Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
69. Siapa Ayah dari Bayi itu ? Part 08


__ADS_3

Adam membawa Niko ke tempat dimana ia akan membunuh Niko disana .


Angga yang merasa ada yang aneh pada Niko karena dari tadi tak menjawab telepon darinya ia pun memutar mobilnya kearah menuju rumah Niko ,


" Ya gua harus memastikan itu ". Ucap Angga dalam mobil sambil menyetir dengan perasaan tak enak .


" Gua harap dia gapapa ". Ucap Angga .


Angga mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal, mobil yang dikendarai Angga berpas-pasan sekali dengan mobil yang dikendarai Adam ,mereka melajukan mobilnya berlainan arah .


Kini Angga sudah sampai dirumah milik Niko, namun saat sampai disana keluarganya bilang Niko belum pulang,


" Jadi begitu ya , dia belum pulang ". Ucap Angga yang kini tengah berdiri di depan pintu rumah milik Niko .


" Ya pak suami saya belum pulang ". Ucap istri Niko .


" Ya sudah , tapi kalau dia sudah pulang bilangin segera hubungi saya ". Ucap Angga .


" Ya pak Angga, pasti saya akan menyampaikannya ". Ucap istri Niko .


" Terimakasih ,kalau begitu saya permisi, Assalamualaikum ". Ucap Angga yang pamit pergi dari rumah itu .


" Waalaikumsalam ". Ucap istri Niko .


Angga yang kini melajukan mobilnya pergi dari rumah Niko diperjalanan ia masih memikirkan Niko,


" Kenapa susah sekali menghubunginya, dan kenapa aku merasa ada sesuatu yang terjadi padanya ". Ucap Angga .


Angga pergi kekantor pusatnya, ia pergi kesana karena ingin melacak keberadaan Niko dimana lewat ponselnya .


Sesampai disana Angga menyuruh orang-orang disana untuk melacak keberadaan Niko .


" Coba kalian lacak nomor ponsel ini ". Ucap Angga .


" Baik pak ". Ucap orang yang bekerja dikantor pusatnya .


" Keberadaan nomor ini tengah berada dikota purwakarta pak , dari yang telihat disini mengatakan bahwa orang dengan nomor ponsel ini tengah berada dikota ini ". Ucap Orang itu .

__ADS_1


" Purwakarta? ". Ucap Angga .


" Iya pak Purwakarta ". Sahutnya .


" Baik oke makasih ya ". Ucap Angga lalu pergi dengan tergesa-gesa membuat orang itu hendak mengucapkan sama-sama padanya pun tidak sempat ia ucapkan karena Angga keburu pergi .


Angga masuk kedalam mobilnya lalu ia pun, pergi kekota itu dengan aplikasi melacaknya, yang ada diponselnya itu .


" Semoga saja dengan aplikasi ini bisa gua cari dimana keberadaan Niko ". Ucap Angga sambil memasang sabuk pengaman .


Angga pun melajukan mobilnya, mengikuti jalur yang ditunjukan dimap .


" Gua yakin terjadi sesuatu pada Niko gua , gak biasanya Niko begini ". Ucap Angga .


Dikediaman rumah Mia , kini Mia tengah menidurkan Rama dalam gendongannya .


" Tidur yang nyenyak ya sayang ". Ucap Mia .


Saat Mia hendak menaruh Rama kasur box nya Rama ponselnya bunyi tanda panggilan masuk .


Mia melihat ponselnya dengan Rama yang masih dalam gendongannya .


" Waalaikumsalam nek , iya ada apa tumben nenek telepon Mia malam-malam begini ". Ucap Mia .


" Apa !!!..". Ucap Mia yang kaget lalu menjatuhkan ponselnya .


Angga kini menelusuri jalanan menuju kota Purwakarta menggunakan mobilnya, karena ia mendengar suara adzan isa ia pun menepikan mobilnya dimesjid dekat pom bensin ia menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim , karena waktu menujukan sudah pukul 19:30 Angga meneruskan perjalanannya setelah menunaikan solat isa .


Sedangkan Khanza dirumahnya sedang menunggu kepulangan Angga, ia duduk dikursi sofa sambil meminum teh nya sambil membaca majalah .


" Zha ". Panggil Julian pada putrinya .


" Iya pah ". Ucap Khanza menoleh kearah papanya .


" Sudah malam mending kamu istirahatnya di dalam kamar saja ya ". Ucap Julian .


" Gak pah aku mau menunggu mas Angga pulang ". Ucap Khanza .

__ADS_1


" Ngapain sih kamu masih mengharapkan dia, hah ". Ucap Julian dengan nada kesalnya .


" Bagaimana aku tak berharap padanya pah aku mencintainya pah ". Ucap Khanza .


" Tapi dia tak mencintaimu nak dia hanya mencintai istri pertamanya ". Ucap Julian .


" Biarlah pah , apapun alasannya aku akan tetap mencintainya apalagi aku sedang mengandung anaknya , semoga saja anak ini bisa jadi ikatan antara aku dan mas Angga ". Ucap Khanza tersenyum .


" Hah..terserah kamu saja Khanza , papa berbicara begini hanya kasihan padamu nak, papa tak ingin kamu terlalu sakit hati nantinya ". Ucap Julian .


" Aku akan menerima resikonya sendiri pah, papa gak usah mengkhawatirkan Khanza ya ". Ucap Khanza tersenyum .


Julian hanya tersenyum sedih melihat putrinya tersenyum padanya , karena ia tahu ia tersenyum begitu hanya ingin membuat dirinya tak cemas mengkhawatirkan putrinya .


" Papa janji Zha kita akan mendapatkan hak kita kembali ,papa janji Zha ". Batin Julian tersenyum lalu langsung memeluk Khanza yang kini tengah duduk disofa membuat Khanza mendapatkan serangan pelukan dadakan itu terkejut sekaligus senang .


Khanza membalas pelukan dari Julian .


" Papa gak usah khawatir ya , aku akan baik-baik saja ". Ucap Khanza disela-seka pelukan itu .


Adam kini sudah sampai ditujuannya , dia sudah ada ditebing bebatuan yang dibawahnya ada lautan,


Adam menepikan mobilnya disitu, ia membuka bagasinya disana sudah terdapat ada Niko dengan memar dibeberapa tubuhnya akibat Adam yang menghajarnya terlebih dahulu sebelum sampai ditempat itu .


" Ck.. menyusahkan ". Ucap Adam yang kesal .


Tempat itu begitu sepi, jadi cuma hanya ada dirinya saja disana, dan saat tubuh Niko sudah ada dipinggiran tebing Adam hendak mendorongnya namun seseorang meneriaki dirinya dari arah belakang .


" Berhenti ". Teriak Angga .


Ternyata orang itu adalah Angga, Adam yang melihat kearah belakang pun kaget melihat Angga tengah berdiri dibelakangnya yang cukup jauh jaraknya dengannya .


" Angga ". Ucap Adam yang kaget melihat Angga berada disini .


" Bagaimana bisa dia ada disini ". Batin Adam bertanya .


Kini mereka berdua saling bertatapan satu sama lain .

__ADS_1


. . . . . .


__ADS_2