
Setelah Reyhan terkena tembakan, pihak rumah sakit menghubungi keluarga korban .
Dan Isma yang mendapat kabar kalau suaminya tertembak dan ada dirumah sakit ia yang sedang menjemput anaknya langsung berangkat ke rumah sakit .
" Baik, saya akan kesana ". Ucap Isma panik dan menutup panggilan dari suster rumah sakit.
" Sayang ayo ". Ucap Isma menggandeng tangan anaknya .
Reyza hanya menuruti mamanya tanpa bertanya .
Setelah sampai disana, Isma menghampiri ruangan suaminya, dan disana sudah ada polisi dan Angga .
Angga yang sedang bekerja di studio nya mendapat kabar kalau kakaknya tertembak langsung panik dan langsung pergi kerumah sakit , dan para polisi disini cuma ingin menanyai korban dengan beberapa pertanyaan.
Namun Reyhan belum sadarkan diri juga, Isma yang melihat Angga ada disana juga menanyakan kondisi suaminya itu .
" Ga , dimana mas Reyhan, gimana keadaannya ? mbak ingin melihatnya Ga ". Tanyanya dengan panik .
" Tenang mbak, mas Reyhan sedang ditangani sama dokter mbak ". Ucapnya Angga dengan menenangkan kakak iparnya itu .
" Sebenarnya ada apa sih, kenapa mas Reyhan bisa kena tembak Ga ". Ucap Isma panik dan menangis .
" Kata, saksi mata yang melihat kejadian itu ,mereka melihat ada mobil hitam disana dan orang yang didalam mobil itu menembakan senjatanya kearah mas Reyhan mbak, tapi orang itu pakai penutup muka sehingga sulit orang-orang disana untuk mengenalnya ". Ucap Angga .
" Tapi mbak tenang saja , polisi masih menyelidiki siapa pelakunya ". Ucap Angga mengusap-usap punggung kakak iparnya itu supaya tenang dan enggak panik .
" Iya bu , kami pihak polisi pasti akan menemukan pelakunya dan akan memberi hukuman yang sepantasnya ". Ujar salah satu polisi itu .
" Iya, terimakasih pak tolong segera cari pelakunya pak, saya hanya ingin mendapat keadilan untuk suami saya ". Ucap Isma yang masih dengan keadaan terisak menangis namun tidak sepanik tadi .
" Baik bu , kalau begitu saya permisi dulu , pak Angga saya permisi dulu ". Ujar polisi itu .
" Iya ,pak silahkan dan terimakasih sudah mau mengurus kasus ini ". Ujar Angga tersenyum .
" Iya pak ".
Isma, Angga,dan juga Reyza sudah masuk keruangan tempat Reyhan dirawat ,setelah dipersilahkan masuk oleh dokter .
Isma yang melihat kondisi suaminya sekarang, merasa begitu sedih ,apalagi saat lihat bagian lengan kanannya yang diperban .
Kondisi Reyhan belum sadarkan diri, Reyza yang melihat kondisi papa nya tidak sadarkan diri , ikutan nangis karena melihat mamanya juga menangis .
" Mah, jangan nangis nanti papa pasti bangun mah ". celoteh anak kecil itu.
" Iya ,sayang ". Ucap Isma tersenyum sambil menyeka air matanya .
Angga melihat kondisi kakaknya sekarang hanya ikut sedih, Angga pergi keluar dari kamar rawat kakaknya itu, dan pas itu juga mama dan istrinya itu datang .
" Angga gimana keadaan kakak kamu nak ? ". Tanya Nisa panik . yang baru saja datang bersama Mia .
" Iya mas, gimana mas Reyhan ?". Sambung Mia .
" Keadaannya masih kritis mah, mama kalau mau melihat kedalam saja Angga mau pergi dulu mah ". Ucap Angga sambil melangkahkan kakinya untuk pergi .
Namun Angga menghentikan langkah kakinya saat tangannya dipegang oleh Mia .
" Kamu mau kemana mas ?". Tanya Mia penasaran mau kemana suaminya pergi .
" Aku ke kantor polisi dulu nanti aku kembali lagi kesini ya ". sahut Angga .
" Mau ngapain kesana ?". tanyanya yang makin penasaran untuk apa suaminya kesana bukannya disini menemani kakaknya yang sakit .
" Ada urusan ini mengenai kasus penembakan mas Reyhan ,dan aku harus kesana ". Ucap Angga .
" Oh begitu, ya sudah hati-hati ya mas jangan ngebut bawa motornya ". Ucap Mia tersenyum .
Angga memang menggunakan motornya kalau bekerja distudio .
Angga kini sedang mengendarai motornya, Namun bukan kantor polisi yang ia tuju akan tetapi ia ada janji dengan Ravi ditempat yang sering ia datangi bersama Ravi ,namun saat Angga lagi mengendarai motornya ada mobil hitam yang membuntutinya dari belakang .
" Sasaran ada didepan mata bos ". Ucap orang yang lagi didalam mobil yang lagi berteleponan sama bosnya .
" Bagus, kalau menurut kalian jalanannya sudah sepi habisi dia, jangan sampai gagal, dan ada saksi mata yang melihat kejadian itu ". Ucap sipenelpon diseberang sana .
" Baik bos ". Ucapnya .
Namun jalanan yang Angga tempuh sekarang lagi ramai ,jadi sulit baginya untuk mencelakai Angga .
Angga kini sudah sampai disebuah rumah milik temannya yaitu Ravi .
__ADS_1
Ravi mempersilahkan Angga untuk masuk,
" Ada apa nih tumben lo kesini , gua gak bisa lama nih Ga harus cabut lagi pasti majikan gua nyariin ". Ucap Ravi yang penasaran ada hal apa yang mau ia bicarakan dengannya.
" Gua, kesini mau bilang sesuatu sama lo ". Ucapnya .
" Iya apaan ?". Angga bikin Ravi makin penasaran saja .
" Ada yang aneh belakangan ini vi, keluarga gua terus-terusan terkena musibah coba , yang pertama gua dulu kecelakaan ,terus kakak gua kena tembak sekarang , aneh gak tuh.. lo coba pikir kenapa hal ini terjadi terus sama keluarga gua terus perusahaan papa gua bangkrut , gua kira ada orang yang gak suka sama keluarga gua vi , dan gua ingin tahu siapa orangnya vi ". Ucap Angga bicara panjang lebar .
" Iya juga ya, kaya nya kecurigaan lo ada benarnya Ga , Enggak mungkin musibah terjadi diwaktu bersamaan , dan lo pernah bilang kan kata polisi kecelakaan lo itu disengaja dan penembakan kak Reyhan juga kayanya juga itu disengaja Ga , berarti memang benar ada orang yang gak suka keluarga lo Ga ". Ucap Ravi .
" Nahh..makannya dari itu gua curiganya sih sama si Adam, gua si curiganya karena semenjak perusahaan papa bekerja sama dengan perusahaannya jadi ada masalah terus, dan apa lo tahu apa yang makin bikin gua benci sama dia , dia berusaha mendekati istri gua ". Ucapnya dengan agak emosi .
" Apa !!!.. Dia dekati istri lo ,kurang ajar banget dia ". Ucap Ravi yang juga ikutan agak emosi .
" Ya , yang lebih parah dia cium istri gua didepan mata gua sendiri , dan disaat itu gua emosi ingin gua rasanya hajar dia sampai mati namun gua tahan itu cuma akan mengotori tangan gua vi ". Ucap Angga yang masih emosi .
" Parah.. dia Ga, lo harus buat perhitungan sama dia kalau dia terus-terusan gangguin istri lo ,lo gak boleh diem saja Ga ". Ucap Ravi .
" Pasti vi.. pasti gua hajar dia , kalau memang dia terus-terusan gangguin istri gua, gua gak akan biarin siapapun mengganggu istri gua ,meski nyawa gua taruhannya vi karena gua mencintainya ". Ucap Angga .
" Bagus itu baru Angga yang gua kenal, gitu dong lo harus mikirin istri lo, jangan istri orang terus Ga ". Ucap Ravi tersenyum .
" Apa .. maksud lo vi, gua selalu mikirin istri gua kok, gua cuma peduli saja sama si Reva bukannya gua cinta sama dia ". Ucap Angga yang melihat ke arah Ravi dengan tatapan gak suka .
" Ya..ya..ya terserah lo Ga, gua harus balik ke rumah si Adam sekarang nanti gua dicariin lagi ". Ucap Ravi
" Ya sudah sana, nanti lo dipecat lagi dan gagal nanti rencana gua gagal kalau lo dipecat siapa lagi yang akan jaga si Reva ". Ucapnya .
" Hah..lo tuh jangan mikirin istri orang terus kenapa , pikirin istri lo tuh , kalau diambil orang baru tahu rasa lo ". Ucap Ravi tersenyum sambil pergi keluar rumah.
" Sialan lo, sana lo pergi ". Ucap Angga yang mulai kesal pada sahabatnya itu .
" Lah..ngusir gua dari rumah gua sendiri ". Ucapnya .
" Haha..iya juga ya aneh , ya sudah lah gua pergi dulu ke rumah sakit ". Ucapnya sama-sama pergi dari rumah Ravi .
" Ya , sorry ya gua belum bisa jenguk kak Rey , nanti dehh kalau gua ada waktu gua pasti jengukin dia ". Ucapnya yang kini sudah masuk ke mobilnya, mobil majikannya maksudnya .
" Iya gapapa lah ,gua ngerti , ya sudah gua cabut duluan ya ". Ucapnya yang kini menyalakan mesin motornya .
Orang yang membuntutinya dari tadi hanya bisa menunggu mereka keluar, dan langsung mengikuti Angga dari belakang , jalanan yang Angga tuju agak sepi dan ini dijadikan kesempatan olehnya untuk mencelakai Angga .
Orang itu menyerempet Angga dan membuatnya jatuh terguling kejalan .
" Arghh..siapa sih ". gerutu Angga yang kesal karena tiba-tiba ada orang yang menyerempetnya begitu saja .
Mobil itu berhenti,dan keluarlah 3 orang dari mobil itu, Orang itu memakai topeng sehingga sulit untuk Angga mengenalnya .
" Siapa kalian dan mau apa kalian ..Argh..". Ucap Angga sambil yang memegang tangannya yang terluka dan berjalan tertatih-tatih karena tadi kakinya tertiban motor .
" Cepat hajar dia ". Ucap orang yang bertubuh besar .
Bugh..bugh..bugh..
Angga menghindari dari serangan orang-orang yang ingin mencelakainya .
Bugh..
Pukulan Angga mengenai wajah dan tubuh orang yang menyerangnya sampai terjatuh .
Bugh..Bugh..Bugh..
Pukulan Angga berkali-kali mengenai orang-orang itu .
2 orang itu sudah jatuh ke tanah dengan babak belur dihajarnya .
1 orang lagi kini maju menghajar Angga, Angga menghindarinya namun saat pukulan Angga ingin mengenai wajah orang itu, ada 1 orang yang babak belur itu bangun dan langsung memukul Angga dari belakang dengan menggunakan balok .
Angga langsung terjatuh dan pingsan .
Orang-orang itu langsung membawa Angga pergi ke daerah tebing yang dibawahnya ada air laut , motornya Angga mereka bawa ke tebing itu juga . Mereka melempar Angga kelaut dan motornya mereka rusak dan membuangnya juga ke laut itu ,setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan tempat itu .
Mereka dijalan hanya tertawa senang karena rencana mereka menyingkirkan Angga berhasil .
Mereka mengubungi bos mereka,
" Tugas berhasil bos,kami sudah membunuhnya dan membuangnya ke laut ".Ujar orang itu .
__ADS_1
" Bagus, saya akan transfer sesuai yang kalian inginkan ..hahaha ". Ucap si bos diseberang sana .
" Makasih bos ". Ucapnya tersenyum .
" Ya ". bosnya langsung mengakhiri obrolannya itu .
. . . .
" Haha ... Bagus semua rencanaku berhasil, semoga saja dia beneran sudah mati,dengan begini jalanku untuk mendapatkan kamu sayang akan berhasil dan kita akan hidup bahagia ". Ucapnya sambil menciumi poto wanita yang sangat ia cintai .
" Hahaha..hahaha...****** kamu Angga ". Ucapnya tersenyum .
" Aku, Adam Brawijaya akan selalu mengganggu kehidupan keluarga Pratama sampai mereka benar-benar hidupnya hancur sehancur-hancurnya ..hahahaha ". Ucap Adam didalam ruang kerjanya .
Di laut yang luas dan dalam , Tubuh Angga mulai jatuh kedasar lautan tubuhnya kini ada diantara terumbuk karang, kepalanya terbentur .
Mia yang masih dirumah sakit merasakan perasaan aneh, perasaan tak tenang, ia teringat suaminya belum kembali juga dan langsung menghubunginya, Namun ponsel suaminya gak aktif perasaan Mia semakin gak tenang, ia takut terjadi sesuatu pada suaminya itu .
" Kamu kemana sih mas, kenapa ponsel mu gak aktif , kamu dimana mas ". Gumam Mia gak tenang .
Perasaan Mia benar-benar gak tenang karena memikirkan suaminya .
Ia menghubungi Ravi dan Erwin untuk menanyakan suaminya itu, namun jawaban mereka sama mereka tidak tahu kemana Angga pergi dan dimana dia .
" Mas, kamu dimana aku khawatir mas ". gumam Mia .
Mia dan Nisa kini sudah pulang membawa Reyza, dan Isma menunggu suaminya dirumah sakit .
Mia sudah menunggu kepulangan suaminya namun sampai sudah selarut malam ini ,Angga belum pulang juga dan semakin menjadi-jadi Mia mengkhawatirkan Angga .
Sampai ia ketiduran,
" Mas, mas Angga ternyata kamu disini ,aku cariin kamu loh mas ". Ucap Mia tersenyum senang sambil memeluk Angga .
Angga membalas pelukan istrinya itu .
" Kamu jaga dirimu baik\-baik ya, jaga anak kita , aku pamit ya ". Ucap Angga tersenyum sambil melepaskan pelukannya .
" Kamu kok ngomongnya gitu, kamu mau pergi kemana ?". tanyanya .
" Aku harus pergi ,sudah waktunya aku harus pergi , jaga baik\-baik ya dirimu ". Ucapnya tersenyum dan melangkah mundur meninggalkan Mia .
" Enggak mas, kamu gak boleh pergi ..hiks jangan tinggalkan aku mas ". Ucap Mia menangis .
Genggaman tangan Mia dan tangan Angga mulai berpisah .
" Mas " .Teriak Mia sambil menangis .
" Mas .." .
Angga hanya tersenyum melihat kearah istrinya .
" Mas..Mas ". Teriaknya .
" MASsss...". Teriak Mia terbangun dari tidurnya .
" Mas..Mas..hiks..hiks ". Gumam Mia sambil menangis .
Mia menangis sejadinya-jadinya .
" Mas..kamu kemana, kamu dimana kenapa kamu gak pulang mas, kenapa juga aku bermimpi seperti itu , apa itu pertanda terjadi sesuatu terhadapmu mas ". Gumamnya semakin panik .
Keesokan harinya, Mia sekeluarga masih menunggu kabar soal Angga , setelah Mia bercerita kepada Mama dan Papa nya , kalau suaminya belum pulang juga dari kemarin, mereka langsung menghubungi pihak polisi, dan sekarang polisi masih mencarinya .
" Gimana ini mah, mas Angga belum pulang juga ". Ucapnya panik sambil menangis .
" Kamu yang sabar sayang, Angga pasti pulang kok ya ,polisi juga masih mencarinya ". Ucap Nisa menenangkan menantunya itu meski dirinya juga cemas memikirkan keadaan anaknya .
" Iya cu ,kamu harus sabar ya ,kamu jangan panik , kasihan sama kandungan kamu ,kamu jangan banyak pikiran dulu cu ". Ucapnya Nek salimah .
" hiks..hiks mana aku bisa sabar dan tenang Mah, nek suamiku belum pulang, dari kemarin susah dihubungi dan sampai sekarang belum ada kabar darinya ". sahutnya menangis.
" Iya sabar , nak polisi sedang mencarinya ". Ucapnya Nisa .
" Hmm..iya mah ". Ucapnya Mia sambil bersandar dipelukan mama mertuanya itu .
__ADS_1
Tim polisi sedang menyelidiki tentang kasus penembakan yang menimpa Reyhan dan juga hilangnya Angga .