Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
117. Terjebak Bersamanya part 2


__ADS_3

Dania membawa Rama ketepian sungai,


" Hah..hah...". Ucap Dania yang ngos-ngosan karena kecapekan mengangkat tubuh Rama yang cukup berat baginya .


Namun ia tidak mengeluh sama sekali , karena ia benar-benar peduli pada laki-laki yang kini bersamanya .


" Rama bangun Ram ". Ucap Dania sambil menekan-nekan dada Rama untuk membuat Rama tersadar karena ia tahu pasti Rama kebanyakan minum air sungai jadinya ia melakukan hal itu .


" Ram... bangun Ram ". Ucapnya sambil melihat kearah Rama yang masih belum sadarkan diri .


" Ayo Ram bangun ". Ucapnya lagi sambil menekan-nekan dada nya supaya Rama sadarkan diri .


" Ram..Rama...". Ucap Dania yang mulai khawatir dengan kondisi Rama yang belum sadarkan diri dari tadi .


Dania terus-menerus menekan-nekan dada Rama supaya cepat sadar .


Uhuk...uhukk... uhuk...


Kini Rama mulai sadar dia mengeluarkan air dari mulutnya .


Dania pun merasa lega akhirnya Rama sadar .


" Syukurlah kamu akhirnya sadar juga Ram ". Ucap Dania tersenyum lalu membantu Rama untuk bangun dari posisi tidurnya .


Uhuk...uhuk...


Rama tidak membalas ucapan Dania kini dirinya hanya melihat kesekitar lingkungan yang kini ia berada .


" Ya sudah sekarang mending kamu istirahat saja dulu ya , sini aku bantu kita cari tempat yang agak enakkan buat kamu istirahat ". Ucap Dania membantu membopong tubuh Rama ke sisi bebatuan yang berada dipinggiran sungai .


Dania pun menyenderkan tubuh Rama dibatu sungai yang cukup besar .


" Nah... sekarang kamu istirahat disini saja ya , bentar aku mau bikin api dulu biar agak hangat ". Ucap Dania sambil pergi mencari ranting-ranting kayu yang bisa ia jadikan api unggun .


Untungnya juga pematik yang sering ia bawa gak hilang terbawa arus , Dania memang tipe anak nakal dia walaupun cewek akan tetapi dia sering merokok setiap kali ia badmood .


( Jangan ditiru ya guys👎) .


Rama tidak menjawab pertanyaan Dania , malah memperhatikan gerak-gerik Dania yang tengah memunguti ranting-ranting kayu yang ada disekitaran sungai .


" Kalau dipikir-pikir gua terlalu jahat gak sih sama dia ?". Batinnya bertanya pada diri sendiri .


" Nah.. kayanya cukup deh segini ". Ucapnya lalu berusaha menyalakan api unggun nya .


" Hmmm... akhirnya nyala juga , itung-itung angetin badan ". Ucap Dania lalu duduk disamping Rama sambil mengusap-usap tangannya yang kedinginan .


" Kita harus bisa pulang , pasti orang tua kita nyariin kita ". Ucap Rama .


" Iya tapi sudah malam loh Ram , besok saja kita cari jalan pulang nya ya ". Saran Dania .


" Iya ". Sahut Rama .

__ADS_1


Sedangkan orang tua mereka masing-masing kini tengah kebingungan dan khawatir akan keadaan anak-anaknya .


Mia yang dari tadi mondar-mandir di depan Angga membuat Angga merasa pusing,


" Kamu tenangkan dirimu , aku yakin sebentar lagi anak itu pulang ". Ucap Angga dengan santainya .


Mia yang melihat suaminya yang bersikap seperti biasa saja bukannya khawatir anaknya belum pulang , menjadi jengkel sendiri .


" Kamu itu kenapa sih mas ? kamu itu seakan-akan gak perduli dengan anak kita Rama , dia belum pulang Lo mas sampai sekarang ini sudah malam mas tapi dia belum pulang juga ". Ucap Mia khawatir dengan kondisi Rama yang belum pulang kerumahnya .


" Aku peduli kok dengannya , tapi gak usah terlalu berlebihan gitulah khawatir nya , nanti juga pulang , mungkin saja dia lagi main dirumah temannya ya kan, kemarin-kemarin juga begitukan keluyuran terus ". Ucap Angga .


" Aku berlebihan , itu wajar mas naluri seorang ibu gak akan salah, aku hanya cemas khawatir dengan anakku , anakku belum pulang mas kerumah ". Ucap Mia .


" Oke-oke aku cari dia sekarang puas ". Ucap Angga bangkit dari duduk santainya sambil pergi keluar rumah .


Angga gak mau berdebat dengan istrinya itu , karena ia akan tahu berdebat sama istrinya itu ia akan tetap kalah .


Mia yang melihat sikap suaminya yang semakin hari semakin berubah menjadi curiga .


Karena sebelumnya Angga gak pernah bersikap tak peduli terhadap anaknya .


" Jangan-jangan ini semua karena Reva mempengaruhi mas Angga ". Curiga Mia .


" Eh... tapi aku gak boleh nuduh sembarangan sebelum ada buktinya ". Ujarnya .


Sebelum Angga pulang kerja memang Angga mendapat masalah di kantor Galeri lukisannya .


Dan saat ia hendak pulang ke rumah pun Adam musuh bebuyutan nya mengganggu nya dengan berkata .


" Lihat anakmu dekat denganku ". Ucap Adam tersenyum licik sambil memperlihatkan fotonya bersama Rama saat di bengkel .


" Jangankan anakmu yang dekat denganku, istrimu saja bisa jadi dekat denganku bila kau lengah Angga...". Ucapnya tersenyum licik .


Angga yang mendengar perkataan dari Adam menjadi semakin kesal terhadap sikap Adam yang masih saja mengganggu kehidupan rumah tangganya .


" Jangan pernah ganggu kehidupan rumah tangga saya ...!!!". Bentak Angga sambil mencengkram kerah baju Adam .


Angga yang kini berada didalam mobil pun langsung membanting setir mobil , karena kesal mengingat-ingat kembali ucapan dari Adam .


" Ck... sial kau Adam, lagian kenapa Rama dekat-dekat dengannya , aku kan pernah bilang jangan pernah dekat-dekat dengan orang yang bernama Adam itu ". Umpatnya yang kesal dengan Rama yang melanggar perintahnya .


" Awas saja kau Adam , kalau kau berani-beraninya menyentuh keluargaku , takan sedikit pun aku ampuni kamu ". Ucapnya yang kesal .


Sementara itu terlihat Dania kini tertidur di bebatuan , Rama yang melihatnya kini hanya merasa kasihan .


" Kasihan banget sih Lo tidur di bebatuan gitu, biasanya kan tuan putri tidurnya itu di kasur yang empuk ". Ujar Rama .


Yang tidak sadar Dania itu sebenarnya belum tidur ,


" Jangankan aku tidur di bebatuan gini Ram diatas tanah tanpa tikar pun aku sanggup asal tidurnya bersamamu ". Ucap Dania tersenyum .

__ADS_1


Dan ucapan Dania membuat Rama terkejut .


" Loh..Lo belum tidur ". Ucap Rama .


" Belum ... habis disini dingin sih mana bisa gua tidur Ram, makannya aku pinjem tubuh kamu ya buat angetin badan aku ya ". Ucap Dania kini mendekati Rama membuat Rama terkejut .


" Mulai...mulai dah nih kumat nya dia ". Batinnya merinding kalau Dania mendekat-dekatinya .


" Pinjem-pinjem dikira gua apaan hah, barang ". Bentak Rama lalu menjauhi Dania dan duduk menjauh dari Dania .


" Ish... kamu tuh ya , aku kedinginan loh Ram, anggap saja ini imbalan gitu karena tadi aku bantuin kamu ". Ucap Dania yang kini menghampiri Rama lagi .


" Oh jadi Lo nolongin gua ada maksudnya gitu ". Ucap Rama .


" Eh... bukan-bukan gitu Ram, maksud aku tuh ..". Ucap Dania terpotong karena Rama menyela nya .


" Alah... sudahlah , gua benar-benar muak banget sama lo , jadi gua mohon ...gua mohon sekali jangan ganggu gua kak ..". Ucapnya memohon .


Dania yang mendengar permohonan dari Rama pun merasa bersalah telah bersikap seenaknya pada Rama selama ini .


" Tapi aku mencintaimu Rama, sungguh aku suka sama kamu ". Ucap Dania sambil memegang tangan Rama didadanya .


Rama melihat kearah Dania , melihat ketulusan dimata Dania, sesungguhnya ia pun tak tega, melakukan hal ini padanya namun ia tidak punya pilihan lain selain melakukan hal ini , karena ia gak bisa mencintai Dania sebab sudah ada Diva yang akan selalu ada dihatinya .


" Maaf kak, aku mencintai orang lain ". Ucap Rama .


Deg..


Dada Dania seakan-akan sakit menerima penolakan dari Rama setiap kali ia menyatakan cintanya, apalagi ini ditambah kalau Rama bilang padanya bahwa ada orang lain dihatinya .


" Siapa Rama ?.. siapa wanita yang kamu cintai , sehingga kamu menolakku untuk kesekian kalinya ". Tanya Dania .


" Kakak... gak perlu tahu, lagian ini bukan urusan kakak, jadi stop kak aku mohon jangan pernah ganggu aku lagi ". Ucap Rama melihat kearah Dania .


Dania pun hanya diam saja sungguh kini susah sekali untuk dia berbicara seakan-akan mulutnya itu terkunci .


" Tak adakah harapan untukku Rama ,untuk memiliki hatimu itu ". Ucap Dania .


" Entahlah kak , akupun gak tahu harus jawab apalagi ". Ujarnya Rama yang langsung berdiri dari duduknya .


Dania pun langsung ikutan berdiri lalu langsung memeluk Rama dari belakang .


" Jangan nyuruh aku untuk melupakan kamu , aku sungguh gak bisa Rama, berilah aku kesempatan untuk bisa membuatmu mencintai ku Rama aku mohon ". Ucap Dania sambil memeluk Rama dari belakang .


" Aku mohon ". Mohon Dania .


Sekarang Rama pun merasa bingung harus bilang apalagi untuk membuat Dania mengerti .


. . . . . . . .


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍

__ADS_1


__ADS_2