
" Kamu benar-benar ya Reyhan , kamu keterlaluan sekali mempertaruhkan perusahaan yang selama ini dibangun oleh ayahmu sendiri, kamu tahukan kalau perusahaan itu adalah satu-satunya peninggalan ayah kamu untuk keluarga ini, kamu dengan gampangnya mempertaruhkan nya hanya karena perusahaan kamu itu , yang gak ada seberapanya ". Ucap Nisa marah-marah .
"Maaf sebelumnya Bu, kalau saya menyela pembicaraan kalian , saya masih bisa kasih kalian toleransi asal kalian kasih saya juga jaminannya ". Ucapnya Raja tersenyum licik .
" Jaminan , jaminan apa pak ? ". Tanya Nisa .
" Anda harus bisa membujuk cucu anda Rama untuk mau dinikahkan dengan putri saya , karena Dania anak saya dari dulu suka dengannya ,mungkin dengan saya kasih berita seperti ini akan membuat anak saya senang nantinya dan bisa pulih dari sakitnya , gimana ?". Ucapnya Raja tersenyum .
" Rama , tapi itu perlu persetujuan dulu dari orang tuanya juga ,saya gak bisa seenaknya membujuknya seperti itu ". Ujarnya Nisa .
" Terserah anda ,jika anda ingin perusahaan yang dibangun suami anda tetap ada dan aman maka anda harus bisa menikahkan anak saya Dania dan Rama cucu anda ". Ucapnya Raja .
" Mama... terima saja mah, ini demi kebaikan bersama juga kan ". Ucapnya Reyhan tiba-tiba .
" Diam.. kamu !!!... kamu yang membawa masalah ini, seharusnya kamu yang bertanggung jawab Reyhan bukan Rama ". Bentaknya Nisa .
Raja hanya tersenyum menyeringai kearah mereka berdua .
" Ah... baiklah ,pikirkan saja dulu Bu, saya tunggu jawaban anda nanti, tapi maaf saya gak bisa lama-lama menunggu jawaban anda itu , permisi ". Ucap Raja merapihkan jasnya dan lalu pergi dari hadapan mereka .
Sedangkan Rama yang kini tengah sibuk dengan pekerjaannya di negeri orang,
" Baiklah, meeting kita sudahi , selamat istirahat makan siang ". Ucap CEO perusahaan yang bekerjasama dengan Rama .
Rama berdiri dari duduknya , ia keluar dengan membawa beberapa map yang ia butuhkan saat meeting tadi .
Nisa benar-benar bingung sekarang ia harus melakukan apa, dia juga gak mungkin mengorbankan perasaan cucu kesayangan itu .
" Tidak ada pilihan lain mah, selain menikahkan Rama dengan Dania ". Ucapnya Reyhan yang terus menerus membujuk ibunya itu .
" Kamu gila Rey, mana mungkin mamah mengorbankan Rama hanya demi keutuhan perusahaan keluarga , pasti ada cara lain ". ucapnya Nisa .
" Tidak ada cara lain mah, selain itu , yang terpenting sekarang mamah harus bisa membujuk Rama agar bisa menyelamatkan perusahaan kita mah , dan soal Angga dan Mia , aku bisa urus itu mamah urus saja soal Rama bagaimana ". Ucapnya Reyhan tersenyum .
Nisa malah pergi meninggalkan Reyhan disana tanpa membalas ucapan anaknya itu , anak yang ia kenal baik hati ternyata mempunyai sifat egois yang hanya mementingkan diri sendiri .
__ADS_1
Rama menerima telepon dari sekertaris pribadinya kalau Diva sempat datang kekantor nya untuk menanyakan dirinya .
" Benarkah ?". Ucap Rama tersenyum .
" Iya benar bos ". balas sekertaris pribadinya itu diseberang telepon .
" Makasih informasinya , kalau ada apa-apa disana apalagi tentangnya tolong segera hubungi saya ". Ucap Rama .
" Baik bos ". Jawab sekertaris nya itu .
Rama menutup panggilan telepon nya itu , ia tersenyum-senyum sendiri saat menerima kabar itu .
" Akhirnya ,kamu yang datang sendiri padaku Diva ". Ucapnya Rama tersenyum .
" Tunggu aku Diva ,tidak lama lagi aku pulang ke Indonesia ". Gumamnya Rama .
Dania masih terbaring dirumah sakit dengan keadaan masih koma , Raja sebagai ayahnya tidak sanggup melihat kondisi putrinya yang seperti ini , Sepanjang hari waktu menit detik hanya putrinya saja lah yang ada dipikirannya pekerjaan nya pun ia tidak fokus menjalankan nya , jadi ia terpaksa menyerahkan semua urusan perusahaan pada Sekertaris kepercayaan nya itu , sampai keadaan Dania membaik .
Yang terakhir dilihat oleh Dania yaitu Rama yang memeluk Diva dengan mesra membuat dirinya kehilangan kesadaran saat mengendarai mobilnya itu .
" Bodoh banget si Va , ngapain Lo datang kesana , nanti yang ada dia geer lagi karena Lo datang mencarinya ?". Ucapnya Diva mengerutuki dirinya sendiri .
Sedangkan kini Mia yang menerima telepon dari mertuanya antara ia kaget dan juga senang . Kaget karena apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga suaminya itu dan juga senang akhirnya keinginan nya memiliki menantu seperti Dania akan terwujud juga .
" Aku senang sih kalau Dania yang akan menjadi calon menantu ,tapi kok aku agak ragu ya , apa Rama mau sama Dania ,karena kalau dipikir-pikir anak itu kan sukanya sama anaknya si ****** itu ". Gerutunya Mia .
Angga yang baru saja pulang kerja ia langsung memeluk istrinya itu dari belakang membuat Mia kaget dan juga senang .
" Baru pulang mas ?". Tanya Mia yang dari tadi dikamar jadi tidak sadar kalau suaminya itu sudah pulang karena memikirkan soal perjodohan anaknya itu .
" Iya , mas mandi dulu ya ". Ucapnya Angga mencium pipi istrinya itu .
" Iya , habis mandi aku tunggu dimeja makan ya , sekalian ada yang aku mau bicarakan sama kamu mas ". Ucapnya Mia tersenyum .
" Soal apa ?". Tanya Angga penasaran .
__ADS_1
" Anak kita Rama , sudah kamu mandi saja dulu ". Ucapnya Mia .
" Ah... ya baiklah ,bentar ya ". Ucapnya Angga lalu masuk kedalam kamar mandinya yang berada dikamarnya .
" Ada apa ya sama Rama ?". Ucapnya Angga menerka-nerka .
Angga dan Mia kini sudah berada dimeja makan, seperti biasa mereka makan malam dengan nikmatnya , apalagi karena masakannya Mia yang selalu membuat Angga tambah nafsu makannya . Karena bagi Angga tidak ada makanan yang seenaknya buatan istrinya itu .
Rama makan malam dengan santainya diapartemen yang sudah disediakan oleh perusahaan yang bekerjasama dengannya .
" Diva ". Ucapnya Rama sambil tersenyum seketika .
Rama membayangkan gimana jadinya nanti pas ia bertemu dengan pujaan hatinya itu .
" Aku benar-benar gak sabar Diva, aku ingin sekali memelukmu, aku benar-benar rindu saat-saat kita berdua masih akrab dan dekat ". Gumamnya Rama .
Angga yang sudah mendengar ucapan dari istrinya itu benar-benar kaget ,
" Apa maksudnya itu ?". Ucapnya Angga .
" Iya mas, bila Rama menolak perjodohan ini maka perusahaan yang dibangun oleh ayahmu akan bangkrut mas , kamu gak mau kan hal itu terjadi , dan mama tadi bilang ia sangat memohon pada kita berdua agar bisa membujuk Rama agar mau dijodohkan dengan Dania putrinya tuan Raja Kharismatika yang menjadi investor terbesar diperusahan milik keluarga kita ". Ujarnya Mia .
" Tapi aku gak mau memaksa kehendak anakku , aku gak mau ya , Rama menjadi terpaksa menikahi wanita yang jelas-jelas gak ia suka ". Ucapnya Angga .
" Kamu ini gimana sih mas , justru aku senang saat mendengar berita ini, berita soal perjodohan nya Rama dengan putrinya Tuan Raja , lagipula dari dulu aku sangat suka dengan anaknya Raja , lagian ya mas ini adalah cara untuk membuat Rama tidak mendekati putrinya si ****** itu ". ucapnya Mia dengan nada tidak sukanya .
" Sampai kapan sih kamu memendam rasa benci mu itu padanya , lagipula kita sudah sepakat kan gak akan mengganggu antara satu sama lain atau enggak akan mendapatkan akibatnya bila melanggar perjanjian diatas kertas itu , lagipula juga ya gak mungkin Rama mendekati anaknya Reva , mereka berdua juga tahu apa akibatnya bila melanggar kesepakatan apa yang dilakukan kedua belah pihak keluarga , jadi stop kamu mencurigai anakmu sendiri , kamu gak capek apa hah... memendam dendam ". Ujarnya Angga dengan sikapnya Mia yang benar-benar berubah .
" Kamu saja yang gak tahu mas apa yang sebenarnya terjadi pada anakmu itu, lagian ya susah kalau ngomong sama kamu ,kamu gak akan ngerti juga akan perasaanku , aku hanya ingin yang terbaik untuk anak ku itu saja ". Ucapnya Mia dengan nada kesalnya meninggalkan Angga begitu saja .
" Argh... kenapa sih dia itu benar-benar berubah , membuatku semakin pusing saja ". Keluhnya Angga .
. . . . . .
Maaf ya guys author baru bisa update lagi Novel ini 🙏😌
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊