Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
25. Masalah Reyhan


__ADS_3

Pagi telah tiba waktu menunjukan jam 5 pagi ,Mungkin orang-orang dirumah masih dikamarnya , Isma yang duluan sudah keluar dari kamarnya untuk pergi didapur , pas ia menuruni tangga ia melihat suaminya sedang tidur di sofa .


" Loh..mas Reyhan sudah pulang tapi kenapa ia gak masuk ke kamar ". Gumam Isma .


ia menghampiri suaminya, dan mencoba membangunkan suaminya.


" Mas, bangun sudah pagi ". Ucap Isma dengan lembut membangunkan suaminya .


" Hmm..". Erangan Reyhan khas orang baru bangun tidur .


" Bangun mas sudah pagi loh, solat subuh dulu gih masih keburu ". Ucap isma .


" Eh..iya aku ke kamar dulu ya mau solat dulu ". Ucap Reyhan yang langsung pergi ke kamarnya yang dilantai atas .


Mia yang baru saja keluar dari kamarnya berpas-pasan sama kakak iparnya itu .


" Loh, mas Reyhan baru pulang ?". Tanya Mia .


" Enggak, aku pulang tadi jam 2 tapi ketiduran di sofa , ya sudah aku mau ke kamar dulu ". Ucap Reyhan tersenyum .


" Iya mas ". Sahut Mia .


Mia pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi untuk keluarganya, namun isma sudah terlebih dahulu ada di dapur , Mia tersenyum melihatnya dan menghampiri kakak iparnya itu .


" Mbak, sudah duluan ternyata disini ". Ucap Mia menghampiri Isma .


" Iya dek, mbak emang sudah biasa bangun pagi-pagi nyiapin ini itu buat suami dan anak mbak ". Ucap Isma tersenyum sambil memotong bawang dan cabai .


" Mmm..gitu ya Mia juga begitu sudah terbiasa bangun jam pagi-pagi apalagi sekarang Mia sudah nikah jadi harus lebih duluan bangun daripada mas Angga ". Ujar Mia tersenyum .


" Ya begitulah kalau sudah punya suami kita harus melayaninya dengan penuh kasih sayang, supaya suami kita sayang pada kita". sahut Isma tersenyum .


" Iya mbak, oh ya kita mau masak apa sini biar aku bantu juga ". ucap Mia antusias .


" Mmm.. kita masak nasi goreng saja yang simple biar cepet, pas bentar lagi juga para suami kita sudah turun untuk sarapan ". Ujar Isma tersenyum .


" Oke siap , ayo aku masak telur ceplok sama ayamnya saja ya dan mbak masak nasinya ". Ucap Mia tersenyum .


" Iya ".sahut Isma tersenyum .


Nisa yang baru saja keluar dari kamarnya ia menghampiri dapur ,ia melihat para menantunya lagi masak dengan damainya , ia sungguh sangat beruntung memiliki menantu-menantu yang begitu cantik- cantik dan baik .


" Eh ada mama, sudah bangun ma silahkan duduk dulu mah biar Isma buatin teh buat mama ya ". Ujar isma menghampiri mertuanya .


" Iya sayang ". Ucap Nisa tersenyum .


Saat Nisa lagi buatin teh untuk mertuanya, tiba-tiba Reyza putranya memanggilnya.


" Mama.. sepatu eza dimana ". Ucap anaknya itu yang sedang berdiri dipintu dapur dengan pakaian sekolahnya namun belum pakai sepatu.


" Eh..sayang mama letakin di dekat lemari loh, sama dekat sepatu papa kamu ". Ucapnya Isma dengan lembut sambil meletakan minuman teh di meja makan untuk mertuanya.


" Sudah mah, tapi tidak ada ". Ucap Reyza .


Reyza memang sudah sekolah kini ia baru kelas 1 SD .


" Ya ,sudah nanti carikan bentar ya sayang ". Ucap isma .


" Mia , maaf ya mbak tinggal dulu sebentar kamu bisakan ". Sambung isma .


" Ia , bisa kok mbak lagi pula sebentar lagi sudah selesai ,jadi gapapa mbak urus saja dulu eza , biar Mia saja ". Ucap Mia sambil meletakan ayam,telor, dan sayur sop ayam yang baru ia selesai masak ke meja makan .


Mia dan isma memang sengaja memasak 2 menu ,nasi goreng ,sama nasi putih takutnya ada yang gak mau makan nasi goreng gitu .


Mia menyiapkan semua makanannya dimeja makan , dan mama mertuanya kembali ke kamar untuk memanggil suaminya untuk sarapan .


Dan setelah selesai semua, semua orang dirumah kini sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi .


" Oh ya , han kamu gimana pekerjaan baru mu itu lancar ?" tanya Reyno disela-sela makannya .


" Alhamdulilah lancar pah ". jawab Reyhan .

__ADS_1


" Syukurlah ". Ucap Reyno .


Semua orang yang disana hanya ikut senang, mendengarnya .


" Oh ya, sayang mas mungkin hari ini akan sibuk jadi bisa jadi pulangnya agak malam ya , gapapa kan ". Ucap Angga kepada istrinya .


" Iya mas ,gapapa mas tapi jangan lupa nanti makannya jangan telat ya ". Ujar Mia tersenyum .


" Iya sayang ". Sahut Angga .


Pembicaraan mereka berakhir, setelah semuanya sudah selesai dengan acara sarapan pagi mereka .


Reyhan dan Reyza sudah berangkat duluan , dan kemudian Angga berpamitan dengan istrinya dan orang tuanya itu .


Kini dirumah tinggal hanya para wanita saja .


Karena Reyno juga pergi katanya ada urusan ingin bertemu dengan adiknya dirumah adiknya itu yang tak lain adalah Reyni ibu dari Jessy dan Riska .


" Sayang mama mau ke rumah toko kue mama dulu ya ". Ujar Nisa.


Nisa memang punya toko kue, karena itu impiannya yang dari dulu ingin punya toko kue . Tokonya sekarang semakin ramai karena mengeluarkan menu-menu baru dan itu berkat nenek salimah , dan benar mereka bekerja sama sekarang karena nek salimah juga suka sekali buat kue .


" Oh iya mah hati-hati ya ".Ujar Isma dan Mia .


" Iya sayang, kalian juga hati-hati di rumah ya apalagi kamu Mia jangan cape-cape ya nak , kamu harus jaga kandungan kamu ". Ucap Nisa tersenyum .


" Iya mama ". Ucap Mia tersenyum .


Setelah Nisa berpamitan dengan para menantunya, kini Isma dan Mia . lagi beberes rumah ,dan setelah itu Mia beristirahat di sofa dengan isma mereka mengobrol seputar kehamilan .


Dikantor tempat kerja Reyhan, Reyhan kini sedang bekerja dimeja kerjanya dengan fokus, tiba-tiba sekertaris dari bosnya itu menghampirinya.


" Pak Reyhan, anda dipanggil ke ruangan Bu Alice ". Ucap sekertarisnya Alice yaitu Katie .


" Ada apa ya dia manggil aku ". Batin Reyhan yang sedikit gugup .


Dan orang-orang disana hanya saling berbisik satu sama lain , dan penasaran ada apa karyawan baru dipanggil bos mereka itu .


" Mari, ikutin saya ". Ujar Katie yang sedikit dingin dengan Reyhan .


" Iya ". sahut Reyhan dan mengikutinya dari belakang .


Dan setelah sampai didepan ruangan Alice , Katie mengetuk pintunya. dan Alice yang di dalam mempersilahkan mereka untuk masuk.


Setelah masuk ruang itu Alice menyuruh Katie untuk pergi keluar dari ruanganya dan meninggalkannya berdua dengan Reyhan .


" Silahkan duduk Rey ". Ucap Alice tersenyum yang sedang duduk dikursi kerjanya itu, penampilan Alice begitu cantik,dan sexy dengan baju kerjanya itu .


" Iya ". sahut Reyhan .


" Gini Rey aku memanggilmu kesini karena aku butuh bantuanmu, dan cuma kamu yang bisa membantuku ". ucap Alice .


" Apa ? kenapa juga cuma hanya aku yang bisa kenapa bukan yang lain ". Ucap Reyhan bingung .


" Kamu ikut denganku sekarang ". Ujar Alice bangkit dari duduknya dan keluar ruangan dan Reyhan mengikutinya .


Dan alice kini sudah duduk dimobilnya, namun Reyhan tetap berdiri saja .


" Jangan berdiri saja kamu masuk ikutin aku ". ujar Alice .


" Baik ". Ucap Reyhan .


Reyhan duduk didepan bersama sopir sedangkan Alice duduk dikursi penumpang bersama Katie sekertarinya itu .


Kini mobil miliknya Alice membawanya ke rumah sakit , dan pas sudah sampai disana Reyhan merasa bingung kenapa Alice membawanya kesini apa tujuannya .


" Ayo kita masuk ". Ucap Alice .


" Baiklah,tapi kita mau apa kesini ?". Tanya Reyhan penasaran .


" Kamu akan tahu nanti jawabannya sendiri didalam sana ". Ucap Alice yang melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit .

__ADS_1


Reyhan hanya pasrah mengikuti Alice , Alice memasuki ruang rawat rumah sakit, ruangannya cukup besar karena ini ruangan VIP , Disana terbaring pria paru baya , dan itu adalah Ayahnya Alice .


Alice, Reyhan, dan menghampiri pria itu .sedangkan Katie menunggu mereka di mobil dengan sopir karena perintah Alice .


" Al.. inikah laki-laki yang kamu maksud ". Ujar Ayahnya Alice .


" Iya Ayah dia, Reyhan ". Sahut Alice .


Reyhan hanya bingung dengan percakapan anak ayah ini .


" Iya Pak , saya Reyhan ". Ucap Reyhan menyalami Ayahnya Alice meski dirinya masih bingung dengan apa tujuannya Alice membawa kesini .


" Iya nak ". Ucap Ayah Alice tersenyum .


" Dia calon suamimu nak ?". Tanya Ayahnya Alice .


Mata Reyhan melotot, karena kaget apa yang diucapkan Ayahnya Alice .


" Iya ayah , dia orangnya , dan kami akan segera menikah ". Ucap Alice tersenyum dengan santainya sambil menggandeng lengan Reyhan .


Reyhan semakin kaget dengan apa yang dilakukan dan diucapkan Alice didepan ayahnya .


Dan segera Reyhan berbicara dengan Alice .


" Aku mau bicara empat mata sama kamu ". Ucap Reyhan .


" Baiklah , bentar ya ayah nanti aku kesini lagi ". Ujar Alice tersenyum .


" Iya anakku ". Ucap Ayahnya .


Reyhan melangkahkan kakinya ke luar ruangan dan Alice mengikutinya .


Kini mereka sudah ada diluar ruangan itu .


" Apa maksudmu bicara begitu ". Ucap Reyhan yang sedikit emosi .


" Ya aku ..Aku minta tolong banget sama kamu Rey tolongin aku supaya kamu bisa pura-pura jadi calon suamiku ya demi melihat papa sembuh Rey ". Ujar Alice .


" Kamu tahu sendiri aku sudah beristri dan punya anak , aku mana bisa melakukan hal itu, kenapa kamu tidak meminta kepada orang lain ,kenapa harus aku ?". Tanya Reyhan yang masih sedikit emosi .


" Karena aku mencintaimu, aku percaya kamu, dan lagipula ini kan cuma pura-pura Rey , akan aku bayar kok kalau kamu mau bantu aku ,berapa pun yang kamu minta aku kasih Rey demi melihat papa aku senang Rey ". Ucap Alice .


" Al... Lupain perasaan kamu ke aku , dan maaf aku gak bisa bantuin kamu apapun alasannya maaf aku gak bisa ". Ucap Reyhan lalu melangkahkan kakinya yang ingin keluar dari rumah sakit itu .


" Apa sih Rey kurangnya aku, sehingga kamu sedikitpun gak bisa melihat ketulusan cinta dari diriku sedikit saja, kalau kamu tak mau membantu diriku , kamu bisa pergi dari perusahaanku Rey ". Ucap Alice membuat langkah Reyhan terhenti .


Alice melihat Reyhan berhenti melangkahkan kakinya itu, ia tersenyum .


dan Reyhan membalikkan tubuhnya menghadap Alice .


" Baiklah ,kalau memang itu keputusan mu aku akan pergi , terimakasih sebelum kamu menerimaku untuk bekerja diperusahaanmu ,dan maaf aku tak bisa membantumu ". Ucap Reyhan melangkahkan kembali kakinya untuk pergi dari sana .


" Rey, rey kamu itu terlalu jual mahal padaku, padahal sekarang hidupmu sedang susah , aku tahu perusahaan papamu itu kini sudah bangkrut , tapi sikapmu masih saja seperti orang berpunya saja Reyhan , akan kupastikan hanya aku yang bisa mendapatkanmu apapun caranya ". Ucap sinis Alice dan tersenyum .


Reyhan kembali keperusahaan Alice untuk merapihkan barang-barangnya, dan orang-orang disana melihatnya dan saling berbisik Reyhan mengabaikan apa yang mereka bicarakan .


Reyhan kini pulang menggunakan motornya, harta satu-satu miliknya yang tidak disita oleh bank, ia menghentikan motornya dipinggiran jalan , dan ada seseorang yang mengikutinya .


Orang itu ada didalam mobil tidak jauh dari tempat Reyhan memakirkan motornya disana .orang itu sedang membidikan pistol ditangannya kearah Reyhan . Kemudian suara tembakan terdengar disana .


Dor..dor..dor..


Tiga kali orang itu menembakan peluru pistolnya, kearah Reyhan .


Reyhan awalnya menghindar dan bisa lolos akan tetapi peluru terakhir mengenai lengan kanannya . Reyhan yang terkena tembakan itu akhirnya jatuh pingsan . orang-orang yang berada disana langsung berkerumun ,melihat Reyhan dan mereka langsung membawanya ke rumah sakit terdekat .


orang yang menembak Reyhan pergi begitu saja, dan langsung menelpon orang yang menyuruhnya .


" Tugas berhasil ". Ucapnya tersenyum bahagia .


" Bagus ..". Ucap seseorang diseberang telpon dengan senyuman bahagianya .

__ADS_1


" Hahaha..hahaha...". Tawa seseorang yang menyuruh menembak Reyhan .


__ADS_2