
Dania membawa Rama ketempat yang menurutnya akan membuat Rama suka pada tempat itu .
Rama keluar dari mobilnya Dania begitupun dengan Dania .
Rama berjalan kearah pemandangan yang menurutnya indah ,
" Indah ..". Ucapnya tersenyum .
" Kamu suka ". Ucap Dania yang kini berdiri disampingnya Rama .
Rama menolehkan kepalanya ke Dania yang ada disampingnya .
" Suka.. Lo tahu darimana kalau gua suka tempat yang ada danaunya... ". Tanyanya .
" Apa sih yang aku gak tahu soal kamu Ram ...". Jawabnya sambil tersenyum lalu menghirup udara segar dan merentangkan tangannya .
Rama yang melihat Dania melakukan hal hanya tersenyum melihatnya .
" Mungkin selama ini gua sadar kalau dia gak seburuk yang gua kira ". Batinnya .
" Ayo... ". Ucap Dania mengajak Rama dan langsung menarik tangannya untuk pergi kearah perahu sampan yang ada ditepian danau itu .
Rama hanya bisa mengikuti Dania kemanapun dia mengajaknya pergi, mungkin baginya sekarang untuknya bisa membuka hatinya untuk orang lain .
" Kita naik ini , yuk ". Ucap Dania menaiki sampan .
" Iya ". Sahut Rama tersenyum sambil duduk dibelakang Dania .
Sedangkan Diva kini tengah menangis sesenggukan dikamarnya .
__ADS_1
" Hiks..hiks..hiks..kenapa rasanya begitu sakit ya tuhan ". Ucapnya menangis sambil memegang dadanya yang terasa sesak .
" Kenapa begitu menyakitkan , kenapa !!!". Teriaknya .
" Padahal seharusnya aku sadar diri aku sudah mempunyai kekasih , namun entah mengapa hati ini gak bisa bohong kalau yang aku suka itu Rama bukan Reyza ". Ucapnya .
" Kenapa juga dengan bodohnya aku malah nurut aja saat Rama menyuruh aku menerima ajak pacarannya kak Reyza , argh.. rasanya sekarang aku menjadi benar-benar seperti orang yang sangat bodoh... ". Ucapnya yang kesal pada dirinya sendiri .
" Bodoh...bodoh...bodoh...". Gerutunya .
***
" Pemandangannya indah ya ". Ucap Dania merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara segar yang ada disekitaran danau .
" Iya, masih asri belum terkena polusi ". Timpal Rama tersenyum .
Dania senang sekali karena sekarang bisa bicara secara damai seperti ini tanpa harus ada salah satu diantara mereka ada yang memaksakan kehendaknya sendiri .
" Iya ". Sahut Rama melihat kearah Dania yang kini menghadap dirinya dan sambil mendayung perahu sampan yang tengah dinaiki mereka .
Emang kini posisi mereka sedang saling menghadap satu sama lain bukan saling membelakangi .
" Aku senang sekali sekarang bisa bicara berdua gini sama kamu, tanpa harus ada perdebatan diantara kita ". Ujarnya tersenyum melihat kearah Rama .
" Iya.. gua juga senang bisa lihat sisi baik Lo yang kaya gini ". Ucapnya .
" Oh..jadi menurut kamu selama ini aku ini jahat gitu...". Ucap Dania yang kini kesal mendengar kata-kata itu dari Rama .
" Eh...bukan...bukan itu maksud gua, tapi gini Loh.. ya baru kali ini saja gua lihat sisi baik Lo yang kaya gini, maksud sisi baik itu ya seperti yang Lo lakuin sekarang ". Ucap Rama berusaha menjelaskan maksudnya .
__ADS_1
" Maksudmu ?". Tanya Dania yang masih tidak mengerti apa yang dimaksud Rama .
" Ya kaya gini... kamu gak bersikap seenaknya lagi , mau dengerin apa yang diinginkan oleh lawan bicaramu , itulah kuncinya agar lawanmu bicaramu bersikap baik padamu kak ". Ujarnya tersenyum melihat kearah Dania .
" Begitukah ?". Ucapnya .
" Iya ". Jawab Rama tersenyum .
Kini Dania mengerti apa yang harus ia lakukan untuk bisa mendapatkan perhatian dan sikap baiknya Rama .
" Aku senang bisa mendapat perhatian darimu , makasih ya, sudah mau menjadi temanku sekaligus pacarku meski bohongan ". Ucap Dania tersenyum .
" Iya sama-sama... mungkin juga gak seharusnya aku bersikap dingin sama kakak... teman..". Ucap Rama menjulurkan jari kelingkingnya kearah Dania .
Dania yang mendapat uluran jari tangannya Rama pun langsung membalasnya .
" Teman ". Ucap Dania yang mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Rama .
Kini mereka berdua saling tersenyum dan tertawa satu sama lain .
" Mungkin memang seharusnya dari dulu gua Nerima dia , untuk bisa melupakan Diva ". Batinnya .
" Diva maafkan aku, mungkin ini yang terbaik untukmu , kamu akan beruntung sekali mendapatkan laki-laki baik seperti kak Reyza , dan aku yakin dia akan jauh lebih bisa menjaga kamu dibandingkan aku ". Batin Rama .
" Andai kamu bisa mengerti Ram ,aku tak ingin sekedar hubungan kita dari kata teman tapi lebih dari itu , namun aku mengerti hatimu bukan untukku sekarang , namun aku akan tetap berusaha keras agar hatimu bisa menjadi milikku , I love you Rama ". Batin Dania tersenyum sambil melihat kearah Rama yang tengah mendayung perahu sampan nya dan melihat-lihat sekitar danau .
" Cobalah untuk memahamiku , aku mencintaimu Rama...Cinta ...aku cinta ". Jeritan hati Dania .
. . . . . . .
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊