
" TUNGGU ..!!!!..". Teriak seseorang dari depan pintu gerbang rumah Mia dan Angga .
" Khanza..". Gumam Angga yang kaget melihat Khanza ada disini .
" Khanza ". Ucap Mia yang sama-sama kagetnya .
Khanza menghampiri mereka yang hendak masuk rumah .
Kini Khanza memegang tangan Angga .
" Maksud kamu apa sih mas ,kamu kesini, kan kamu sudah menjadi suamiku mereka bukan keluargamu mas , ayo pulang kerumah ". Ucap Khanza yang marah langsung menarik tangan Angga namun Angga menepisnya .
" Aku kesini cuma ingin bertemu dengan Rama , apa salah ? dan entah mengapa aku merasa Rama sudah seperti anakku sendiri ,aku nyaman bersamanya ". Ucap Angga yang sedikit nada membentak kepada Khanza .
" Bagaimana tidak, kamu nyaman bersamanya mas, karena memang Rama anakmu , kalau kamu memang mas Angga ". Batin Mia .
Namun Mia menepis pemikirannya barusan karena ia sudah bertekad kalau Rudi bukan Angga suaminya dia hanya orang berwajah mirip saja dengan suaminya .
" Tapi aku gak suka kalau kamu selalu berurusan dengan keluarga dia ". Ucap Khanza dengan menatap Mia dengan tatapan sinis .
" Zha , aku tahu kamu gak suka sama Mia, tapi aku mohon sama kamu izinin aku untuk main sebentar saja bersama Rama, aku hanya ingin bermain saja sebentar dengannya setelah itu aku pulang aku janji sama kamu Zha ". Ucap Angga memohon kepada Khanza .
Khanza yang melihat tatapan Angga yang memohon kepadanya, ia hanya merasa tak tega rasanya , karena keegoisan dirinya membuat Angga terpisah dengan keluarganya sendiri .
" Baiklah, tapi aku juga ikut sama kamu , aku gak ingin dia mencuri-curi kesempatan saat kamu disini ". Ucap Khanza sinis kepada Mia .
Mia hanya sabar dan diam mendapat tatapan sinis dan omongannya Khanza dari tadi ia tak ingin ada keributan lagi dirumah ini .
" Ya sudah ayo kalian masuk ". Ucap Mia yang memasuki rumahnya .
" Silahkan duduk, aku buatkan minuman dulu ". Ucap Mia yang hendak pergi kedapur .
" Terimakasih Mia ". Ujar Angga yang duduk disofa ruang tamu dan Khanza pun duduk disofa itu tanpa basa-basi .
" Gak usah repot-repot Mia ". Ucap Angga .
" Gak ngerepotin kok ". sahut Mia lalu pergi dari ruang tamu itu ke dapur .
Sedangkan Rama sudah ada ditangan babysister itu,
" Sus, biar saja yang menggendongnya boleh ". Ucap Angga berdiri menghampiri suster itu .
" Oh ya silahkan tuan ". Ucap Babysiter itu .
Angga menerima Rama dari tangan babysister itu lalu menggendongnya .
Rama kini berusia 2 bulan ,
" Kamu lucu banget sih nak ". Ucap Angga yang mencium hidung anaknya itu .
Khanza yang melihat pemandangan itu hanya menatap dengan tatapan tidak suka .
" Rudi Khanza ,ini minumannya silahkan diminum ". Ucap Mia tersenyum .
" Oh iya terimakasih, Mia ". Ucap Angga .
" Iya sama-sama, oh ya bisa gak jaga Rama dulu aku harus mandi dulu karena tadi habis pulang dari kerja ". Ucap Mia .
" Oh iya silahkan, tenang saja Rama aman sama aku kok ". Ucap Angga tersenyum .
__ADS_1
" Iya , ya sudah aku tinggal sebentar ya ". Ucap Mia lalu pergi keatas ke kamar untuk mandi dikamar mandi dikamarnya .
" Lihatlah Zha lucu ya Rama ". Ucap Angga tersenyum .
" Iya ". Ucap Khanza tersenyum dipaksakan .
Ditempat lain Reva yang baru saja pulang dari kerjanya ia pulang ke kontrakannya yang kecil namun nyaman bagi dirinya dan putrinya itu ,Dan ya Reva memang ditinggal dikontrakan itu karena dirinya sudah bercerai dari suaminya Aldo , karena dirinya sudah tak tahan lagi dengan sikap Aldo yang semena-mena padanya .
Mita memang menentang perceraian itu, namun Reva sudah tak tahan lagi, karena Aldo selalu membuat luka dihatinya .
" Sayang mama pulang ". Ucap Reva tersenyum .
Reva menitipkan anaknya kepada tetangganya .
" Gimana mbak, Diva rewel nggak pas saya tinggal kerja ?". Tanya Reva yang kini menggendong anaknya kepada tetangganya bernama Novi .
" Oh nggak kok mbak, Diva gak rewel ya sayang malah tadi main sama anak saya Dika ". Ucap Novi .
" Iya tante lucu deh Diva nya ". celoteh anak kecil laki-laki yang berumur 5 tahun .
" Oh ya, makasih ya Dika sudah mau main sama Diva ". Ucap Reva tersenyum .
" sama-sama tante ". Sahut Dika .
" Oh ya mbak makasih ya sudah mau menjaga Diva kalau gak ada mbak mungkin saya gak bisa berangkat kerja karena gak ada yang menjaganya , kan gak mungkin juga saya membawa Diva ketempat kerja ". Ucap Reva .
" Iya sama-sama Va ,kamu tenang saja Fiva aman sama mbak, lagi pula ya mbak juga senang kok menjaga Diva jadi Dika ada teman mainnya ". Ucap Novi tersenyum .
" Iya mbak ". Sahut Reva tersenyum .
Setelah pulangnya Novi dan Dika dari kontrakan Reva , Kini Reva merebahkan dirinya disamping Diva yang sudah tertidur pulas , namun sebelum itu Reva mandi terlebih dahulu karena habis pulang bekerja .
" Dan kalau soal tadi dikantor, apa benar bos aku itu bukan kak Angga?, tapi kenapa bisa mirip sekali dengan kak Angga ?".Ucap Reva bertanya-tanya .
" Aah..ngapain juga aku memikirkan hal itu mendingan aku fokus saja untuk bekerja keras untuk mendapatkan uang untuk biaya hidupku dan Diva ". Ucap Reva mengelakan pemikirannya itu dan langsung menarik selimbut dan tidur bersama Diva .
Didalam mobil , Angga sedang mengendarai mobil milik Khanza dengan keadaan dimana ia sedang emosi sekarang karena Khanza membuat dirinya marah tadi dirumah Mia .
#Flashback On .
Angga yang sedang menggendong Rama dipangkuannya tiba-tiba Mia datang setelah ritualnya mandinya itu .
Mia duduk di sofa itu menghadap Angga .
Mia tersenyum melihat pemandangan dihadapannya karena andai saja Rudi itu Angga mungkin ia akan menyangkanya kalau Angga suaminya kini sedang bermain-main dengan anaknya .
Dan Khanza yang melihat Mia menatap Angga yang seperti itu menjadi tidak suka .
" Hei kau jaga mata mu itu jangan menatap suamiku dengan tatapan seperti itu , dia bukan Angga tapi Rudi suamiku ". Ucap Khanza yang membuat lamunan Mia buyar .
" Maaf ". Ucap Mia .
" Ck.. Dasar ****** ". Gumam Khanza sambil menatap Mia dengan tatapan sinisnya .
Dan Mia yang mendengar ucapan Khanza hanya berdiam diri saja, bukan Mia orangnya lemah ia hanya tak ingin ribut lagi dengan Khanza .
" Zha bisa gak sih sopan sedikit kalau kita sedang bertamu ". Ucap Angga mengingatkan Khanza .
" Kok kamu marah-marah sih sama aku , aku ini istri kamu ". Ucap Khanza dengan nada tak suka nya .
__ADS_1
" Aku tahu kamu istriku tapi bisa gak kalau kita bertamu kamu bisa sopan sama tuan rumahnya ". Ucap Angga .
Mia yang berdiri langsung merelai percakapan Angga .
" Sudah gapapa kok Rudi, mendingan kamu pulang saja Rama juga harus tidur ini sudah malam juga ". Ucap Mia yang menghampiri Angga namun langkah Mia oleng karena tersandung meja tamu dan ia hampir saja jatuh tapi Angga langsung menangkapnya dengan tangan kirinya karena tangan kanannya sedang menggendong Rama .
" Makasih ya Rud sudah nolongin aku tadi ". Ucap Mia tersenyum yang kembali berdiri dengan benar .
" Iya ".sahut Angga tersenyum .
Khanza yang sudah diselimbuti api cemburu ia repleks langsung menampar Mia karena ia tak suka melihat pemandangan yang barusan ia lihat .
PLAAKkk...
Angga yang kaget karena tindakan Khanza ia langsung marah .
" Kamu apa-apa sih ". Bentak Angga .
" Dia pantas menerimanya, karena ia sudah berasa menatapmu tadi dan memeluk mu , dan aku tidak suka ". Ucap Khanza .
" Tapi gak seharusnya kamu menamparnya seperti itu, itu bukan kesalahannya tadi ia jatuh dan aku menolongnya ". Bentak Angga .
" Sudah !!!.. sudah , mending kalian pergi sekarang , dan jangan lagi kamu datang kesini Rudi , aku gak mau berurusan dengan Kalian lagi ". Bentak Mia yang langsung merebut Rama dari gendongan Angga .
" Eh..eh.. tapi Mia , aku aku minta maaf mia ". Ucap Angga .
" Sudah cukup !!! kamu pergi sekarang ". Bentak Mia .
" Tapi Mia ". Ucap Angga yang memegang tangan Mia namun Mia menepisnya .
" Kamu apa-apaan sih mas ngapain kamu pegang-pegang tangannya ". Bentak Khanza .
Angga yang sudah penuh kemarahan kepada Khanza ia langsung menyeret tangan Khanza pergi keluar dari rumah itu, dan Mia yang melihatnya langsung menutup pintu rumahnya dan terduduk menangis dibalik pintu .
Hiks..hiks..hiks..
Mia menangis sambil menggendong Rama .
# Flashback Off
Angga mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi, Khanza yang ada dalam mobil itu pun merasa takut .
" Hentikan Mas, aku takut , berhenti mas ". Ucap Khanza yang ketakutan yang dibawa Angga mengebut .
Ckitt...(suara mobil yang direm).
Kini mereka sudah sampai, dirumahnya . Angga yang turun dari mobil dengan keadaan marah ia hanya berdiam saja mengabaikan perkataan Khanza .
" Mas tunggu ". Teriak Khanza .
" Mas ".
" Mas ".
Namun Angga mengabaikan teriakan dari Khanza , dan lebih memilih pergi ke kamarnya .
" Ck..gara-gara si ****** itu Angga sampai mengabaikan aku seperti ini, aku gak boleh biarkan Angga terus-terusan pergi kerumah Mia kalau enggak nanti dia akan ingat semuanya , dan itu tak boleh terjadi ". Batin Khanza .
. . . . . . .
__ADS_1