Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
54. Rencana part 7


__ADS_3

Kini Angga sudah ada disurabaya, karena Julian yang memintanya untuk melihat proyek pembangunan Mall disurabaya, yang dibangun oleh perusahaan Julian . Dan itu juga menjadi kesempatan Angga untuk menjalankan rencananya .


" Pak ini data-datanya soal pembangunan hotel, semuanya ada dimap ini ". Ucap Reva yang menyerahkan sebuah map kepada Angga yang kini tengah duduk dibelakang kemudi .


Iya karena Reva adalah sekertarisnya Angga jadi ia pun harus ikut ,Sebagai asisten pribadinya .


" Oh ya ". Ucap Angga yang menerima map itu .


Kini mereka sedang ada didalam mobil menuju Kota surabaya dari bandung .


Angga mengecek map itu .


Karena waktu sudah menunjukan malam, Angga dan Reva menginap dihotel yang sudah dipesankan oleh Reva sebelumnya .


Mereka memesan 2 kamar, karena mereka gak mungkin tidur satu kamar .


" Ini pak kunci kamar bapak ". Ucap Reva .


" Oh oke , malam ". Ucap Angga dingin yang langsung masuk kamar itu lalu menutup pintu kamar hotelnya meninggalkan Reva yang berdiri disana .


Lalu Reva pun langsung masuk kamarnya .


Angga yang masuk kamar itu langsung menghubungi orang-orangnya.


" Segera kalian laksanakan perintah saya ". Ucap Angga yang sedang menghubungi orang suruhannya .


" Baik bos kami akan lakukan sekarang ". Ucap seseorang diseberang telpon sana .


" Ingat jangan tinggalkan jejak apapun disana ". Ucap Angga memperingati .


" Kerja yang rapih ". Ucapnya lagi .


" Baik bos ". Ucap orang itu .


Setelah itu Angga langsung mematikan sambungan telepon itu .


Angga tersenyum licik sambil melihat kejendela kamar hotel .


Pagi hari pun tiba , Setelah Angga dan Reva melaksanakan sarapan paginya mereka langsung berangkat ke tempat tujuannya .


Yaitu proyek pembangunan Mall terbesar di kota Surabaya .


Angga dan Reva sesekali mendengarkan penjelasan dari kepala proyek .

__ADS_1


Angga melihat kesekitar proyek itu yang luas sekali .


" Hah.. cape juga ya jadi bos gua, yang harus kesana-sini , gak kaya dulu kerjaannya tinggal duduk ngelukis , mmm... jadi kangen kerjaan melukis gua ". Batin Angga mengeluh .


Tak terasa waktu sudah menunjukan waktu makan siang .


Angga dan Reva kini ke restoran , yang gak jauh dari proyek untuk mengisi perut mereka .


Angga dan Reva duduk berhadapan,


Ponsel Angga bergetar tanda ada notif masuk .


Dan itu ternyata itu dari anak buahnya .


Pesan yang masuk .


" Semua sudah beres bos ".


Angga hanya tersenyum melihat pesan itu tanpa membalasnya .


" Ya Reva saya mau tanya sesuatu sama kamu ?". Ucap Angga .


" Tanya apa pak ". sahut Reva yang antusias mendengarkan ucapan bosnya .


Karena Angga juga penasaran kenapa Reva bekerja bukannya suaminya itu orang kaya, jadi mana mungkin Reva kekurangan uang dan harus bikin dia bekerja .


Reva yang mendengar ucapan Angga langsung tersedak makanan saat memakan makanannya .


Uhukk...uhukk..


Angga yang repleks langsung panik dan langsung memberikan minuman kepada Reva .


" Nih minum..minum Va ". Ucap Angga yang panik .


Reva langsung menerima minuman dari bosnya itu, dan meminumnya .


" Makasih pak ". Ucap Reva yang habis meminum minumannya .


" Ya , sama-sama ,kamu kenapa? kok pas nanya gitu kamu kaya kaget gitu ". Ucap Angga yang kini duduk sambil melipat tangannya sambil menatap kearah Reva .


" Hah...emm..sebenarnya saya sudah pisah sama suami saya pak ". Ucap Reva langsung menundukan kepalanya .


Dan ucapan Reva langsung membuat Angga kaget mendengarnya ,

__ADS_1


" Apa jadi dia sudah pisah sama Aldo, tapi emang bagus juga sih untuknya , karena yang gua tahu Aldo selalu menyakitinya ". Batin Angga .


" Oh, jadi itu alasanmu ". Ucap Angga yang tetap dengan sikap dinginnya namun peduli .


" Iya , maka dari itu saya harus bekerja untuk membiayai kehidupan saya dan putri saya pak ". Ucap Reva menjelaskan .


" Putri, jadi Reva melahirkan seorang bayi perempuan ". Batin Angga .


" Jadi kamu tinggal berdua sekarang sama anak kamu? ". Tanya Angga .


" Iya pak ".Sahut Reva .


Setelah banyak mendengar cerita dari Reva kini mereka berdua melanjutkan makan siangnya .


Dan setelah itu Angga dan Reva kembali lagi ke proyek itu namun saat ditengah-tengah perjalanan Angga tak sengaja melihat ada Mia yang sedang bersama seseorang pria .


" Loh itu bukannya Mia , kenapa bisa ada dia disini? , ngapain dia disini ? ". Batin Angga bertanya-tanya yang melihat Mia lewat kaca mobilnya .


" Berhenti pak, saya turun disini saya ada urusan ". Ucap Angga yang tergesa-gesa lalu ia pun langsung membuka pintu mobilnya .


" Loh..loh.. pak ,bapak mau kemana , terus proyek ini gimana pak ". Ucap Reva yang kelihatan kebingungan oleh tingkah bosnya .


" Kamu saya yang urus ya, saya ada urusan, saya gak akan lama ". Ucap Angga yang tergesa-gesa berlari entah kemana tanpa mendengar jawaban dari ucapan Reva .


" Loh..loh pak ..pak.. ". Teriak Reva .


" Aduh..gimana ini pak Rudi pergi lagi ". Ucap Reva yang kebingungan lalu ia pun masuk kedalam mobil melanjutkan perjalanannya, mau tak mau ia yang harus menggantikan bosnya itu .


" Jalan pak ". Ucap Reva kepada supir mobil itu .


" Baik ". Sahut sang supir .


Angga yang berlari kearah bangunan yang tadi ada Mia dan seorang pria .


Namun ia tak menemukan Mia disana .


" Ck..sial kemana Mia, gua yakin banget kok itu Mia tapi dia kemana ". Ucap Angga yang kesal tak dapat menemukan Mia .


" Dan siapanya Mia lagi itu ". Umpat Angga .


Karena Angga tak menemukan Mia ia pun hendak pergi dari tempat itu namun langkah kakinya terhenti saat ada seseorang yang berbicara dari belakang .


" Loh kamu ". Ucap seseorang dari belakang Angga .

__ADS_1


. . . . . . .


__ADS_2