
Kini Angga sudah ada ditempat gelap seperti gang sempit, lalu ia turun dari mobilnya itu .
" Bos disini ". Panggil salah satu anak buahnya .
Angga lalu menghampiri mereka,
" Semuanya sudah beres bos, saya yakin kalau pembangunan itu akan hancur ". Ucap anak buahnya .
" Oke, thanks ini bayarannya dan ingat kalian harus pergi sekarang sejauh mungkin gua yakin Adam gak akan tinggal diam soal ini ". Ucap Angga sambil menyerahkan amplop berisi sejumlah uang yang banyak .
" Oke bos ". Ucap anak buahnya .
Lalu Angga pergi meninggalkan mereka semua ,dan kembali kerumah sakit .
" Gua yakin besok, akan terjadi kecauan diproyeknya Adam ". Ucap Angga tersenyum licik .
Reva sudah sadar dari pingsannya ia cuma cedera dibagian punggungnya .
" Terimakasih kamu sudah menolong saya, dan sebaiknya kamu jangan bekerja dulu untuk sementara waktu, saya tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan ". Ucap Angga .
" Tapi pak, saya gapapa kok saya kuat pak, saya harus kerja pak, kalau enggak saya mau makan apa sama anak saya ". Ucap Reva yang memohon agar dirinya tetap bekerja .
" Kalau soal itu jangan khawatir , kamu tetap mendapat gaji, anggap saja itu sebagai tanda terimakasih saya sama kamu ". Ucap Angga .
" Baiklah ". Ucap Reva yang menurut .
Ditempat lain Khanza yang pergi menemui Adam di bar .
" Adam ". Ucap Khanza yang kini sudah duduk dikursi bar samping Adam yang hendak minuman alkohol digelas kecil .
" Eh Zha, sudah datang ". Ucap Adam .
" Iya, ada apa sih kamu ngajakin aku datang kesini ?" Tanya Khanza .
" Aku minta sama kamu ya jagain tuh si Angga brengsek ". Ucap Adam yang tengah mabuk .
" Apa maksudmu ". Ucap Khanza tidak mengerti .
" Dia selalu saja gangguin gua untuk mendekati Mia, dia selalu datang gangguin gua disaat gua bersama Mia ". Ucap Adam yang kini meneguk minuman itu .
__ADS_1
" Apa jadi Angga selalu saja nemuin wanita ****** itu, ck ". Ucap Khanza langsung kesal dan marah mendengar ucapan dari Adam .
" Hei..hei..apa lo bilang ******, hah.. dia bidadari bagi gua tahu gak hah ..". Ucap Adam yang tengah mabuk .
" Ck.. bidadari , apanya ". Ucap Angga berdengus kesal .
" Sudah-sudah ah berisik, mending kini minum dulu, lo juga pusing kan mikirin si Angga itu ". Ucap Adam .
" Iya juga sih ". Khanza lalu meminum minuman itu .
mereka berdua kini tengah mabuk .
Dan kini Adam memapah Khanza yang sudah tepar karena gak kuat minum .
Adam membawa Khanza pulang tapi bukan ke rumahnya akan tetapi ke apartemennya Khanza .
Karena jaraknya juga tak jauh dari bar itu .
Kini mereka berdua sudah ada dikamar apartemennya Khanza , saat Adam hendak pergi Khanza tangan Khanza meraihnya .
" Jangan tinggalkan aku mas , tetaplah disini ". Ucap Khanza yang mengigau .
Adam pun yang tengah mabuk ia tak sadarkan diri seketika ia melihat wajah Khanza seperti wajah Mia yang tengah tersenyum padanya .
Adam mulai mendekati Khanza begitupun dengan Khanza .
" Aku mohon, berikan aku cintamu mas ". Ucap Khanza .
Adam yang mendengarnya seperti godaan baginya , namun yang ia dengar bukan suara Khanza namun suara Mia yang tengah menggodanya .
Dan kemudian hanya mereka dan tuhan yang tahu apa yang mereka lakukan .
Di keesokan harinya , Khanza sudah terbangun dari tidurnya ,ia melihat kesekitar ruangan itu ternyata ia tertidur dikamar apartemennya , dan betapa kagetnya yang ia lihat saat melihat ada Adam yang tertidur diranjang .
Lalu ia melihat pada dirinya bajunya, ia benar-benar sudah tak terpakai padanya .
" Ini gak mungkin, aku gak mungkin kan melakukan hal itu padanya ". ucap Khanza .
Adam yang ikutan terbangun ia mengucek-ucek matanya dan betapa kagetnya ia melihat Khanza yang tengah diselimuti selimbut .
__ADS_1
" Hah...ngapain kamu hah ada disini ". Ucap Adam yang kaget lalu menjauh dan turun dari ranjang .
" Seharusnya aku yang nanya hah , ngapain kamu ada diapartemenku dan apa yang kamu perbuat semalam padaku hah ". Bentak Khanza sambil menutupi tubuh polosnya menggunakan selimbutnya .
" Mana aku tahu, semalam kan kita sudah benar-benar mabuk kita sama-sama tak sadar apa yang kita lakukan ". Ucap Adam yang panik kebingungan .
" Gimana kalau Angga sampai tahu tentang hal ini, dia pasti akan benar-benar marah padaku Adam ". Ucap Khanza yang panik .
" Aku bahkan belum pernah melakukan dengannya, Adam , kamu jahat-jahat sudah merebut kesucianku yang belum diambil oleh suamiku sendiri ". Bentak Khanza lalu melemparkan bantal pada Adam .
" Apa, jadi selama kamu nikah dengannya kamu belum pernah melakukannya dengannya , Astaga Khanza ". Ucap Adam yang tak percaya mendengar pengaku Khanza .
Adam mengusap wajahnya dengan kedua tanganya lalu menghempaskannya karena saking pusingnya menghadapi masalah yang baru saja terjadi .
" Iya , dan kamu sudah menghancurkan hidupku Adam ". Bentak Khanza .
Adam hanya diam saya mendengar bentakan dari Khanza, lalu ponsel Adam yang ada dicelananya bunyi tanda panggilan masuk .
Lalu ia, mengangkat panggilan itu .
" Iya ada apa ?". Tanya Adam .
" Apa , oke-oke saya akan kesana ". Ucap Adam yang kaget dan panik .
Ia langsung memutuskan sambungan telepon itu .
Lalu Adam mengenakan pakaiannya kembali yang berserakan dilantai kamar itu dengan tergesa-gesa . Khanza yang melihatnya langsung berbicara .
" Mau kemana kamu, urusan kita belum selesai Adam ". Ucap Khanza .
" Maaf Zha aku harus pergi, ada yang penting, kita bisa omongin hal ini lain kali ". Ucap Adam .
" Gak, kita harus bicarakan hal ini sekarang juga ". Bentak Khanza .
" Maaf Zha gak bisa aku harus pergi ". Ucap Adam lalu pergi meninggalkan Khanza seorang diri di apartemennya itu .
" Adam ". Teriak Khanza .
" Brengsek kamu ". Teriaknya Khanza yang marah-marah.
__ADS_1
Kini Khanza hanya kebingungan sendiri menghadapi masalah ini .
. . . . . .