Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
129. Permohonan Pembebasan


__ADS_3

Keesokan harinya Mia menceritakan semuanya pada Angga apa yang terjadi tadi malam padanya , saat Angga mendengarnya ia benar-benar marah, kecewa , marah karena ia merasa Adam kali ini benar-benar sudah kelewatan batas atas perbuatan kriminalnya itu ia bersumpah gak akan pernah memberi ampun pada Adam kali, apapun caranya ia akan memberatkan posisi Adam agar bisa dipenjara dalam waktu yang lama .


Dan ia kecewa pada Reva karena ia tak sangka selama ini orang yang ia bantu ,ia percaya ,ia kasihi malah berusaha memecah belahan rumah tangganya bersama Mia .


Angga kali ini gak bisa lagi menolong Reva apapun caranya , karena ia sudah benar-benar kecewa dan marah padanya .


Rama yang mendengar percakapan orang tuanya yang membahas kasus ibu dan paman temannya itu sedikit terkejut dan tidak menyangka kalau mereka berdua bisa berbuat seperti itu .


" Jadi , mama menuntut Tante Reva dan om Adam kepolisi, terus sekarang apa yang terjadi pada Diva ? ". Batinnya mengkhawatirkan kondisi Diva karena mamahnya dipenjara


" Aku harus menghubunginya ". Ucapnya lalu ia kembali ke kamarnya namun saat ia hendak kembali kekamar nya ada suara teriakan dari luar membuat ia menghentikan langkah kakinya .


Mia dan Angga keluar rumah melihat siapa yang telah berani-beraninya membuat kegaduhan dirumah mereka .


saat pintu dibuka ternyata itu adalah Diva dengan keadaan sedang menangis .


" Kamu ". Ucap Mia .


" Diva ...". Ucap Angga .


Mia melirik kearah Diva dengan tatapan tidak suka ,


" Tante om ...". Ucap Diva sambil menangis .


Rama melihat Diva yang tengah menangis, ingin sekali ia menyeka air matanya namun yang ia bisa sekarang hanya melihatnya dari kejauhan tepatnya dianak tangga .


" Hiks...om tante ". Ucapnya menangis .


" Untuk apa kamu kesini ... ?". Tanya Mia dengan nada tidak suka sekali pada Diva yang ada dirumahnya itu .


" Saya datang kesini , untuk memohon pada tante untuk mencabut tuntutan tante sama mama saya tante , saya mohon...hiks.. tante lepaskan mama saya Tante ". Ucapnya memohon sambil menangis .


" Hah... percuma kamu kesini hanya untuk memohon-mohon pada saya, saya tidak akan pernah sama sekali mencabut tuntutan saya pada ibu kamu itu ". Ucap Mia dengan nada menekan .

__ADS_1


" Karena ibu kamu benar-benar sudah membuat saya marah, dan tidak tahan lagi melihat kelakuan ibu kamu yang berusaha memisahkan saya dengan suami saya ". Ucap Mia dengan tegasnya .


" Maafkan dia tante kalau mama saya berbuat begitu pada tante saya janji akan membuat mama saya berubah tante ,tapi aku mohon Tante untuk lepaskan dia, hanya dia yang saya miliki sekarang Tante , saya mohon Tante...hiks...". Ucapnya memohon lalu bertekuk lutut dihadapan Mia .


Diva berharap sekali ibunya Rama bisa mencabut tuntutan nya itu ,


" Dengar ya sampai kapan pun saya tidak akan pernah merubah keputusan saya , ngerti kamu ". Ucap Mia sambil melepaskan pegangan tangannya pada dagunya Diva .


Angga dan Rama menjadi tidak tega melihat Diva yang memohon-mohon seperti itu,


" Bangun nak, jangan begini lebih baik kamu pulang saja ya ". Ucap Angga bersikap lembut pada Diva sambil membantu membangunkan Diva .


" Mas... lepaskan dia, aku tidak ingin kamu dekat-dekat dengan anaknya jalang itu ". Ucapnya Mia yang berusaha memisahkan Angga yang memegang pundak Diva .


" Tapi kasihan dia, dia gak salah apa-apa kamu jangan berlebihan seperti ini juga dong ". Ujar Angga membela Diva .


" Kamu tuh ya.. aku bilang lepaskan dia mas ". Ucap Mia yang kesal melihat suaminya membela anak dari wanita yang telah membuatnya marah .


" Pergi kamu sekarang !!!... Pergi...". Bentak serta teriakan dari Mia .


" Mama jangan gini dong mah, gak seharusnya mama membentaknya seperti itu ". Ucap Rama yang kini sedang memegang pundak Diva dari belakang .


Mia yang melihat anaknya yang sama-sama membela Diva membuat Mia semakin membenci Diva .


" Cukup...!!! kalian ini kenapa sih hah... malah membelanya ". Amarah Mia yang meledak-ledak .


Membuat Rama dan Angga terdiam ,


" Denger ya aku tidak mau ada lagi diantara kalian yang membelanya ". Ucap Mia .


" Sudah Diva lebih baik kamu pergi sekarang daripada saya melakukan hal yang lebih kasar daripada ini padamu ". Ucapnya dengan angkuhnya .


" Tapi Tante , aku mohon Tan... lepaskan mama saya , lepaskan ". Ucapnya .

__ADS_1


" Kamu tuh.. ya ". Mia sudah marah sekali kali ini pada Diva karena Diva masih saja ngotot .


Angga yang melihat amarah istrinya itu langsung membawa Diva pergi ,


" Sini ". Tariknya pada lengan Diva membuat Mia yang melihatnya dengan tatapan tajam .


Sedangkan Rama hanya merasa lega akhirnya Diva pergi dan terhindar dari amukan ibunya itu, karena ia tahu sekali sekarang kondisi mamahnya itu sedang dalam keadaan penuh amarah,emosi,dan kebencian .


" Kamu lebih baik pergi ya, maaf om juga gak bisa nolong ibu kamu kali ini, karena memang yang ia lakukan terhadap om itu sangat keterlaluan dan sudah melewati batas Diva ". Ujar Angga sambil memegang kedua pundak Diva agar Diva bisa mengerti .


" Tapi Om... hiks... aku gak bisa melihat mama dipenjara , bagaimana pun ia tetap mama ku meski ia bersalah aku mohon om bantu aku, bantu untuk bisa membebaskan mama om ...". Ucap Diva menangis sesenggukan .


Angga yang tidak tega melihat Diva menangis penuh dengan permohonan , tapi ia juga gak mungkin membantunya kalau ia sampai membantunya Mia akan marah besar padanya dan pasti akan menanggung resiko besar .


" Maaf sekali lagi Diva om gak bisa bantu, maaf sekali ". Ucapnya dengan penuh rasa bersalah .


" Baiklah om... kalau om memang gak bisa membantuku setidaknya aku sudah berusaha , maaf kalau kedatangan ku hanya membuat keluarga om tak nyaman, aku permisi om hiks...". Ucapnya pergi meninggalkan Angga disana yang melihatnya perlahan-lahan pergi dari pandangannya Angga .


" Andai saja kalau ibu kamu tidak sebegitunya merencanakan kejahatan yang melibatkan ku mungkin aku bisa saja menolongnya ". Ucap Angga .


Angga pun kembali kedalam rumahnya itu, dengan melihat Mia yang duduk dengan masih ada rasa emosi dilubuk hatinya .


Mia menatap tajam kepada suaminya itu, dan Rama yang tidak ada disana mungkin karena ia kembali ke kamarnya .


" Apa yang kamu lakukan sehingga dia mau pergi dari sini ?". Tanya Mia dengan nada sinisnya .


" Aku tidak mengatakan apapun, dia pergi sendiri , karena ia berusaha memohon padaku untuk membantunya , namun aku menolaknya , karena aku juga gak mau ribut-ribut lagi sama kamu ". Ujar Angga yang berusaha menjelaskan .


" Baguslah jika kamu mengerti sekarang , jadi aku putuskan sekarang jangan ada lagi diantara kita bertiga yang mendekati keluarga itu lagi, inget itu mas , dan biar aku saja yang membicarakan hal ini pada Rama, aku yakin Rama akan menurut padaku karena ia anakku ". Ucapnya lalu meninggalkan Angga disana .


" Astagfirullah... kenapa keadaannya semakin rumit begini sih... ". Ucapnya yang memegang kepalanya karena pusing memikirkan soal kejadian ini .


. . . . . . . .

__ADS_1


Jangan lupa, Like, Vote, dan Komentarnya ya guys 😉😊👍


__ADS_2