
Khanza menghampiri mereka berdua dengan tatapan tak suka ...
. . . . . .
" Apa-apaan ini Rudi, siapa dia ?". tanya khanza yang sudah dekat mereka dengan tatapan tak suka kepada Mia .
" Bentar ini kan perempuan yang bersama anak tadi, siapa dia ? apa jangan-jangan dia keluarganya enggak-enggak mungkin kalaupun memang begitu Rudi gak boleh sampai mengenalinya kalau Rudi sampai mengenalinya ia pasti ninggalin aku ". Batinnya Khanza yang panik karena ketakutan kalau beneran itu terjadi padanya .
" Eh.. dia ..dia ". Ucapnya Rudi terbata-bata karena gugup .
" Siapa Rudi ". Ucap Khanza dengan nada tinggi yang sepertinya marah semakin membuat Rudi gugup .
" Tunggu, kamu bilang dia Rudi dia bukan Rudi dia itu Angga suamiku ". Ujar Mia yang mengelak kalau pria yang ada dihadapannya ini bukan Rudi melainkan suaminya .
" Kamu bilang dia Angga, dia ini Rudi tunangan saya , ini lihat ini cincin tunanganku bersamanya dia juga punya lihat ". Ujarnya Khanza sambil memperlihatkan cincin tunangannya yang ada ditangannya dan tangan Rudi .
" Enggak mungkin, katakan mas kamu itu mas Angga kan ". Ucap nya Mia sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rudi yang ada dihadapannya .
" Lepaskan tanganmu darinya ,sekali lagi saya bilang ya dia ini Rudi bukan Angga suami mu ". Ucapnya yang marah karena Mia menyentuh Rudi .
Rudi hanya bisa berdiam diri saja dia bingung siapa yang berkata jujur dan siapa yang berbohong , namun saat dia sadar ia melihat bayangan ingatan wajah Mia , makannya saat melihat Mia ada disini ia langsung mengejarnya karena ia ingin bertanya apakah benar ia adalah suaminya Mia .
Namun disisi lain Khanza mengatakan kalau ia tunangannya , ia semakin bingung sekarang .
" Dia suamiku aku percaya itu, karena wajah ini , wajah yang selalu aku rindukan, kamu Angga kan mas , aku Mia mas istri kamu dan lihat mas ini ..ini ". Ucap Mia sambil mengambil anaknya dari tangan kakak iparnya itu .
" Ini anak kamu mas, anak kita namanya Rama ". sambungnya Mia yang sedikit menangis sambil menggendong Rama dan memperlihatkannya ke Rudi .
" Anak..ini ". Ucap Rudi tersenyum yang hampir menyentuh anaknya namun Khanza menepisnya .
" Untuk apa kamu menyentuhnya mas, dia bukan anak kamu, lagi pula dia ini bukan istrimu mas dia ini cuma wanita yang mungkin kehilangan suaminya dan mengaku-ngaku kalau kamu ini suaminya ". Ujar Khanza yang sinis .
" Aku tidak berbohong atau mengaku-aku tapi ini kenyataannya kalau dia ini suamiku hanya saja mungkin ia lagi amnesia karena dulu juga ia pernah mengalaminya, dan aku yakin bahwa kamu lah yang mengaku-aku sebagai tunangannya mana buktinya kalau memang dia ini Rudi dan bukan Angga suami saya ". Ujar Mia yang sekarang mulai emosi namun isma menahannya .
" Saya punya buktinya , ini KTP nya dan ini poto-poto waktu kami bersama ". Ujarnya Khanza tersenyum karena ia untungnya sempat membuat identitas baru untuk Rudi .
" Enggak mungkin, ini saya juga punya saya punya KTP suami saya ". sahut Mia sambil memberikannya ke tangan Khanza namun Rudi yang langsung merebutnya terlebih dahulu dan mengambil KTP miliknya yang ada di tangan Mia yang dikasih oleh khanza tadi .
" Ini .. mana yang asli ". Ucap Rudi yang kebingungan .
" Jelas yang ini lah sayang ". Ucapnya tersenyum sambil mengambil KTP yang bernama Rudi .
" Bentar aku masih bingung ". Ucapnya .
" Kenapa harus bingung mas , kamu lihat aku mas aku ini istrimu aku ini istrimu, aku Mia mas ". Ucapnya tersenyum sambil membelai wajah Rudi dengan tangannya .
" Mia .. ". Ucap Rudi bingung dan membuat khanza yang melihatnya langsung mendorong Mia .
" Apaan sih lepas darinya ". Ujar Khanza yang kesal dan langsung mendorongnya .
" Eh ..awas ". Teriak isma yang mendekati Mia .
Namun Rudi menahannya dan anaknya yang hampir terjatuh .
__ADS_1
" Aww.. ". ringis Mia .
Oekk..oekk..oek..
Tangisan rama terdengar mungkin ia kaget karena hampir jatuh tadi terbawa ibunya .
" Sayang kamu kenapa, kamu gapapa kan, ini mama sayang cup..cup..cup .. tenang sayang ada mama yang jagain kamu ,kamu jangan nangis ya ". Ucap Mia yang menenangkan anaknya .
" Kamu gapapa kan ? ". tanya Rudi yang khawatir .
" Aku gapapa ,makasih tadi sudah nolongin aku ". Ucapnya Mia sambil masih menenangkan anaknya .
" Iya sama-sama ". Ucapnya tersenyum .
" Mia kamu gapapa kan dek ?" tanya isma khawatir sama keadaan Mia dan anaknya .
" Aku gapapa kok mbak ". sahutnya tersenyum .
" Syukurlah , apa benar kamu ini Angga, kamu Angga adiknya mas Reyhan ". Ucapnya Isma yang masih gak percaya kalau yang ada dihadapannya ini Angga .
" Saya pun gak tahu mbak saya ini siapa sebenarnya siapa yang benar siapa yang salah ,siapa yang jujur dan siapa yang berbohong ". Ujar Rudi/Angga yang masih kebingungan .
" Sudahlah Rudi ayo kita kembali kedalam kondisi kamu masih belum sembuh ". Ujar Khanza yang menarik tangan Rudi/Angga namun ia menepisnya .
" Lepasin Khanza ,urusanku belum selesai dengannya , aku masih ingin berbicara dengannya ". Ucap Rudi/Angga yang kesal dengan sikap Khanza apalagi setelah apa yang ia buat tadi ,ia hampir mencelakai orang lain .
" Urusan apa rudi, kamu itu Rudi bukan Angga ,percaya sama aku Rudi bentar lagi kita akan menikah kamu harus ingat akan hal itu ". Ucapnya Khanza yang terdengar oleh Mia dan itu membuat Mia kaget .
" Iya kami akan menikah dan itu minggu depan ". Ucap Khanza tersenyum sambil merangkul lengan Rudi/Angga .
" Lepasin, Khanza gak enak dilihatnya ". Ujarnya sambil melepaskan tangannya Khanza dari lengannya .
" Biarin lah kamu kan calon suamiku juga ". Ucap khanza .
" Dengerin aku dulu hei, jangan pergi urusan kita belum selesai ". Ucap Rudi/Angga yang memanggil Mia yang sudah mau pergi karena kecewa bahwa suaminya akan nikah .
" Apaan lagi urusan apalagi , kalau memang kamu bukan mas Angga aku gapapa, mungkin memang kamu bukan mas Angga cuma wajahnya saja yang mirip ". Ucap Mia yang wajahnya sudah merah karena menahan ingin menangis .
" Aku butuh bantuanmu , aku masih bingung siapa aku yang sebenarnya karena dalam ingatan aku ada wajah kamu yang terlintas, dan aku ingin mengetahui sebenarnya siapa aku apa aku ini Angga atau Rudi ". Ucapnya yang penuh permohonan .
" Gawat kalau Rudi lama-lama disini , dia pasti akan ingat semuanya aku tak ingin hal itu terjadi ". Batinnya Khanza .
" Ayo Rudi kamu harus masuk, kamu masih sakit jadi ngaco gini kan ". Ucap Khanza penuh paksaan yang menyeret Rudi/Angga .
" Lepasin!!!..bisa gak sih kamu gak paksa aku kaya gini, kalau kaya gini aku semakin yakin ada yang kamu tutupin dariku , atau jangan-jangan benar kalau aku ini Angga dan bukan Rudi karena semenjak aku sadar dari koma aku ,aku gak pernah ingat sekalipun tentang kamu ". Ucap Rudi dengan nada sedikit membentak .
" Oke , oke terserah kamu Rudi mau percaya aku atau dia , tapi ingat Rudi kamu itu Rudi bukan Angga , cuma aku yang sayang sama kamu Rudi dia bukan keluargamu aku keluargamu ". Ujar Khanza yang menangis berlari masuk rumah sakit .
" Tunggu khanza ". Teriak Rudi yang merasa kalau tuduhannya itu sangat keterlaluan lagi pula ia tidak punya bukti kalau khanza bersalah .
Mia yang melihat pemandangan itu cuma menangis karena merasa ia pernah mendapat pemandangan itu dulu saat Angga mengejar cintanya terhadap Reva dan itu terulang kembali sekarang betapa sakit hatinya ia . kenapa takdir cintanya begitu rumit begini , disaat ia mulai bahagia bertemu kembali dengan suaminya kenapa ada saja penghalang diantara mereka .
" Tunggu khanza ". teriak Rudi yang mengejar khanza namun langkah kakinya terhenti ia melihat ke arah belakang ada Mia yang melihatnya .
__ADS_1
ia bingung harus gimana apa mengejar khanza atau Mia .
Namun ia melangkahkan kakinya menuju Mia ,dan Mia yang melihat suaminya itu mendekatinya ia merasa bahagia .
" Kalau memang kamu keluargaku, tolong bantu aku untuk mengembalikan ingatanku ". Ucapnya Rudi yang kini sudah berdiri dihadapan Mia .
" Pasti mas, pasti aku bantu kamu , ya sudah ayo kita pulang bersama ". Ucapnya Mia yang bahagia .
" Tidak, biarkan aku tetap disini bersamanya nanti biar aku sendiri yang datang kepadamu,berikan alamat rumahmu biar nanti aku datang ke rumahmu ". Ucapnya dan itu membuat raut wajah Mia yang tadinya bahagia kembali bersedih .
" Kenapa mas ,katamu kamu ingin ingat semuanya tapi kenapa kamu tak mau pulang bersamaku apa kamu masih belum percaya kalau aku ini istrimu ". Ucap Mia yang memegang tangan Rudi/Angga .
" Iya, aku masih ragu , biarkanlah berjalan sesuai waktu , biarkan aku tetap bersamanya selagi aku masih belum mengingat semuanya bagaimana pun dia orang yang pertama kali aku lihat saat aku sadar dari koma dan orang yang menolongku ". Ujarnya .
" Baiklah kalau itu maumu aku takan memaksamu , ini alamat rumah kita mas , kalau kamu memang butuh bantuanku datanglah ke alamat ini pintu rumah selalu terbuka buat kamu ". Ucap Mia yang meski agak tidak rela kalau Angga masih ingin bersama wanita itu tapi ia juga gak boleh egois ini demi kesehatan suaminya .
" Terimakasih ". Ucapnya tersenyum .
" Iya sama-sama , aku sangat menantikan kedatanganmu kerumah mas ". Ucap Mia tersenyum .
" Iya, hati-hati dijalannya ". Ucapnya sambil membukakan pintu mobilnya dan menutupnya setelah Mia masuk mobilnya .
" Iya Assalamualaikum mas ". ucap Mia tersenyum .
" Waalaikumsalam ". sahutnya .
Setelah mobil Mia sudah meninggalkannya entah kenapa rasanya ia tidak rela kalau Mia pergi darinya .
" Kenapa perasaanku jadi seperti ini ". Gumamnya .
Dia kembali kedalam rumah sakit dan melihat khanza yang sedang duduk di sofa ia menangis diruang VIP rawat rumah sakit itu .
Rudi yang melihatnya merasa bersalah seharusnya ia tidak begitu .
" Khanza maaf kalau tadi aku keterlaluan aku cuma..". Ucapnya terpotong karena Khanza menyelanya .
" Cuma apa!!!.. ,cuma karena kamu sudah gak sayang lagi sama aku, aku ini tunangan kamu loh Rudi aku ini keluargamu, iya aku tahu kamu lupa sama aku tapi kenapa sih kamu lebih percaya wanita yang baru kamu temui itu dibanding aku yang sudah bertahun-tahun bersamamu Rud ,kurang aku sama kamu apalagi Rudi , aku penuhi semua yang kamu mau , aku cuma... hiks ...hiks ". Ucapnya terhenti karena Rudi langsung memeluknya khanza kini sedang menangis .
" Maafin aku Khanza , bukan aku tak percaya sama kamu , tapi entah kenapa hatiku mengatakan kalau aku ini bukan Rudi setelah bertemu dengan Mia , maafin aku Khanza ". Ucapnya yang merasa bersalah sambil melepaskan pelukannya .
" Tapi kamu Rudi ,Rudi temanku waktu kecil, Rudi tunanganku , dan bentar lagi kita akan menikah Rudi , kamu sendiri yang mengatakan kalau kamu ingin menikah denganku waktu itu dan hanya aku satu-satunya wanita yang ada dalam hatimu ". Ucapnya Khanza berbohong .
" Iya ,tapi sekarang aku tak mengingatnya dan aku masih bingung siapa aku ". Ucapnya .
" Pelan-pelan saja pasti kamu bakalan ingat semuanya nanti Rud ,dan aku yakin pasti kamu bakal mengingat aku dan bukan wanita itu ". Ujarnya tersenyum .
" Iya ". Ucapnya tersenyum .
" Aku harus segera mencari tahu kebenarannya sebelum pernikahanku dengannya dilaksanakan ". Batinya Rudi .
" Tolong bantu aku ya Allah mengembalikan ingatanku ". Batinnya .
. . . . .
__ADS_1