
Rudi melihat kearah orang yang menepuk bahunya itu ternyata orang itu adalah ...
" Loh kamu, kamu ngapain disini ?". Tanya Rudi .
" Aku yang seharusnya nanya ke kamu, kamu ngapain kesini Rud, apa kamu sakit kenapa gak bilang sama aku kan aku bisa menemani kamu ". Ucap Khanza kelihatan khawatir .
" Aku..aku kesini cuma mau periksa saja kok kepalaku agak pusing ". sahut Rudi yang sedikit gugup .
" Oh ya sudah aku temani ya ". Ucapnya tersenyum sambil menggandeng tangan Rudi ke dalam , Rudi menuruti saja kemauan Khanza ia tak ingin kalau Khanza curiga kalau sebenarnya ia sedang mencari seseorang .
Rudi tak ingin Khanza tahu kalau ia masih tak percaya kalau ia keluarganya, karena ia ingin memastikannya sendiri .
Pemeriksaan Rudi pun sudah selesai, Khanza pamit duluan untuk pergi ke Galerinya untuk mengurus lukisan-lukisannya yang akan di lelangkan bersama lukisan-lukisan pelukis lainnya nanti malam sekalian ia ingin mengumumkan pernikahannya dengan Rudi .
Dan ini kesempatan untuk Rudi pergi sendiri, ia menyuruh pengawal yang mengantarnya pergi duluan namun pengawal itu memaksa untuk menemaninya .
" Saya cuma ingin pergi sendiri pak saya mohon tinggalkan saya sendiri kalau pun saya lupa jalan pulang saya akan telepon khanza ". Ucap Rudi yang agak kesal .
" Iya saya mengerti tuan tapi ini juga perintah dari nona khanza untuk menemani terus tuan ,kemana pun tuan pergi ". Sahutnya .
" Tapi .. ". Ucap Rudi .
" Silahkan tuan masuk biar saya antar tuan kemana pun tuan pergi ". Ucapnya dengan senyumannya .
" Oke ". Sahut Rudi yang terpaksa masuk mobil dan pasrah diantar oleh pengawal pribadinya .
" Mungkin lain kali aku bisa mencarinya ".Batin Rudi yang duduk dikursi penumpang .
Mobil yang ditumpangi Rudi berpapasan dengan mobil yang dikendarai oleh Adam tepat dilampu merah .
Adam yang sedang memegang ponsel karena ia sama-sama duduk dikursi penumpang ia melihat kearah mobil yang disebelahnya ia melihat sosok seseorang yang ia kenal yaitu Angga .
" Angga..". Gumamnya yang kaget melihat Angga masih hidup .
" Dia masih hidup, apa benaran itu Angga ". Gumamnya sambil menurunkan kaca mobilnya karena ingin melihatnya dengan jelas .
Namun sayangnya lampu hijau sudah menyala sehingga mobil yang ditumpangi Rudi itu melajukan mobilnya .
" Pak tolong ikutin mobil itu ". Ucapnya Adam yang ingin memastikan itu Angga apa bukan .
" Baik tuan ". sahut sopir itu sambil mengendarai mobilnya mengikuti mobil sedan warna hitam yang dikendarai Rudi .
" Kejar terus pak ,jangan sampai kita kehilangan jejaknya ". Ucapnya Adam .
" Iya tuan ". sahutnya .
Mobil yang ditumpangi Rudi mengarah ke arah perumahan mewah , dan mobil itu langsung masuk ke rumah yang besar dan mewah Adam yang mengikutinya hanya bisa takjub melihatnya , tapi juga merasa heran kenapa Angga bisa sekaya ini sekarang .
Adam yang penasaran ia ingin masuk juga namun seseorang menghubunginya terlebih dahulu dan menyuruhnya untuk segera ke kantor . Adam terpaksa pergi karena ini lebih penting daripada mengurus urusan Angga .
Rudi yang sudah kembali ke rumah Khanza hanya berdiam diri saja dikamarnya . ia sedang berpikir gimana caranya ia bisa pergi sendiri tanpa ada seseorang yang mengikutinya .
Mia yang dirumah sibuk sedang mengurus anaknya, sambil berkerja menjual baju-baju online nya . Usaha nya kini sudah semakin maju dan berkembang bahkan ia sekarang sudah membuka toko baju nya sendiri .
ia mempunyai 2 karyawan untuk membantunya ditoko, karena ia gak bisa ke toko karena harus mengurus anaknya juga jadi ia bekerja dirumah namun sesekali juga ia pergi ke toko untuk mengeceknya .
Mia memulai bisnis ini memang sejak saat ada suaminya ,namun belum semaju sekarang . Karena ia juga bertekad ia harus membiayai kehidupannya dan anaknya juga karena suaminya belum kembali jadi ia harus bekerja keras untuk mencukupi biaya hidupnya dan anaknya .
Terkadang Mia berpikir kenapa suaminya tidak kembali padahal ia yakin waktu itu ,itu suaminya itu Angga, namun kenapa suaminya tidak mengenali dirinya apakah terjadi sesuatu pada dirinya, apakah Angga mengalami amnesia lagi seperti dulu .
Kenapa Angga pergi lagi dirinya, namun dirinya masih mengharapkan Angga untuk kembali, berkumpul lagi menjadi keluarga bahagia seperti impiannya .
#Malam Hari
Malam hari pun tiba, di Galeri Lukisan yang lumayan besar sudah berkumpul banyak orang-orang , mereka semua disini untuk menghadiri acara pelelangan Lukisan-lukisan yang dibuat oleh pelukis yang cukup terkenal .
Yang datang kebanyakan dari kalangan atas, Namun ada juga dari kalangan bawah hanya untuk meramaikan acara .
Rudi dikamarnya masih melamun dibalkonnya ia sudah berpakaian rapi ia memakai baju kemeja putih dengan dasi berwarna abu-abu dan juga celana panjang hitam.
Khanza yang menunggu Rudi untuk turun dari kamarnya karena kamarnya ada dilantai 2 .
__ADS_1
Namun sudah cukup lama Khanza menunggu Rudi belum turun juga ,ia langsung menyusulnya .
" Sayang kamu kenapa, kok lama ,aku nungguin kamu lama loh ". Ucapnya sambil membuka pintu kamar Rudi .
Khanza melihat sekeliling kamar Rudi namun Rudi tidak ada, pas ia melihat kearah balkonnya Rudi berdiri disana .
" Sayang, ayo kita harus pergi , sudah terlambat ini ". Ucapnya Khanza sambil membawa jasnya Rudi dan menghampiri Rudi dibalkon .
" Eh... iya , maaf tadi kepalaku hanya pusing sedikit ". sahutnya sambil memakai jas hiyam yang dibawa oleh Khanza .
" Kamu sakit kah, ya sudah kamu istirahat saja dirumah biar aku saja yang datang ". Ucapnya .
" Gapapa kok ayo kita berangkat ".Sahutnya .
" Beneran gapapa ,aku takutnya kamu kenapa-kenapa nanti disana ". Ucapnya yang khawatir.
" Iya gak usah khawatir aku baik-baik saja ".
sahutnya tersenyum .
" Ya sudah kalau kamu bilang seperti itu ,ayo ". Ucapnya tersenyum .
" Iya ".sahutnya .
Ditempat acara semua tamu sudah berdatangan , termasuk Reyhan .
ia juga datang karena disana ia harus memamerkan lukisan-lukisan miliknya seperti pelukis lainnya .
Khanza dan Rudi sudah datang ke acara itu, dan sudah duduk dibangku yang sudah disediakan . Namun Khanza pergi duluan karena Rudi izin ke toilet dahulu .
Khanza sudah duduk disana bersama Ayahnya yaitu Julian Prasetya .
Rudi yang sudah selesai ke toilet langsung menuju ke tempat yang Khanza tunjukan tadi , sebelum ia ke toilet .
" Khanza mana ya ". Gumamnya sambil melihat sekeliling kursi para tamu .
Namun langsung ada seseorang yang menarik tangannya dan langsung membuat Rudi kaget .
" Hah..siapa ". Ucapnya yang kaget .
" Siapa kamu ?".tanya Rudi keheranan karena tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya .
" Gua ,masa lo gak kenal gua ". Ucap Adam yang sama bingungnya kenapa Angga yang ada dihadapannya ini tidak mengenalinya , apa Angga ini pura-pura tidak mengenalnya.
" Maaf apa sebelumnya kita saling kenal ". tanyanya penasaran karena mungkin orang yang ada dihadapannya ini mengenal dirinya dan tahu siapa dirinya yang sesungguhnya .
" Mmm..itu , kamu adalah ..kam.. ". Ucapan Adam terpotong oleh Khanza yang baru saja datang .
" Sayang ternyata kamu disini, aku cariin kamu loh dari tadi ". Ucapnya yang tiba-tiba datang dan langsung merangkul lengan Rudi .
Adam yang melihat kedatangan Khanza hanya kaget apalagi pemandangan yang ada dihadapannya ini ,sebenarnya ada apa ini hanya itu yang ada dipikiran Adam sekarang .
Rudi sama halnya kaget atas kedatangan Khanza .
" Maaf tadi aku juga sebenarnya mencarimu tapi aku tidak tahu kalau acaranya sebesar ini jadi aku susah nyari kamu dikerumunan banyak orang seperti ini ". Ujarnya .
" Oh kaya gitu ". sahut Khanza tersenyum .
" Ya , oh ya ini ada orang kayanya dia mengenal aku deh ,kenalin eh maaf tadi kita gak sempat berkenalan nama saya Rudi ". Ucap Rudi sambil menjulurkan tangannya .
" Adam ". Ucap Adam tersenyum .
" Kenapa dia menyebut dirinya itu Rudi, jadi dia ini bukan Angga , atau memang Angga tapi dia tak ingat siapa dia ". Batinnya Adam yang masih bingung .
" Oh ya, aku Khanza pemilik Galeri ini sekaligus tunangannya Rudi ". Ucapnya memperkenalkan diri ke Adam .
" Oh iya, Saya Adam Brawijaya ,pemilik perusahaan Brawijaya ". Ucapnya tersenyum .
" Iya senang berkenalan dengan anda Tuan Adam mari silahkan nikmati acaranya ". sahut Khanza tersenyum .
" Tunggu dulu ada yang ingin saya tanyakan apakah kamu mengenal saya , maaf soalnya saya lupa dengan orang-orang yang sebelumnya saya kenal saya baru mengalami kecelakaan saya lupa segalanya , apakah kamu ini orang yang saya kenal ? ". Tanya Rudi serius .
__ADS_1
" Mmm..soal itu ". ucap Adam
" Aduhh... Kalau dia memang mengenal Rudi , dan ia orang yang pernah dekat sama Rudi dimasa lalu gimana apa Rudi akan meninggalkan aku karena aku membohonginya soal kehidupannya ". Batin Khanza yang ketakutan .
" Ya , aku mengenal kamu , dan nama kamu ". Ucap Adam yang tersenyum mengarah ke arah Khanza .
" Gawat ... ". Batin Khanza karena melihat tatapan dari Adam .
" Kamu Rudi , temanku waktu SMA dulu ya walaupun kita tak begitu dekat tapi aku mengenal kamu ". Ucapnya tersenyum melihat ke arah Khanza yang kelihatan panik dari tadi .
Adam sudah mengerti sekarang ,bahwa yang dihadapannya ini memang Angga suami dari Mia yang hilang dan ia mengalami hilang ingatan, dan ia menjadikan ini kesempatan baginya untuk mendapatkan Mia .
" Oh ya kalau begitu aku teman kamu , bisa kamu ceritakan sedikit tentangku dulu karena aku ingin tahu gimana aku dulu ". Ucapnya Rudi tersenyum bahagia .
" Syukurlah ia tidak mengatakan hal yang sebenarnya, tapi sepertinya ia memang mengenal Rudi dimasalalu ". Batin Khanza lega namun masih takut kalau Adam mengatakan yang sebenarnya .
" Iya nanti kamu bisa minta Adam menceritakannya, tapi kita harus kesana dulu yuk aku kenalin kamu ke teman-temanku yang lain dan acaranya juga sebentar lagi dimulai.. iya kan Adam ". Ucap Khanza tersenyum ke arah Adam .
" Iya nanti pasti aku ceritain semuanya tentang kamu ". Sahutnya tersenyum .
" Ya sudah kalau begitu ". Ucap Rudi tersenyum.
Mereka semua pergi ke tempat acara yang akan dimulai , acara pelelangan itu pun dimulai para pelukis ternama yang datang untuk melelangkan lukisannya meletakan lukisannya di depan semua orang .
Lukisan-lukisan itu sudah dilelangkan semua ,tinggal lukisan terakhir yang kini dilelangkan yaitu lukisan pemandangan danau yang begitu cantik dan disana ada rumah pohon dan pasangan sejati yang lagi menaiki sebuah perahu kecil .
" Ya tinggal lukisan yang terakhir yang akan kita lelangkan yaitu lukisan yang dibuat oleh Tuan Reyhan Jaya Pratama dan akan mulai dibuka dengan harga pertama 5 juta rupiah ". Ucap MC itu .
Rudi yang melihat lukisan itu, ia menatapnya dan terlintas di ingatannya ia seperti mengenali lukisan itu seperti ia pernah melihatnya sebelumnya .
" Kenapa ada bayangan lukisan itu diingatanku ". Batin Rudi apalagi saat menatap orang yang punya lukisan itu , kepalanya agak pusing ia melihat bayangan orang itu orang yang punya lukisan .
" Siapa dia sebenarnya , kenapa dirinya ada dalam bayangan ingatanku ". Batin Rudi yang sambil memegang kepalanya karena terasa sakit .
" Maaf pak ,sebenarnya lukisan ini bukan saya yang buat ini lukisan buatan adik saya ". Ucapnya Reyhan ke Mc nya .
" Oh gitu ... ternyata begitu para hadirin ..kalau boleh saya tahu siapa nama adik anda tuan Reyhan ". Ucap Mc itu .
" Nama adik saya dia ..". Ucapnya Reyhan dijeda .
Rudi pun penasaran siapa nama adiknya itu .
" Namanya Angga , Angga Jaya Pratama ". Ucapnya Reyhan yang kelihatan sedih .
" Oh begitu dimana dia sekarang ,kenapa dia tidak dihadir disini ? ". tanya Mc penasaran .
" Dia hilang 9 bulan yang lalu , dan belum ditemukan sampai sekarang dan saya disini untuk mewujudkan cita-citanya untuk memperkenalkan lukisannya ke semua orang ". Ucap Reyhan yang sedih namun tetap tegar .
" Mmm..begitu sedih sekali, saya do'akan semoga adik anda cepat ketemu ya ". Ucap Mc .
" Iya amin pak ". Ucapnya
" Iya, ya baiklah karena gak mau buang-buang waktu kita mulai pelelangannya ". ucap Mc itu .
Setelah acara pelelangan itu selesai ,semua orang pergi untuk pulang , dan lukisan itu terjual dengan harga cukup besar yaitu 30 juta rupiah karena lukisannya cukup menarik .
Dan orang yang membeli lukisan itu adalah Khanza tetapi bukan Khanza yang menginginkannya akan tetapi Rudi yang menginginkan lukisan itu .
" Sayang, kenapa kamu sangat tertarik sama lukisan itu ?". tanyanya Khanza .
" Entahlah, aku cuma sangat tertarik saja ".jawabnya .
" Oh begitu , oh ya sebenarnya tadi aku ingin sekali mengumumkan acara pernikahan itu tadi disana, namun sepertinya tidak elite juga kita mengumumkannya diacara seperti itu ". ucapnya .
Namun Rudi hanya mengiyakan saja ucapan Khanza , setelah sampainya dirumah Rudi langsung masuk ke kamarnya sambil membawa lukisan itu .
Entah mengapa saat orang yang bernama Reyhan mengucapkan nama adiknya itu , hatinya begitu merasakan perasaan yang aneh, seperti nama itu tidak asing baginya seperti ia pernah mendengar nama itu .
" Agh..sakit ". ucap Rudi kesakitan sambil menjambak rambutnya sendiri .
Setelah sakitnya sudah mendingan ia langsung melihat lukisan itu dan terus melihat lukisan itu menerus .
__ADS_1
" Siapa aku dan mengapa aku jadi seperti ini ". Gumamnya .
. . . Siapa Aku ? dan mengapa aku ? . . .