
'Kuharap kamu akan mengerti Diva'. Batinnya Rama , kini ia tengah duduk dihadapan penghulu yang siap menikahkan dirinya dengan wanita yang sama sekali ia gak cinta .
" Aku cuma bisa berharap mas, setelah kita menikahkan anak kita ,dia bisa melupakan wanita itu ". Bisiknya Mia pada suaminya .
" Iya ". Balasnya Angga dengan perasaan yang sebenarnya ia tak suka melihat anaknya yang sepertinya terpaksa menikah hari ini dengan wanita yang sama sekali ia gak cintai .
" Bisa dimulai pak Bu ? sebaiknya mempelai wanita nya dibawa kesini ". Ucapnya pak penghulu .
" Ah... iya bentar ya pak, sebentar lagi mempelainya keluar ". Balas Mia tersenyum .
" Baiklah ". Ucapnya pak penghulu sambil memeriksa surat-surat apa saja yang dibutuhkan untuk nantinya ditandatangani kedua mempelai pengantin .
Sedangkan dikediaman keluarga Brawijaya terlihat Diva tengah berada dikamar mandi kamarnya dan ia kini tengah memegang benda kecil ditangannya , ia menutup mulutnya dengan wajah pucat seakan tak percaya apa yang ia lihat dari benda kecil itu .
" Gak , gak mungkin ". Tak terasa buliran air matanya menetes begitu saja .
" Gak ini, ini pasti salah , pasti alatnya rusak ". Gumamnya .
Diva menyandar tubuhnya disisi tembok dengan wajah pucatnya,
" Brengsek ". Umpatnya sambil melempar alat tes kehamilan itu kesembarangan tempat .
" Kenapa hal ini harus terjadi padaku ...ya tuhan hiks .. ". Kini tangis Diva pecah dikamar mandi .
" Brengsek kamu Rama, brengsek ..hiks..hiks..". Umpatnya Diva sambil memukul-mukul perutnya .
" Kenapa? kenapa kamu harus tumbuh di tubuhku sih...arghh...". Diva benar-benar terlihat kesal campur sedih .
Kembali ke suasana acara sakral itu, Dania turun dari anak tangga rumah besarnya menggunakan balutan kain kebaya putih pilihan dari ibu mertuanya yaitu Mia , Dania kini dibantu para teman-temannya yang menjadi Bridesmaids.
" Kamu begitu cantik sayang menggunakan balutan kebaya putih ini ". pujinya Mia sambil menghampiri calon menantunya yang sebentar lagi akan menjadi menantunya .
" Makasih mah ". Ucapnya Dania Tersenyum .
" Sama-sama sayang, ya sudah sini mama bantu ". Ucapnya Mia membantu menantunya menghampiri putranya yang tengah menunggunya .
__ADS_1
Rama sama sekali tidak melihat kearah Dania , bahkan dia kini hanya bisa diam dan diam .
" Silahkan duduk sayang ". Ucapnya Mia tersenyum .
" Iya ma ". Ucapnya Dania dengan suara lembutnya seketika membuat Rama melihat kearahnya .
Pernikahan itu benar-benar diliputi para media atas undangan dari tuan Raja Kharismatik sendiri yang ingin benar-benar mewujudkan impian pernikahan putri semata wayangnya .
" Kalau semuanya sudah siap alangkah baiknya kita mulai saja , mari nak Rama jabat tangan ayah dari calon istrinya ". titah penghulu itu yang diikuti oleh Rama .
" Nah sekarang pak Raja tinggal sebutkan dengan apa saja yang tadi saya katakan ya ". Ucap pak penghulu .
" Baik pak ". Balas Raja .
" Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim saya nikah dan kawinkan engkau ananda Rama Jaya Pratama bin Angga Jaya Pratama dengan putri saya Dania Putri Kharisma dengan mas kawin seperangkat perhiasan seberat 50 gram dibayar tunai ". Ucapnya Raja dengan lancarnya .
" Saya...saya...". Ucapnya Rama gugup membuat semua orang melihat kearahnya dengan tatapan penuh keheranan ada juga yang maklum .
" Gapapa mas, kalau masnya gugup, lebih baik masnya tenangkan diri mas dulu ,kasih dia minum ". Ucap pak penghulu .
" Pelan-pelan saja Ram, hilangkan rasa gugup mu itu ". Ucapnya Mia mencoba memberi ketenangan pada anaknya .
" Iya ma ". Balas Rama dengan wajah gugupnya .
Sesekali Dani melirik kearah calon suaminya itu , dan memegang tangannya Rama membuat Rama melihat kearahnya .
" Pelan-pelan saja, semangat ". Ucapnya tersenyum membuat Rama merasa tak nyaman dan tak enak hati .
" Ya Allah jika memang dia jodohku dekatkanlah jika tidak jauhkanlah ". Batinnya .
Setelah beberapa menit kemudian acara akad pun berlangsung dengan lancarnya, terlihat senyuman bahagia diwajah pengantin wanita dan serta sanak keluarga dari kedua belak pihak pengantin, tidak dengan Rama , terlihat pengantin pria hanya bisa senyum yang dipaksakan .
Terlihat Diva tersenyum penuh kebencian terhadap Rama ,
" Bresengsek kamu Rama ". Ucapnya Diva sambil menonton acara live pernikahan laki-laki yang menurutnya tak layak dijadikan ayah untuk anak didalam perutnya .
__ADS_1
" Kupikir tadi kamu gagal mengucapkan ijab qobul akan membuatmu mengurungkan niat mu untuk menikah dengannya nyatanya , kamu malah meneruskan nya , dan disini terlihat jelas kata cinta yang selalu kamu ucapkan padaku itu semua hanyalah kebohongan dan kedustaan , sialan kamu ". Batinnya Diva dipenuhi kebencian terhadap Rama maupun keluarganya .
" Aku masih bisa merawat anakku tanpa kamu, akan ku cari ayah yang pantas untuk nya ". Ucapnya Diva .
Acara pernikahan itu benar-benar begitu terlihat mewah serta banyak orang-orang kalangan atas yang datang kesana hanya sekedar mengucapkan selamat pada kedua keluarga besar yang dipersatukan dengan pernikahan antara putra putri mereka , acara itu berlangsung dengan lancar tanpa ada hambatan apapun , meski tadi diawal pas acara akad ada sedikit kendala .
" Kuharap kamu akan mengerti, disini kita hanya menikah dengan atas kemauan orang tua kita ". Ucapnya Rama ketika keluar dari kamar mandi yang ada di kamarnya Dania , sedangkan kini Dania tengah membersihkan wajah cantiknya dari make-up pas acara pernikahan didepan meja riasnya .
" Iya ". Balas Dania dengan suara lembutnya membuat Rama merasa muak mendengarnya .
" Jangan sok lembut gitu suaranya, biasakan saja suaramu itu , jangan berpikir dengan sikap lembutmu yang sekarang aku akan luluh terhadap mu ,enggak akan ". Ucapnya Rama .
" Gak akan pernah ". sambungannya .
" Hmmm ". Kini Dania hanya bisa bersabar atas sikap dinginnya Rama toh lagipula ia sudah terbiasa akan sikapnya Rama yang seperti itu .
Setelah Dania membersihkan dirinya, kini ia hendak naik keatas ranjang, membuat Rama yang tengah bersandar memainkan ponselnya terkejut .
" Mau apa kamu ?". Ucapnya Rama dengan wajah kagetnya .
" Tidurlah, ngapain lagi malam-malam begini kalau bukan untuk tidur ". Ucapnya Dania masuk kedalam selimut yang sama dengan Rama .
" Oh iya silahkan, aku tidur di sofa saja ". Ucapnya Rama turun dari ranjangnya membuat Dania hanya bisa menghela nafas beratnya .
" Sabar Dania sabar , menghadapi orang seperti dia butuh ekstra kesabaran yang tinggi ". Batinnya .
Rama kini menyandarkan tubuhnya diatas sofa yang ada di kamar istri barunya .
setelah meletakkan ponselnya , dimeja dekat samping sofa , ia langsung memejamkan matanya .
***
Hai readers, maafkan Author sebelumnya karena novel yang author tulis ini jalan ceritanya selalu mengulang cerita yang sama, dan membuat para pembaca menjadi bosan , author akan melanjutkan perjalanan cinta segitiga antara Rama , Dania dan Diva dinovel author selanjutnya .
Makasih sudah mendukung dan membaca cerita author selama ini, bye-bye dan makasih , di tunggu ya kelanjutan cerita author ini 😉😉
__ADS_1