Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
114. Perubahan


__ADS_3

Rama yang sudah mulai tenang pikirannya pun langsung pulang ke rumahnya , namun saat dia sudah sampai dirumahnya ,


Ayahnya memarahinya, karena membuat mereka cemas .


" Kamu ini dari mana saja Rama , kenapa baru pulang sekarang ?". Tanya. Rama dengan nada sedikit ditinggikan .


Rama hanya diam saja tidak menjawab pertanyaannya ayahnya itu, dan itu membuat Angga sedikit emosi .


" Rama jawab pertanyaan papa jangan kamu diam saja Rama ". Ucap Angga dengan nada ditinggikan .


Mia yang melihat anaknya diam saja merasa kasihan lalu membelanya .


" Mungkin Rama sedang tidak mau bercerita mas, biarkan saja dulu ". Ucap Mia sambil memegang bahu suaminya itu untuk menenangkan nya .


" Jangan kamu membelanya terus nantinya kebiasaan , lagipula kenapa dia seperti ini pulang-pulang baju berantakan terus ini lihat wajahnya biru-biru pasti habis berantem ". Ucap Angga sambil memegang dagunya Rama .


" Darimana papa tahu kalau aku habis berantem ? ". Batinnya bertanya-tanya .


Rama yang diperlakukan seperti itu hanya diam saja meski ia masih merasakan rasa sakit yang ada di wajah akibat dihajar oleh Okky .


" Kamu berantem ya hah ". Bentak Angga .


Angga selama ini gak pernah semarah ini pada Rama, karena Angga selalu mendidik Rama sejak dini untuk menjadi anak yang baik dan gak bermasalah , namun apa yang ia lihat kali ini anaknya mengecewakan dirinya , dan ia tahu Rama berantem sama teman sekolahnya dari kepala sekolahnya Rama , karena saat Angga hendak mencari Rama kebetulan sekali pak Susanto kepala sekolahan Rama menemuinya dan memberitahukan bahwa ada perihal soal Rama yang berantem disekolah dengan Okky .


" Jawab Rama...!!! ". Bentak Angga .


" Sudah mas, jangan lagi kamu membentaknya ". Ucap Mia membela Rama sambil memegang kedua bahu Rama dari belakang dengan mengusapnya .


" Bela saja terus anak kesayanganmu itu ". Ucap Angga lalu pergi meninggalkan mereka berdua yang berada di ruang tamu .


Mia lalu melihat wajah Rama dan memegang lukanya .


" Aduh..aduh..aduh... jangan dipegang mah ". Ringisan Rama sambil memegang lukanya .

__ADS_1


" Kenapa kamu bisa seperti ini sih nak ? kok bisa-bisanya kamu berantem sama seniormu kenapa ? apa masalahnya ?". Tanya Mia sambil mengambil air kompresan untuk mengobati luka lembam Rama .


" Kok mama tahu kalau aku berantem , sebenarnya sih berantem mah ". Ucap Rama .


" Ya mama jelas tahu bahkan papa kamu bersikap seperti itu karena kepala sekolah kamu datang ke rumah memberitahu kalau kamu katanya berantem disekolah dengan senior mu, sebenarnya apa masalahnya kok sampai kamu berantem dengannya sih Rama ?". Tanya Mia yang semakin penasaran apa alasan Rama berantem disekolah apalagi yang ia tahu anaknya itu gak mungkin melakukan hal itu .


" Apa ...!!! jadi kepala sekolah yang memberi tahu kalian ". Ucap Rama yang kaget karena kepala sekolah yang langsung memberitahukan perihal tentang dirinya .


" Pantas saja papa bersikap seperti itu padaku, sebelumnya kan belum pernah seperti itu ". Batinnya .


" Iya, sekarang coba jelaskan apa masalahnya sampai kamu bertengkar dengan nya ?". Tanya Mia sekali lagi sambil mengompres luka lembam diwajah anaknya itu .


" Sejujurnya dia yang duluan mah, bukan aku ". Ucap Rama .


" Hah.. kok bisa , kenapa dia melakukan hal itu padamu ?... kurang ajar sekali dia berani-beraninya menghajar anakku ". Ucap dengan nada kesalnya .


" Biasalah mah soal cewek, gini ya ceweknya dia tuh ...". Ucap Rama .


" Hah.. cuma gara-gara cewek dia sampai menghajar kamu kaya gini ". Ucapnya sambil mengompres lagi luka lembam .


" Aduh..aduh.. pelan-pelan mah sakit ini ". Ringis Rama yang kesakitan .


" Iya ini juga pelan-pelan kok nak ". Ucap Mia .


" Iya pelan-pelan , sakit nih mah ". Ucap Rama .


" Iya-iya ". timpal Mia .


" Oh ya cewek itu namanya siapa? ". Tanya Mia .


" Namanya Dania , dia tuh anak donatur sekolah makannya sikapnya itu so berkuasa ". Ucap Rama menjelekkan Dania didepan mama nya .


" Hah.. so berkuasa gimana ". Ucap Mia .

__ADS_1


" Ya gitulah mah, mentang-mentang anak orang kaya bertingkah seenaknya , semaunya , gak mikirin nasib orang lain ". Ucap Rama .


" Masa segitunya, dia perempuan loh Ram ". Ucap Mia .


" Iya perempuan tapi kelakuannya bar-bar banget , bikin ilfil saja kalau aku dekat-dekat dengannya ". Ujar Rama .


" Aduh..aduh... jangan gitu ah nanti karma loh kamu jadi suka sama dia ". Ucap tersenyum .


" Dih... amit-amit mah kalau aku sampai suka sama dia ". Ucap Rama .


" Hahaha... kan biasanya benci bisa berubah jadi cinta sayang, itu kan sering terjadi pada setiap orang ". Ucapnya sambil ketawa .


" Alah... gak mungkin mah aku sampai suka sama dia ". Ucap Rama .


" Hahaha... ya sudah-sudah sudah beres , kamu mandi gih , abis itu makan dulu ya terus tidur ". Ucap Mia tersenyum .


" Iya mah ". Ucap Rama .


Lalu pergi meninggalkan Mia diruang tamu, untuk pergi ke kamarnya untuk bebersih .


Diva yang masih belum tidur karena gak bisa tidur , kini hanya sedang memikirkan soal kejadian-kejadian disekolah yang ia alami .


" Kenapa gua langsung terima saja ajakan kak Reyza, kenapa gua gak mikir dulu , aduhh...". Ucap Diva sambil mengacak-acak rambutnya .


" Kenapa perasaan gua bimbang gini dah ". Ucapnya .


" Kenapa ya kok perasaan gua mengatakan kalau Rama itu merahasiakan sesuatu dari gua tapi gua gak tahu apa itu ". Ucapnya .


" Dari tatapannya pada gua itu beda banget dari yang biasanya , gua tahu itu, karena Rama gak pernah gitu sebelumnya , kaya orang sedih namun ia tidak mau orang lain tahu kalau dia lagi sedih, tapi sedih karena apa ?". Ia bertanya kepada diri sendiri .


. . . . . . .


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍

__ADS_1


__ADS_2