
'Kata orang jatuh cinta itu menyenangkan namun bagiku itu menyakitkan'.
' Yups... itu yang aku rasakan sekarang ' suara hati Diva .
Diva terbelalak melihat Rama sahabat laki-lakinya itu dicium dimuka umum oleh seniornya .
Dan entah mengapa Diva merasa cemburu melihat hal itu .
Diva memegang dadanya yang merasa sesak di dada karena melihat pemandangan yang sama sekali tidak senonoh .
Begitupun para murid sempat gak percaya kalau Dania berani sekali mencium Rama dimuka umum .
Rama pun yang dicium Dania mulai merasa sesak nafas, ia pun mendorong tubuh Dania hingga jatuh ketanah sambil ia mengelap bibirnya yang dicium Dania .
" Ck... kakak itu gak punya rasa malu apa hah..!!! sembarangan mencium orang lain ". Ujar Rama yang mulai terpancing emosi nya .
" Sekali lagi aku tegaskan sama kamu kak, aku gak suka dengan kakak !!!!...". Bentak Rama sama menekankan kata-katanya .
Lalu Rama pun pergi meninggalkan orang-orang yang ada disana .
Sedangkan Diva yang hendak mengejar Rama tangannya dicegah oleh Amel ,
" Biarkan dia sendiri dulu Va, gua yakin dia akan baik-baik saja ". Nasehat Amel .
" Tapi kan Mel ". Bantah Diva .
" Iya gua paham, Lo sahabatnya dari kecil , dan hanya Lo yang bisa paham akan dia , tapi Va dia pasti butuh waktu untuk sendiri , jadi biarkan dia ". Ucap Amel memberi saran .
" Iya Va benar kata Amel , biarkan Rama sendiri dulu ". Timpal Risda .
" Iya bener kata mereka berdua Div , biarkan Rama sendiri dulu, gua yakin si Rama baik-baik saja ". Sambung Alfi .
Diva yang dinasehati para teman-teman nya itu pun hanya bisa menurut apa kata mereka semua .
" Semoga kamu baik-baik saja Ram ". Batin Diva khawatir dengan kondisi Rama yang emosinya yang meledak-ledak tadi .
Sedangkan Dania yang masih berada dilantai hanya bisa bengong mendengar semua ucapan yang bagi dirinya itu menyakitkan .
Rama berlari kearah belakang sekolah , disana ia menyandarkan tubuhnya dipepohonan yang berada disekolah itu .
" Arghhhhhhh... sial !!!!...". Teriak Rama .
__ADS_1
" Hah... kenapa sih hah...kenapa dia nekat banget sama gua ya Allah... ini gak bener, ini sudah kelewatan batas , kesabaran gua ada batasnya ya tuhan ". Ucap Rama terpuruk .
" Dan itu ...itu ciuman pertama gua direnggut paksa sama cewek stres ". Batinnya menggerutu .
" Arghhhh.... ". Teriaknya lagi .
Situasi sekolah sekarang benar-benar kacau , akibat ulah Dania , kini Dania pun bermasalah ia diskorsing oleh guru BK nya gak masuk selama tiga hari , dan orang tuanya harus datang untuk menghadap gurunya BK nya itu .
" Ckk... dasar guru aneh , gua cuma berbuat begitu saja gua sampai diskorsing ...hadeh ". Ucapnya yang kesal .
Lalu pergi ke kelasnya , namun sebelum itu ia berpapasan dengan Rama yang hendak masuk ke kelas nya , Dania hanya tersenyum pada Rama namun Rama menatap nya dengan tatapan sinis .
Dan itu membuat Dania merinding sendiri melihat nya .
Rama melewati Dania tanpa menyapa Dania ,
" Aku hanya mencintai Diva bukan yang lain bahkan kak Dania pun tidak bisa menggantikan Diva dihatiku ". Batinnya Rama .
" Andaikan saja kau tahu Va , bagaimana tentang perasaanku padamu , akan kah kamu membalas cinta ini atau seperti yang kamu katakan dulu kalau aku sampai jatuh cinta padamu akan dimusuhi sama kamu Va ? ". Batinnya kebingungan .
" Setidaknya aku harus mengungkapkan perasaan aku ini yah... aku memang harus mengungkapkan perasaan ku ini, aku gak boleh memendamnya lagi iya aku harus mengutarakan nya padamu , apapun jawaban darimu aku terima apa adanya Va ". Batin Rama bertekad untuk mengungkapkan perasaan nya itu pada Diva .
Rama pun berlarian di koridor sekolah untuk menuju ke ruangan kelasnya , namun saat dia sudah tepat sampai diambang pintu ia melihat pemandangan yang membuat dirinya kaget .
" Jawablah Diva , apa kamu mau menjadi pacarku ". Ucap Reyza sambil tersenyum .
semua teman-temannya Diva yang ada disana pun hanya bisa menyorakinya dengan berkata 'Terima' .
" Sudah Diva terima saja , kak Reyza itu baik Lo ". Ucap Amel .
" Iya Div kapan lagi coba kamu mendapatkan senior sekolah yang terkenal lagi , akan kepintarannya ". Timpal Risda .
Alfi yang melihat kesekeliling kerumunan anak-anak kelas ia melihat Rama yang ada diambang pintu yang sedang melihat kearah Diva dan Reyza .
" Rama ". Ucap Alfi membuat semua orang melihat kearah Rama .
Diva dan semua yang ada disana pun melihat kearah Rama yang berjalan kearahnya .
. . . . . .
" Sudah kubilang jangan pernah ikut campur soal urusan pribadiku ". Bentak Adam pada Khanza .
__ADS_1
" Hah... apa kamu bilang, aku gak boleh ikut campur , kamu pernah berpikir gak sih Dam, aku ini istrimu ibu dari anakmu Idham ". Ucap Khanza menekankan .
" Aku tahu soal itu Khanza jadi kamu gak perlu kasih tahu soal itu, namun aku tidak suka bila kamu mengikut campuri urusan ku ". Ucap Adam sambil memegang sisi balkon yang ada di kamarnya .
" Bagaimana bisa aku tidak ikut campur Adam , kamu masih saja mengganggu perempuan itu hah, jelas-jelas dia tidak mau denganmu ". ucap Khanza .
" Terus bagaimana denganmu hah , kamu pikir aku tidak tahu kamu juga masih berusaha mendekati Angga hah...". Bentak Adam .
" Dasar istri tak tahu diuntung ,jangan pikir aku ini bodoh ya kalau aku tidak memperhatikan gerak-gerik mu itu ". Ucap Adam .
" Hah... kamu pikir kamu suami diuntung gitu, gak ya.. kalau bukan karena Idham sudah lama sekali aku ingin pisah denganmu ". Bentak Khanza kali ini .
" Kamu pikir aku tidak berpikiran seperti itu hah..!!!.. kalau bukan karena Idham mana mungkin aku nikahi kamu, yang jelas-jelas bukan tipe ku sama sekali ". Umpat Adam .
" Ck... ". Khanza hanya berdecak lalu pergi meninggalkan Adam seorang diri dikamarnya .
. . . . . . .
" Sayang ". Panggil Angga yang kini sudah sampai dibutik milik Mia .
" Loh mas , kamu ada disini ". Ucap Mia kaget melihat atas kedatangan nya yang dadakan .
" Kamu kok gak bilang kalau mau kesini mas ". Ucap Mia sambil mencium punggung tangannya suaminya itu .
" Aku sengaja , kesini gak bilang dulu sama kamu biar surprise ". Ucap Angga tersenyum .
" Hah... tumben kamu kaya gini , pasti ada apa-apanya kan ". Mia yang berusaha menebak alasan kenapa suaminya datang kebutiknya itu .
" Suuzon aja sama suami sendiri juga ". Ucap Angga cemberut .
" Ya habis tumben-tumbenan kamu kaya gini , biasanya juga enggak kan ". Ucap Mia tersenyum .
" Hadehhh....". Keluh Angga .
Mia hanya tersenyum melihat suaminya itu, seperti orang kebingungan sendiri .
. . . . . . .
" Rencanaku pasti berhasil ". Gumam Reva tersenyum licik .
. . . . . .
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍