
Ini adalah hari terakhirku disini kata itu yang mungkin ada dibenak Angga sekarang.
" Kenapa sampai hari ini pun aku belum ingat semuanya, kenapa ya Allah aku ingin sekali ingat siapa aku ini , dan siapa diantara mereka berdua yang benar Mia atau Khanza ". Batinnya Angga sambil duduk dibangku taman kota .
" Besok adalah hari pernikahanku dengan Khanza namun kenapa rasanya hatiku ragu padanya apa dia berbohong padaku ,dan Mia yang jujur tapi entahlah aku gak bisa yakin sekarang sebelum aku ingat semuanya , Ya Allah beri petunjuk kebenaran padaku ya Allah ". Gumam Angga .
Sekarang Angga berdiri dan melangkahkan kakinya untuk jalan-jalan mungkin ada tempat yang bisa ia kenali dan ingat .
Setelah beberapa jam ia berjalan matanya tertuju pada bangunan sederhana ia seperti mengenal bangunan itu .
" Kenapa tempat ini seperti tak asing ya bagiku, ada apa ini Argh...". Gumam Angga sambil memegang kepalanya yang pusing .
Mia yang dari tadi berkeliling mencari suaminya yang pergi dan tak pamit padanya menjadi khawatir sampai akhirnya menemukannya didepan studionya yang dulu dan kini sudah berpindah tempat .
Mia langsung turun dari mobilnya ketika melihat suaminya seperti kesakitan didepan studio itu ,yang kini berubah menjadi cafe kecil .
" Mas, mas kamu kenapa ". Ucap mia yang panik dan langsung memegang bahu suaminya .
" Mmm..entahlah aku juga gak tahu kenapa kepalaku sakit, setelah melihat bangunan ini sepertinya aku ingat sesuatu ".
" Kamu ingat ,ingat apa mas ?". Tanya Mia yang sedikit bahagia mendengar suaminya
ingat sesuatu .
" Aku seperti pernah kesini , enggak-enggak...tepatnya aku sering kesini ". Ucap Angga .
Mia hanya tersenyum bahagia mendengarnya .
" Karena kamu memang sering kesini, kamu bekerja disini sebagai pelukis ". Ucap Mia tersenyum sambil melihat ke arah cafe sederhana itu .
" Pelukis ". ucapnya sambil melihat kearah Mia .
" Ya pelukis ,ah begini saja kita ngobrolnya didalam saja , bentar aku ambil Rama dulu didalam mobilnya ". Ucapnya Mia melangkahkan kakinya menuju mobil untuk mengajak Rama anaknya untuk masuk ke dalam cafe itu .
" Ayo mas, kita ngobrolnya didalam saja biar enak ". ajaknya Mia kepada suaminya .
Lalu Angga mengikuti langkah Mia untuk masuk kedalam cafe itu Mia memilih tempat duduk yang dekat kaca .
Cafenya cukup ramai .
" Mmm..gimana ". Ucap Angga .
" Mmm..gini kamu itu pelukis Angga kamu pelukis yang cukup handal lukisan kamu bagus , kamu mempunyai satu karyawan namanya Erwin ". Ucap Mia tersenyum .
" Erwin ".
" Ya Erwin karyawan kamu satu-satunya ia yang membantumu distudio untuk mengantarkan lukisan-lukisan kamu kepada para pelanggan , kamu sering dapet orderan lukisan dan kamu yang melukis semua orderan lukisan itu dan erwin yang mengantarkannya ". ujar Mia sambil menggendong anaknya .
__ADS_1
" Kamu bisa temuin aku sama dia ". Ucap Angha .
" Bisa, nanti setelah kita sarapan disini kita ke studionya kamu ya yang sekarang dikelola sama mas Reyhan ". Ucapnya Mia tersenyum .
" Iya ". Sahutnya tersenyum .
" Oh ya mas kamu lihat ada lukisan aku dikamar kita , kamu tahu itu lukisan yang kamu buat ,buat aku loh mas , kata kamu dulu itu lukisan yang kamu buat agar kamu bisa selalu lihat aku kalau aku jauh darimu ". Ujarnya Mia .
" Oh ya, iya aku pernah melihatnya , kamu cantik dalam lukisan itu ". Ucap Angga yang spontan membuat Mia tersenyum karena baru kali ini lagi suaminya memujinya .
" Bisa saja kamu ". Sahutnya Mia tersipu malu .
" Iya beneran cantik ". ucapnya tersenyum .
Setelah mereka makan dicafe itu Mia langsung membawa Angga ke studionya Angga yang sekarang dikelola oleh kakaknya nya yaitu Reyhan .
kira-kira seperti ini lukisan Mia yang dibuat Angga .
Angga dan Mia sudah sampai ditempat tujuan mereka, yaitu di studio lukisan Angga , tempatnya cukup besar dan luas karena lukisan-lukisannya banyak juga yang dibuat , pelukis yang menggantikan Angga ada 5 orang pelukis yang cukup handal yang dipekerjakan, dan 5 karyawan lainnya yang siap mengantar pesanan-pesanan pelanggan dan tentunya ada erwin sebagai manager keuangan dan Reyhan sebagai pemilik studio itu bersama Angga, namun dikarenakan adiknya itu tidak bisa bekerja sekarang jadi ia yang mengelolanya .
" Ayo mas masuk, kita ketemu sama mas Reyhan dulu tadi aku sudah hubungi dia ". Ucap Mia sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam studio yang besar itu .
" Iya ". sahut Angga yang mengikuti Mia dari belakang .
" Assalamualaikum mas ". Ucap Mia dan Angga bersamaan.
" Waalaikumsalam , oh ya kalian ada apa datang kesini tumben, apa ada yang bisa mas bantu ". tanya Reyhan yang duduk disofa diruangannya bersamaan dengan Mia dan Angga .
" Mmm..gini mas , mas Angga katanya mau ketemu Erwin siapa tahu kalau dia ketemu Erwin ia bisa ingat sesuatu, soalnya pas didepan studionya yang waktu dulu ia kayanya ingat sesuatu , mas ". Ucap Mia menjelaskan .
" Wah.. bagus dong kalau Angga bisa ingat sesuatu , baiklah tunggu mas panggil erwin dulu ". Ujar Reyhan lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Erwin .
" Assalamualaikum pak Reyhan , ada apa ya telepon saya ". ucap Erwin diseberang telepon sana .
" Waalaikumsalam, gini win kamu keruangan saya ya , Angga mau ketemu kamu ". Ucapnya Reyhan yang menelpon Erwin sambil melihat kearah Angga .
" Baik pak saya kesana sekarang ". Ucap Erwin .
Lalu Reyhan memutuskan sambungan teleponnya .
Tak butuh waktu lama Erwin pun sudah datang ke ruangan Reyhan .
Tok..tok..tok..
" Masuk saja win , gak dikunci ". Ucap Reyhan yang kedengaran ke luar .
__ADS_1
" Permisi pak ". Ucapnya Erwin .
" Silahkan duduk win ". Ucap Reyhan .
" Terimakasih pak ". Sahut Erwin .
" Saya manggil kamu ,karena Angga mau ngobrol sama kamu karena siapa tahu kamu bisa bantu dia mendapatkan ingatannya kembali ". Ucap Reyhan to the poin .
" Iya pak saya pasti akan bantu mas Angga ,apa kabar mas Angga, saya senang mas Angga akhirnya kembali ". Ucap Erwin tersenyum .
" Baik, kita ngobrolnya diluar saja ya saya mau bicara sama kamu berdua ".Ujar Angga .
" Ya sudah kalian bicara saja diluar ,gapapa win kamu temenin Angga ya bantu dia supaya mendapat ingatannya kembali ". Ucap Reyhan .
Dan Mia hanya mengiyakan saja apa mau suaminya itu, yang penting suaminya itu bisa mendapatkan ingatannya kembali .
" Iya pak, mari mas Angga saya temanin ". Ucap Erwin tersenyum sambil bangkit dari duduknya .
Angga dan Erwin berjalan keluar gedung sambil mengobrol .
" Gini win, saya hilang ingatan saya ingin kamu bantu saya ceritakan semuanya yang kamu tahu tentang saya ya ". Ucapnya Angga .
" Baik mas Angga, saya ceritakan ". Ucapnya Erwin .
Dan beberapa jam kemudian Erwin sudah menceritakan semuanya tentangnya mulai dari Angga membangun usaha lukisannya dari nol sampai akhirnya sukses sampai sekarang .
" Jadi begitu ". Ucap Angga .
" Iya mas, begitulah cerita mas membangun usaha lukisan ini, dan oh ya dulu mas sering pakai motor kesayangan mas kalau ke studio gak pernah pakai mobil kata mas lebih enakan pakai motor ". Ucap Erwin .
" Oh ya, tapi dirumah saya gak pernah lihat motor ,tapi cuma mobil kamu kira-kira tahu dimana motor saya ". Ucap Angga bertanya .
" Mmm..motor mas rusak ancur, karena kecelakaan itu , dan kami menemukan bangkai motor mas aja tapi mas Angganya gak ketemu tapi Allah berkata lain ,mas Angga kembali juga kan ke tengah-tengah keluarga mas ". Ucap erwin tersenyum .
" Mmm..gitu sayang sekali motornya rusak, padahal saya ingin sekali melihatnya siapa tahu saya bisa mengingatnya ". Ucap Angga .
" Yang sabar saja mas ,saya yakin mas pasti bisa ingat semuanya ". Ujar Erwin mengelus-elus bahu Angga .
" makasih ya win, sudah mau menjelaskan semuanya pada saya ". sahut Angga .
" Sama-sama mas , saya malah senang bisa bantuin mas Angga nya ".
Dan Angga hanya membalasnya dengan senyuman .
Setelah selesai ngobrolnya Angga dan Mia pamit kepada Reyhan dan juga Erwin ,untuk pulang .
. . . . . .
__ADS_1