Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
75. Rama Anakku


__ADS_3

Pagi hari terdengar suara ayam berkokok , Rama si bayi kecil kini sudah bangun dari tidurnya ,


" Nta Rama kamu yang mandikan ya biar ibu saja yang menyiapkan sarapan paginya ya ". Ucap Salimah kepada Sinta mantan menantunya itu .


" Iya bu ,biar aku saja yang memandikan cucuku sendiri ". Ucap Sinta tersenyum .


Sinta masuk kedalam kamar mandi sambil membawa Rama digendongannya ,ia memandikan Rama begitu cekatannya layaknya seorang ibu .


" Mungkin dulu nenek juga akan seperti ini pada ibumu nak, kalau saja nenek tak meninggalkan dirinya mungkin nenek bisa melakukan hal ini padanya juga , bayi merah yang baru saja ku lahirkan dari rahimku ,aku begitu saja meninggalkannya demi dirinya ,demi kelangsungan hidupnya ". Ucap Sinta sambil menitikan air matanya .


Sesekali Rama tersenyum kearah Sinta, sinta yang melihatnya yang tadinya sedih ikut tersenyum .


" Kamu senang ya nak, bisa nenek mandiin kamu nak ". Ucap Sinta mencium Rama sesekali dan bermain-main .


" Apakah Mia, bisa menerimaku? Maafkan ibu nak ". Ucapnya sambil memikirkan Mia tempo hari .


Mia begitu membencinya dan tak menerimanya , apakah ini balasan untuknya , namun ia bisa menerima semua itu, namun juga ia takan menyerah untuk mendapatkan kata pengampunan maaf dari Mia ,putrinya itu .


Kini Mia sedang menyuapi Angga makan, Reno dan juga Reyhan kini sudah pulang duluan ke bandung dikarenakan kerjaan mereka yang tidak bisa ditinggal lama-lama .


Kini hanya Nisa yang menemani Mia untuk menjaga dan mengurus Angga selama ada dirumah dikota itu, sedangkan Adam kini sudah dipindahkan ke rumah sakit bandung sambil diawasi polisi , dan Khanza sejak kejadian itu Julian membawanya pulang ke rumahnya Khanza yang masih dalam kondisi lemah karena stres memikirkan masalah yang menimpanya ,Khanza pun dirawat dirumahnya karena keinginannya sendiri .


" Setelah ini, kamu minum obat ya supaya cepat sembuh, dan bisa pulang , aku gak enak lama-lama nitipin Rama dirumah nenek apalagi ada dia ..". Ucap Mia yang gak nyadar kalau ia baru saja mengucapkan kata dia membuat Angga penasaran atas ucapan Mia itu .


" Dia siapa maksud kamu ? ". Tanya Angga penasaran sambil menatap kearah Mia .


" Siapa ?". Tanya Angga sekali lagi .


" Ahh..itu ". Ucap Mia bingung harus jawab apa .

__ADS_1


Apa iya harus berterus terang saja pada suaminya itu, namun ia tak ingin Angga tahu kalau ibu kandungnya kembali, Mia sudah bertemu ibu yang telah meninggalkannya selama ini .


" Aku harus jawab apa ". Batin Mia kebingungan .


Dan Angga terus menatap Mia dengan tatapan ingin tahu jawaban apa dari istrinya itu .


" Dia siapa sayang ?". Tanyanya Angga lagi .


" Dia ...". Ucap Mia gugup .


Clekk..


Pintu kamar Angga terbuka dan ternyata itu adalah Nisa yang baru saja kembali dari tempat ia membeli sarapan pagi untuk Mia .


" Assalamualaikum ". Ucap Nisa sambil menenteng kantong plastik berisikan makanan .


" Waalaikumsalam ". Ucap Mia lalu meletakan mangkuk yang berisikan bubur yang kini tinggal sisa sedikit itu dinakas samping ranjang tempat tidur Angga .


" Sudah makannya nak ". Tanya Nisa sambil meletakan makanan itu dimeja samping dekat sofa yang ada disana .


Ruang rawat Angga memang cukup luas secara ruang VIP .


" Sudah mah ,tinggal minum obat ,mama bawa apa ". Ucap Angga .


" Syukurlah kalau sudah , enggak ini mama bawa sarapan untuk istri kamu kan dari kemarin dia belum makan apa-apa kasihan tahu ia bela-belain gak makan demi jagain kamu terus Ga ". Ucap Nisa .


" Gapapa mah itu sudah jadi kewajiban aku sebagai seorang istri untuk merawat dan menjaga suaminya dikala suaminya sakit ". Ucap Mia tersenyum kearah Nisa yang kini tengah duduk disofa menyiapkan makanan untuk Mia dan dirinya makan .


Mia memberikan obat untuk suaminya dan Angga langsung meminumnya .

__ADS_1


" Angga benar-benar beruntung nak, mendapatkan istri seperti kamu, mama memang gak salah pilih istri untuk anak mama waktu itu, kamu memang yang tepat untuk anak bungsu mama ". Ucap Nisa tersenyum .


" Begitupun dengan aku mah, aku begitu beruntung sekali mendapatkan ibu mertua yang begitu baik, dan perhatian seperti mama ". Ucap Mia yang langsung berjalan kearah Nisa lalu duduk disofa dan langsung memeluk Nisa .


" Makasih ya mah sudah menyayangiku selama ini dan sudah mau menerimaku sebagai menantu mama ". Ucap Nisa memeluk Nisa .


" Sama-sama sayang, mama sudah menganggap kamu sebagai anak mama sendiri sayang ". Ucap Nisa membalas pelukan Mia .


Angga yang melihat hal itu tersenyum begitu bahagia .


Mungkin ini adalah awal dari kebahagiannya , bisa berkumpul kembali dengan keluarganya .


Dan langkah terakhir ia adalah harus menepati janjinya itu, berjanji untuk mengembalikan yang bukan haknya, yang telah ia rampas dari pemiliknya .


ia ingin hidup tenang bersama keluarga kecilnya tanpa ada pengganggu lagi dihidupnya .


" Semoga saja setelah semua kejadian ini, hidupku bisa tenang dan bahagia bersama keluargaku ,bersama istriku Mia dan juga anakku Rama ". Batin Angga tersenyum sambil melihat poto dirinya dan keluarga kecilnya itu diponselnya .



( Dan poto ini diambil saat ia menginap dirumah Mia , saat Mia membuat kejutan ulang tahun untuk dirinya ) .


Angga berpikir secepatnya setelah ia keluar dari rumah sakit ia akan menyelesaikan masalahnya ini ,dan bisa kembali ke keluarga aslinya .


" Tunggu aku ya Mia istriku, anakku Rama, papa janji nak kita akan berkumpul kembali lagi, layaknya keluarga seutuhnya ". Batin Angga tersenyum .


" Mewujudkan harapan mamamu adalah janji papa nak , papa akan berusaha menjadi suami yang baik sekaligus ayah yang baik untuk kamu ". Batin Angga tersenyum .


. . . . . .

__ADS_1


Jangan lupa like,vote dan juga comment nya ya guys 😉😘


__ADS_2