
Angga sudah 3 hari dirawat dirumah sakit dan hari ini ia diperbolehkan pulang, dan soal perceraiannya dengan Khanza sedang diurus oleh Reva , karena Angga yang meminta bantuannya sebagai sekertarisnya .
Dan mungkin ini juga permintaan terakhir dari Angga untuk Reva sebelum Reva memutuskan untuk berhenti bekerja pada Angga .
" Ayo mas kita pulang ". Ucap Mia tersenyum sambil menenteng tas berisikan pakaian kotor suaminya .
" Gak ada yang ketinggalankan? ". Tanyanya pada Mia .
" Gak ,aku sudah memastikannya kok ". Ucap Mia tersenyum .
" Ya sudah yuk, oh ya mama mana ?". Tanyanya sambil turun dari tempat tidur .
" Mama sedang mengurus administrasi mas ". Ucap Mia .
" Oh gitu ".
" Iya , sini aku bantu pelan-pelan saja mas jalannya ya ". Ucap Mia penuh perhatian .
" Iya ". Sahut Angga tersenyum .
Kini mereka sedang berjalan menuju, luar rumah sakit dan pas-pasan sekali dengan Nisa yang ingin nyamperin mereka berdua .
" Sudah mah ". Ucap Mia .
" Sudah ,ayo kita tinggal pulang saja , oh ya tas nya biar mama saja yang bawa ,kamu bantu papah saja suami kamu sayang ". Ucap Nisa tersenyum sambil mengambil tas ditangan Mia .
" Makasih ya mah ". Ucap Mia tersenyum .
" Sama-sama sayang ". Ucap Nisa .
Dikediaman rumah Julian, kini ia tengah marah-marah pada Khanza .
" Kenapa ini bisa terjadi Khanza ? kenapa kamu mempermalukan papa didepan mereka ". Bentak Julian yang tengah berdiri memarahi Khanza .
" Maafkan aku pah, aku gak bermaksud mempermalukan papa, ini kesalahanku pah, maafkan aku pah hiks..hiks..hiks..". Ucap Khanza menangis dikaki Julian .
" Maafkan Khanza pah, maaf Khanza pah hiks..hiks..". Khanza menangis .
" Jawab pertanyaan papa Khanza, apa benar anak dikandungan kamu itu anaknya Adam ". Ucap Julian dengan penuh amarah .
" Iya , ini anak adam pah, ini pun salahnya , ia menghancurkan hidupku, ia menyentuhku ". Ucap Khanza membela diri .
" Ck.. sial ". Umpat Julian mengepalkan tangannya karena kesal .
" Bisa-bisanya si Adam membuat putriku hamil ". Batin Julian .
Lalu pergi kerumah Adam ,karena dengar-dengar Adam kini sudah pulang kerumahnya .
" Akan kuberi pelajaran kau Adam ". Batinnya menggerutu kesal dan marah .
" Ayo ikut papa Khanza ". Ucap Julian sambil memegang tangan Khanza .
__ADS_1
" Mau kemana pah ?". Tanyanya .
" Ke tempat laki-laki bajingan itu ". Ucap Julian dengan nada marahnya .
" Apa !!!..". Ucap Khanza yang tak percaya kalau papa nya itu mengajaknya kesana .
" Iya, bagaimana pun papa ingin ia bertanggu jawab atas perbuatannya itu terhadapmu ". Ucap Julian dengan tegasnya .
" Bayi itu harus punya ayah bagaimana pun caranya ". Ucap Julian .
. . . . . . .
Dirumah kediaman Angga dan Mia, kini Juna tengah mengobrol dengan ayahnya Denis Wijaya .
" Jadi mbak mu gak ada dirumah ?". Tanya yang kini tengah duduk dirumah anaknya itu .
" Iya, yah dia gak ada dirumah karena mengurus suaminya yang sakit diluar kota ". Ucap Juna .
" Memangnya ada apa lagi dengan suaminya itu ". Tanya Denis .
" Katanya sih kecelakaan yah ". Ucap Juna .
" Oh, terus dimana Rama, cucu ayah ". Ucap Denis .
" Rama dititipkan dirumah nenek , karena gak mungkin kan aku yang mengurusnya ,karena aku juga sibuk dengan kuliahku yah ". Ucap Juna .
" Iya, betul juga , baiklah kalau begitu antarkan ayah ke rumah nenek mu ayah ingin bertemu dengan cucu ayah ,ayah rindu sekali dengannya ". Ucap Denis .
Lalu mereka pun pergi ke rumah Salimah .
" Iya ,tolong urus semuanya ya Va kalau sudah beres tolong hubungiku saya kembali ". Ucap Angga yang tengah berteleponan dengan Reva .
Dan itu didengar oleh Mia, entah mengapa Mia cemburu mendengarkan suaminya berteleponan dengan Reva, padahal ia tahu tujuan suaminya menelpon Reva karena urusan soal perceraian suaminya dengan Khanza .
Mia cemberut mendengar Angga berteleponan dengan wanita itu, wanita yang menjadi masalalu suaminya, apalagi ia masih takut kalau suaminya itu masih ada rasa pada mantan kekasihnya itu .
" Aku tahu mas aku bukan yang pertama bagimu, namun aku ingin menjadi yang terakhir bagimu ". Batinnya Mia .
" Hah..akhirnya aku bebas dari semua ini ". Ucapnya menyandarkan dirinya pada kursi mobil bagian penumpang dengan Mia .
sedangkan Nisa duduk dibagian depan supir pribadi Nisa .
" Iya Ga akhirnya kamu bisa berkumpul lagi dengan kita semua tanpa ada orang yang menghalangi kamu, tapi ingat Ga kamu harus masih waspada , kan kita gak tahu apa yang akan terjadi kedepannya ". Ucap Nisa .
" Iya mah ,mama tenang saja aku pasti akan berhati-hati lagi mulai sekarang ". Ucap Angga tersenyum .
" Iya sayang, karena mama masih takut kalau Adam dan Khanza berbuat nekat lagi padamu ". Ucap Nisa .
" Iya mah, tenang saja , lagipula polisi sedang mengurus semuanya , Adam dan Khanza akan mendapat balasannya ". Ucap Angga .
" Iya nak ". Sahut Nisa .
__ADS_1
Kini pandangan Angga teralihkan pada Mia yang dari tadi diam saja .
" Hei, kok istri mas diam saja, kenapa? apa yang kamu pikirkan ". Ucap Angga menoleh ke arah Mia yang tengah melamun .
" Eh, iya apa ". Ucap Mia menoleh kearah Angga .
Angga tersenyum kearah Mia .
" Gak, mas cuma tanya kamu kenapa diam saja ? apa yang kamu pikirkan ". Tanyanya .
" Ah..itu..aku gapapa kok aku gak memikirkan apa-apa kok mas ". Ucap Mia tersenyum .
" Yang bener ?". Ucap Angga memastikan .
" Iya mas gapapa kok ". Ucap Mia yakin .
" Mm..ya sudah ". Ucap Angga langsung menyandarkan kepalanya dibahu Mia membuat Mia melihat kearahnya karena merasa terkejut apa yang dilakukan suaminya itu .
" Biarkan seperti ini dulu untuk beberapa saat, aku rindu wangi tubuhmu ". Bisik Angga ditelinga Mia membuat Mia malu mendengarnya .
Kini wajah Mia bersemu merah ,mendengar ucapan dari suaminya itu .
Mia hanya tersenyum mendengar suaminya berbisik seperti itu padanya .
" Dasar ". Umpat Mia yang terdengar oleh Nisa .
" Hah.. apa sayang, kamu bilang apa ". Ucap Nisa menoleh kebelakang .
Mia yang mendengar ucapan mertuanya itu hanya terkejut .
" Eh..enggak mah, aku gak bilang apa-apa kok ..hehe..". Ucap Mia tertawa kecil .
Angga yang melihat Mia gugup seperti itu hanya tertawa kecil .
Mobil yang ditumpangi Angga terus berjalan, melewati jalanan tol menuju kota Bandung .
" Mas ". Ucap Sinta yang kaget melihat atas kedatangan mantan suaminya itu sambil Rama dalam gendongannya
" Kamu ". Ucap Denis tak kala kaget juga melihat mantan istrinya lagi .
Kini merasa saling menatap satu sama lain didepan pintu rumah nek Salimah .
Dan saat itu juga Mia turun dari mobil yang membawa dirinya dan juga suami tak lupa ibu mertuanya itu kerumah nek Salimah .
Mia yang melihat orang yang tak asing baginya ada dirumah neneknya langsung menghampiri orang itu .
" Ayah ". Ucap Mia membuat kedua orang itu melihat kearah Mia .
" Mia ". Ucap mereka berdua secara bersamaan .
. . . . . . .
__ADS_1