Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
132. Pergi untuk Kembali


__ADS_3

Mungkin hari ini menjadi hari terakhir Rama sekolah disekolah ini,


Orang tuanya Rama sebelumnya sudah mengurus kepindahan sekolah untuk Rama,


Karena walau bagaimanapun Rama harus ikut mereka pindah keluar negeri dan meninggalkan kota ini yang memberi pengalaman buruk terhadap keluarganya .


Mungkin dengan cara ini mereka sekeluarga bisa hidup bahagia tanpa ada yang mengusik kehidupan mereka lagi .


Kini waktunya untuk para siswa siswi pulang sekolah , Rama pulang kerumahnya dengan cara yang sama yaitu dengan cara menggunakan sepeda kesayangannya .


Namun saat ditengah jalan seseorang menghadangnya , dan itu adalah Dania , Dania langsung keluar dari mobilnya dan langsung memeluk Rama membuat Rama kaget .


" Kak...". Ucap Rama .


" Jangan pergi, kalau Lo pergi gak ada yang bikin semangat dong untuk sekolah, pliss... Ram jangan pergi ninggalin gua ". Ucap Dania .


Rama melepaskan pelukannya Dania lalu memegang tangan Dania .


" Kak... aku pergi hanya untuk kembali , aku janji kok akan kembali ke sini, bagaimanapun ini adalah tanah kelahiranku , kampung halaman ku ". Ucapnya tersenyum .


" Janji ya... ". Ucap Dania mengulurkan jari kelingkingnya .


" Janji ". Balas Rama tersenyum .


" Sampai jumpa kembali ya Ram... ". Ucap Dania .


" Iya... ". Sahutnya lalu pergi meninggalkan Dania .


Besok menjadi hari terakhir Rama sekeluarga ada dikota Bandung , negara Indonesia .


Sedangkan dikediaman rumah Keluarga Pratama tepatnya di rumah Angga kini ia tengah beberes semua barang dan pakaian yang ia akan bawa .


" Sayang... ini sudah semuanya , apa ada lagi yang harus aku kerjakan ?". Teriaknya kepada Mia yang kini tengah beberes dikamar Rama .


" Bentar ". Balasnya .


" Memangnya barang sudah kamu masukin kedalam koper itu mas ?". Tanyanya balik .


" Sudah semua kok , jadi besok kita tinggal berangkat saja ya ". Ucapnya .


" Baguslah, semoga saja kehidupan kita disana bisa menjadi lebih baik lagi , semoga kita bisa tenang mas tanpa ada yang mengusik kehidupan keluarga kita ". Ucap Mia .


" Amin... sayang ". Ucap Angga sambil memeluk Mia .


Rama yang melihat orang tuanya yang kelihatan bahagia karena ingin pergi dari kota ini dan negara ini , menjadi sadar mungkin benar kebahagiaan keluarga adalah yang paling penting dari segalanya .


Meski sejujurnya ia amat berat sekali pindah dari sini namun saat melihat orang tuanya tersenyum begitu dan tanpa ada tangisan air mata lagi , membuat tersenyum bahagia .


" Senyuman dari kedua orang tuaku memang paling utama ". Batinnya lalu ia pun bergegas pergi ke kamarnya untuk melihat-lihat keadaan kamarnya .


Mungkin ia akan rindu sekali dengan suasana kamarnya itu .


" Ahhh... mungkin nanti gua bakalan rindu rumah ini ". Ucapnya .


Diva kini tengah ditaman kota, ia sedang melamunkan sesuatu yaitu tentang Rama, ia Rama , ia sudah dengar kabar Rama yang akan pindah dari teman-temannya Dania yang menyebarkan berita ini keseluruh sekolah mereka .

__ADS_1


" Apakah benar kamu akan pergi Ram ? tapi kenapa kamu gak bilang padaku, apa segitunya kamu membenciku sehingga hal seperti ini saja kamu gak bilang , apa cuma karena masalah yang terjadi diantara keluarga kita membuat kamu sudah gak mau kenal aku lagi ". Ucapnya .


" Rama... apakah persahabatan kita berdua cukup sampai disini saja kah ?". sambungnya .


*****


" Diva maaf sampai saat ini pun aku belum bisa mengatakan yang sejujurnya padamu jika aku mencintaimu melebihi cinta siapapun , aku adalah orang yang paling bodoh yang gak bisa mengutarakan isi hatiku , jelas-jelas sekarang aku sudah mau pergi dari sini tapi kenapa enggan sekali rasanya untuk aku mengatakan yang sejujurnya padamu , maaf Diva maaf...". Ucapnya .


*****


Diva masih termenung dibangku taman seseorang lalu menghampirinya dan duduk disebelahnya lalu Diva melihat kearah siapa yang duduk disebelahnya .


" Alfi...". Ucapnya .


" Iya Div... Lo sedih ya ?". Tanyanya yang tiba-tiba .


" Enggak... gua B aja gua lagi mikirin mama gua saja yang dipenjara ". Ucapnya .


" Lo gak bisa lagi bohong sama gua ataupun si Rama ". Ucapnya .


" Bohong apa sih maksud Lo dan apa maksudnya Lo bawa-bawa nama si Rama? ". Tanyanya .


" Gua tahu kok Lo sebenarnya suka kan sama si Rama ". Ucapnya .


" Apaan sih maksud Lo, gak lah ...". Elaknya .


" Udahlah jangan bohong gua tahu kok ...". Ucapnya .


" Gak...gua bilang enggak ya enggak ... kenapa sih Lo masih aja gak percaya ". Ucapnya yang sedikit emosi .


" Oke...oke kalau Lo gak suka sama dia tapi , kenapa Lo tadi nyebut-nyebut nama dia itu kenapa ...?". Tanyanya sambil tersenyum menggoda .


" Aduh..duh..duh... sakit woi... sakit... ". Ucapnya meringis minta ampun lalu langsung mengambil senjata pamungkasnya Diva itu .


" Bukan gitu... gini dengerin penjelasan gua dulu ". Ucapnya sambil memegang tangan Diva .


" Apa...!!!". Ucapnya dengan ekspresi wajah cemberut .


" Rama suka sama Lo ". Ucapnya to the point .


Diva yang mendengar perkataan dari Alfi menjadi diam .


" Hah...". Ucapnya yang kaget .


" Apa Lo bilang ... Rama suka sama gua". sambungnya untuk memastikan kalau yang ia dengar barusan enggak salah .


" Iya, dia suka sama Lo sejak dari dulu ". Ucapnya .


" Gak mungkin, gak mungkin dia suka sama gua, Lo lihat aja sekarang sikapnya berubah gitu... hah.. gak lah gak mungkin ... Lo ngawur aja ". Ucapnya yang gak percaya .


" Yehh...dibilangin juga, kalau Lo gak percaya nih lihat buku diary nya dia ". Ucapnya sambil memberikan buka diary itu pada Diva yang ia sengaja ambil dikamarnya Rama saat Rama tidak ada dirumah nya .


" Sorry Ram... gua terpaksa membongkar semua ini, ini demi kebaikan Lo juga , gua gak mau Lo nyesel nantinya kalau Lo gak mau jujur juga sama perasaan Lo pada Diva ". Batinnya.


" Ya walaupun gua ambil buku itu secara diam-diam sih... ke rumah Lo , udah kaya maling aja gua, beruntung saat itu rumah Lo sepi ". Sambungnya .

__ADS_1


Diva langsung membaca isi diary itu, betapa terkejutnya dia ketika melihat isi bacaan yang Rama tulis tentangnya .


" Jadi... beneran dia suka sama gua... tapi kenapa dia gak bilang fi ". Ucapnya sambil menutup mulutnya sangking gak percaya nya kalau Rama menyukainya bahkan lebih dari kata suka , Rama mencintai nya dan bodohnya dia , ia gak menyadari akan hal itu .


" Jujur dulu ia mau mengungkapkan perasaan nya sama Lo ,tapi keduluan sama kak Reyza , ia merasa gak enak sama kak Reyza , dan saat itu juga yang ia tahu Lo suka banget sama kak Reyza jadi ia mutusin buat gak mau merusak kebahagiaan Lo saat ka Reyza nembak Lo saat itu ". Ujar Alfi .


" Bodoh...bodoh... dia bego ... kalau emang dia suka tinggal bilang aja Fi gak usah mentingin perasaan orang lain, bener-bener si Rama itu argh...kesel gua ". Ucapnya sambil memukul-mukul buku diary nya Rama .


" Sebenarnya disini yang salah itu gua, gua juga bego bodoh kenapa dulu mau-maunya gua terima ajakan kak Reyza dulu, terus si Rama malah ngedukung lagi saat itu ya gua kira Rama beneran gak suka sama gua jadi ya terpaksa gua nerima hal itu ". Ucapnya .


" Gua juga salah gua gak kasih tahu Lo dari awal, sampai-sampai kejadiannya kaya gini kan , sekarang Lo jauh dari dia , begitupun dia jauh dari Lo ". Ucap Alfi .


" Hah... mungkin sudah takdir nya kali Fi gua sama dia gak jodoh... ". Ucap Diva .


" Tapi Lo masih punya kesempatan besok pagi... Lo temuin dia, nyatain perasaan Lo sama dia ..sebelum dia pergi ". Ucapnya .


" Gak ... biarinlah Fi... untuk apalagi , lagipula hubungan diantara gua sama dia juga sudah gak kaya dulu lagi, ditambah masalah diantara keluarga kita berdua, lagian gua sudah janji sama keluarga gua untuk tidak lagi berhubungan dengan keluarga Pratama , baik Rama ataupun kak Reyza aku sudah tidak berharap lagi akan bisa dekat-dekat lagi dengan mereka ". Ujarnya lalu ia berdiri dari bangku taman yang dari tadi ia duduki .


" Tapi..kan Div...". Ucapnya terpotong karena Diva langsung menyelanya .


" Sudah Fi... yang lalu biarlah berlalu ... gua gak mau bikin keluarga gua sedih jika gua ngelanggar perintah mereka ". Ucapnya tersenyum sendu .


" Baiklah jika itu keputusan Lo... gua gak bisa apa-apa setidaknya gua sudah gak punya beban apa-apa lagi tentang kebenaran diantara Lo dan Rama ... gua sudah menceritakan apapun soal Rama semuanya sama Lo... kalau begitu gua pamit ya ... maaf sekali lagi gak jujur sama Lo dari awal ". Ucapnya berdiri dari duduknya .


" Iya gapapa , gua senang kok Lo bisa jujur sama gua tentang dia , setidaknya gua sudah tau kalau sebenarnya cinta gua ini gak bertepuk sebelah tangan ". Ucap Diva tersenyum .


" Iya... ". Ucap Alfi .


*****


Keesokan harinya tiba dimana Rama sekeluarga akan berangkat ke luar negeri tepatnya ke negeri ginseng yaitu Korea ,


Kini mereka sedang berada di bandara internasional Husein Sastranegara Bandung .


Rama menunggu diruang tunggu sedangkan Ayah dan ibunya tengah mengurus surat pasport pernerbangan mereka .


" Ahh... haruskah gua ninggalin tanah kelahiran gua kaya gini ya tuhan...". Ucapnya sambil melihat kesekitar bandara .


Tidak lama kemudian orang tuanya mendatanginya,


" Semuanya sudah beres , ayo Rama kita berangkat ". Ucap Mia tersenyum .


" Iya mah..". Sahutnya lalu ia pun pergi sambil membawa koper ditangannya .


Rama tidak menyadari bahwa ada seseorang yang melihatnya dari belakang ,


" Cepatlah kembali Ram ". Ucap Diva tersenyum namun air matanya tidak terbendung kan lagi mengalir begitu saja .


Sedangkan Dania hanya melamun dirumahnya ,memikirkan kekasih bohongan ya itu pergi meninggalkan dia untuk jangan waktu yang lama .


" Selamat jalan Ram... semoga kamu disana tidak melupakan aku ". Ucapnya tersenyum namun menangis juga melihat kearah jendela kaca kamarnya .


" Selamat tinggal Indonesia ...". Ucap Rama yang kini pesawat sudah lepas landas .


Rama pun menetes air matanya dari pelupuk matanya , entah mengapa ia merasa menyesal pergi tanpa ia dulu mengatakan perasaannya pada Diva , pujaan hatinya .

__ADS_1


. . . . . . .


Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya guys 😉😊👍


__ADS_2