
Sudah seminggu pencarian Angga dilakukan ,namun tidak ada hasilnya Angga belum ketemu juga.
polisi hanya menemukan bekas baju yang dipakai terakhir kali oleh Angga dan baju itu sudah sobek dan ada sisa darah yang menempel , mereka memprediksi kalau Angga sudah meninggal, dan kemungkinannya Angga dimakan oleh ikan buas .
Polisi hanya terpaksa memberhentikan pencarian mereka , dan memberi tahu pihak keluarga Angga .
Diruangan itu ada Reyno, Reyhan, Nisa ,Isma,Mia dan juga 2 polisi .
" Maksud saya kesini untuk memberi tahu pihak keluarga kalau pencarian kami terpaksa diberhentikan ". Ujar polisi itu dengan jelasnya .
" Kenapa dihentikan pak, tolong pak saya mohon jangan diberhentikan , tolong temukan suami saya pak ". Ucap Mia yang panik dan sedih .
" Mohon maaf bu sebelumnya ,sepertinya kalau kita meneruskan pencarian kemungkinannya juga beliau sudah meninggal dan ini buktinya , baju ini yang dikenakan pak Angga kan dan bajunya sudah robek dan ada darah dibaju itu dan sepertinya ini bekas gigitan hewan buas ". Ucap polisi itu menjelaskan .
Mia menerima baju itu dan menangis saat melihat nama yang ada dibajunya itu, itu baju pemberiannya untuk suaminya , baju kaos putih dengan ada rajutan nama suaminya karena Mia yang merajutnya sendiri .
" Enggak ..enggak mungkin , mas Angga masih hidup , enggak mungkin mati ..hiks..hiks ". Ucap Mia panik dan juga sedih .
" Angga, ya pak gak mungkin anak saya meninggal ". Ucap Nisa yang sama-sama panik dan menangis .
" Tapi ini buktinya bu, kami sudah mencari kemana-mana namun kami gak bisa menemukannya , maaf bu pak saya gak bisa melanjutkan kasus ini ,saya Angga kasus ini sudah selesai ". Ucap polisi itu .
" Enggak, kalian gak boleh berhenti mencarinya saya yakin mas Angga masih hidup hiks..hiks.. ". Ucap Mia menangis .
" Maaf bu , saya permisi dulu selamat malam ". Ujar polisi itu dan langsung pergi dari kediaman rumahnya Angga .
" Gimana ini mah,pah,kak, aku gak bisa diam saja aku harus mencarinya ". Ucap Mia yang panik dan langsung melangkahkan kakinya menuju keluar rumah .
" Tunggu nak, kamu jangan pergi ini sudah malam kita mencarinya besok saja diluar hujan deras sayang ". Ujar Nisa yang menarik tangan Mia namun Mia melepaskannya .
" Enggak mah, aku harus cari mas Angga, aku yakin dia masih hidup mah ,aku harus mencarinya mah hiks..hiks ". Ucap Mia sambil menangis .
" Mia benar apa yang dikatakan mama, kami tahu khawatir ,kamu juga sama apalagi kami orang tuanya kami juga gak percaya kalau Angga sudah meninggal sebelum papa lihat tubuh Angga sendiri didepan mata papa nak, kamu harus tenang dan sabar , papa akan mencarinya besok sama Reyhan ". Ucap Reyno yang menghampiri Mia dan memegang bahu Mia untuk menenangkannya .
" Iya mas pun akan mencarinya ,tenang saja kami juga gak akan diam begitu saja sebelum menemukan Angga dek , lebih baik kamu istirahat kasih bayi dalam kandunganmu ". Ucap Reyhan .
" Iya Mia, sini biar mbak bantu mengantar kamu ke kamar ". Ucap Isma tersenyum .
" Iya mbak terimakasih ". Ucap Mia tersenyum .
" Iya yuk sini, kamu jangan sampai banyak pikiran nantinya itu akan berpengaruh loh sama bayi kamu ,kamu harus rileks mbak yakin Angga pasti kembali sama kita ". Ucap Isma memberi semangat buat Mia .
" Iya mbak ". Ucap Mia yang sudah sampai dikamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya diranjang .
" Ya sudah mbak tinggal ya , kalau ada apa-apa panggil mbak saja mbak ada dikamar sebelah ". Ucap isma tersenyum .
" Iya mbak, terimakasih ". sahutnya .
" Iya dek ". Ucap Isma dan langsung pergi keluar kamar .
Mia kini hanya sedang bersandar diranjangnya, ia masih memikirkan suaminya .
" Mas .. hiks..hiks.. ". gumam Mia menangis .
" kumohon ya Allah selamatkan lah suami, dimana pun ia berada tolong lindungi dia ya Allah " Ucapnya sambil menangis .
Mia bangkit dari ranjang ia menghampiri poto suaminya dan mendekapnya .
" Mas.. kumohon kembali lah, aku sungguh merindukanmu, kumohon mas pulanglah demi anak kita ". Gumam Mia menangis sambil mengelus perutnya .
kandungan Mia kini sudah hampir 1 bulan lebih .
Mia mendudukan dirinya disofa yang ada dikamarnya sambil menangis terus menerus memikirkan suaminya .
" Mas .. hiks..hiks.. "
Mia benar-benar terpuruk kehilangan seseorang yang sangat ia cintai, ia selalu mengingat kejadian dimana ia selalu memarahi suaminya, ia sangat rindu senyuman manis, dan pelukan hangat dari suaminya itu . Meski suaminya selalu membuatnya kesal, marah karena terlalu perhatian sama perempuan lain dan selalu berbohong padanya , tapi ia sangat mencintai suaminya itu .
Mia sekarang hanya bisa pasrah kepada yang maha kuasa , supaya bisa mempertemukan ia kembali dengan suaminya .
# 8 Bulan berlalu ...
Kini kehidupan keluarga Angga berjalan dengan seperti biasa, Reyhan dan isma sudah pindah dari rumah adiknya itu ,ia membeli rumah diperkomplekan yang tidak jauh dari rumah adiknya itu, Sedangkan Nisa dan Reyno masih tinggal disana karena memang mereka ingin tinggal bersama Mia untuk menjaganya, bagaimana pun sudah lama semenjak kejadian anaknya menghilang dan sampai saat ini pun belum ada kabar tentangnya mereka selalu menunggunya , begitupun dengan Mia, ia tidak henti-hentinya berdo'a pada yang maha kuasa supaya bisa bertemu kembali dengan suaminya itu .
Kini dikediaman rumah Angga , Reyno sudah berangkat kerja ,ia memang sudah bekerja kembali ia bekerja dikantor adik iparnya , yaitu suami dari Reyni . Sedangkan Reyhan mengurus usaha milik adiknya distudio kini usaha yang lakukan Reyhan berjalan dengan lancar bahkan sekarang usahanya itu semakin meningkat .
" Mia ,sayang coba sini deh ". Panggil Nisa ke menantunya itu .
" Iya mah, ada apa kok kayanya penting banget ". sahut Mia yang lagi membuat minuman teh untuknya dan mamanya itu lalu ia menghampiri Nisa .
" Sini duduk sayang pelan-pelan ". Ucap Nisa dengan penuh perhatian karena kehamilan Mia kini sudah hampir 9 bulan artinya sebentar lagi Mia akan melahirkan dan ia akan mendapatkan cucu darinya .
" Enggak gini loh sayang orderan kue mama banyak banget nih jadi mama harus ke toko , tapi mama khawatir ninggalin kamu sendirian dirumah kalau ada apa-apa sama kamu gimana ". Ucap Nisa .
" Mama gak usah khawatir, kan ada bibi disini yang akan bantu aku, dan kalau nanti aku mau kemana-mana juga ada pak jaka supir kita mah , jadi mama gak usah khawatir Mia akan hubungi mama kalau ada apa-apa sama Mia mah ". Ucap Mia tersenyum .
" Beneran gapapa mama tinggalin nih ?" tanya Nisa yang masih khawatir kalau ninggalin Mia .
" Iya gagapa mah, Mia akan baik-baik saja kok ". Ujar Mia tersenyum .
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu, mama berangkat dulu ya ,hati-hati ya kamu dirumah ". Ucap Nisa sambil mencium pipi Mia dan Mia menyalami Nisa .
" Iya mah, hati-hati ya dijalannya ". Ucap Mia tersenyum .
" Iya sayang ". Ucap Nisa yang kini sudah berada dimobil taksi yang ia pesan tadi .
Mia kini masuk kedalam rumahnya , ia mengambil tas selempang miliknya . ia mau pergi ke rumah wulan istri dari teman suaminya , Mereka memang sudah akrab semenjak pertemuan waktu bersama suami-suami mereka .
Mia ke rumah Mia hanya ingin main, karena ia bosan dirumah terus , Mia ke rumah wulan bersama supirnya .
Saat dijalan, Mia sempat berhenti ditoko mainan anak , karena ingin kasih hadiah untuk Adhel anaknya Wulan .
Mia lihat-lihat mainan untuk Adhel, Mia membeli boneka beruang warna pink .
Dan setelah Mia keluar dari toko itu, tak sengaja Mia bertabrakan sama seorang pria. Pria itu menangkap Mia yang hampir saja terjatuh karena ia menabraknya .
" Eh maaf , saya gak sengaja ". Ucap Pria itu setelah membenarkan posisi mereka .
" Iya gapapa kok ,saya juga tadi gak lihat-lihat dulu pas keluar dari toko ". Ucap Mia sambil menengok kearah pria itu .
Saat melihat kearah pria itu Mia membungkam mulutnya dengan kedua tangannya karena tak percaya kalau pria yang menabraknya adalah seseorang yang ia tunggu selama ini .
Hatinya begitu senang saat melihat pria itu,
" Mas.. benarkah yang aku lihat ini kamu kembali lagi mas ". Ucap Mia yang tersenyum senang dan langsung memegang tangan pria itu .
" Maaf mbak ". Ucap Pria itu melepaskan tangan Mia dari tangannya .
Mia yang melihat reaksi pria yang didepannya begitu terhadapnya, merasa heran .
" Maaf mbak, mbak kenapa bicara seperti itu, apa sebelumnya kita pernah bertemu ". Ucap Pria itu .
" Aku..a..ku Mia mas, kamu mas Angga kan ". Ucap Mia yang sedih karena pria yang dihadapannya tidak mengenalinya .
" Bukan mbak, saya ini Rudi bukan Angga ". Ucap Pria itu tersenyum .
" Enggak ,kamu ini Angga suamiku, aku senang banget ketemu kamu lagi mas ". Ucap Mia yang langsung memeluk pria dihadapannya .
Rudi yang kaget mendapat pelukan dari Mia ,ia langsung melepaskan pelukan wanita hamil dihadapannya ini .
" Maaf mbak, tapi benar saya ini bukan suami kamu, saya Rudi bukan Angga ,dan saya belum menikah jadi mana mungkin saya punya istri ". Ucapnya sambil memegang bahu Mia .
" Tapi kamu ini benaran suamiku ,lihat ini , kamu Angga suamiku ". Ucap Mia yang masih ngebet banget sama perasaannya kalau yang dihadapanya adalah suaminya sambil memperlihatkan potonya dengan Angga .
Rudi yang melihat poto itu, kaget dan tak percaya kalau ternyata benar pria yang ada dipoto itu mirip dengannya .
" Saya gak nyangka kalau suami mbak ini mirip sekali dengan saya, tapi maaf mbak saya beneran bukan suami mbak, saya Rudi mbak, jadi maaf ya mbak saya harus pergi saya ada urusan ". Ucap Rudi sambil memberikan poto itu kembali ke tangan Angga .
" Maaf mbak, saya harus pergi, dan maaf juga ya buat yang tadi , saya permisi ". Ucap Rudi melepaskan tangan Mia .
" Mas.. tunggu jangan pergi mas..". Ucap Mia mengejar Rudi .
" Mas.. ".teriak Mia .
Namun Rudi menghiraukan panggilan dari Mia karena buat apa baginya ia tidak mengenal wanita itu, dan malahan wanita itu ngaku-ngaku istrinya .
" Mas..tunggu ". teriak Mia menangis
" Mas..Arghh..sakit ". Ucap Mia yang terduduk ke jalan trotoar .
" Apalagi sih ..mbak saya ini bukan..sua ". Ucap Rudi yang kesal karena wanita ini terus mengejarnya dan melihat kearah belakang melihat Mia .
" Aghh..mas..sakit tolongin aku ". Ucap Mia kesakitan sambil memegang perutnya .
Rudi yang melihat kondisi Mia seperti itu, ia langsung menghampiri Mia .
" Kamu kenapa, sini biar aku bantu ". Ucap Rudi .
" Sakit..mas kayanya aku mau melahirkan ". Ucap Mia sambil menangis karena kesakitan dibagian perutnya .
" Hah..melahirkan.. ya sudah ayo ke rumah sakit ". Ucap Rudi yang panik dan langsung memapah Mia . karena gak mungkin ia menggendongnya karena pasti berat .
Saat memapah Mia ,ada mobil yang berhenti dihadapnya dan itu ternyata pak jaka supir pribadi Mia .
" Non, non kenapa ? kenapa pergi begitu saja saya mencari non tadi? ". Ucap Jaka.
" Ia harus dibawa ke rumah sakit pak ". Ucap Rudi yang masih memapah Mia . Mia yang dipapah hanya diam lemas karena menahan rasa sakit .
" Hah.. ya sudah kalau begitu cepat bawa ke mobil ". Ucap Jaka yang ikutan panik .
" Iya " . Sahut Rudi .
Mia saat ini sudah duduk didalam mobil ,namun saat Rudi ingin pergi tangan Mia memegangnya .
" Kamu jangan pergi tolong temani aku mas, aku mohon ". Ucap Mia memohon dan sambil dalam keadaan nangis kesakitan .
" Tapi ,saya ". Ucap Rudi .
" Kumohon mas ".
Melihat wanita ini memohon padanya ia hanya bisa pasrah saja karena kasihan juga ia melihatnya . Rudi terpaksa mengikuti kemauannya .
Tak butuh lama, mobil yang membawa Mia kini sudah sampai dirumah sakit .
__ADS_1
Mia kini dibawa keruang bersalin .
Genggaman Mia yang gak melepaskan tangan Rudi terpaksa Rudi ikut kedalam ruang bersalin itu .
" Aghh.. sakit ..". Ucap Mia yang kesakitan .
"Gimana sus pembukaanya sudah cukup ". Ucap sang dokter .
" Sudah dok ". sahut suster .
" Baiklah kalau begitu kita mulai ya bu ". Ucapnya kepada Mia .
" Ibu ikuti aba-aba saya ya ". Ucapnya lagi .
" Dorong bu ..".
" Uuugh ..". Suara Mia mengenjan tangannya mencengkram tangan Rudi begitu kuat sampai Rudi merasa sakit .
" Iya bu begitu , terus bu ". Ucap sang dokter .
" Uuuugh ..".
Entah mengapa hati Rudi begitu deg..deg..degan saat menemani lahiran wanita yang ada disampingnya ini, seperti ada perasaan aneh . perasaan suami yang cemas, khawatir pada istrinya yang lagi melahirkan anaknya .
" Iya bu ,sedikit lagi bu dorong bu kepalanya sudah kelihatan ". Ucap sang dokter memberi semangat .
" HNGGGH.. ". Dorongan terakhir Mia berhasil membuat anaknya lahir .
Oeek..Oeeekk..oek ..
Tangisan bayi terdengar setelah ia berhasil lahir kedunia ini, Rudi yang melihat dan mendengar tangisan bayi yang baru lahir rasanya ia begitu bahagia .
" Mas..". Lirih Mia yang masih menggengam tanganya Rudi .
" Eh.. iya mbak, selamat ya anaknya sudah lahir saya ikut bahagia ". Ucap Rudi tersenyum .
" Hmm..iya makasih sudah menemaniku melahirkan anak kita mas ". Ucap Mia yang masih lemas .
" Iya ,mbak ". sahut Rudi tersenyum .
Rudi sebenarnya masih gak bisa terima wanita ini terus menganggapnya suaminya .Namun ia tidak tega melihat wanita ini apalagi ia baru saja melahirkan .jadi ia mengiya-iyakan saja dari tadi .
Dokter datang menghampiri mereka berdua, dan membawa bayi didekapannya .
" pak ibu, ini anaknya selamat ya bayi kalian laki-laki sehat ,dan tampan seperti ayahnya ". Ucap dokter itu lalu memberikannya ke Rudi .
Rudi hanya diam saat menerima bayi digendongannya .
" Tolong diadzanin dulu ya pak , nanti jangan lupa si ibu disuruh menyusui bayinya ya ". Ucapnya sambil pergi meninggalkan mereka berdua .
" Tapi ,dok ini bukan ". Teriaknya kepada dokter itu namun dokternya keburu pergi .
Rudi langsung melihat kearah , Mia .
Mia yang melihat tatapan Rudi kepadanya dan ia langsung berbicara .
" Kenapa mas ? Adzanin dulu gih anak kita ". ucapnya .
" Tapi ,ini buk..". Ucapnya terpotong karena Mia langsung berbicara.
" Sudah jangan mengada-ngada deh , cepat adzanin anak kita mas ". Ucap Mia tersenyum .
Membuat hati Rudi luluh, jadi ia mengiyakan saja , dan setelah Rudi mengadzani bayi digendongannya langsung memberikannya ke Mia .
" Saya keluar dulu ". Ucap Rudi .
Mia hanya mengangguk mengiyakan ucapan Rudi . karena ia sekarang fokus untuk menyusui anaknya .
Rudi keluar dari ruangan itu , dan ia berpamitan sama supirnya Mia .
" Pak ,urusan saya sudah selesai saya pergi dulu ya ". Ucap Rudi .
" Oh iya mas nya ,makasih juga sudah menolong nona saya tadi ". Ucapnya tersenyum .
" Iya sama-sama ". Ucap Rudi tersenyum .
Jaka tidak tahu kalau Rudi mirip sekali dengan suami Mia ,karena ia baru-baru ini bekerja dirumah Mia .
Disepanjang jalan Rudi entah kenapa hatinya terasa berat sekali meninggalkan wanita yang barusan saja ia tolong . Namun ia tersadar ia adalah Rudi dan bukan orang yang wanita itu katakan .
Saat ia berjalan kaki, namun tiba-tiba ada mobil mewah mencegatnya .Dan seorang wanita cantik didalam mobil itu membuka kaca mobilnya .
" Hei..sayang kamu kemana saja aku cari-cari kamu loh , ayo masuk kita pulang ". Ucap wanita itu sedikit berteriak karena jalanan begitu ramai takutnya Rudi tidak mendengarnya .
" Iya ". sahut Rudi dan langsung masuk kedalam mobil itu .
" Kamu habis darimana, aku cemas loh tadi saat pulang kamu gak ada dirumah ". Ucap wanita itu dengan lembut .
" Maaf, tadi aku hanya jalan-jalan saja, habis kalau dirumah terus aku bosan ". Ucap Rudi .
" Oh gitu, ya kan jalan-jalannya bisa ditemani supir sayang, gak harus jalan kaki begitu ". Ucapnya penuh perhatian .
" Gapapa, aku senang kok , lagian jalan-jalan menggunakan mobil tidak menyenangakan mending jalan kaki ".Ucapnya Rudi tersenyum .
" Iya deh, ya sudah kita pulang ya papa pasti khawatir nyariin kamu ". Ucap wanita cantik itu .
__ADS_1
Dan Adam yang sudah bebas karena bantuan pengacaranya kini ini melanjutkan misinya, yaitu mengejar cintanya kali ini ia harus berhasil mendapatkan hati Mia , karena ia juga mendengar kalau Angga menghilang dan belum ditemukan jadi mungkin ini kesempatan untuknya ,untuk mendapatkan Mia .