
Kini Angga sudah ada disurabaya, karena Julian yang memintanya untuk melihat proyek pembangunan Mall disurabaya, yang dibangun oleh perusahaan Julian . Dan itu juga menjadi kesempatan Angga untuk menjalankan rencananya .
" Pak ini data-datanya soal pembangunan hotel, semuanya ada dimap ini ". Ucap Reva yang menyerahkan sebuah map kepada Angga yang kini tengah duduk dibelakang kemudi .
Iya karena Reva adalah sekertarisnya Angga jadi ia pun harus ikut ,Sebagai asisten pribadinya .
" Oh ya ". Ucap Angga yang menerima map itu .
Kini mereka sedang ada didalam mobil menuju Kota surabaya dari bandung .
Angga mengecek map itu .
Karena waktu sudah menunjukan malam, Angga dan Reva menginap dihotel yang sudah dipesankan oleh Reva sebelumnya .
Mereka memesan 2 kamar, karena mereka gak mungkin tidur satu kamar .
" Ini pak kunci kamar bapak ". Ucap Reva .
" Oh oke , malam ". Ucap Angga dingin yang langsung masuk kamar itu lalu menutup pintu kamar hotelnya meninggalkan Reva yang berdiri disana .
Lalu Reva pun langsung masuk kamarnya .
Angga yang masuk kamar itu langsung menghubungi orang-orangnya.
" Segera kalian laksanakan perintah saya ". Ucap Angga yang sedang menghubungi orang suruhannya .
" Baik bos kami akan lakukan sekarang ". Ucap seseorang diseberang telpon sana .
" Ingat jangan tinggalkan jejak apapun disana ". Ucap Angga memperingati .
" Kerja yang rapih ". Ucapnya lagi .
" Baik bos ". Ucap orang itu .
Setelah itu Angga langsung mematikan sambungan telepon itu .
Angga tersenyum licik sambil melihat kejendela kamar hotel .
Pagi hari pun tiba , Setelah Angga dan Reva melaksanakan sarapan paginya mereka langsung berangkat ke tempat tujuannya .
Yaitu proyek pembangunan Mall terbesar di kota Surabaya .
Angga dan Reva sesekali mendengarkan penjelasan dari kepala proyek .
__ADS_1
Angga melihat kesekitar proyek itu yang luas sekali .
" Hah.. cape juga ya jadi bos gua, yang harus kesana-sini , gak kaya dulu kerjaannya tinggal duduk ngelukis , mmm... jadi kangen kerjaan melukis gua ". Batin Angga mengeluh .
Tak terasa waktu sudah menunjukan waktu makan siang .
Angga dan Reva kini ke restoran , yang gak jauh dari proyek untuk mengisi perut mereka .
Angga dan Reva duduk berhadapan,
Ponsel Angga bergetar tanda ada notif masuk .
Dan itu ternyata itu dari anak buahnya .
Pesan yang masuk .
" Semua sudah beres bos ".
Angga hanya tersenyum melihat pesan itu tanpa membalasnya .
" Ya Reva saya mau tanya sesuatu sama kamu ?". Ucap Angga .
" Tanya apa pak ". sahut Reva yang antusias mendengarkan ucapan bosnya .
Karena Angga juga penasaran kenapa Reva bekerja bukannya suaminya itu orang kaya, jadi mana mungkin Reva kekurangan uang dan harus bikin dia bekerja .
Reva yang mendengar ucapan Angga langsung tersedak makanan saat memakan makanannya .
Uhukk...uhukk..
Angga yang repleks langsung panik dan langsung memberikan minuman kepada Reva .
" Nih minum..minum Va ". Ucap Angga yang panik .
Reva langsung menerima minuman dari bosnya itu, dan meminumnya .
" Makasih pak ". Ucap Reva yang habis meminum minumannya .
" Ya , sama-sama ,kamu kenapa? kok pas nanya gitu kamu kaya kaget gitu ". Ucap Angga yang kini duduk sambil melipat tangannya sambil menatap kearah Reva .
" Hah...emm..sebenarnya saya sudah pisah sama suami saya pak ". Ucap Reva langsung menundukan kepalanya .
Dan ucapan Reva langsung membuat Angga kaget mendengarnya ,
__ADS_1
" Apa jadi dia sudah pisah sama Aldo, tapi emang bagus juga sih untuknya , karena yang gua tahu Aldo selalu menyakitinya ". Batin Angga .
" Oh, jadi itu alasanmu ". Ucap Angga yang tetap dengan sikap dinginnya namun peduli .
" Iya , maka dari itu saya harus bekerja untuk membiayai kehidupan saya dan putri saya pak ". Ucap Reva menjelaskan .
" Putri, jadi Reva melahirkan seorang bayi perempuan ". Batin Angga .
" Jadi kamu tinggal berdua sekarang sama anak kamu? ". Tanya Angga .
" Iya pak ".Sahut Reva .
Setelah banyak mendengar cerita dari Reva kini mereka berdua melanjutkan makan siangnya .
Dan setelah itu Angga dan Reva kembali lagi ke proyek itu namun saat ditengah-tengah perjalanan Angga tak sengaja melihat ada Mia yang sedang bersama seseorang pria .
" Loh itu bukannya Mia , kenapa bisa ada dia disini? , ngapain dia disini ? ". Batin Angga bertanya-tanya yang melihat Mia lewat kaca mobilnya .
" Berhenti pak, saya turun disini saya ada urusan ". Ucap Angga yang tergesa-gesa lalu ia pun langsung membuka pintu mobilnya .
" Loh..loh.. pak ,bapak mau kemana , terus proyek ini gimana pak ". Ucap Reva yang kelihatan kebingungan oleh tingkah bosnya .
" Kamu saya yang urus ya, saya ada urusan, saya gak akan lama ". Ucap Angga yang tergesa-gesa berlari entah kemana tanpa mendengar jawaban dari ucapan Reva .
" Loh..loh pak ..pak.. ". Teriak Reva .
" Aduh..gimana ini pak Rudi pergi lagi ". Ucap Reva yang kebingungan lalu ia pun masuk kedalam mobil melanjutkan perjalanannya, mau tak mau ia yang harus menggantikan bosnya itu .
" Jalan pak ". Ucap Reva kepada supir mobil itu .
" Baik ". Sahut sang supir .
Angga yang berlari kearah bangunan yang tadi ada Mia dan seorang pria .
Namun ia tak menemukan Mia disana .
" Ck..sial kemana Mia, gua yakin banget kok itu Mia tapi dia kemana ". Ucap Angga yang kesal tak dapat menemukan Mia .
" Dan siapanya Mia lagi itu ". Umpat Angga .
Karena Angga tak menemukan Mia ia pun hendak pergi dari tempat itu namun langkah kakinya terhenti saat ada seseorang yang berbicara dari belakang .
" Loh kamu ". Ucap seseorang dari belakang Angga .
__ADS_1
. . . . . . .