
Kini malam haripun tiba, ketika makan malam selesai Angga memilih untuk berdiam diri dulu diruang tamu ,dan Mia menghampirinya dan membawakan teh hangat untuknya .
" Mas ini tehnya diminum dulu aku buatin buat kamu ". Ucap Mia tersenyum sambil mendudukan dirinya disebelahnya Angga .
" Oh ya makasih ". sahut Angga tersenyum lalu melamun kembali .
" Oh ya mas gimana tadi kamu bisa ingat sesuatu setelah bicara sama Erwin ". Tanyanya Mia sambil tersenyum .
" Enggak, aku belum ingat semuanya ".
" Terus bagaimana ini mas, kalau sampai besok kamu belum ingat juga kamu akan menikah dengan khanza , aku gimana mas dan anak kamu juga aku gak mau kamu menikah dengan khanza ,kamu tuh suamiku mas, aku mohon mas kamu batalin pernikahanmu itu, kumohon mas demi anak kita Rama ". Ucap sambil memohon dihadapan Angga dan Angga yang melihatnya jadi tidak tega melihatnya .
" Tapi aku sudah berjanji padanya kalau aku belum mengingat siapa aku ,aku harus memilihnya , aku gak bisa mengingkari janjiku itu , maaf mia dan makasih selama ini kamu sudah mau membantuku meski ingatanku belum kembali , aku berjanji sama kamu aku akan sering-sering kesini nemuin kamu dan juga Rama karena aku menganggapmu sebagai temanku ". Ucap Angga langsung membuat Mia menangis dan langsung memeluk suaminya itu dengan erat .
" Enggak kamu gak boleh pergi lagi dariku mas, kamu suamiku ... aku istrimu bukan hanya sekedar temanmu saja hiks..hiks..hiks..kumohon mas jangan pergi jangan menikah dengan Khanza mas, kamu suamiku ..suamiku ..suamiku ..". Ucapan Mia sambil menangis memeluk Angga, membuat Angga pun ikut menangis ia merasa tak tega melihat Mia menangis seperti ini lagi .
" Kenapa ya aku tidak tega melihatnya seperti ini, akupun bingung sekarang harus gimana sekarang , apa aku tetap memilih Mia dan tinggal bersamanya ,ia begitu baik padaku selama ini, tapi Khanza pun melakukan hal yang sama dengan Mia ,ia yang merawatku selama aku mengalami koma dirumah sakit, ia yang selalu ada untukku aku gak tega juga membuatnya malu kalau harus merusak keinginannya menikah denganku , walau bagaimanapun ia orang yang baik dan rela melakukan apapun untuk diriku walaupun dirinya tidak menyukainya seperti aku tinggal dengan Mia ,yang jelas-jelas aku ini calon suaminya Khanza tapi tinggal bersama wanita lain ". Batin Angga yang bimbang .
" Maaf Mia, aku sudah berjanji dan mana mungkin aku bisa mengingkarinya ". Ujar Angga .
" Kamu jahat, jahat Angga ..kamu jahat Angga ..kamu jahat .. mas , aku benci kamu ". Bentak Mia memukul dada bidang Angga dan Mia hendak pergi namun Angga langsung memegang tangan Mia supaya Mia gak pergi .
" Apalagi ". Bentak Mia .
Angga langsung menarik Mia kedalam pelukannya dan Angga memeluk Mia yang cukup lama dan Mia malah menangis sejadi-jadinya dipelukan Angga .
" Maafin aku , karena sudah buat kamu menangis ". Ucapnya Angga melepaskan pelukannya pada Mia dan menyeka air mata Mia di wajah cantiknya itu .
Mia hanya diam saja, ia sudah bingung harus melakukan apalagi supaya Angga bisa mengingatnya .
" Maaf ". Ucap Angga merasa bersalah membuat Mia menangis karenanya .
" Ya sudahlah mas aku sudah lelah cape, aku mau tidur, dan apa boleh aku tidur memelukmu untuk yang terakhir kalinya ". Ucap Mia .
" Iya ,boleh kalau itu membuatmu bahagia dan sebagai tanda maafku padamu ". sahut Angga .
Kini mereka sudah tidur, diranjang yang sama .
Mia tidur sambil memeluk Angga dan entah mengapa hatinya merasa nyaman biasanya ia selalu merasa risih dan canggung kalau dipeluk Mia selama ini .
Angga membalas pelukannya Mia , dan mereka pun tidur dengan lelapnya .
Hari ini ,hari dimana bagi seorang wanita yang bernama khanza adalah hari yang ia tunggu selama ini karena ia akan menikah dengan pria yang sangat ia cintai yaitu Angga yang hilang ingatan dan menjadikannya Rudi mantan kekasihnya yang sudah meninggal karena kecelakaan .
" Kamu terlihat cantik sayang dengan pakaian itu ". Ucap seorang pria diambang pintu ,siapa lagi kalau bukan Julian yaitu ayah dari khanza .
" Terimakasih pah, oh ya papa sudah jemput Rudi kan ditempat wanita itu ". ucapnya Khanza .
" Sudah sayang anak buah papa sedang menjemputnya sekarang kamu tenang saja ". Ucap Julian dengan tersenyum .
" Permisi tuan ada yang ingin bertemu dengan nona Khanza ". Ucap pengawal pribadi Khanza .
" Siapa ? ". tanya Khanza .
" Tuan Adam nona ". Ucapnya pengawal itu yang bernama Roy .
__ADS_1
" Oh ,biarkan dia masuk ". Ucapnya Khanza tersenyum .
" Baik nona ".
Kini Adam pun masuk ke ruangan pengantin itu .
" Khanza ".Panggil Adam yang sudah berdiri dibelakang Khanza .
" Iya Adam, duduklah ". Ucapnya Khanza lalu Adam duduk disofa yang ada di kamar itu .
Sedangkan ditempat lain dikediaman Angga Pratama , Angga kini sudah siap-siap untuk pergi sebelum itu Angga menggendong Rama terlebih dahulu meski bagaimana pun entah mengapa ia mulai menyayangi Rama seperti anaknya sendiri ,(padahal kan memang ia anaknya).
" Makasih ya kamu sudah mau membantuku selama ini walaupun gak ada hasilnya, aku senang bisa bertemu denganmu, oh ya aku aku bolehkan sering-sering kesini main sama Rama ". Ucap Angga tersenyum .
Mia hanya menganggukan, kepala tanda iya . ia sudah sedih banget ditinggal lagi oleh Angga, karena ia yakin dihadapannya ini Angga bukan orang lain .
Nisa ,Reyno ,Reyhan, dan isma juga ada disitu . karena mereka tahu kalau ini hari dimana Angga akan pergi . mereka pun dengan berat hati menerima kenyataan kalau dihadapannya ini bukan Angga yang mereka kenal dan sayangi , padahal mereka sudah senang banget kalau yang dihadapan mereka ini benar-benar Angga .
" Nak, kalau memang bukan anak kami ,kami ikhlas , namun kalau kamu anak kami kembalilah nak kesini kami akan senang sekali kalau kamu kembali ". Ujar Reyno yang sedih .
" kamu jangan pergi sayang, mama yakin kamu itu Angga anak mama, karena perasaan seorang ibu gak akan salah nak ,mama yakin kamu Angga anak mama ,mama yang mengandungmu dan melahirkanmu sayang ,mama mohon jangan pergi hiks..hiks..hiks..". Ucap Nisa sambil menangis .
" Begitupun denganku mas, aku sebagai istrimu aku yakin kalau kamu suamiku, percayalah mas , aku mohon mas jangan pergi hiks..hiks..". Ucapnya sambil memeluk Angga .
" Iya Ga kamu harus percaya kalau kami ini keluargamu ini kakakmu Ga, kamu adik kesayanganku Ga ". ucapnya Reyhan meyakinkan Angga .
Angga yang mendengar semua ucapan semua orang yang tidak rela dirinya pergi, merasa bimbang apakah ia harus berbohong pada khanza kalau dirinya sudah ingat padahalnya belum ingatan apapun untuk membahagiakan keluarga baik hati ini walaupun Angga masih ragu kalau dirinya Angga .
Namun semua bukti-bukti Mia lebih kuat dari Khanza ,tentang ingatan-ingatan itu, soal Reva wanita yang ada dipoto itu dan juga danau ,cuma itu yang ada diingatannya dan ada 2 wanita yang ada diingatannya saat ini antara Mia dan juga Reva .
" Maaf tuan kita harus berangkat sekarang, nona Khanza sudah menunggu anda ". Ucap pengawal itu .
" Sebentar pak ". Sahut Angga .
Lalu Angga melepaskan pelukannya Mia yang dari tadi tidak dilepasnya, lalu ia mengambil kalung yang ada disakunya .
" Mia ,kalung ini sebagai bentuk terimakasihku padamu anggap saja ini kenang-kenangan dariku ". Ucap Angga lalu menyerahkannya ketangan Mia yang dipegangnya .Angga membeli kalung itu sewaktu ditaman waktu ia diusir dari rumah oleh Mia . kalung yang berbentuk hati .
" Dan maaf sekali lagi aku gak bisa ingkari janjiku pada khanza ,aku gak mau terjadi sesuatu padamu kalau aku mengingkarinya ". Ucapnya Angga yang sedikit sedih , sebenarnya hati Angga sudah mulai luluh saat ia tinggal bersama Mia .Namun apa daya ia ,ia tidak bisa mengingkari janjinya pada khanza .
Angga melangkahkan kaki menuju mobil itu, Nisa menangis histeris ketika Angga pergi ,begitupun dengan Mia .
" Anakku hiks..hiks..jangan pergi nak , jangan tinggalin mama ". Teriak Nisa menangis yang hendak mengikuti mobil yang ditumpangi Angga namun Reyno menahannya .
" Sabar ,mah sudah mah ". Ucap Reyno .
" Mas ". Gumam Mia menangis terpuruk ke tanah .
" Angga ". Teriak Nisa .
" Angga ".
" Angga ".
" Sudah mah ,sudah ". Ucap Reyno yang ikutan nangis melihat Nisa yang seperti ini .
Lalu Nisa pun pingsan dan Reyno membawanya kedalam .
__ADS_1
Mia pun ikut pergi kedalam , dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia tidak rela melepaskan Angga namun apa daya kalau memang Angga nya sendiri memilih pergi .
" Mas ". Lirih Mia menangis .
" Kamu yang sabar Mia , mbak yakin kalau memang dia Angga ia pasti akan kembali pada kita ". Ujarnya Isma menenangkan Mia .
Sedangkan ditempat lain,mobil yang tumpangi Angga berhenti karena jalanan macet , Angga didalam mobil pun ikutan menangis melihat mereka yang sedih melihatnya ia pergi.
" Tuan gapapa ". Ucap sang pengawal yang duduk didepan .
" Saya gapapa ". Sahut Angga .
" Macet sekali jalanan ini ". Ucap sang sopir mobil .
" Iya ,bisa-bisa kita telat dan dimarahi bos ". Ucap sang pengawal itu .
Angga melihat-lihat keluar arah jendela kaca mobil ia melihat sosok yang ia kenal yaitu Reva yang sedang menyebrangi jalanan disana .
" Itu kan cewek yang ada dipoto, ngapain dia disini ". Batin Angga .
Ketika Reva menyebrang ada mobil yang hampir menabraknya , dan Angga melihatnya ia langsung buru-buru keluar dari mobil dan langsung menolong Reva
" Anda mau kemana tuan ". Ucap sang pengawal yang melihat Angga keluar dari mobil dengan paniknya namun Angga mengabaikan ucapan pengawal itu .
" Awas ". Teriak Angga yang berlari kearah Reva .
" Ahh..". Teriak Reva yang melihat kearah mobil yang hampir menabraknya .
Dengan sigapnya Angga memeluk Reva , dan mereka pun terjatuh dan terguling ,kepala Angga terbentur ke trotoar jalanan ,dan langsung pingsan .
" Ah, sakit ". Ringisan Reva lalu bangkit dari jatuhnya betapa kagetnya ia melihat orang yang menolongnya yaitu Angga , bagaimana Angga bisa ada disini bukannya ia menghilang itu yang ia dengar dari Adam selama ini .
" Kak, bangun kak, ".Ucap Reva yang panik lalu menepuk-nepuk pipi angga .
" Ayo angkat dia ". Ucap sang pengawal kepada supirnya .
" Iya ". Sahut sopir itu .
" Kalian mau bawa dia kemana?". Tanya Reva yang panik dengan kondisi Angga .
" Bukan urusan anda lebih baik anda sekarang pulang saja ". Ucap Pengawal itu dengan sinisnya .
Kini Angga sudah pergi yang dibawa pengawal dan sopirnya itu .
" Mau dibawa kemana ya Angga ,dan apa benar ia itu Angga ". Batin Reva .
Didalam mobil itu Angga yang pingsan lalu tersadar kembali .
" Argh..".Ringisan Angga sambil memegang kepalanya yang sakit .
" Anda sudah sadar tuan ,apa tua tidak apa-apa tuan ". tanya sang pengawal yang khawatir .
" Iya saya baik-baik saja ". sahut Angga tersenyum licik .
Entah apa yang dipikirkan Angga saat ini . sehingga ia bisa tersenyum seperti itu setelah mengalami kecelakaan .
. . . . . .
__ADS_1