
Seiring berjalannya waktu dari mulai hari kehari ,bulan ke bulan, tahun ke tahun,
Kini rumah tangga Angga dan Mia berjalan dengan damainya tanpa ada siapapun yang mengganggu mereka berdua, Kini usia Rama anaknya sudah menginjak 5 tahun jalan,
Angga dan Mia merawatnya dengan penuh kasih dan sayang, dan kini mereka sedang mendaftarkan Rama disekolah Taman Kanak-kanak dekat komplek perumahannya .
" Rama nanti didalam sana jangan nakal ya sayang, nanti didalam kelas Rama bakalan ada banyak sekali teman-teman jadi Rama bakal punya banyak teman sayang ". Ujar Mia sambil membenarkan tali sepatu milik Rama yang terlepas .
" Ya ,mah Rama gak akan nakal kok ". Ucapnya dengan gaya bahasa anak kecil .
" Nah.. bagus itu baru anak mama apa ?". Ucapnya sambil berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Mia .
" Mama Mia , mamanya aku yang paling cantik ". Ujarnya lalu mencium pipi kanan Mia , Mia yang mendapatkan ciuman dari anaknya hanya tersenyum .
" Pinter ". Ucapnya Mia lalu mencium hidung anaknya yang menggemaskan itu .
Kemudian dia berdiri mengandeng tangannya Rama untuk pergi ke kelasnya Rama, Angga yang kini sibuk diGaleri lukisannya disayangkan ia tidak bisa ikut untuk mengantar Rama dihari pertama Rama sekolah, tapi untungnya Rama bisa memahami hal itu begitupun dengan Mia , ia tahu akhir-akhir ini suaminya itu semakin sibuk, karena banyak sekali acara pameran-pameran lukisan yang ia ikuti .
Dan karena orderan lukisan tangan buatannya banyak yang suka jadi ia tidak bisa menyia-nyiakan bakatnya itu, karena memang dari dulu Angga sangat suka sekali dengan melukis .
Kini Rama dan Mia sudah sampai didepan kelasnya Rama, disana sudah banyak sekali ibu-ibu yang menunggu dan mengantar anak-anak mereka yang bersekolah dihari pertama mereka .
" Nah.. Rama kamu duduk disini ya, ingat apa yang mama ajarkan padamu, gak boleh nakal , nanti kalau disuruh perkenalan diri didepan kelas gak boleh malu-malu ya nak, kamu harus berani ya , karena kamu itu anak apa ?". Ucap Mia .
" Anak cowok gak boleh takut, harus berani ". Ucap Rama .
" Iya pinter, ya sudah mama tunggu diluar ya sayang , inget jangan nakal ya nak ". Ucap Mia tersenyum .
" Iya mama ". Sahut Rama tersenyum .
Ditempat lain terlihat seperti ada dibandar udara, disana terlihat seorang wanita dengan berpakaian modis dan juga anggun dan disebelahnya ada anak perempuan yang begitu cantik , mungkin kira-kira usianya sama dengan Rama sekitar 5 tahun .
" Hmmm... akhirnya sampai juga disini, tak kusangka aku kembali lagi ke kota ini, kalau bukan karena pekerjaan mana mungkin aku sudi lagi menginjakkan kakiku lagi ke kota ini ". Ucapnya sambil membuka kaca mata hitamnya .
" Atau mungkin ini juga karena takdir yang mengaturnya seperti ini, mungkin karena ada seseorang yang disini aku rindukan, apa kabarnya ya dia ?". Ucap wanita itu yang tak lain tak bukan adalah Reva .
" Apa kabar kamu kak Angga , apa kamu sekarang banyak berubah atau tetap sama seperti dulu ". Ujarnya sambil tersenyum .
" Mama, kita mau kemana sekarang?". Tanya Diva bertanya pada Reva sambil memegang baju mamanya itu .
" Kita keapartemen dulu sayang, kita tinggal disana ya, nanti setelah itu mama mau daftarin kamu sekolah yang dekat dengan tempat tinggal kita ya ". Ucap Reva tersenyum sambil menggandeng tangan anaknya dan sebelahnya lagi membawa koper baju nya .
__ADS_1
" Iya mam ". Ucap Diva tersenyum .
" Aldo gak boleh tahu kalau aku kembali kesini, aku tak ingin dia mengangguku lagi dan Diva ". Batinnya .
" Baiklah ayo sayang kita cari taksi dulu ". Ucapnya Reva .
" Iya ". Sahut Diva .
Digalerinya kini Angga sedang melukis pesanan orang ,
" Tinggal sedikit lagi, sayang sekali padahal gua ingin sekali lihat Rama masuk sekolah untuk pertama kalinya ..hahhh...". Ucapnya sambil menghela nafas nya .
" Untungnya dia anak baik, jadi gak rewel ,biasanya kan anak seusianya kadang apa-apa mau diturutin permintaannya tapi saat dia memintaku untuk mengantarnya dia mengerti kalau papanya gak bisa antar karena sibuk ". Ucapnya tersenyum .
" Rama...Rama ... ". Ucapnya tersenyum sambil melukis .
Lalu seseorang datang masuk keruangan Angga , namun sebelum itu ia mengetuk pintu terlebih dahulu .
. . . . . . .
Adam sudah seminggu ini keluar dari masa tahanannya , dan kini dirinya diteras luar rumahnya sedang bermain-main dengan anaknya bersama Khanza yang bernama Idham Putra Brawijaya yang masih balita ,
" Semoga saja, dia akan menjadi anak kebangganku ,dan menjadi pria yang hebat sepertiku ". Ucap Adam .
" Apa kamu bilang ". Ucap Adam dengan nada tak suka .
" Gak, aku gak bilang apa-apa ". Ucap Khanza cuek .
" Halah ... tadi aku dengar kok kamu ,ngomong kalau aku ini penjahat ". hardiknya .
" Lah.. kan emang gitu faktanya ". Ucap Khanza .
" Ck.. kamu tuhh ya ". Ucap Adam dengan raut wajah tak suka .
Namun Mita melerai perdebatan mereka berdua,
" Kalian berdua itu ya setiap harinya berdebat terus, pusing tahu mama setiap harinya mendengar kalian berantem terus hanya karena masalah spele ". Ujar Mita yang membawa minuman untuk mereka berdua dan meletakkanya diatas meja yang ada disana .
" Yah... habis dia yang mulai duluan , selalu saja memancing emosiku ". Ujarnya Adam melirik melihat kearah Khanza .
" Dihhh... kan emang benar kok apa yang aku katakan itu memang fakta yang ada, apa salahnya coba aku ". Ucap Khanza membela diri .
__ADS_1
" Sudah-sudah mending kalian, minum dulu minuman ini , oh ya Khanza nanti ikut mama ya , ke rumah teman mama , mama mau kenalin kamu dengan beliau dan dia juga akan kenalin anaknya siapa tahu kalian bisa berteman baik kan ". Ujar Mita .
" Untuk apa mama meminta dia ikut, terus ngapain mama kenalin dia sama anak teman mama itu, dia sudah punya suami loh mah yaitu anak mama sendiri ". Ujar Adam .
" Haha... kamu tuhh ya dam..dam.. ya mama juga pikir dua kali , kali lagian ya anak teman mama itu perempuan dam jadi it's oke okay fine-fine aja no problem ". Ucap Mita tersenyum .
" Oh.. gitu ". Ucap Adam .
" Iya... haha lagi pula kenapa memangnya kalau anak teman mama ini, cowok , cemburu ya takut Khanza diambil cowok lain ". Ujar Mita .
" Yalah, mana ada sih suami yang mau lihat istrinya dekat-dekat cowok lain ". Ujarnya .
" Ya persis itu ". Ucap Mita .
" Maksudnya?". Ucap Adam tak mengerti ucapan mama nya ini mengarah kemana .
" Ah...sudahlah , mama mau siap-siap dulu mau ketemu dengan teman mama, kamu juga siap-siap ya Zha ". Ujarnya Mita .
" Iya ma ". Sahut Khanza .
" Kalau mama bilang begini pasti kamu marah dam, persis sekali apa yang dirasakan Angga waktu dulu saat melihat kamu berusaha mendekati Mia istrinya ". Batinnya .
. . . . . . .
" Nah ini kamar untuk Diva gimana suka gak ". Ucap Reva tersenyum .
" Suka mah, Diva suka sekali dengan kamar ini, kamarnya cantik warna kesukaan ku semua ". Ucap Diva .
Kamar Diva cukup luas dan bernuansakan warna Pink ,warna kesukaan Diva .
" Ya sudah Diva sekarang istirahat ya sayang, mama juga mau ke kamar mama, kalau ada apa-apa panggil mama ya sayang ". Ujarnya Reva .
" Iya mah ". Sahut Diva tersenyum .
Reva kini menutup pintu ,kamar Diva lalu kini dirinya memajang poto yang selalu ia bawa ke mana-mana , yaitu poto Angga dan juga gambar yang dibuat Angga untuknya .
" Semoga saja, dia gak akan melupakan aku ". Ucap Reva tersenyum sambil melihat poto Angga .
" Berdosakah kak bila aku mencintaimu lagi ". Ucapnya tersenyum .
. . . . . . .
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote, dan juga Komenannya ya guys ..😘😆