
" Ternyata dirimu disini rupanya ". Ucap Angga sambil memeluk Mia dari belakang .
" Kamu kenapa malam-malam gini diam diluar gini sayang, nanti kalau masuk angin gimana hayo.. sakit lagi nanti ". Sambungnya sambil menempelkan kepalanya dibahu Mia .
Mia hanya diam saja, tidak merespon membuat Angga bertanya-tanya ada apa dengan istrinya itu, kenapa Mia diam saja tidak menjawab pertanyaannya .
" Kamu , kenapa sayang kok diam saja gak jawab pertanyaan aku ". Ucap Angga langsung melihat wajah Mia yang kini berlinang air mata .
" Loh...loh kamu kenapa , kok nangis sayang ?". Tanya Angga yang sedikit cemas karena melihat istrinya tiba-tiba menangis .
" Kamu kenapa , coba cerita sama mas ada apa, kenapa kamu menangis gini sayang ". Ucap Angga membalikan tubuh Mia sambil memegang kedua bahunya itu .
" Kamu kenapa kok nangis gini coba cerita sama mas ada apa Mia ". Ucapnya sambil menyeka air mata Mia dari pelupuk matanya , Mia kini hanya melihat kearah Angga dan menatapnya sangat dalam sekali .
" Kenapa ? ". Tanyanya sekali lagi , namun yang Angga dapatkan hanyalah pelukan dari Mia bukannya jawaban dari Mia , Mia kini menangis dipelukan Angga .
Mia menangis sejadi-jadinya dipelukan Angga ia memeluk Angga dengan erat sekali membuat Angga kebingungan sendiri , ia bingung kenapa istrinya bisa nangis begini, apa dia berbuat kesalahan sehingga membuatnya nangis atau karena hal lain .
dan hal itu yang kini Angga pikirkan .
" Ada apa sebenarnya dengan dia, kenapa Mia begini ?". Batin Angga bertanya-tanya .
Angga yang dipeluk pun hanya membalas pelukan dari Mia, sambil terus-terusan mengusap-usap punggung Mia supaya Mia lebih tenang, dan sesekali ia mengecup rambut kepala Mia .
" Aku gak tahu apa yang membuat kamu nangis Mia , tapi menangislah bila itu bisa membuat kamu lebih tenang, tenang Mia disini ada aku, yang akan selalu ada buat kamu ". Ucap Angga yang sejujurnya masih bertanya-tanya di dalam pikirannya, ada apa sebenarnya dengan istrinya itu .
Hiks..hiks..hiks.. Mia benar-benar merasa takut, takut sekali .
Takut akan kehilangan sesuatu yang begitu sangat berharga baginya, meski ia selalu kuat menghadapi masalah apapun , namun entah mengapa kali ini ia benar-benar merasa takut , takut kalau suaminya akan meninggalkannya lagi demi wanita lain lagi,
Sudah cukup ia merasakan rasa sakit hati selama ini, ia sudah gak mau merasakan lagi rasa sakit hati , ia sudah bosan menghadapi yang namanya sakit hati, karena dikecewakan .
" Hiks..hiks..hiks...huhuhu...". Tangisan Mia benar-benar pecah sekarang sampai baju piyama yang dikenakan Angga basah karena air mata Mia yang tak henti-hentinya ia keluarkan .
" Ya Allah, sebenarnya ada apa dengan istriku ini, kenapa ia menangis sebegitunya, ia seperti merasa kesakitan , apa jangan-jangan ia sakit ?". Ucap Angga dengan cemasnya ia pun langsung melepaskan pelukannya itu .
Kini Angga pun melihat mata Mia yang sedikit bengkak karena menangis, dan sayu .
" Ayo kita kedalam diluar dingin ". Ucap Angga lalu memegang bahu Mia namun saat Mia melangkahkan kakinya tiba-tiba kepala Mia terasa pusing ,lalu Mia pun pingsan dan itu membuat Angga panik .
" Hah.. Mia ". Ucap Angga dengan paniknya dan cekatannya ia pun langsung mengangkat tubuh Mia dan menggendong Mia ala bridal .
__ADS_1
Angga langsung membawanya ke ranjang mereka , dan menidurkannya disana .
" Mia ". Ucap Angga dengan perlahan dia menidurkan Mia dikasurnya .
" Ya Allah, Mia kamu kenapa sayang, bangun Mia jangan buat mas cemas gini Mia ". Ucap Angga dengan penuh kecemasan melihat Mia pingsan begini .
Angga pun langsung mengambil minyak angin, untuk ia berikan pada Mia .
ia pun langsung membuka penutup minyak angin itu dan mengusapkannya ke jari tangannya dan meletakan jari tangannya itu disekitar area hidung Mia , supaya Mia cepat sadar .
" Bangun Mia, bangun sayang, jangan buat mas cemas begini sayang ". Ucap Angga dengan cemasnya ia merangkul tubuh Mia sambil meletakan tangannya diarea hidung Mia .
" Bangun sayang ". Ucap Angga yang penuh ke khawatiran pada Mia .
Dan Mia kini mulai sadar karena hasil Angga terus-terusan meletakan jari tangannya yang dibaluri minyak angin itu diarea hidungnya .
" Mmmhhh... aku kenapa ". Lirihnya Mia karena baru sadar dari pingsannya .
Angga yang melihat Mia mulai sadarpun langsung tersenyum dan langsung memeluk Mia dan melepaskannya lagi .
" Syukur alhamdulilah kamu akhirnya sadar juga, kamu tadi pingsan sayang, dan itu membuat mas panik dan cemas sama kamu ". Ucap Angga .
" Pingsan ". Ucap Mia sambil memegang kepalanya dan berusaha bangun dari tidurnya namun dicegah oleh Angga .
Sebenarnya Angga ingin menanyakan masalah tadi, namun Angga urungkan, karena tak ingin membuat Mia kepikiran lagi dan tak ingin membuatnya menangis lagi seperti tadi .
Karena Angga gak mau lagi melihat istrinya itu menangis lagi, ia sangat cemas dan khawatir sekali pas lihat Mia menangis begitu .
" Ya sudah tidur ya, aku mau ganti baju dulu tadi basah ". Ucap Angga tersenyum .
Angga pun bangkit dari duduknya diranjang, namun saat Angga melangkahkan kakinya tangannya dipegang oleh Mia , dan Angga yang merasa tangannya dipegang pun langsung melihat kearah Mia dan langsung duduk lagi diranjang itu menghadap Mia seperti tadi .
" Ada apa sayang, hmm.. kamu butuh apa mas ambilkan , kamu mau minum ?". Tanya Angga sambil memegang tangan Mia yang memegang tangannya itu .
" Maaf ". Ucap Mia dengan mata sayu nya seperti merasa bersalah tadi sudah membuat suaminya itu cemas olehnya .
" Kenapa minta maaf, kan kamu gak punya salah padaku ". Ucap Angga tersenyum sambil merapihkan poni yang menutupi wajah Mia .
" Maaf sudah membuat kamu cemas mas, aku gak bermaksud membuat kamu cemas mas , aku hanya lelah saja tadi makannya aku nangis begitu tadi ". Ucap Mia dengan rasa bersalahnya .
" Kalau kamu lelah seharusnya bilang sama mas , siapa tahu kan mas bisa cari solusinya biar kamu gak kelelahan seperti ini, kamu pasti lelah seharian kerja dan mengurus rumah ya , maaf ya mas gak bisa bantu kamu dirumah sayang ". Ucap Angga sambil mengecup punggung tangan Mia .
__ADS_1
Kini Mia pun berusaha bangun dari tidurnya dan menyandarkan tubuhnya diranjangnya itu .
" Bukan karena itu mas , aku bukan lelah karena itu semua aku hanya lelah memikirkan sesuatu yang membuatku merasa takut ". Ucap Mia menatap kearah Angga .
" Takut, kamu takut kenapa? apa yang kamu takuti Mia bilang sama mas sayang ". Ucap Angga membelai pipi Mia dengan raut wajah cemas penuh kekhawatiran kepada Mia .
" Aku takut kehilangan ". Ucap Mia membuat Angga kebingungan .
" Kehilangan apa ? ". Tanyanya yang penasaran .
" Kamu mas ". Ucapnya Mia membuat Angga mengerutkan dahinya karena bingung mendengar ucapan dari Mia .
" Aku ". Ucap Angga menunjuk dirinya sendiri .
" Iya mas, aku takut kehilangan kamu lagi, sudah cukup aku selama ini merasa sakit karena berulang kali kehilanganmu mas , kehilangan cintamu terhadapku ". Ujar Mia .
Angga kini mengerti atas ucapan Mia , Angga kini mendekati Mia dan mendekatkan wajahnya kewajah Mia membuat Mia kebingungan melihat apa yang dilakukan suaminya itu .
" Tatap mataku Mia tataplah, jangan pernah berpikir kalau kamu akan kehilangan cinta dariku, karena mata ini yang membuatku bisa melihat ketulusan cintamu untukku ,jadi mana mungkin aku menyia-nyiakan cintamu itu hanya untukku, untukku Mia ". Ucap Angga menempelkan dahinya didahi Mia .
" Dengan mata ini aku bisa melihat siapa orang yang benar-benar tulus mencintaiku, dan dimataku ini hanya melihat kamu disana , kamu ada disana Mia , cintaku berawal dari menatap ketulusan cintamu yang ada dimatamu lalu turun kesini ,kehatiku ". Ucap Angga membawa tangan Mia untuk memegang tangan Angga .
" Jadi percayalah, hanya ada kamu disini gak ada yang lain Mia, hanya kamu, dan kamu istriku Mia ". Ucap Angga lalu mencium kening Mia , Mia yang dicium keningnya itu pun memejamkan matanya .
Angga cukup lama mencium kening milik istrinya itu lalu melepaskannya, Mia menatap wajah suaminya itu dan membelai pipi suaminya itu , dan kini ia langsung memeluk suaminya itu lagi .
" Biarkanlah mas seperti ini dulu untuk beberapa jam kedepan ". Ucap Mia tersenyum .
" Iya ". Sahut Angga membalas pelukan dari istrinya itu .
Tubuh Angga yang dipeluk Mia , entah mengapa setiap kali Mia memeluknya ia bisa merasakan kehangatan disana ,
" Pelukanmu inilah yang hanya bisa membuatku nyaman mas, membuatku merasa tenang ". Gumamnya yang terdengar oleh Angga .
Angga yang mendengar hal itu hanya semakin erat memeluk Mia, ia ingin benar-benar membuat istrinya itu nyaman dan tenang .
" Semoga saja yang aku takuti ini gak akan pernah terjadi, kalau sampai itu terjadi aku akan berusaha sekeras mungkin untuk menjagamu dari yang lain mas , karena kamu hanya milikku dan aku milikmu ". Batinnya .
. . . . . . .
Jangan lupa Like, Vote, dan Komenannya juga ya guys ...😘😆😆
__ADS_1
Supaya author tambah semangat untuk menulis novelnya 😉😉😀😁 .