ". Ucapnya .
" Gua benci... gua benci ". Ucapnya sambil meneteskan air matanya sambil memukul pepohonan yang ada didekatnya .
" Rama ". Ucap Diva sambil memeluk boneka Teddy bear nya .
" Diva " Ucap Rama meneteskan air matanya .
. . . . . .
Jangan lupa like , vote dan komentarnya ya guys 😉😊
__ADS_1