
Khanza yang baru pulang dari apartemennya , ia langsung masuk kedalam rumahnya namun dirinya tidak menyadari kalau dari tadi Angga memperhatikaannya saat Khanza sudah tiba dirumah .
Khanza melangkahkan kakinya kedalam rumah menuju kamarnya namun terhentikan saat Angga berbicara padanya .
" Baru pulang, kemana saja kamu? ". Ucap Angga yang duduk diruang tamu sambil memainkan ponselnya .
Khanza yang kaget mendengar suara familiar baginya ia langsung menengok ke ruang tamu dan alangkah kagetnya saat suaminya lah yang berbicara padanya .
" Loh.. mas sudah pulang bukannya besok lusa kamu pulang ". Ucap Khanza yang menghampiri Angga lalu duduk disamping suaminya itu .
" Gak ,tugasku sudah selesai disana dan juga karena kondisi asistenku yang cedera karena menyelamatkanku jadi pulang cepat ". Ucap Angga .
" Cedera loh kok bisa ". tanya Khanza .
" Ya dia kena balok bangunan diproyek yang seharusnya kena aku tapi malah dia yang kena ,dia nyelamatin aku ". Ucap Angga .
" Terus sekarang gimana keadaannya ". Ujar Khanza .
" Dia baik-baik saja ,aku sudah menyuruhnya istirahat dirumah dulu ". Ucap Angga .
" Oh, syukurlah kalau gitu tapi kamu gapapa kan gak ada yang cederakan ". Ucap Khanza yang kelihatan khawatir terhadap Angga .
" Aku gapapa, kamu gak perlu khawatir gitu, yang seharusnya aku yang khawatir kamu kemana semalam ? suami pulang bukannya istri ada dirumah ini malah gak ada ". Tanya Angga yang sedikit terlihat kesal .
" A..Aku...". Ucap Khanza yang terlihat gugup .
" Kenapa kamu gugup gitu, aku tanya sekali lagi kamu kemana Zha semalam gak pulang ". Tanya Angga yang lebih tenang sekarang .
" Aku..semalam ketemu teman dan menginap dirumahnya, karena aku pikir kamu pulangnya besok, jadi ya aku menginap dirumahnya karena aku bosan dirumah sendirian papa dan kamu kan gak ada dirumah, gak salahkan aku pergi ". Ucap Khanza .
" Oh gitu, ya sudah , tapi lain kali kalau kemana-mana izin dulu sama suami kan suaminya gak cemas kalau istrinya gak ada dirumah ". Ucap Angga tersenyum .
" Iya mas ,makasih sudah mencemaskan aku ". Ucap Khanza yang langsung memeluk Angga .
" Iya ". Ucap Angga .
" Gua harus terus bersikap seolah-olah gua ini masih Rudi, gua gak boleh terlalu cuek sama dia yang ada nanti dia curiga lagi ". Batin Angga sambil mengusap-usap punggungnya .
" Oh ya mas, aku ke kamar dulu ya ". Ucap Khanza yang langsung berdiri .
" Iya ". sahut Angga .
Ditempat proyek hotel diSurabaya Adam sedang marah-marah karena proyeknya terjadi sabotase .
" Gimana bisa semua ini terjadi, kerjaan kalian ini gimana sih ,saya kan sudah bilang kerjanya hati-hati dan terus pantau para pekerja masa sampai bisa terjadi sabotase begini ". Bentak Adam kepada para pekerja .
" Kami minta maaf pak ". Ucap kepala proyek .
" Apa dengan minta maaf ,semua akan kembali dengan semula gitu ". Bentak Adam yang marah .
" Sudahlah kembali bekerja kalian ". Bentak Adam .
__ADS_1
" Brengsek ... kenapa hal ini bisa terjadi, ini pasti ada yang sabotase dan gua harus cari tahu siapa yang berani-beraninya bermain-main sama gua ". Umpat Adam dalam hati lalu ia pun kembali keruangannya .
Sudah sebulan sejak kejadian itu, mereka melakukan aktivitas seperti biasanya .
Khanza yang sedang dikamar mandi kamarnya ,ia memeriksakan kondisinya ia melihat 2 garis merah dibenda pipih itu ia menutup mulut dengan satu tangannya seakan-akan ia tak percaya kalau yang ia lihat itu kenyataan ia positif hamil dan ia hamil bukan mengandung anak dari Angga namun dari Adam .
" Ini gak mungkin, aku harus gimana sekarang ? gak mungkin aku bilang sama Angga kalau ini anaknya sedangkan dia gak pernah menyentuhku ". Batin Khanza menangis .
" Aku benci anak ini, aku benci ". Ucap Khanza yang menangis didalam kamar mandi dan memukul perutnya .
" Kamu merusak semua rencanaku ".Umpatnya yang kesal dan menangis .
Angga yang dikantornya sedang berbahagia karena rencananya berhasil, yaitu menghancurkan proyek yang dibangun oleh musuhnya yaitu Adam .
" Hahaha...akhirnya lo hancur juga Adam, tapi gua belum puas gua akan puas setelah melihat lo benar-benar hancur, lo sekarang ngerasain apa yang gua rasain dulu, 2 kali lo hancurin gua bahkan lo nipu gua dan jauhin gua dari keluarga gua ". Batin Angga .
" Gara-gara lo gua lupa sama keluarga gua sendiri, gua benar-benar hancur saat gua gak kenalin keluarga gua sendiri ,bahkan istri anak gua sendiri papa dan mama ,bang Reyhan ". Batin Angga merasa sedih .
" Gua benar-benar benci lo Adam, gua gak akan biarkan hidup lo tenang begitu saja apalagi lo selalu saja dekatin istri gua ". Umpatnya dalam hati .
Khanza yang masih memikirkan kehamilannya ia benar-benar bingung harus berbuat apa, namun akalnya ada saja ia berniat licik terhadap Angga .
Malam hari pun tiba Khanza sedang menunggu kepulangan Angga untuk melakukan rencana liciknya .
Angga pulang dengan keadaan cape karena pekerjaannya banyak sekali apalagi setelah Reva tidak bekerja untuk membantunya .
" Hadeh ...capek juga ,pusing otak gua mikiran kerjaan kantoran gitu, gua mah angkat tangan dah , asli lebih baik kerja santai saja seperti melukis ". Umpatnya dalam hati .
" Mas sudah pulang, kamu mau mandi dulu apa makan ?". Tanyanya Khanza .
" Ya sudah , aku siapin airnya dulu ya ". Ujar Alya yang meletakan tas dan jas Angga .
Lalu ia masuk kedalam kamar mandi menyiapkan air mandi untuk Angga .
" Sudah mas silahkan ". Ujar Khanza tersenyum .
" Ada apa ya, tumben Khanza bersikap begini biasanya juga gua sendiri yang ngelakuin, ah bodo amat lah gua gak mau ambil pusing mikirin hal sepele kaya gini ". Umpatnya dalam hati ,lalu Angga masuk kamar mandi sedangkan Khanza sedang melakukan hal liciknya yaitu ia sedang memasukan obat tidur kedalam minuman Angga yang biasa Angga minum sebelum tidur .
" Semoga saja rencanaku ini, berhasil ". Batinnya tersenyum .
Angga sudah keluar dari kamar mandi menggunakan piyamanya , ia kini tengah duduk disini ranjang sedangkan Khanza sedang pura-pura tidur .
" Ayo mas kamu minum air itu ". Batin Khanza .
" Hadeh..cape juga kerja dikantor ". Ucap Angga lalu meminum obat itu .
Lalu Angga pun meletakan gelas itu,lalu ia pun tidur .
Khanza tersenyum senang akhirnya rencananya berhasil .
Dan kini ia melancarkan aksinya, ia membuka baju piyama suaminya itu dan melemparkannya kesembarangan arah .
__ADS_1
Begitupun dengan Khanza yang membuka baju piyamanya ia kini tidur disamping suaminya sambil memeluk suaminya itu ia merasakan kenyamanan disana .
ia menyentuh dada bidang suaminya itu,ia senyum-senyum memegang dada bidang suaminya itu .
" Bagaimana pun caranya anak ini harus menjadi anakmu mas ". Batin Mia tersenyum .
Khanza yang biasanya tidur tidak bisa memeluk Angga karena Angga selalu menjauh darinya kini dirinya dengan suka hati bisa memeluk suaminya itu .
" Aku mencintaimu mas ". Ucap Khanza sambil mengecup leher suaminya dan mencium bibir suaminya itu .
Pagi hari pun tiba pukul jam 6 pagi Angga yang bangun karena sesak seperti ada seseorang yang memeluknya dengan erat dan betapa kagetnya Angga melihat Khanza tanpa busana .
" Aghhh...". Teriak Angga yang sangking kagetnya .
" Kamu kenapa sih mas, pagi-pagi sudah teriak-teriak , berisik tahu ". Ucap Khanza dengan suara serak khas orang bangun tidur .
" Apa yang terjadi, kok kamu ,uhh..pakai pakaian mu itu ". Ucap Angga yang memalingkan wajahnya ,kini ia bangun dari tidurnya dan menyerahkan selimbut kepada Khanza untuk menutupi badan Khanza yang polos tanpa sehelai benang pun .
" Kamu ini kenapa sih mas, tadi malam saja kamu romantis banget sama aku , bilang cinta lah sayang lah , terus kenapa ini tiba-tiba gini, tapi kamu semalam benar-benar gagah banget deh mas , aku puas ". Ucap Khanza mode menggoda kepada Angga .
Angga yang melotot ke arah Khanza seakan-akan tak percaya mendengar ucapan dari Khanza kalau ia melakukan hal yang seharusnya ia tak lakukan .
" Jadi semalam itu ". Ucap Angga .
" Iya semalam kita melakukannya , kan kamu sendiri yang memulainya mas ". Ucap Khanza yang berbohong .
" Enggak mungkin ".Ucap Angga .
" Gak mungkin gimana, kamu jangan mengada-ngada ya mas, sudahlah aku masih lemas aku ingin tidur dulu ". Ucap Khanza menyelimuti dirinya lalu ia pun tersenyum .
" Ck..sial ,kenapa hal ini bisa terjadi, gua benar-benar gak ingin soal semalam, tapi bukti sudah ada didepan mata gua sendiri, gua mana bisa mengelak ". Batin Angga menggerutu kesal . Lalu ia pun memilih mandi dan setelah itu pergi bekerja .
" Ck...gua harus gimana sekarang, baru saja gua bahagia, kenapa gua dapat masalah baru sih ". Umpatnya dalam hati saat mengendarai mobilnya .
2 Minggu kemudian setelah kejadian itu tibalah pesta pernikahan Jessy , Angga yang datang bersama Khanza .
Angga melihat sekeliling pesta itu ia melihat Mia yang sedang ketawa-ketawa bersama keluarganya dan Juna .
Angga yang melihatnya,ingin menghampirinya , namun Khanza dari tadi memegang tangannya terus .
" Aku ambil minuman dulu ". Ucap Angga .
" Oke , jangan lama-lama ya ". Ucap Khanza yang tersenyum lalu melanjutkan oborlannya bersama temannga yang kebetulan juga hadir dipesta itu .
Khanza yang sibuk mengobrol bersama teman-temannya disana , lalu Angga yang menghampiri Mia, terhenti karena melihat Adam ada disana .
Terlihat mereka sedang mengobrol serius,
" Mia ". Ucap Angga yang kini sudah sampai ditempat Mia berada .
Mereka yang ada disana melihat kearah Angga . Begitupun dengan Mia .
__ADS_1
" Rudi ". Ucap Mia yang kaget melihat Angga ada dipesta ini juga .
. . . . . . .