Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
62. Siapa Ayah dari Bayi itu ? part 01


__ADS_3

Angga kini sudah turun dari kamarnya ia sedang menuju dapur, tepatnya meja makan .


Kini Angga melihat dimeja makan ia melihat begitu banyak makanan apalagi makanan favoritnya yaitu ayam goreng kecap .


Saat Angga hendak makan ,tiba-tiba Khanza keluar dari dapur dengan membawa makanan di tangannya .


" Kamu sudah mau makan mas , aku ambilin lauk nya ya ". Ucap Khanza tersenyum .


" Gak usah aku bisa sendiri ". Ucap Angga dingin .


" Gapapa mas, biarkan aku melayanimu ya ". Ucap Khanza tersenyum .


" Aku bilang gak usah ya gak usah ". Bentak Angga yang kasar pada Khanza membuat Khanza tersentak dan sakit hatinya ketika dibentak oleh Angga .


Khanza hanya diam dan sedih dalam hati , ia gak mau kelihatan lemag didepan Angga .


Kini Angga memakan makanannya .


Kali ini gak ada yang bicara saat makanan ,hanya ada suara detingan sendok,garpu ,dan piring .


Setelah Angga selesai dengan acara sarapan paginya ia pun pergi, ke kantor saat hendak Angga ingin pergi Khanza hendak mencium tangan suaminya namun Angga menghindarinya .


" Ya tuhan apakah ini balasannya mas Angga padaku, rasanya begitu sakit ketika ia mengabaikan aku, apa ini juga yang dirasakan Mia dulu, tapi aku juga harus sabar menerimanya, demi anakku mendapatkan seorang ayah seperti mas Angga ". Batin Khanza sedih sendu .


Saat diperjalanan, Angga seperti merasa bersalah atas sikapnya pada Khanza .


" Ck ..kenapa gua jadi kaya gini sih, lo gak boleh kasihan sama dia Ga , lo ingat ia sudah nipu lo, misahin lo sama istri dan anak lo ". Umpatnya dalam mobil .


" Lo gak boleh lemah gini Ga cuma gara-gara merasa kasihan dia, lagipula gara-gara dia hamil juga lo gak bisa kumpul sama keluarga lo sekarang ". sambungnya .


" lo harus tetap bersikap seperti itu supaya Khanza jadi benci sama lo dan berniat ninggalin lo ,dan merasa gak kuat hidup sama suami kaya lo ". Angga yang meyakinkan dirinya sendiri .


Kini Angga mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal .


Ditempat lain Adam yang masih diselimuti rasa penasaran ia pun hendak pergi kerumah Khanza demi menghilangkan rasa bersalah .


Adam yang masih dalam kejaran polisi kini sedang sembunyi di markasnya ,yang orang lain tak tahu dimana tempatnya .


Angga sangat kesal ,marah, saat mengetahui Adam kabur saat pengejaran polisi ,keluarganya pun tak tahu kemana Adam pergi dan dimana ia sekarang .


Angga melaporkan Adam kepenjara atas perbuatannya kepadanya selama ini dengan kasus penipuan, seharusnya Khanza dan juga Julian masuk penjara sebab Khanza kini tengah hamil ia tak tega mempenjarakan Khanza , sedangkan Julian Angga pun tak tega karena bagaimana pun Julian yang membantunya selama ini ,tanpa mereka berdua mungkin kini dirinya sudah mati .


Adam menyamar sebagai tukang paket ke rumah Khanza, ia memakai masker dan juga kacamata hitam .


Adam menekan bel rumah itu .


" Ada apa ya ". Ucap Khanza yang kebetulan sedang sendirian dirumah itu . karena pembantu rumah itu ,sedang melakukan tugasnya yaitu berbelanja stok makanan kepasar .


" Ini ada paket ". Ucap Adam .

__ADS_1


" Tapi saya gak pesan apapun ,sepertinya anda salah alamat ". Ucap Khanza yang hendak menutup pintu .


Namun Adam masuk begitu saja membuat Khanza terperangah melihatnya .


" Hei.. ngapain kamu masuk rumah saya hah.. pergi sana , pergi ". Bentak Khanza marah-marah .


Dan memukuli Adam yang ia tak tahu kalau kurir itu adalah Adam .


" Hentikan Zha ..zha hentikan ini aku ". Ucap Adam .


" Hah.. kamu , bukannya kamu ". Ucap Khanza merasa gak percaya kalau yang sedang ada dihadapannya ini adalah Adam orang yang dikejar-kejar polisi .


" Iya ini aku ". Ucap Adam nafasnya yang terengah-engah .


" Kamu ngapain disini hah, mending kamu pergi sekarang atau aku laporkan kepada polisi ". Ucap Khanza yang ketakutan karena Adam disini .


" Plis..jangan dilaporin aku kesini cuma ingat tanya sesuatu sama kamu ". Ucap Adam yang sama-sama cemas kalau-kalau ada orang yang melihatnya disini selain Khanza .


" Apa kamu mau tanya apa hah ?". Ucap Khanza .


" Siapa ayah dari anak yang kandung sekarang Khanza ?". Tanya Adam to do point .


Khanza yang mendengar ucapan dari Adam langsung kaget dan melotot kearah Adam .


" Jawab Zha , jawab siapa anak itu, anak aku kan ". Ucap Adam yang memegang kedua tangan Khanza .


" Bukan ". Bentak Khanza menghempaskan pegangan tangan itu .


" Bukan ,ini aku sama mas Angga ". Ucap Khanza masih mengela dan memalingkan wajahnya dari Adam .


" Gak mungkin Khanza itu anak aku kan ". elak Adam .


" Bukan ".


" Iya ".


" Bukan ". Teriak Khanza .


" Iya ,Zha aku yakin itu anak aku, kamu gak bisa bohong Zha sama aku ". Ucap Adam masih yakin kalau itu anaknya .


Khanza yang pusing mendengar ucapan Adam ,ia pun pusing dan jujur kepada Adam .


" IYA, memangnya kenapa kalau ini anak kamu, kamu pikir siapa lagi yang tidur sama aku selain kamu hah, mas Angga gak pernah sekali pun menyentuh aku Dam, gak pernah ". Bentak Khanza yang meluapkan unek-uneknya selama ini yang ia tahan .


" Tapi kenapa kamu bilang pada semua orang kalau itu anak kamu dengan Angga hah, kenapa Zha ?". Tanya pada Khanza yang gak habis pikir kenapa ia bilang anaknya itu anak Angga .


" Heii.. coba kamu pikir mana mungkin aku mempermalukan diriku sendiri didepan semua orang hah.. dengan bilang aku hamil dengan laki-laki lain itu gak mungkin, lagipula mungkin dengan cara ini aku bisa mengikat hubunganku dengan mas Angga ". Bentak Khanza yang kesal pada Adam .


" Tapi aku gak terima, Zha kalau anak aku kamu jadikan ikatan hubungan kamu dengan Angga, aku gak terima ". Ucap Adam yang mulai kesal .

__ADS_1


" Hei.. aku gak butuh pendapatmu, dengar ya aku akan tetap bilang anak ini anak mas Angga, dan kamu juga ngapain sih bilang kaya gitu , bukannya kamu senang ya lihat aku kaya gini sekarang ,tahu gak ini semua karena mu mungkin kalau aku tak hamil aku bisa hamil anak mas Angga bukan anak haram ini ". Ucap Bentak Khanza .


" Tutup mulutmu itu, bagaimana pun aku tak sengaja melakukannya, dan anak itu tak bersalah, dan dia anakku aku akan memberitahukan kepada semua orang kalau dia anakku ". Ujar Adam lalu meninggalkan Khanza yang tengah berdiri dalam keadaan cemas .


" Kalau kamu mengatakan kepada semua orang aku akan membunuh anak ini, dan kamu tidak akan pernah melihatnya sebelum ia lahir kedunia ini ". Ancam Khanza yang kini tengah memegang sebuah gunting ditangannya yang ia ambil tadi dilaci dan mengarahnya kepada perutnya .


Adam menghentikan langkah kakinya, dan membalikan tubuhnya dan betapa kagetnya yang ia lihat sekarang ,Khanza hendak bunuh diri .


" Lihat Dam ,aku akan bunuh anak ini kalau kamu berniat membongkar semuanya ". Ancam Khanza yang tengah memegang gunting ditangannya dan mengarahkannya kepada perutnya .


" Sudah gila ya kamu, jangan bertindak sebodoh itu Khanza ". Bentak Adam yang melangkahkan kakinya .


Khanza yang berjalan mundur menghindari Adam .


" Aku lebih baik mati Dam, daripada menanggung malu seberat ini Dam ..hiks..hiks..". Ucap Khanza yang menangis .


" Tapi Zha ... aku akan tanggung jawab kamu, kamu jangan gini Zha ". Ucap Adam yang sudah agak lembut sekarang berbicara pada Khanza .


" Gak, aku akan tetap bunuh anak ini kalau kamu berniat membongkar semuanya ". Ancam Khanza sambil menangis .


Adam yang tak punya pilihan lain ia mengiyakan saja karena tak mau anaknya itu kenapa-napa .


Adam memang penjahat, kejam, namun ia tak tega kalau darah dagingnya sendiri mati apalagi karena keegoisannya sendiri .


" Baiklah, oke..oke.. aku turuti mau mu itu aku gak akan bilang sama orang, tapi aku mohon jangan lakuin hal itu ". Ucap Adam mengalah .


Khanza yang mendengar ucapan kalah dari Adam merasa lega dan kini ia melemparkan gunting itu kesembarangan tempat .


Dan kini berhambur kepelukan Adam .


Adam yang mendapatkan pelukan dari Khanza entah mengapa yang ia rasakan menjadi merasa hangat dan senang .


" Makasih Dam , sudah mau menjaga rahasia ini, aku janji akan jaga anak ini demi kamu ". Ucap Khanza tersenyum senang .


" Iya Zha sama-sama ". sahut Adam membalas pelukan Khanza dan mengusap-usap rambut panjangnya Khanza .


Lalu ia pun melepaskan pelukan itu dan kini Adam pamit untuk pulang, sebelum ketahuan sama semua orang-orang dirumah Khanza .


Khanza merasa lega sekarang dan kini dirinya istirahat kembali dikamarnya .


. . . . . . .


Dukung author yuk guys 😉 supaya makin semangat sangat menulisnya...


Dengan cara like,vote, dan comment novelku ini , dukungan para readers sangat saya tunggu ..😉


Penasaran kelanjutannya seperti apa ?


Silahkan baca terus ya novelku ini ...

__ADS_1


😉😘


__ADS_2