
Dipagi hari yang cukup cerah, Angga kini sudah siap untuk pergi kekantor milik Julian ayahnya mertuanya .
Karena Angga kemarin yang meminta Khanza untuk dirinya bisa bekerja kembali dikantor ayahnya seperti dulu yang Khanza bilang padanya .
" Sayang, beneran kamu ingin bekerja sekarang , apa gak nanti saja ? ". Tanya Khanza yang kini sedang merias dirinya didepan kaca riasnya .
" Iya , lagipula aku bosan dirumah terus tanpa melakukan apa-apa , aku ingin sesekali berbaur dengan orang lain tak apa kan ". Ucap Angga yang memakai dasinya .
" Mmm..ya sudah kalau memang itu membuat kamu bahagia aku turuti saja kemauan kamu ". Ucap Khanza yang kini berdiri menghampiri Angga dan mencoba merapihkan dasi yang dikenakan suaminya itu .
" Oh ya kamu kerjanya jangan capek-capek ya nanti ". Ucap Khanza tersenyum .
" Iya sayang ". Ucap Angga yang mengecup kening Khanza , Khanza pun yang mendapatkan kecupan dari Angga pun tersenyum .
Sejujurnya Angga gak mau melakukan itu, tapi ini demi Rencananya , ia tak ingin membuat Khanza curiga kepadanya dengan sikapnya .
" Ya sudah yuk, kita sarapan pagi dulu ". Ajak Khanza kepada suaminya itu .
" Ayo ". Ucap Angga sambil merangkul Khanza .
" Eh .. anak papa dan mantu papa sudah siap-siap saja ini , ayo kita sarapan bibi sudah menyiapkan semuanya ". Ucap Julian yang sudah duduk dimeja makan .
" Oh ya pah , Khanza gak bisa ikut ke kantor papa karena ada urusan di galeri ,aku titip mas Rudi ya sama papa selama dikantor ". Ujar Khanza .
" Iya sayang tenang saja, suami mu itu papa yang jagain ya kan Rud ". Ucap Julian tersenyum .
" Iya , tenang saja sayang aku akan baik-baik saja kok disana lagian kan ada papa juga kan ". Ucap Angga yang memegang tangan Khanza sambil tersenyum .
" Mmm..iya sayang ". Ucap Khanza tersenyum .
__ADS_1
Setelah acara sarapan pagi selesai , Angga dan Julian kini berangkat ke arah kantor milik julian dan disitu pula Angga akan melaksanakan rencananya . Sedangkan Khanza pergi ke Galeri lukisannya karena ada urusan disana .
Setelah sampai dikantor yang bernama Julian Group .
Angga kini diperkenalkan kesalah satu staf karyawan yang nanti akan menjadi sekertarisnya .
" Silahkan duduk nak ini ruangan kerjamu disini, kamu disini sebagai wakil direktur perusahaan ini ". Ucap Julian .
" Tapi pah, apa ini tidak terlalu berlebihan untuk Rudi ". Ucap Angga yang pura-pura tidak senang padahal mah senang banget ia ditempat dibagian itu, dan itu akan mempermudah dia untuk menghancurkan Adam lewat perusahaan Julian ini .
" Berlebihan apa sih Rud, papa malah senang kalau kamu suatu saat nanti bisa gantiin papa kalau papa pensiun dan bisa jagain Khanza terus , karena bagi papa Khanza itu sangat berarti sekali buat papa ". Ucap Julian membuat Angga menjadi tidak tega mendengarnya , apa ia terlalu jahat memanfaatkan Khanza untuk ambisinya .
" Ah.. kenapa gua jadi bimbang gini sih, gua gak boleh terbawa perasaan, mereka juga jahat kok sama gua sudah nipu gua selama gua gak ingat apa-apa , ya seharusnya impas dong , tujuan gua mah kan cuma nghancurin Adam ,bukannya ngambil alih perusahaan yang milik mereka ". Batin Angga .
" Makasih pah ,sudah mempercayakan perusahaan ini sama Rudi dan Rudi janji akan jagain Khanza terus, sampai kapanpun ". Ucap Angga tersenyum .
" Ya sama-sama nak, papa percaya kamu bisa jagain Khanza nak ,oh ya bentar lagi sekertaris kamu akan datang , papa tinggal dulu ya nak ". Ucap Julian yang pamit .
Setelah Julian pergi Angga duduk dikursi meja kantornya .
" Ahh.. akhirnya gua bisa kerja juga, apalagi yang gua terima jabatan Wakil direktur loh, wow , ya meski gua gak ngerti-ngerti amat sama yang namanya bisnis tapi gua berpengalaman lah pas kerja diperusahaan papa, ah kalau ngebahas itu gua jadi kangen mama papa , sama istri anak juga ". Batin Angga .
" Tunggu Angga mah pah, Mia ,Rama aku pasti akan datang menemui kalian lagi dan kita akan berkumpul kembali setelah tujuanku berhasil ". Batin Angga tersenyum .
Saat Angga sedang melamun seseorang mengetuk pintu ruangan kerjanya membuat Angga yang sedang melamun pun langsung tersadar .
Tok...tok..tok..
" Ya silahkan masuk ". Ucap Angga yang membenarkan posisi duduknya .
__ADS_1
" Permisi pak saya sekertaris baru bapak yang akan membantu segala pekerjaan bapak ". Ucap sekertaris itu dengan sopan .
" Oh ya ". Ucap Angga yang melihat kearah sekertaris itu karena dirinya dari tadi hanya melihat ponselnya pura-pura so cool .
Betapa kagetnya Angga ternyata sekertaris barunya itu Reva orang yang ia kenal .
" Hah.. jadi dia sekertarisku , kenapa bisa Reva yang jadi sekertarisku ". Batin Angga yang keheranan .
Begitu pun dengan Reva ia kaget ternyata yang jadi bos nya itu Angga .
" Kak Angga ". Ucap Reva sambil menutup mulutnya dan menjatuhkan beberapa map kerjaan yang harus Angga kerjakan sekarang .
" Gawat dia gak boleh sampai curiga kalau aku ini Angga ". Batin Angga .
" Apa maksud kamu, saya ini Rudi bukan Angga yang kamu maksud , kenapa sih semua orang beranggapan kalau saya ini Angga setelah Mia dan keluarganya yang beranggapan kalau saya ini keluarga mereka sekarang kamu juga , sebenarnya ada apa sih ini ". Ucap Angga yang marah .
" Maaf pak saya tidak bermaksud membuat bapak marah, saya cuma tidak menyangka saja wajah bapak itu mirip sekali dengan Angga , orang yang saya kenal ". Ucap Reva yang meminta maaf karena membuat bos nya itu marah dan mengambil kembali map-map yang berjatuhan itu .
" Ya sudahlah , lupakan saya tidak ingin membuang waktu , oh tadi nama kamu siapa ". Ucap Angga yang mengalihkan pembicaraan mereka .
" Saya Reva Permatasari pak ". Ucap Reva yang sedikit gugup karena masih takut tadi bosnya itu marah terhadapnya .
" Oh ya , silahkan kembali ketempat kerjamu ". Ucap Angga .
" Baik pak, sebelum nya ini berkas-berkas yang harus bapak pelajari, kalau tidak ada yang tidak dimengerti tanyakan saja pak pada saya ". Ucap Reva .
" Baiklah, tolong kamu jelaskan dulu bagaimana pun saya pun baru kerja kembali disini ". Ucap Angga memerintah .
" Baik pak ".
__ADS_1
. . . . . . .