
" Mas Angga ". Ucap Khanza .
" Mas ". Ucap Khanza yang matanya masih terpejamkan matanya , karena dia mulai sadar dari pingsannya .
" Zha , kamu sudah sadar sayang, ini papa nak ini papa ". Ucap Julian yang panik sekaligus senang akhirnya anaknya itu sudah sadar .
" Ini papa nak ini papa ". Ucap Julian .
Mita yang melihat menantunya sadar pun ikutan senang , namun ada rasa kecewa disana karena menantunya itu malah menyebut-nyebut nama suami orang lain bukannya suaminya yaitu Adam anaknya Mita .
" Mas Angga , mas ". Ucapnya dengan raut wajah sedih sambil matanya yang masih terpejamkan .
" Lebih baik kita panggilkan dokter dulu pak ". Ujarnya Mita pada Julian .
" Iya bu, tolong jaga dulu Khanza nya ya ". Ucap Julian .
" Iya biar Khanza saya yang jaga ". Ucap Julian .
Kini Julian buru-buru keluar dari ruangan perawatan Khanza ,untuk mencari dokter .
" Dok, dok ". Teriaknya .
Dokter yang tidak jauh dari tempat ruang perawatan Khanza pun langsung menghampiri Julian kebetulan dokter itu adalah dokter yang menangani Khanza .
" Ada pak, ada masalah kah pada pasien ". Tanya dokter .
" Iya dok lihat saja kedalam, tolong anak saya dok dan juga cucu saya yang ada dalam perutnya ". Ucap Julian yang setengah panik .
Dokter itu pun langsung masuk ruangan itu, lalu menyuruh Julian dan juga Mita untuk keluar dulu selagi dokter memeriksanya .
" Silahkan bapak ibu keluarga dulu biar kami yang menanganinnya ". Ucap Dokter itu .
" Baiklah ". Ucap Julian .
" Bapak yang tenang ya semoga Khanza baik-baik saja ". Ucap Mita menenangkan Julian .
" Iya bu ". Sahut Julian .
Didalam ruangan itu, kini Khanza tengah diperiksa oleh dokter , Khanza terus menerus memanggil nama Angga .
" Angga, mas Angga ". Lirihnya .
" Dok, sepertinya pasien akan sembuh bila ia bisa bertemu dengan orang yang bernama Angga ini ". Ucap suster yang sama-sama menangani Khanza .
" Iya sepertinya begitu, siapa tahu kalau pasien ini dipertemukan sama orang yang ia panggil-panggil ia bisa cepat sadarkan diri ". Ucapnya Dokter itu .
" Lebih baik kita memberi tahu ini pada keluarga pasien ". Ucapnya .
__ADS_1
" Iya dok lebih baik seperti itu ". jawab suster itu .
" Iya ". Sahut Dokter .
Kini Dokter dan suster itu keluar dari ruangan itu ,
" Gimana dok keadaan anak saya ? dia baik-baik saja kan dok ". Ucap Julian langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter itu dengan perasaan cemas dan juga khawatir sama keadaan Khanza putri tunggalnya itu .
" Bapak tenang dulu, anak bapak baik-baik akan tetap ia belum sadarkan diri, namun dirinya terus menerus menyebut nama orang yang bernama Angga , jadi lebih baik pasien dipertemukan dengan orang itu ,siapa tahu kalau ia dipertemukan dengan Angga dia bisa langsung sadar kasihan pak pada pasien sepertinya ia sangat merindukan orang yang bernama Angga ini ". Ucap Dokter itu .
" Apa gak ada cara lain dok ,untuk membuat anak saya sadar selain saya mempertemukan dia dengan orang ini ". Tanya Julian .
" Kalau memang tak bisa ,kita tunggu saja sampai pasien sadar dengan sendirinya pak , tapi saya hanya menyarankan begitu saja pak dan mungkin itu jalan yang terbaik bagi kesehatan pasien , saya permisi dulu ". Ucap Dokter itu .
Dokter itu pergi meninggal, Mita dan juga Julian ,yang dibelakangnya diikutin oleh suster .
" Saya harus gimana, saya gak sudi anak saya ketemu lagi dengan laki-laki macam Angga itu, karena saya sudah terlanjur sakit hati olehnya dia telah menyakiti anak saya ,anaknya saya jadi begini juga karena dia jadi mana mungkin saya membiarkan Angga bertemu anak saya ". Ucapnya .
" Tapi pak, kalau memang hanya itu yang bisa membuat Khanza sadar kembali apa boleh buat walaupun dalam lubuk hati saya juga tak menerima hal itu, namun apa daya kalau demi kebaikan Khanza dan juga cucu saya ". Ucap Mita .
" Jadi lebih baik bapak temui Angga sekarang, untuk meminta dia temui Khanza walau hanya sebentar saja , siapa tahu kalau Angga ada didekatnya Khanza bisa langsung sadar pak ". Ucap Mita menyarankan .
Julian yang masih kebingungan dengan keputusan apa yang harus ia pilih .
Kini ia memutuskan untuk, kerumah Angga dan membujuk Angga supaya menemui Khanza walau hanya sebentar .
" Saya akan pergi jadi tolong jagain anak saya dulu ya bu, saya gak lama kok ". Ucap Julian .
Mita yang mendengarnya hanya mengiyakan saja , karena itu demi kebaikan Khanza sendiri .
Dikediaman rumah Angga sekarang sedang sepi sekali karena Mia dan Angga masih di restoran untuk makan malam,
" Gimana enak ?". Tanya Angga .
Namun Mia kini sedang bengong/melamun karena bernostalgia masalalunya ,Angga yang melihat Mia sedang bengong/melamun langsung melambai-lambaikan tangannya didepan Mia .
" Hei, sayang ". Ucap Angga .
" Eh, iya mas apa ?". Ucap Mia yang tersadar dari lamunannya .
" Kamu kenapa, kok melamun ?". Tanya balik Angga pada istrinya itu .
" Eh , enggak kok mas , biasalah aku cuma lagi mengingat masalalu , saat pertama kali kita saling kenal ,dan akhirnya pisah ". Ujar Mia .
" Tapi akhirnya dipersatukan lagi kan ". Ucap Angga tersenyum .
" Iya mas , aku sangat bersyukur sekali kita bisa dipersatukan kembali dalam ikatan cinta yang halal , yaitu pernikahan ". Ucap Mia tersenyum sambil mengunyah makanannya .
__ADS_1
" Iya sayang , gimana enak makanannya ?". Tanya Angga sekali lagi .
" Ya seperti biasa, makanan disini pasti selalu enak mas ". Ucap Mia sambil memakan makanannya lagi .
" Hmm..iya sayang ". Ucap Angga tersenyum .
Waktu berjalan terus menerus , Mia dan Angga sudah menyelesaikan makan malam mereka direstoran itu lalu menjemput anak mereka dirumah Salimah neneknya Mia ,
" Makasih ya nek , bu sudah jagain Rama, maaf kalau Mia repotin kalian ". Ujar Mia menggendong Rama yang tengah terlelap tidur digendongannya saat ini .
" Iya sama-sama, gak repot kok nak malahan ibu senang ada Rama disini ada teman mainnya disini, Rama anteng banget gak rewel malah , ibu jadi senang jagainnya ". Ucap Sinta tersenyum .
" Iya cu , Rama cicitnya nenek gak Rewel kok, mmm..malahan dia tuh ya tadi anteng banget , padahal tadi kami jagainnya sambil bikin kue ". Ucap Salimah .
" Oh ya , mmm.. anak mama pinter banget, jadi gak rewel ya mama tinggal ". Ucap Mia berbisik pelan pada Rama sambil menciumi pipi gembulnya .
" Ya sudah ya bu kami , pamit pulang sudah malam juga ". Ucap Mia pamit begitu pun dengan Angga pamitan sama ibu mertuanya dan juga neneknya Mia .
" Kami pamit ya bu ,nek ,Assalamualaikum ". Ucap Angga .
" Waalaikumsalam ". sahut Sinta dan juga Salimah berbareng.
Tak butuh beberapa lama , mereka bertiga kini sudah sampai dirumah mereka,
Mia yang berjalan lebih dulu masuk kedalam rumah yang membawa Rama dalam gendongannya , sedangkan Angga memasukan mobilnya dalam bagasi mobil rumahnya .
Angga yang sudah selesai memasukan mobilnya kedalam bagasinya ia hendak masuk rumahnya , namun seseorang memanggil namanya di depan gerbang rumahnya , yang ternyata adalah Julian .
" Angga ". Panggil Julian dibalik gerbang .
" Om Julian ". Ucap Angga kaget atas kedatangan Julian kerumahnya .
" Mau apalagi dia ". Ucap Angga yang penuh selidik .
. . . . . . .
Masih penasaran dengan kelanjutan cerita Novel author ini yuk ikutin terus jalan ceritanya 😉😘
Ets... jangan lupa Like, Vote dan juga Komenannya juga ya guys ...😘😉 karena Like an dari kalian sangat berarti buat author ini .
Visual :
Khanza Putri Julian
Cewek cantik, kaya raya, namun punya sifat egois yang mau menang sendiri .
__ADS_1